Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Kembali Sibuk


__ADS_3

AUTHOR


β€’ Ruang Presdir β€’


Menjelang acara pernikahan yang akan berlangsung kurang dari sebulan itu, Hega justru malah semakin disibukkan dengan pekerjaan kantor.


Banyak berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya, laporan via email dari beberapa cabang hotel, mall dan restoran yang ada di luar kota bahkan luar negeri.


Beberapa hari sibuk dengan persiapan pertunangan yang mendadak berubah menjadi pernikahan, membuatnya sibuk dengan banyak hal.


Belum lagi acara lamaran romantis yang sempat membuat kepalanya pusing tujuh keliling dan membuat beberapa pekerjaannya tertunda.


Untung lah Hega dibantu oleh mami Rasti sang ibu tiri yang ternyata tidak seburuk ibu tiri di sinetron ataupun ceeita dongeng. 😁


Mami Rasti justru dengan senang hati membantu putra dari almarhumah sahabat karibnya yang kini menjadi putranya itu.


Dan saat kembali ke kantor, Hega harus juga kembali pada realita jika tanggung jawab yang diembannya tidak mengijinkan dirinya absen masuk kerja terlalu lama.


Dan hari ini setibanya di ruangan kerjanya, Hega sudah disambut oleh tumpukan berkas yang harus dicek dan ditanda tangani olehnya.


Apalagi Julian si asisten pribadi juga barusaja kembali dari Seoul, Korea Selatan tepat di hari Hega melakukan lamaran romantis dua hari yang lalu.


Sedangkan Bara juga tengah disibukkan mengurus proyek resort yang membuatnya harus sering bolak-balik dinas ke beberapa pulau yang menjadi tempat pilihan pembangungan resort.


Sehingga tidak ada yang menjamah pekerjaan kantor menggantikan Hega, sang boss besar.


" Anita, bagaimana perkembangan Imperial Hotel di Tokyo ? " Tanya Hega pada sekretarisnya dengan masih fokus mengecek berkas di tangannya.


Anita yang sedang fokus mengatur berkas yang sudah selesai diperiksa dan ditanda tangani oleh presdir nya itu seketika menghentikan sejenak aktivitasnya.


" Team yang kita kirim sudah berhasil membuat Imperial Hotel Tokyo melewati masa kritis, laporan statistik perkembangannya sudah saya kirim ke email anda, Presdir. " Jawab wanita itu lugas.


" Baiklah. Setelah ini apa jadwal saya ? "


" Seharusnya ada rapat dengan team pemasaran Golden Mall, karena mereka mengajukan untuk membuat iklan promosi dengan menggunakan model papan atas negeri ini untuk tujuan meningkatkan popularitas semua departemen store yabg berada di bawah naungan Golden Imperial Group. Dengan begitu maka diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan penjualan di semua departemen store kita. " Tutur Anita dengan terperinci.


Hega menghentikan aktivitasnya, meletakkan berkas di atas meja dan menatap ke arah sang sekretaris, " Lalu kenapa tidak segera diagendakan ? "


" Saya harus mengatur ulang jadwal anda sebelum memasukkan agenda rapat tersebut dalam jadwal harian anda. " Jelas terdengar penekanan pada kata 'mengatur ulang' dalam nada bicara Anita. Dan Hega yang peka indera pendengarannya sudah pasti menangkap sesuatu dari ucapan sekretarisnya itu.


Hega mengernyitkan dahinya, " Memangnya ada apa dengan jadwalku ? "


Terdengar helaan nafas pelan Anita, " Maaf, Presdir. Beberapa hari ini beberapa jadwal rutin Presdir dan juga beberapa pertemuan dengan klien atau pejabat penting yang sudah diatur untuk satu minggu kedepan terpaksa ditunda. "


" Kenapa begitu ? "


Mendengar pertanyaan atasannya sontak membuat Anita terbelalak. Wanita yang selama hampir dua tahun ini mendampingi boss juteknya itu dengan sabar dan penuh dedikasi sepertinya mulai gemas dengan sisi seenaknya sendiri sang atasan.

__ADS_1


Pliss ya boss, beberapa hari ini kan anda yang sering hilang entah kemana ? Tentu saja jadwal harian anda berantakan. Aaahhhh... Jangan bertanya 'kenapa begitu' dengan ekspresi seolah saya yang tidak becus kerja !


