
AUTHOR
Setelah sslesai sesi adu mulut antara Julian dan Deana yang berakhir dengan skor seimbang antara keduanya. Kelima sahabat itu keluar kelas hendak menuju kantin hingga terdengar getaran dan dering ponsel milik salah satu diantara mereka.
Beberapa kali bergetar dan berdering, namun diabaikan oleh si pemilik ponsel.
Drrrrt drrt
" Mo angkat tuh ponsel lo bunyi. " Ucap Amira.
" Biarin, ntar mati sendiri. " Ucap Moza santai.
" Siapa sih yang telfon kok gak lo angkat ? " Tanya Deana.
" Bukan siapa-siapa. " Moza masih acuh.
Sedangkan di sana, pria yang sudah menunggu di area parkir tampak gelisah di dalam mobilnya, beberapa panggilan teleponnya diabaikan oleh Moza.
Akhirnya mendapat ide usil agar gadis itu tak lagi mengabaikannya. Dibukanya aplikasi chat di ponselnya dan mengetikkan sesuatu.
Apaan sih ? Belum puas apa bikin aku dongkol pagi-pagi ? ~ Moza ~
Batin Moza saat melihat isi chat yang masuk, chat dari orang yang sedari tadi menelepon dan diabaikannya.
Hega : " Aku akan mencari kamu ke dalam jika kamu tidak menjawab telepon ku. "
Mencariku ? Ke dalam ? Kemana maksudnya ? Jangan bilang kak Hega udah di kampus ? Aarrrrg.... Emang situ gak ada kerjaan apa, ngintilin aku di kampus.....
Guman-gumam tak jelas diiringi ekspresi kesal di wajah Moza membuat teman-temannya menebak-nebak siapa yang membuat gadis itu berekspresi seperti itu.
Drrrrt .... drrrrrt....
Dengan enggan Moza menggeser tanda hijau di layar ponselnya, menjawab panggilan dari Hega.
Gadis itu hanya mengucapkan salam, kemudian iya, sesaat kemudian hmm dan terakhir berkata baiklah. Lalu mengakhiri obrolan tak jelas di telepon yang membuat sahabat-sahabatnya penasaran.
" Siapa Mo ? " Tanya Amira.
" Orang kurang kerjaan. Aku duluan ya. " Jawab Moza dengan tersenyum kecut.
" Eh Mo, gue mau ke Seoul nanti sore, lo mau oleh-oleh apa ? " Tanya Julian sebelum gadis itu pergi.
" Bawain aku Le Min Ho kalo kamu sanggup. Aku pergi. " Jawab Moza acuh sambil meninggalkan sahabat-sahabatnya menuju area parkir.
Deana, Amira an Renata cekikikan mendengar jawaban iseng sahabatnya yang memang penggemar berat aktor drakor itu.
" Kenapa tuh anak ya ? " Tanya Julian sambil menggaruk belakang telinganya dan menatap ketiga sahabatnya yang hanya menggelengkan kepala mereka tanda tak tahu.
Moza menuju parkiran yang sudah dinantikan oleh pria yang mengantarnya tadi pagi. Hega sudah tampak tersenyum puas menyambut kedatangan gadis itu, menggunakan kacamata hitam bersandar di mobilnya.
Dih please ya... Lihat tuh senyum penuh kemenangannya.... Dasar pria keras kepala. ~ Moza ~
Jika bukan karena ancaman Hega yang akan mencarinya langsung ke dalam kampus, pasti gadis itu akan mengabaikan pemuda itu dan kabur diam-diam.
__ADS_1
Dia ingat ketika pemuda itu mendadak muncul di kantin Fakultas Ekonomi beberapa minggu yang lalu, yang sukses membuat heboh seisi kantin. Belum lagi adegan menuju area parkir, saat dengan intimnya mereka berjalan sambil tangan Hega mendekap pundak Moza menyusuri jalan, yang tentu saja menjadi pusat tontonan dan tatapan iri dan kagum dari banyak mata.
Bagaimana tidak, gadis yang punya julukan Ice Queen kampus itu tengah berjalan mesra dengan sesosok pria gagah, tampan dan tentu saja kaya dilihat dari mobil yang akhirnya mereka naiki.
Bukan tak ingin bertemu dengan Hega, hanya saja hari ini Moza terlampau lelah menghadapi kelakuan manis yang cenderung menyebalkan dari pemuda itu. Bagaimana tidak, pagi-pagi jantungnya sudah diajak berolah raga setiap kali Hega membuat salah satu organ vital gadis itu berdebar-debar tak karuan.
