Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Gombalan Receh ( Bagian 1 )


__ADS_3

AUTHOR


Hening beberapa saat, Derka biang kerok pembuat penasaran malah asyik menikmati segelas wine di tangannya.


" Abaaaangggggg.... " Teriak Renata gemas, ingin rasanya gadis itu berdiri dan menjambak rambut dokter ganteng itu.


Derka meletakkan gelas winenya kemudian menatap datar, " Kaki seribu. " Jawabnya santai dan percaya diri.


" HAH ?!!!! " Semua mata jelas memelototi dirinya terlihat jelas menunggu penjelasan.


Lagi-lagi Derka memasang ekpsresi serius di wajahnya seolah mengisyaratkan jika jawaban yang akan diucapkannya memang seserius ekspresinya.


" Soalnya kaki seribu kakinya banyak, jadinya kalau pakai sepatu kelamaan. Yah telat deh dia masuk sekolah. Hahahaha..... " Jawabnya sambil mengedipkan satu matanya kemudian tertawa renyah.


" Huuuuuuuuuuu...... " Seketika sorakan kecewa menggema.


Dan bisa dibayangkan ekspresi apa yang ada di wajah para gadis-gadis polos yang ada di sana, ada yang menyebik kesal, manyun sebal, dan cemberut jengkel. Ada juga yang terlihat jengah menatap malas pada pria yang masih terlihat tertawa puas dengan kemenangannya itu.


Dan sebuah jeruk limau utuh melayang tepat mengenai kepala Derka. Siapa lagi yang berani melakukannya jika bukan Hega.


" Shit.... Pala gue Ga, aset gue nih kalau retak tanggung jawab lo ! " Derka otomatis mengumpat sambil meringis dan mengusap-usap jidatnya yang jadi korban limau terbang.


" Kalau retak, berhenti jadi dokter, jadi pelawak sana. Ya setidaknya tuh otak masih bisa dipakai buat mikir tebakan sinting. " Maki Hega dengan gaya juteknya..


Dan adegan itu fix seolah mengobati rasa jengkel, kesal dan sebal semua orang yang ada disana terhadap Derka. Semua terbahak mentertawakan seorang Derka Raharsa, bahkan Barapun sampai terpingkal-pingkal melihat limau melayang yang mendarat tepat di jidat Derka.


Lagipula kenapa juga ada jeruk limau di atas meja, satu piring penuh pula. Siapa juga orang gila yang mau memakan buah super asam itu. Dan siapa juga yang kurang kerjaan menyajikannya disana.


Renata yang bahkan sudah mencak-mencak ingin menjambak rambut dokter ganteng itu seketika ikut tertawa puas melihat ulah Hega yang seolah membalaskan kejengkelan semua orang yang menjadi korban tebakan absurd Derka.


" Hahaha.... Rasain bang Der, benjol tuh jidat. Untung abang ganteng, kalau gak udah Rena jambak-jambak sampai botak tuh kepala. " Maki Renata ketus diiringi tawa semuanya.


" Rasakan ! Masa gue mulu yang kena. Hahahhaaa. " Ejek Bara puas.


" Serah kalian, yang jelas gue menang nih. I'm the King now, dan sesuai aturan awal, kalian harus dapat hukuman dari gue. Hahaha.... "


" Bosan hidup lo ?! Gue gak ikutan. " Ancam Hega dingin.


" Hei gak bisa gitu dong, itu namanya gak sportif. Ya kan adik ipar ?! " Omel Derka bersungut-sungut kemudian tersenyum manis meminta pertolongan Moza.


" Eh.... Iya... " Jawab Moza sedikit kikuk.


" Ulangi Der ! " Tatapan Hega makin horor mendengar Derka memanggil Moza dengan sebutan adik ipar.


" Hehehe... Gak berani gue. " Ucap Derka mengangkat kedua tangannya ke atas tanda menyerah kemudian mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding.


