Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Skak Mat


__ADS_3

AUTHOR


Kembali pada rutinitas sang Presdir, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


Semua team yang menangani proyek dengan Berlin Corporation tengah sibuk dengan berkas yang harus segera mereka selesaikan sebelum jam dua belas.


Tak ada satupun yang santai, semua memasang wajah serius, mengerjakan bagian masing-masing. Bukan hanya karena tuntutan gila sang Presdir yang membuat mereka bekerja membabi buta sedari pagi, tapi bayangan akan reward yang akan mereka terima jika proyek kerjasama ini berhasil, yang membuat mereka tak lagi merasa lelah, justru bersemangat.


Siapa yang tak tahu perusahaan kosmetik terbesar Berlin Corporation, serta nilai kontrak yang sedang mereka kerjakan. Pastinya bonus yang akan masuk ke rekening mereka adalah nominal yang sangat besar, yang akan membayar semua kerja keras mereka.


Tepat pukul 11.45 semua berkas sudah berada di meja sekretaris sesuai dengan perintah si boss besar. Hega membuka sebuah pintu di ruangannya, menuju ruang pribadinya. Ruangan berisi sebuah tempat tidur, kamar mandi dan lemari dimana berjajar rapi beberapa setelan jas yang sengaja ditempatkan disana jika sewaktu-waktu dibutuhkannya untuk rapat dengan klien.


Bara memasuki ruangan sahabatnya, dilihatnya pemuda itu baru saja keluar dari ruang pribadinya, mengganti setelan jasnya, kali ini pakaian yang serba hitam, kemeja, dasi, jas dan celana yang semuanya berwarna hitam, tak lupa jam tangan hitam.


Memakai pakaian serba hitam yang semakin menambah aura dingin dalam dirinya, namun juga semakin menambah ketampanan dan kharismanya hingga naik berkali-kali lipat.


Bara yang melihat hal tersebut tak tahan untuk tidak menggodanya.


" Apakah ini pria yang sebelumnya menolak dengan keras menemui Berlinda Grace ? " Godanya sambil menyentuh ujung dagunya.


" Apakah diam bisa membuatmu mati ? " Jawab Hega dingin.


" Hahaha.... Boss bukankah lo pergi untuk menolak Nona Grace itu ? Tapi penampilanmu ini benar-benar akan membuatnya semakin tak bisa melepaskanmu. " Cibirnya masih dengan nada menggoda.


" Kita pergi untuk urusan bisnis, bukan untuk masalah pribadiku. Tujuan kita untuk membuat proyek ini goal. Tentu saja selain rencana yang sempurna juga diperlukan hal lainnya. " Ucapnya serius.


" Lo benar, dan hal itu adalah penampilan sempurna sang Presdir yang akan membuat Nona Grace itu terpana dan menyetujui semua point kontrak tanpa satu pengecualian. Lo memang hebat. " Ucap Bara penuh takjub dibalas senyum menyeringai dari sahabatnya itu.




🍒🍒🍒


Tiga puluh menit perjalanan menuju restoran tempat dimana akan diadakan pertemuan antara Golden Imperial Group dan Berlin Corporation.

__ADS_1


Seperti biasanya, dalam menangani beberapa proyek besar, Presdir itu akan didampingi oleh Bara dan juga Anita.


Hega yang tak suka berada satu mobil bersama wanita apalagi hanya berdua, memilih berangkat mengendarai Porsche putih miliknya sedangkan Bara berangkat dengan mobil sport nya bersama Anita.


Tepat pukul satu siang, mereka sudah sampai di lokasi pertemuan. Hega keluar dari mobilnya, mengancingkan jasnya dan kemudian memasuki restoran bintang lima itu bersama Bara dan Anita.


Di ruangan VVIP yang sudah dipesan, tampak seorang wanita dan dua orang pria di samping kanan dan kirinya.


Wanita itu tentu saja Berlinda Grace, yang langsung berdiri menghampiri Hega kemudian mengulurkan tangan disertai gerakan seolah ingin memeluk pemuda itu.


Namun uluran tangannya langsung disambar oleh Bara dengan sigap, dan tentu saja menirukan gerakan ingin memeluk, yang lantas sedikit dihindari oleh wanita cantik itu.


Rasain lo, main mau peluk aja.... Emangnya Abang Hega mau situ peluk ? ? Bang Bara.... Good Jobbb ✌😊 ~ Author ~


Anita yang menyaksikan kejadian itu sedikit tersenyum, namun reflek ditutupnya dengan ipad yang ada di tangannya.


