
AUTHOR
• Golden Mall •
Dengan bantuan Mami Rasti, Hega berhasil mempersiapkan lamaran kejutan untuk sang kekasih dalam waktu singkat. Hega memilih rooftop garden Golden Mall untuk menjalankan rencananya.
Rooftop Garden, tempat dimana Hega sering menghabiskan waktu berdua dengan Moza, walaupun hanya sekedar makan siang bersama. Di sisi lain tempat itu juga lah tempat dimana Hega pernah menorehkan sebuah luka di hati kekasihnya itu.
Saat Hega terpaksa harus melepaskan cintanya untuk Moza, saat ia membuat gadis yang paling dicintainya meneteskan air mata karena dirinya.
Dan karena itulah Hega memilih tempat itu, berharap dengan memberi kenangan indah disana akan bisa memudarkan kenangan menyedihkan yang sempat tercipta di tempat itu.
Pukul tujuh malam, Moza memasuki lift gedung Golden Mall tempat dimana H-Mo Gallery berada, sore tadi tiba-tiba Hega mengirimkan chat untuk menemuinya di rooftop garden.
Pemuda yang akan menjadi suaminya itu bahkan mengirimkan kotak berisi gaun, sepatu beserta aksesoris yang disiapkan khusus untuk dipakai Moza menemuinya nanti.
Moza menekan angka menuju lantai paling atas, tempat dimana hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menginjakkan kaki disana.
Ting . . .
Suara denting lift berbunyi menandakan gadis itu telah sampai di tujuannya. Pintu lift terbuka dan Moza melangkahkan kakinya keluar lift menuju tempat dimana Hega memintanya datang untuk dinner romantis berdua.
Moza melangkahkan kakinya memasuki rooftop garden Golden Mall, tempat yang memiliki kenangan tersendiri antara dirinya dan Hega.
Disini lah untuk pertama kalinya Moza makan berdua dengan Hega, meskipun suasana saat itu terasa canggung karena Hega membawanya kesana dengan sedikit memaksa.
Dan hari-hari selanjutnya, di tempat itu juga keduanya beberapa kali menghabiskan waktu istirahat berdua sambil makan siang atau sekedar ngobrol dan minum kopi berdua.
Di rooftop garden itu juga lah Moza dipaksa memilih untuk berpisah dengan Hega karena hal yang ternyata adalah sebuah kesalah pahaman, disinilah tempat yang menjadi saksi kebersamaan antara kedua insan itu, sekaligus menjadi saksi cinta dan air mata diantara mereka.
Dan hari ini, sepertinya rooftop garden itu juga akan menjadi tempat bersejarah sekaligus saksi bersatunya cinta antara Hega dan Moza. Menjadi titik awal janji mereka menuju kisah bahagia untuk keduanya.
__ADS_1
Saat Moza memasuki area rooftop garden, Moza menghentikan langkahnya sejenak, tampak keraguan saat melihat suasana yang gelap tanpa cahaya.
Bahkan lampu-lampu di sekitar gedung tampak padam, hanya kerlip bintang di langit yang sedikit memberikan penerangan pada langkah kakinya.
Dengan perlahan Moza kembali melangkah masuk ke menyusuri area taman, seketika itu juga satu per satu lampu kecil menyala di sisi kanan dan kiri jalan yang dilaluinya.
Deretan bouquet bunga tulip putih berjajar rapi dan cantik di belakang lampu menghiasi sepanjang jalan beralaskan karpet putih yang dilaluinya.
Semakin ia melangkahkan kakinya, semakin banyak pula lampu yang menyala menggantikan kegelapan dengan cahaya temaram lampu yang membuat tempat itu mendadak terlihat sangat romantis.
Seketika pula dilihatnya sosok-sosok yang berdiri tidak jauh dari tempat ia berdiri. Moza menghentikan sejenak langkah kakinya, menatap satu per satu wajah yang ada disana.
Di sisi kiri ada keluarganya dan juga keluarga Hega, Kakek Suryatama, Papa Arya dan Mami Rasti, Bunda Ayu dan Ayah Ardi, serta sang adik Ryuza dan si kecil Rania.
Di sisi kanan ada para sahabatnya, Deana Mayangsari, Julian Adiputra, Amira Rahayu, Renata Ridwan dan juga Dimas Prasetya.
