
AUTHOR
Seminggu lebih tidak bisa fokus pada urusan perusahaan, alhasil beberapa proyek tertunda. Untung saja Hega memiliki sabahat seperti Bara yang sekaligus wakilnya di kantor. Meskipun sosok yang pecicilan tapi sahabatnya itu tetap adalah orang profesional dan berkompeten dalam urusan pekerjaan.
Presdir berhati dingin yang tak pernah mau terjerumus dalam cinta, mencoba mengembalikan pikirannya sendiri yang selama seminggu ini dirasanya hampir seperti bukan dirinya.
Berusaha mengalihkan segala pikirannya yang sempat terganggu oleh sosok gadis asing yang sebenarnya justru hampir tak meliriknya sama sekali.
Dia memang cukup cantik, malahan sangat cantik. Tapi bukankah aku sudah sering sekali ini bertemu wanita cantik. Banyak wanita yang merayuku dengan terang-terangan, atau dengan banyak modus berusaha mendekatiku. Jangankan untuk dekat dengan mereka, melirikpun saja aku enggan. Ada apa dengan gadis satu itu, apa yang menarik darinya? Toh dia sama sekali tidak tampak tertarik padaku, jangankan berusaha ingin dekat denganku seperti wanita lainnya, melirikku saja tidak.
Pikir Hega dalam hati, berusaha menemukan titik terang permasalahannya.
" Ugh, kayaknya gue udah gak waras. Gue butuh refreshing. " katanya setengah menggerutu.
" Villa lo di puncak, boleh gue pinjem Bar ? " lanjut Hega dengan nada menimbang-nimbang keputusannya, memilih tempat tujuannya menenangkan diri.
" Tumben, sang pecinta kerja mau liburan. " timpal Bara dengan nada curiga.
" Seperti gue bilang tadi, gue butuh refreshing. " Sebenarnya Hega juga memiliki sebuah villa pribadi, namun karena masih direnovasi sehingga ia tidak bisa pergi kesana.
" Okey, kapan lo mau pake ? Biar gue kabari yang jaga buat beresin villanya. " tanya Bara kemudian.
" Weekend ini, Kamis sore gue berangkat sepulang kantor, mungkin sampai Minggu. " katanya kemudian masih sambil memikirkan beberapa jadwal meeting yang mendesak atau yang masih bisa ditunda minggu depan.
" Oke, dengan syarat ? " jawab Bara usil.
" ". Hega mengerutkan dahinya penasaran.
" Gue ikutan. "
" Kalo lo bawa cewek mending gak usah. " ucap presdir tampan itu sedikit mengancam.
__ADS_1
" No no no, just you and me. Time for friends. " jawab Bara yakin. " Gue harus jaga sahabat gue yang lagi galau ini, gue takut dia bunuh diri. " ucapnya menggoda sang sahabat.
" Sialan. " jawabnya kesal. " Gue masih punya otak Bro, gak ada istilah galau bunuh diri. " lanjutnya sambil berhambur ke arah pintu.
" Woi, mau kemana lagi ? " teriak Bara sambil mengejar Hega yang tampak tak memperdulikannya.
Hega berjalan menyisir ke beberapa divisi, mengecek hal-hal yang telah dia abaikan selama seminggu ini. Berusaha mengembalikan kewarasannya, merasa bodoh karena selama ini tidak fokus bekerja karena terlena memikirkan wanita yang bahkan tidak melihat kearahnya.
Dia memasuki satu per satu ruangan yang biasa dia pantau minimal tiga hari sekali. Mengecek kinerja setiap team pada masing-masing divisi.
Kemunculan sang Presdir yang selama ini dinanti para karyawati, menjadi angin segar bagi para wanita baik yang masih lajang ataupun sudah memiliki pasangan. Bagi mereka bisa melihat sosok tampan pimpinan mereka yang satu ini sungguh seperti sebuah anugerah, penyemangat dalam bekerja. Tidak muluk-muluk harapan mereka, asal bisa melihat ketampanan sang Presdir saja sudah cukup bagi mereka, bahkan jika diomeli pun mereka rela. Setidaknya mereka bisa mendengarkan suara kemarahan Presdir yang mereka anggap sexy, memang dasar fans fanatik Presdir.