Menatap pria yang selama ini dikejar-kejarnya dengan penampilan sempurna membuat Berlinda sejenak melupakan tujuannya datang hari ini. Teramat terpukau dengan ketampanan pria yang berhasil membuatnya tergila-gila sejak pertemuan pertama mereka beberapa bulan yang lalu di sebuah pesta.


Namun berbeda dengan apa yang dipikirkan Hega dan juga kedua rekannya. Berlinda yang saat ini memakai dress tanpa lengan berwarna maroon sepanjang lutut dengan beberapa batu permata di beberapa bagian, serta belahan dada yang cukup terbuka.


Belum menyerah juga ternyata, tapi sayangnya Anda salah memilih lawan Nona. ~Bara~


Ini mau pertemuan bisnis apa ke pesta ? ~Anita~


" Bagaimana kabarmu ? Kenapa tidak pernah membalas pesanku atau menjawab telfonku ? " Tanya wanita itu tanpa tahu malu.


" Maaf Nona Grace. " Ucap Hega akhirnya.


" Berlinda, cukup Berlinda. " Ucapnya memotong kalimat pemuda itu.


" Maaf ini adalah kebiasaan saya saat berbicara bisnis, saya harap anda tidak keberatan Nona Grace. " Lanjut Hega dengan nada datar.


" Baiklah. " Gumamnya pasrah.


" Anita, tunjukkan proposal penawaran kita. " Perintah Hega pada sang sekretaris.

__ADS_1


" Baik Presdir. " Anita beranjak dari tempat duduknya, membuka tas hitam dan mengeluarkan map berisi proposal yang sudah mereka persiapkan.


" Silahkan diperiksa Nona Grace. " Ucap Anita sopan sambil meletakkan map di hadapan wanita itu yang masih menunjukkan raut wajah terpesona pada sosok dihadapannya, kemudian dua map kepada kedua pria disampingnya.


Dih tuh muka mupeng amat sih lihat si boss. Batin Anita sambil tersenyum dalam hati.


Hega menoleh ke arah Bara, mengisyaratkan pada pria tersebut untuk menjelaskan point-point penting yang ada dalam proposal tersebut untuk memudahkan kliennya memahami isinya.


Nona Grace sebenarnya tak tahu apa-apa perihal bisnis, nyatanya hanya menggunakan bisnis sebagai alasan untuk bertemu dengan pemuda pujaannya.


Maka sang ayah Joseph Grace mengirim dua orang kepercayaannya untuk mendampingi putrinya tersebut.


Setelah sekitar 30 menit Bara menjelaskan beberapa hal, dan dua orang pria di samping Berlinda saling berdiskusi. Tampak salah satu pria sedang membisikkan sesuatu ke telinga putri dari boss nya itu.


" Maaf apakan nilai kontraknya tidak bisa diturunkan ? " Tanya wanita itu setelah mendapat penjelasan dari kedua orangnya.


" Maaf Nona, ini adalah nilai terbaik yang bisa kami berikan kepada anda. " Jawab Bara.


" Tapi.... " Belum sempat melanjutkan kalimatnya pria yang sedari tadi mengamati dalam tenang angkat suara.


" Seperti yang dijelaskan tadi, ini adalah nilai terbaik yang bisa kami berikan. Mengingat skala keuntunganan yang akan didapatkan oleh pihak anda, rasanya itu bukan nominal yang terlalu besar. Apalagi tempat yang akan anda gunakan adalah tempat terbaik yang kami miliki, bahkan di negeri ini. Jika anda keberatan silahkan mencari tempat lain, yang saya yakin tidak ada tempat yang bisa menyamai kualitas yang akan kami berikan. " Jelasnya dengan nada tenang dan berwibawa yang sukses membuat wanita di hadapannya semakin terpukau.


Skak mat.... Kalau nih bocah sudah mengeluarkan senjata rahasianya seperti ini. Mana bisa anda menolak Nona Grace. Tentu saja anda akan kehilangan kesempatan untuk bertemu lagi dengan pria pujaan anda ini jika anda sampai berani menolaknya. Meskipun gue sendiri gak bisa jamin apa anda masih bisa bertemu lagi dengan pria jutek ini meksipun perusahaan anda menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan kami. Heheheh.


Batin Bara mendengar penuturan sahabatnya sambil memperhatikan ekspresi dari wanita yang menjadi klien nya itu. Lalu diam-diam tersenyum menyeringai seolah merayakan kemenangan mereka yang sudah ada di depan mata.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH...❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2