
AUTHOR
Sepasang mata yang sedang duduk di sofa ruang tamu di lantai satu tengah memperhatikan keakraban Bara dan Moza yang sedang menuruni tangga.
Pria yang lebih sering menunjukkan sikap pecicilannya itu terlihat begitu dewasa menanggapi gadis disampingnya.
Antara bertanya-tanya, cemburu dan kecewa dirasakannya.
" Bara Prasetya. " Ucap wanita yang sedang duduk bersama dengan Mami Linda, nada suaranya sedikit meninggi memanggil nama Bara, tatapan matanya tajam dan menusuk.
" Hei, sayang kamu ada disini ? " Bara segera menghampiri wanita yang ternyata adalah kekasihnya, Aliza.
Aliza hendak menepis tangan Bara yang ingin memeluknya, tapi dia mengurungkan niatnya karena ada Mami Linda disana. Aliza hanya cemberut kesal menatap Bara kemudian beralih menatap gadis yang tadi begitu akrab dengan kekasihnya itu.
Bara yang mengerti apa yang tengah terjadi langsung angkat bicara.
" Jangan memelototi aku seperti itu sayang, sini aku kenalkan kalian, ini Moza sahabat Deana, sudah aku anggap adikku sendiri seperti Dea. Jadi kamu jangan salah paham padaku oke. " Ucap Bara menjelaskan sambil mengerlingkan satu matanya pada kekasihnya itu.
" Oh, halo aku Aliza. " Ucap kekasih Bara itu sambil mengulurkan tangannya, tatapannya melunak, malu karena sempat cemburu tak jelas.
" Halo kak Aliza, panggil saja Moza. " Balas Moza sambil manjabat tangan wanita cantik di hadapannya.
" Senang berkelan denganmu, maaf aku tadi agak ... " Ucap Aliza malu-malu.
" Hm... Kamu agak apa sayang ? " Goda Bara mencubit hidung Aliza.
" Jangan begitu, Mami dan Moza melihat kita. " Tangan Aliza menepis jari Bara yang berlabuh di hidung mancungnya.
Moza dan Mami Linda hanya tersenyum melihat interaksi sepasang kekasih itu.
" Ayo kita makan, Mami sudah siapkan banyak makanan hari ini. " Mami Linda menggandeng lengan Moza menuju ruang makan.
Disana Julian dan Deana sudah duduk berseberangan dengan tatapan permusuhan dari Dea sedangkan Julian menatap gemas gadis itu. Pemandangan yang sangat lucu bagi siapa saja yang paham situasi apa yang sedang terjadi diantara mereka, dan tentu saja hanya Bara yang menyadarinya.
Sedangkan Moza, gadis itu masih sibuk dengan pikiran dan masalahnya sendiri sehingga kepekaannya sedang tidak bekerja dengan baik.
" Mi, boleh Momo minta es. " Pinta Moza berbisik pada Mami Linda.
" Kamu mau minum es apa sayang, biar Mami minta bibi membuatkan. " Ucap wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu.
" Bukan Mi, tapi es batu dan kain untuk .... " Moza malu melanjutkan kalimatnya.
" Oh iya, Mami tahu. Ayo ikut Mami. Kalian makan saja dulu Mami mau ke belakang sebentar. " Ucap Mami Linda menatap ke arah meja makan, sambil kemudian menggandeng Moza berjalan menuju dapur.
Di dapur Mami Linda menyiapkan kain dan es untuk mengompres mata sembab Moza. Dengan perlahan membantu gadis itu untuk mengurangi bengkak di mata cantik Moza.
__ADS_1
" Biar Momo sendiri aja Mi. " Pinta Moza sambil hendak meraih kain berisi es batu itu.
" Gak apa-apa sayang, biar Mami bantu. Dulu Mami juga pernah seperti ini, nangis semalaman gara-gara Papi nya Bara. Hehehe.... " Ucap Mami Linda sambil tersenyum mengingat masa lalu, membantu Moza sambil menceritakan tentang kenangannya saat masih pacaran dengan Hendra Prasetya.
Teringat saat muda ketika masih berpacaran, waktu itu Mami Linda dan Papi Hendra ( Suami Tante Linda dan Ayah dari Bara dan Dimas ) janjian untuk bertemu di bioskop, sudah beberapa lama menunggu tapi Papi Hendra tidak kunjung datang dan tidak bisa dihubungi.
Dan dengan marah serta kecewa Mami Linda pulang, saat di perjalanan Mami Linda malah melihat Papi Hendra berjalan dengan perempuan lain sedang merangkul pundak perempuan itu, dan lebih buruknya perempuan itu berperut buncit yang sepertinya sedang hamil.
" Saat itu Mami langsung turun dari taksi dan menghampiri mereka, saat itu juga Mami menampar Papi. Kemudian pulang dan menangis di dalam taksi sepanjang perjalanan. Dirumah pun juga Mami mengunci diri dan menangis semalaman di kamar. "
Moza mendengarkan cerita Mami Linda dengan seksama.