Dan bukan karena tidak suka dengan perlakuan manis Hega, gadis itu hanya lelah mengatur degup jantungnya setiap kali pemuda itu mulai melancarkan aksi romantis nya.
Apalagi dengan wajah sempurna yang tak bisa dikondisikan itu, belum lagi adegan usap-usap bibir tadi pagi yang fix membuat Moza gelagapan tak karuan.
•
•
🍒🍒🍒
Kembali pada empat sahabat yang tertinggal di area kampus.
" Lo mau langsung balik Jul ? " Tanya Amira.
" Enggak, mau makan dulu di kantin. " Jawabnya.
" Tumbenan, biasanya langsung ngabur ke kantor. " Tanya Renata yang diangguki setuju oleh Amira dan Deana karena pernah mendengar jika atasan Julian itu sangat disiplin urusan pekerjaan.
" Bang Hega ada urusan pribadi katanya, jadi gue disuruh santai dulu sambil siap-siap berangkat nanti sore ke Seoul. " Jelas Julian membuat mengangguk-angguk paham dengan situasi yang baru saja terjadi, kemudian tersenyum gemas melihat ekspresi imut sahabat karibnya tadi.
Pasti yang telepon Momo tadi Abang Cakep deh. Si Pangeran Beruang Kutub yang asli. Hehe.... ~ Deana ~
" Sinting. " Umpat Deana nyengir.
" Mau makan apa ? Gue pesenin sekalian. " Tanya Julian saat mereka sudah sampai di kantin.
Ketiga gadis itu menyebutkan pesanan mereka setelah duduk dan meletakkan tas mereka masing-masing.
Dan tak lama Julian kembali di samping Amira, berhadapan dengan kursi Deana yang masih tenggelam dalam lamunannya.
Akhirnya gue bisa lihat sosok Momo yang ceria dan penuh ekspresi, gadis kecil yang membuatku tergila-gila ingin menjadi temannya.
Habisnya tuh anak imut banget, apalagi kalo lagi sama abangnya.
Dan sepertinya Bang Hega turut andil mengembalikan gadis menyebalkan itu seperti sosoknya 10 tahun lalu.
Ah... Gue berasa cinlok lagi sama Momo....
Cih.... dasar gue bucin sahabat gue sendiri....
~ Deana ~
" Lo ke Seoul ada urusan apa Jul ? " Tanya Renata membuat Deana sadar dari lamunannya.
" Peresmian Hotel. " Jawab Julian serius sambil meminum es teh yang baru saja datang.
" Cieh... Udah kaya lo. " Goda Renata.
__ADS_1
" Hotelnya Bang Hega kali, gue kan asisten pribadinya kalo lo lupa jadi harus selalu ngintilin atasan gue. Dan soal kaya, gue emang udah kaya dari sononya. " Ucap Julian santai.
" Cuma Momo aja yang ditawarin oleh-oleh, pilih kasih lo. " Protes Deana.
" Cieeeh..... Cemburu tuh Jul calon ratu lo. " Goda Amira.
" Dih apaan, ogah... Kan udah gue bilang gue gak mau jadi koleksi museum mantan dari bocah tengik ini. " Cibir Deana.
" Kalau buat jadi yang terakhir gimana ? " Nada Julian yang tiba-tiba serius membuat ketiga gadis itu tersentak, tersedak minuman mereka. Disusul cekikikan Amira dan Renata.
" Gagal modusin Momo lo ganti jalur ya ? " Ejek Deana menutupi hatinya yang sempat mencelos.
" Itu kan becandaan Dea. " Julian membela diri masih dengan nada serius menatap gadis dihadapannya.
Amira dan Renata masih cekikikan melihat adegan seru di hadapan mereka.
" Hei kalian jangan ketawa, tunggu aja giliran kalian dimodusin playboy kampret ini. " Gerutu Deana melotot ke arah Amira dan Renata.
" Gimana kalau gue bilang kali ini gue serius ? " Tanya Julian semakin serius.
Deg
Deana masih menatap tajam ke arah pemuda di hadapannya, menjatuhkan sedotan yang sedari tadi dia mainkan dengan jari-jarinya.
🌟
Ea ea ea....
Ada yang setuju kah kalo Julian sama Deana ?
Hahahaha.....
Comment Yah 🤗😍😍
Maaf yang tunggu part 'modus' nya Hega istirahat dulu....
Akuh lagi kurang ide mau bikin Hega berulah apa lagi.... Hahahaha....
🌟
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕
__ADS_1