" Sudahlah kak, hanya permainan ini. Biarkan saja anggap saja bang Derka itu pelawak yang mengisi hiburan tahun baru kita secara gratis, hihihi.... " Bisik Moza sambil terkikik lirih di telinga Hega membuat pria itu akhirnya mengalah lagi pada sahabat laknatnya.

__ADS_1


" Ya udah kembali ke permainan, mulai dari siapa dulu nih yang ambil giliran pertama hukumannya hehe... ! " Lanjutnya kembali bersemangat sembari menggosok kedua telapak tangannya.


Dan satu per satu kena hukuman dari Derka, mereka diminta memilih antara tantangan atau kejujuran.


Siapapun yang memilih tantangan tentu saja harus melakukan apa saja perintah dari Derka, dan yang memilih kejujuran maka dia harus menjawab cepat pertanyaan yang diajukan oleh Derka.


Tentu saja tidak satu atau dua pertanyaan, melainkan sesuka hati Derka. Toh malam ini dialah Rajanya.


" Gue mulai dari para gadis ya ?! Ladies first. Truth or Dare ? ! "


Semua gadis disana memilih dare kecuali Moza, karena Hega sudah menahan tangan Moza mengisyaratkan pada kekasihnya itu agar memilih Truth saja.


Secara Hega yakin Derka akan membuat ulah jika Moza memilih Dare dengan memberi tantangan absurd pada kekasihnya itu. Dan Hega tak rela melihat Moza melakukan hal-hal aneh untuk menuruti tantangan sahabat gilanya itu.


" Yah lo curang Ga ! Masa lo larang bini cantik lo pilih dare si ? Emang lo pikir gue mau ngapain coba ! " Protes Derka kecewa, padahal sesuai dugaan Hega, Derka memang sudah menyiapkan tantangan khusus bagi kekasih sahabat juteknya itu jika gadis itu memilih Dare.


" Jangan kira gue gak tahu apa yang ada di otak lo Der ! " Seringai Hega dengan tatapan yang semakin terasa horor saja.


" Heheheh.... Oke, oke... Ampun deh. " Ujar Derka pasrah karena tak berhasil menyembunyikan niat usilnya.


Tunggu aja Ga, gue masih ada rencana cadangan buat ngerjain lo. Pokoknya malam ini lo harus gue bikin jengkel sejengkel-jengkelnya. Hahahaha..... ~ Batin Derka tersenyum jahat ~


" Yah.... Rena gak jadi pilih dare kalo gitu, Rena tiba-tiba merinding disko nih. " Gerutu Renata sembari mengusap-usap kedua lengannya.


" Gak boleh ganti, kalau ganti hukumannya double. " Omel Derka.


" Aturan gue, kan gue Rajanya. Hahahaha.... " Balas Derka penuh kemenangan.


" Cih.... " Merasa tak bisa mengelak lagi Renata hanya bisa pasrah.


" Tenang aja Rena, kamu bukan sasaran utamanya. Dia tidak akan memberi tantangan yang aneh-aneh pada kalian. " Ucap Hega.


" Eh.... " Semua mata seketika menatap ke arah Hega, penasaran pada maksud ucapan pemuda itu.


Kecuali Bara dan Aliza tentunya, karena mereka sudah hafal betul moment seperti ini dan bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.


" Cih... Dasar monster beruang kutub. Sekali-sekali gitu pura-pura gak tahu niat gue. " Protes Derka kesal.


" Stop basa-basi. Lanjutkan ! " Titah Hega ketus karena mulai jengah meladeni sahabatnya itu.


" Okelah, buat para gadis yang sudah memilih dare. Kalian harus gombalin salah satu pria yang ada disini, boleh pilih pacar sendiri atau boleh pilih pacar temannya. Asal siap-siap kena jambak aja ya, hahhaha..... " Titah Derka memberi instruksi tantangannya.