" Tapi sekarang kan Mami dan Papi... " Potong Moza penasaran.
" Hehehe.... Paginya saat Mami bangun Papi sudah ada di rumah Mami, ternyata waktu dijalan Papi tidak sengaja melihat perempuan yang tengah hamil muda itu hampir tertabrak mobil, jadi Papi hanya sekedar menolongnya ke rumah sakit. Saat Mami pergi setelah menampar Papi, suami perempuan itu baru saja datang menjemput. " Jelas Mami malu-malu mengingat kecerobohannya di masa lalu.
" Saat itu Mami malu sekali saat Papi datang dan melihat mata Mami bengkak seperti panda, seperti kamu sekarang ini. Untunglah kamu punya sahabat-sahabat yang menyayangi dan menemanimu. " Lanjut Mami Linda.
" Jadi Momo sayang, Mami memang tidak tahu apa yang sedang kamu alami. Tapi jika ada sesuatu yang mengganjal hatimu, keluarkanlah, ceritakan pada orang terdekatmu, luka itu tidak akan sembuh jika kamu menyimpannya dan menyembunyikannya, justru bisa jadi akan semakin parah dan membusuk. Dan jika itu terjadi, maka saat itu kamu akan semakin sulit mengatasinya apalagi menyembuhkannya. "
Mami Linda melanjutkan kalimatnya sambil masih mengompres mata gadis itu dan satu tangan mengelus kepala Moza dengan sayang. Gadis itu mengangguk.
" Terima kasih Mi. " Ucap Moza berhambur ke pelukan ibu dari sahabatnya itu.
•
•
Setelah selesai mengompres mata sembabnya, Moza kembali ke ruang makan bersama Mami Linda. Bara dan Aliza sudah tidak yang sudah selesai makan pamit pergi untuk menjemput Hendra Prasetya di bandara, karena hari ini jadwal kepulangan kepala keluarga Prasetya itu dari dinasnya di Australia.
Tertinggal Julian dan Deana yang masih terlihat tidak akur.
" Kalian kenapa sih ribut terus dari tadi ? " Tanya Mami Linda sambil duduk dan mengambilkan nasi untuk Moza.
" Mo bisa sendiri Mi. " Ucap gadis itu.
" Tidak apa, biar Mami saja. Mami mau memanjakan anak perempuan Mami yang cantik ini. " Jawab Mami Linda sambil tersenyum.
Mami Linda memang sangat mendambakan memiliki anak perempuan yang manis dan akan bersikap manja padanya. Tapi apa daya kedua anaknya adalah lelaki semua dan dua-duanya kelewat dewasa dan mandiri.
Ibu Bara dan Dimas itu sangat senang saat Deana, keponakannya datang untuk tinggal bersama mereka. Apalagi saat gadis itu membawa ketiga teman perempuannya yang membuat hari-hari Mami Linda sangat menyenangkan.
Meskipun Deana cukup dekat dengannya, tapi sifat tomboy yang melekat di diri gadis itu membuat Mami Linda hampir merasakan tidak ada bedanya sifat Deana dengan kedua putranya.
Terlewat dewasa dan mandiri, jadi hampir tidak ada moment dimana Deana bermanja pada wanita yang memang mendambakan memanjakan seorang putri.
__ADS_1
Berbeda dengan Moza yang memang cuek dan dingin jika berhadapan dengan lelaki, namun anak gadis satu-satunya keluarga Dama itu tetap sosok anak perempuan yang memiliki sifat manja dan kalem, yang selama ini hanya ditunjukkannya pada sang kakak dan bundanya saja.
Jadi saat dirinya bertemu dengan Mami Linda yang begitu baik dan hangat terasa seperti bersama dengan sosok bundanya. Apalagi Linda sempat berharap jika gadis itu mungkin benar-benar bisa menjadi putrinya kelak saat tahu salah satu putranya memiliki hati untuk gadis cantik tersebut.
Namun sayangnya gadis cantik yang sudah membuat putranya jatuh cinta itu tidak memiliki perasaan yang sama dengan Dimas, putra kedua Mami Linda. Tapi melihat kondisi Moza saat ini yang menurut Bara jika gadis itu tengah patah hati, terbersit harapan jika mungkin putranya masih punya kesempatan untuk kembali mendekati Moza dan memenangkan hati gadis ini.
Yah semua tergantung usaha Dimas, tapi perlahan Mami Linda akan membantu putranya itu secara diam-diam.
🌟
Ahiya... Mau dijadiin mantu sama Mami Linda ???😍😍
Boleh kah teman-teman ?
Dimas juga ganteng kok ?
Nanti aku kasih penampakannya 😊😊
Soalnya mau dipasangkan dengan Julian, kacian Deana 😁😁😁
🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....
✔ LIKE 👍
✔ COMMENT ✍💌
✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋
🌟
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕
👇👇👇👇👇
Inih akuh sudah UPDATE harian yah....
__ADS_1
Semoga bisa konsisten tanpa ada jeda nya....
VOTE akuh Ya.... 😘😘