Berterima kasih lah pada Tuhan anda punya sekretaris kompeten seperti saya, yang berhasil mengatur ulang jadwal anda. Terutama pertemuan dengan para pejabat yang jual mahalnya minta ampun itu. Padahal mereka sendiri yang diuntungkan jika punya koneksi dengan anda.


Ingin rasanya Anita mengutarakan semua isi kepalanya itu. Tapi apa daya, dengan gaji sebesar yang dia dapatkan dengan menjadi sekretaris utama Presdir itu tentu membuat Anita menahan diri membuka mulutnya.


Apalagi selama ini atasannya itu selalu profesional dalam hal pekerjaan, dan walaupun tak jarang jutek dan dingin tiada tara tapi Hega adalah tipe atasan yang tahu bagaimana menghargai kerja keras dan dedikasi orang-orang yang bekerja padanya.


Bisa dibilang gaji Anita adalah yang tertinggi diantara semua karyawan Golden Imperial Group. Tentu saja diluar gaji Presdir, Wakil Presdir dan Asisten Pribadi Presdir.


Ya, katakan lah gaji Anita sebagai sekretaris utama Presdir menempati urutan keempat tertinggi dalam tingkatan gaji di perusahaan yang dibangun oleh Suryatama Saint itu.


Julian saja yang belum ada satu tahun bekerja menjadi personal assistant Hega sudah bisa membeli sebuah apartemen mewah dan mobil sport keluaran terbaru.


" Anita, apa kamu mendengar saya ? " Hega mengetukkan jarinya pada meja kerjanya.


" Ah... Maaf, Presdir. "


" Saya tanya kenapa jadwal saya banyak yang ditunda ?! " Menatap heran.


" Dengan segala hormat, Presdir. Semua karena beberapa hari belakangan ini anda menghilang begitu saja tanpa saya ketahui keberadaan anda. Sehingga saya tidak bisa menghubungi anda dan terpaksa menunda beberapa agenda yang dirasa belum terlalu penting. Jadi tentu saja banyak agenda anda yang harus diubah untuk satu minggu kedepan. " Jawab Anita tegas dengan sedikit penekanan.


Meskipun sedikit, Hega bisa merasakan kejengkelan di nada bicara sekretarisnya itu. Presdir tampan itu tertegun sejenak, kemudian tertawa berat dengan suara bassnya yang pasti akan membuat hati para wanita bergetar, belum lagi lesung pipi di kedua pipinya yang sangat menawan.


" Hahahhaa..... "


Gerutu Anita dalam hati, matanya terbelalak melihat adegan langka secara live di hadapannya.


Ini kali kedua Anita melihat atasannya itu tertawa selepas itu, pertama kali adalah saat di kafe ketika tanpa sengaja mereka menguping pembicaraan tunangan sang presdir yang tengah berdebat dengan seorang wanita yang diduga Anita adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang menggilai atasannya itu.


" Maaf, Presdir. Apa ada yang lucu dengan ucapan saya sehingga anda tertawa seperti itu ?! " Tanya Anita dengan menahan sedikit kekesalannya.


" Ah.... Tidak. Hanya saja saya baru tahu ternyata kamu juga bisa kesal pada saya ya, Anita. " Jawab Hega kembali tergelak kecil.


Heeh... Memang kelihatan ya kalau aku tadi sedang kesal ?! Mati lah aku ! Aku masih sayang loh sama gaji aku...


" Saya kira hanya kamu saja yang bisa tahan dengan sifat kaku dan menjengkelkan saya. Bukankah di kantor ini banyak yang memaki saya terlalu disiplin dan penuntut kesempurnaan kerja ?! " Ujar Hega sembari tersenyum kecil


" Eh... Anda juga tahu gosip itu ? Ups... Maafkan saya, Presdir ! " Anita reflek membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.


" Tapi lebih banyak yang memuja anda kok daripada yang menghujat anda. " Seketika Anita meralat ucapannya.


Hega tersenyum tipis, " Sudahlah, seharusnya saya yang minta maaf pada kamu, Anita. Saya sedikit mengabaikan urusan kantor akhir-akhir ini karena saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan saya. "


" HAAAH !!!! PRESDIR AKAN MENIKAH " Anita terpekik tanpa sengaja.


