Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

AUTHOR


β€’ Kembali ke Area Parkir Fak. Ekonomi β€’


Moza masih terlihat gelisah di kursinya, tubuhnya masih sedikit gemetar, terlihat dari gerakan kecil di kaki dan tangannya yang terlihat tidak tenang, meremas-remas ujung dress yang dipakainya.


Gadis itu kini menggigit kecil bibir bawahnya berusaha menyembunyikan kegugupannya. Tapi usahanya percuma saat kegugupannya justru semakin bertambah dengan suara cegukan kecil yang lolos dari bibirnya, seolah tubuhnya sedang tidak ingin diajak kompromi.


" Hik...hik... " Reflek Moza membekap mulutnya dengan telapak tangannya sendiri.


" Hik... hik.... " Intensitas cegukannya malah semakin cepat.


Hega mengelus kepala Moza dengan lembut, " Hei, sudahlah, jangan kamu pikirkan lagi ! " Kalimat Hega membuyarkan lamunan Moza yang teringat pada kejadian beberapa hari lalu itu. Yang ternyata menjadi alasan Hega menghindari dirinya.


" Bagaimana aku tidak kepikiran, Kak... Hik.... ?! Bagaimana jika kakek berpikir aku ini....Hik... " Kecemasan Moza semakin menjadi.


" Sssst.... Kakek tidak akan berpikir seperti yang kamu takutkan ! Bukankah aku sudah mengatakan dengan jelas jika itu adalah kesalahanku. Aku yang terlalu ceroboh dan lepas kontrol. " Ucap Hega berusaha memberikan ketenangan pada gadisnya.


" Tapi, Kak... Hik.... "


" Ssst... Sudah, jangan dibahas lagi ! Aku akan menyelesaikan semuanya, jadi kamu tenang saja, hem ! Fokus saja kuliah, oke ! " Mengelus lembut kepala Moza berharap apa yang dilakukannya setidaknya dapat membuat kegelisahan gadis itu mereda.


" Eum... Baiklah, Kak. " Benar saja, sikap lembut Hega selalu bisa membuat Moza merasa nyaman dan tenang.


" Dan satu lagi, seperti yang aku katakan semalam, apa yang kita bicarakan semalam adalah murni keinginanku sejak lama. Bukan karena tekanan dari kakek atau karena rekaman CCTV itu. Aku ingin kita menikah bukan karena keinginan dari kakek, apalagi alasan nafsu semata. Walaupun tadi malam aku sempat khilaf dan hampir kehilangan kontrol atas diriku. Tapi aku ingin kamu percaya, jika alasan aku ingin kita segera menikah karena aku sangat mencintai kamu, aku ingin selalu bisa dekat denganmu. Kamu tahu kan apa maksudku ?! " Jelas Hega dengan tegas, meyakinkan dirinya jika gadis yang dicintainya itu tidak akan salah paham pada niat baiknya.


" Iya, Kak. Aku mengerti. Hik..." Moza menggangguk dan tersenyum.


" Ini minum lah ! Agar cegukanmu segera hilang atau kamu akan jadi tontonan yang menarik nanti di dalam kelas. " Goda Hega seraya menyodorkan sebotol air mineral yang sudah ia buka tutupnya.


Namun cegukannya tidak hilang juga meskipun sudah meneguk setengah botol air mineral.


Moza menyandarkan punggungnya di sandaran kursi berusaha menenangkan dirinya, memejamkan mata dan menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


Hega masih mengamati dalam diam, dilihatnya gadis itu masih menggigit-gigit bibirnya sendiri menahan kegugupannya. Beberapa kali suara cegukan Moza masih menandakan jika gadis itu belum sepenuhnya merasa tenang.


Hega melepaskan seatbelt nya sendiri, memiringkan tubuhnya menghadap Moza dan mendekatkan wajahnya tepat di wajah cantik kekasihnya.


Tujuannya sudah pasti, tapi saat wajah keduanya sudah nyaris tidak berjarak, tingal satu centimeter saja bibir keduanya akan saling bersentuhan saat tiba-tiba Moza membuka mata dan terkejut dengan apa yang dilihatnya tepat di depan wajahnya.


Nafas hangat Hega berhembus menerpa kulit wajah Moza, sekali lagi Moza seakan tersihir oleh pesona kekasihnya. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali mencoba menetralkan degup jantungnya nyaris meledak.

__ADS_1


" Kak . . . " Kata-kata Moza terputus oleh sentuhan bibir Hega yang mendarat cepat di bibirnya.


C U P . . .