" APAAAAH.... ?! " Deana, Amira, Renata dan Alina tentu saja kompak berteriak. Secara mereka kan jombowati gitu. Aliza dan Viola tetap santai di tempatnya.


" Fyuuuhh.... " Sedangkan Moza jangan ditanya, gadis itu benar-benar bernafas lega sudah menuruti ucapan Hega untuk memilih Truth saja.


" NO DEBAT. " Tegas Derka.

__ADS_1


Lemparan kacang kulit dan aneka makanan ringan menyerbu badan Derka.


" Yey.... Main keroyokan si ! " Omel Derka sewot kemudian membersihkan bajunya dari aneka makanan yang menempel disana.


" Ayo siapa yang mau mulai duluan ! " Lanjutnya.


Akhirnya tantangan pertama dimulai, Aliza tentu saja dengan mudah melakukan tantangan meskipun dia tipikal wanita serius tapi berpacaran dengan Bara yang pandai merayu wanita, cukup memberi pengalaman pada Aliza tentang bagaimana merayu atau gombalin lawan jenisnya, kalau bahasa masa kini biasa dibilang bikin baper.


" Ekhem... Bar. " Ucap Aliza kaku.


" Dih... Lo mau gombalin apa mau interogasi pacar lo si Al ?! " Sambar Derka dengan nada mengejek.


" Diem lo. " Omel Aliza sambil melotot horor.


" Hehehe... Takut gue. Oke lanjutkan, gue diem. " Gerutu Derka sambil memperagakan gerakan mengunci pintu di depan mulutnya.


" Bar. "


" Apa sayang. " Jawab Bara lembut.


" Kamu tahu gak tiang, tiang apa yang rasanya enak ? " Tanya Aliza masih dengan nada kakunya.


Bara terkikik geli melihat ekspresi kekasihnya, tentu saja Bara tahu jawabannya karena itu adalah salah satu gombalan yang sering diucapkan Bara pada Aliza setiap kali mereka telfonan atau chat.


" Hei jawab dong, malah nyengir. " Omel Aliza memukul lengan Bara.


" Hahha... Iya maaf, emang apa jawabannya Aliza sayang ? " Balas Bara sok mesra membuat Aliza malah bergidik geli dan memalingkan wajahnya dari Bara.


Tak lama Aliza kembali menatap Bara kemudian menjawab dengan kikuk, " Tiang-tiang mikirin kamu sambil minum es campur. " Seketika rona merah menyembur di pipi Aliza.


Alhasil beberapa orang ternganga melihat adegan gombalan kaku itu berlangsung, dan kemudian terkikik lirih.


Bukan karena gombalannya, melainkan ekspresi atar Aliza saat mengatakannya. Ya maklum saja Aliza terbiasa berekspresi serius karena kesehariannya adalah seorang psikolog.


Bayangkan saja jika seorang ahli kejiwaan yang biasa menangani terapi psikologis pasiennya tiba-tiba harus bertingkah imut melontarkan gombalan receh yang menggelikan. Bahkan Aliza sendiri bergidik mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.


Kenapa Bara bisa dengan entengnya si tiap kali ngegombal gak jelas seperti ini ?! Sedangkan aku sekali aja udah merinding geli.


Guman Aliza dalam hati merutuki betapa menggelikannya kelakuannya barusan.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


YANG KURANG PUAS SAMA JAWABANNYA, JAN KOMPLEN SAMA AUTHOR. TIMPUKIN AJA SI DOKTER GANTENG 🀣🀣


➑️ Siapakah Korban Tantangan Absurd Derka selanjutnya ?!!! Apakah Deana dkk bisa melewati tantangan gila itu ?! πŸ˜–πŸ˜–


Author aja nyoba praktekin ke suami, eh belum juga selesai gombalin udah ketawa sendiri. Kata suami, niat gak si tebak-tebakannya ? 🀣🀣🀣

__ADS_1


Berani praktekin ? Fix anda sangat percaya diri alias urat malunya kendor 😁😁😁


__ADS_2