" Anita, kamu akan membuat saya tuli dengan suaramu. Cukup gunakan volume itu pada staff kamu. Saya tidak mau istri saya punya suami tuli. " Ucap Hega sedikit terlonjak dengan respon sekretarisnya.

__ADS_1


Yang Hega tahu selama ini Anita selalu bersikap tenang dan sopan, volume suara terkontrol setiap berhadapan dengannya. Meskipun Hega tahu jika sekretarisnya itu bisa bersuara sekeras toa masjid saat membagi tugas pada staff sekretaris.


" Maaf, Presdir. Saya terlalu terkejut tadi. " Mengembalikan ketenangan.


" Ah iya, soal pernikahan, itu juga yang mau saya katakan. Saya akan menikah bulan depan, Mami saya yang akan mempersiapkannya bersama calon ibu mertua saya. Saya minta tolong kamu bantu mami saya jika beliau butuh bantuan ! "


Lagi-lagi Anita terbengong, kenyataannya Anita memang tidak banyak tahu perihal keluarga dan kehidupan pribadi atasannya itu. Karena dia juga baru bekerja di Golden Imperial Group saat Hega baru menjabat sebagai Presdir setelah kembali dari luar negeri.


Yang Anita tahu hanya lah jika Suryatama adalah kakek dari atasannya itu sekaligus pendiri perusahaan dimana ia bekerja saat ini. Dan juga tentang sang ayah dari Presdir yaitu Aryatama, tidak pernah ada yang membahas tentang ibu dari Presdirnya itu, apalagi juga tidak pernah ada wanita yang datang mengaku sebagai ibu sang boss selama Anita bekerja sebagai bawahan langsung pimpinan tertinggi di perusahaan itu.


" Nanti saya kirim alamat toko mami saya, kamu pergilah kesana dan tanyakan pada beliau apa saja yanh bisa kamu bantu. "


" Ba-baik, Presdir. "


" Ah... Iya. Apa mendengar saya akan menikah membuat kamu sampai sekaget itu ? Jangan bilang kalau kamu berpikir saya tidak akan menikah ?! " Menatap selidik.


" Hahaha... Bukan begitu maksud saya, Presdir. Saya hanya terkejut saja tiba-tiba anda akan menikah. Saya ikut senang setidaknya jika anda menikah maka pekerjaan saya akan sedikit tenang karena tidak perlu meladeni telepon dari para penggemar anda. " Ucap Anita terus terang.


"... "


" Ah... Maaf, Presdir. Saya terlalu banyak bicara hari ini. Sekali lagi selamat atas pernikahan anda. " Sambung Anita kikuk saat dilihatnya sang boss sempat melotot ketus.


" Terima kasih kamu saya terima meskipun belum waktunya. Dan soal rapat dengan team marketing dan promosi, coba kamu selipkan di sela-sela jadwal saya minggu ini. Karena saya mau seminggu sebelum pernikahan saya semua urusan yang mendesak sudah selesai. "


" Ah.. Soal itu, Presdir, sebenarnya. . . "


" Ada masalah apa lagi ?! "


" Menurut asisten Julian, sepertinya hal tersebut masih belum terlalu mendesak, sepertinya Asisten Julian memiliki pandangan dan rencana lain tentang hal tersebut. Asisten Julian sendiri yang mengatakan akan membahas tentang hal ini dengan anda. " Terang Anita kembali dengan mode sikap profesional sekretarisnya.


Hega tampak menimbang-nimbang sesuatu, " Emmm. . . Baiklah kalau begitu. Jika tidak ada lagi yang ingin kamu sampaikan, kembali lah ke mejamu ! "


" Baik, Presdir. Saya permisi. " Pamit Anita menunduk sopan.


" Hm. "


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...MAAF GAGAL CRAZY UP...


...TUGAS ONLINE MENUMPUK TIDAK BISA DISAMBI...


...πŸ™πŸ™πŸ™...


SEMOGA TIDAK KECEWA YA. HARI INI UP NYA CUKUP SEGINI. LANJUT BESOK THOR LELAH PELOTOTIN HP DAN LAPPY DIWAKTU YANG SAMA


JAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA SAYANG πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2