Juga tidak terlupa sahabat Hega, Derka Raharsa dan Bara Prasetya yang tengah menggandeng seorang wanita cantik, siapa lagi jika bukan kekasih pria itu, Aliza Sukmawan.
Loh... Bukannya kak Hega bilang hanya mau makan malam berdua ya ?
Tapi kemudian Moza tersenyum melihat semua orang yang disayanginya berkumpul disana. Dan manik mata Moza langsung terfokus pada sosok tampan dan gagah yang berdiri di tengah, diantara orang-orang terdekat mereka.
Hega tersenyum menatap kekasihnya, pemuda itu memakai setelah jas berwarna putih senada dengan warna dress yang melekat di tubuhnya, pemuda itu juga membawa sebuah bouquet bunga tulip putih di tangannya.
Hega menghampiri kekasihnya, Hega kemudian memberikan bouquet bunga tulip di tangannya pada gadis itu dan Moza menerimanya dengan bahagia bunga kesukaannya itu. Mendekapnya di dada dengan tangan kanannya.
Bunga tulip melambangkan permohonan maaf, pernyataan cinta, kepedulian, kemewahan, semangat tinggi, dan persahabatan. Tetapi secara umum, bunga tulip melambangkan cinta yang sempurna. Jika warnanya bermacam-macam, bunga tulip memiliki makna keindahan cinta yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Bagi Hega sendiri, bunga tulip yang disiapkannya hari adalah untuk melambangkan permohonan maaf pada kekasihnya.
Permohonan maaf karena Hega sempat begitu bodohnya membiarkan gadis itu terluka, permohonan maaf karena kebodohannya yang membuat mereka baru bisa bersama setelah begitu lama dan saling tersiksa.
__ADS_1
Bagi Hega bunga tulip juga menjadi simbol untuk cintanya, berharap jika cintanya akan sempurna saat bisa merajut asa dalam mahligai rumah tangga bersama gadis yang paling dicintainya, gadis yang saat ini berdiri di hadapannya, belahan jiwanya, separuh hidupnya.
Hega kembali tersenyum dengan sangan menawan, mengulurkan tangannya pada Moza mengisyaratkan agar gadis itu membalas uluran tangannya. Hega menggenggam tangan kekasihnya saat Moza membalas uluran tangan itu, dan kemudian menuntun gadis itu untuk melangkah kembali.
Hega berhenti tepat diantara taburan taburan mawar putih yang tertata rapi membentuk gambar hati di atas karpet. Hega kemudian melepaskan gengaman tangannya dan menghadap kekasih cantiknya.
Moza yang saat ini mengenakan dress selutut berwarna putih dengan bahan brukat mewah dengan motif bunga, dipadu dengan high heels warna senada.
Rambut hitam panjangnya terurai, sebuah bando hitam dengan hiasan permata bening berbentuk bunga besar di sisi kanan terpasang cantik di kepalanya.
Make up tipis dan natural semakin menonjolkan kecantikan alami seorang Moza Artana.
Tidak lupa kalung dengan liontin berlian berbentuk hati menjuntai indah di leher putih jenjangnya. Kalung pemberian Hega, kalung yang menjadi simbol cinta Hega untuknya.
" Kamu cantik sekali Momo sayang. " Puji Hega seraya tersenyum membuat Moza tersipu malu sekaligus merasa tersanjung.
" Terima kasih, Kak. Kaka juga sangat tampan. Tapi ada apa semua ini ?! " Tanya Moza seraya menatap sekelilingnya.
Tidak langsung mengjawab keingintahuan kekasihnya, Hega dengan sangat lembut meraih tangan kiri Moza, menatap lekat manik mata kekasihnya yang jelas masih terlihat kebingungan dangan apa yang terjadi.
Setiap kali aku bersamamu, melihat senyummu. Rasanya semua keletihanku menghilang.
Selama aku memilikimu. Maka aku akan selalu memiliki kekuatan untuk bisa mengatasi segala kesulitan.
Aku tidak bisa hidup tanpa melihatmu. Karena itu sangat menyiksaku.
Aku ingin melihatmu setiap hari selama sisa hidupku. Maka dari itu, tinggal lah di sisiku selamanya.
Jangan seklipun berfikir untuk meninggalkanku.
Kalimat demi kalimat melantun indah dari bibir Hega bagaikan nyanyian cinta yang menggetarkan hati Moza.
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...