Meskipun begitu sampai saat ini mereka masih dalam batas sadar diri, cukup hanya menjadi pemuja dan tak ada hasrat memiliki. Karena mereka tahu pasti konsekuensi dari keinginan yang seperti itu, buktinya dengan beberapa karyawati yang sempat menggoda Presdir yang selalu menampakkan wajah dingin itu, dengan pasti nasib mereka berakhir pada pemecatan. Tentu saja orang yang waras tidak akan nekat melakukan hal itu, mereka yang waras tidak akan mengorbankan karir mereka di perusahaan yang begitu bonafide itu, perusahaan dengan gaji yang jauh diatas perusahaan lain, tentu saja dengan reward serta beberapa tunjangan karyawan.
" Presdir ganteng banget yah. " bisik salah seorang karyawati pada karyawati lain dibalik meja kerjanya.
" Bisanya lihat Pak Bara udah seger nih ditambah Presdir tambah adem. " komentar karyawati lainnya.
Memang saat melihat Hega dan Bara berada dalam satu frame yang sama tampak menjadi perpaduan harmonis dan luar biasa, sama-sama memiliki wajah tampan, tubuh tinggi dan gagah, serta aura berkharisma yang mampu mendebarkan hati para wanita.
" Baik Pak. " jawab Deni sambil sedikit menundukkan kepalanya karena was-was mendapat teguran perihal kinerjanya.
" Satu lagi. " katanya sambil sedikit melirik ke arah ruangan besar tempat karyawan divisi marketing bekerja. " Katakan pada rekan-rekan satu team kamu, mereka digaji untuk bekerja, bukan untuk menatap saya, apalagi membicarakan saya. "
" Pfft... " reflek Bara sambil seketika menutup mulutnya dan menahan tawa saat tersadar bahwa sahabatnya tengah memelototi dirinya.
" Baik Pak, akan saya tegur mereka. " jawab Deni masih dengan nada was-was.
Bara berjalan disamping Hega sambil masih tetap menahan tawanya dengan sedikit menggigit ujung lidahnya. Karena dia tahu apa yang akan menimpanya saat tawanya pecah, tentu saja akan datang sebuah jitakan di kepalanya oleh temannya itu. Yang lebih mengerikan, ia akan berakhir di ruangan kerjanya dengan setumpuk dokumen jika ia masih nekat mentertawakan Hega di muka umum.
Sebelum masuk ruangan, Hega menghampiri sekretarisnya, Anita. " Saya akan cuti beberapa hari, laporan dari manager semua divisi kamu tangani dulu. " katanya tegas.
__ADS_1
" Baik Pak. " jawab Anita lugas.
Hega kembali keruangannya dan melanjutkan beberapa dokumen yang dirasa mendesak sehingga dia bisa tenang saat meninggalkan kantornya untuk liburan.
" Ngapain lo masih ngikutin gue? sana kerja. Lo digaji bukan buat ngetawain gue, jangan harap ikut kalo kerjaan lo gak beres. " Omel Hega dengan nada kesal pada sahabatnya itu.
" Siap Boss. " Jawab Bara sambil.cengengesan.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
🌟 IKLAN 🌟
Pembaca : Kok dikit sih thor ? Quote of the day nya mana ?
Me : Gak ada penyemangatnya jadi gak dapat inspirasi QOTD.
Pembaca : Sini aku semangati, ea ea ea ( sambil joget tik tok )
Me : Hidih aku mah gak perlu disemangati sambil joget joget, gak keliatan juga...
Pembaca : Lah terus ?
Me : Cukup kasih like & comment ajah cudah cukup, biar akunya gak merasa dikacangin gitu 😒😒😒
Pembaca : ogah ah, males ngetiknya....
Me : jiah, lebih capek mana pencet 👍sama joget tik-tok an
Pembaca : comment nya capek ngetik thor. Lagian mending tik-tokan, diupload di like orang, banyak viewer dapat duit.
Me : kalo.males ngetik ya cukup klik emoticon 👍aja diriku sudah bahagia kok....❤❤ nanti aku like juga video tik-tokmu😍😍😍😉😉
__ADS_1
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......💔