" Eumph . . . . " Hega memberikan lumat😘n lembut dan singkat di bibir manis kekasihnya.


Moza yang mendapat serangan tiba-tiba hanya bisa membelalakkan kedua mata indahnya, sedetik kemudian manik mata kecoklatan itu terpejam, terhanyut pada kecupan mesra Hega.


Tidak seperti sebelumnya, Hega memberikan ciuman penuh cinta, tanpa nafsu ataupun gairah membara. Murni sebuah ciuman tanda kasih ssyang.


Satu menit kemudian Hega segera menyudahi aktivitasnya di bibir Moza saat dirasakannya nafas gadis itu mulai terdengar teratur, ya... Hega mencium Moza hanya untuk membantu gadis itu menghilangkan kegugupan dan kegelisahannya.


Hega menatap wajah ayu Moza, gadis itu masih memejamkan kedua matanya.


Hega mengelus lembut bibir Moza yang sedikit basah karena ulahnya, " Sampai kapan kamu akan menutup mata ?! Apa kamu mau kita melanjutkan apa yang barusaja kita lakukan, hem ?! Aku tidak keberatan loh jika kamu mau melanjutkannya. " Goda Hega membuat Moza tersentak.


" Akh.....Apa yang barusaja kakak lakukan ! " Moza yang sudah sepenuhnya sadar dari buaian Hega mendorong tubuh pemuda itu menjauh darinya. Kemudian mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya.


" Aku hanya membantumu meredakan kegugupanmu. Apa yang salah dengan itu, hem ?! " Elak Hega membela diri.


" Membantu apanya, jangan mencari alasan ! " Protes Moza kesal.


Eh... Iya aku sudah tidak cegukan lagi. Tapi kan....


Aaaa..... Bisa-bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan... Huh...


Moza menyentuh bibirnya, kemudian melotot galak menatap Hega


" Kemarilah ! " Hega menarik sedikit tubuh Moza dan memeluknya.


" Kak..... " Bukannya luluh, Moza malah meronta dalam dekapan Hega.


Hega melepaskan pelukannya, " Berhenti mencemaskan sesuatu yang tidak perlu ! Aku akan mengurus sisanya, kuliah lah dengan tenang, dan jangan lagi berfikir macam-macam ! Cukup percayakan semuanya padaku, hem ! " Titah Hega seraya menangkup kedua pipi gadisnya, dan dibalas anggukan oleh gadis itu.


C U P . . .


Sebuah kecupan sayang mendarat di kening Moza.


" Aku masuk dulu ya, Kak ! " Pamit Moza masih dengan tersenyum dan membuka pintu mobil.


Hega mencondongkan kepalanya mengintip Moza dari pintu mobil yang sudah terbuka kacanya, " Hem. Telfon aku jika sudah selesai ! " Ucapnya setelah gadis itu menutup pelan pintu Porsche putih kesayangannya.

__ADS_1


" Eum... Hati-hati menyetirnya, Kak ! Dah... " Moza melambaikan tangan dan berbalik badan berjalan menuju gedung Fakultas Ekonomi.


Hega membalas dengan lambaian tangan yang sama, menatap punggung gadisnya yang semakin menjauh. Dan kembali melajukan kendaraannya saat bayangan Moza sudah tidak terlihat olehnya.


⚘⚘⚘


Hega sedang sibuk di balik meja kerjanya dengan beberapa berkas, sesekali melirik layar laptop mengintip laporan yang barusaja dikirim Julian lewat email perihal kondisi hotel dan departemen store yang ada di Seoul.


Tengah fokus saat suara ketukan pintu menjeda aktivitasnya.


Tok tok tok . . .


" Masuk ! " Titahnya tanpa sedikitpun beralih dari layar kotak di hadapannya.


" Presdir, Ayah anda Tuan Aryatama ingin bertemu ! " Ucap Anita dari ambang pintu yang sudah terbuka lebar.


Dan belum juga Hega mengatakan apapun pria paruh baya di belakang Anita sudah menerobos masuk.


" Pah. " Hega melepas kacamata yang bertengger di hidungnya dan meletakkannya di atas keyboard laptopnya. Menghentikan aktivitasnya dan hendak berdiri menyambut sang papa.


" Papa akan kembali jika kamu sedang sibuk agar kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu tanpa gangguan papah. " Ucap Aryatama yang sudah duduk di kursi di hadapan Hega.


" Anita, suruh office boy membawakan dua cangkir kopi ! " Memberi perintah pada wanita yang masih berdiri di ambang pintu.


Wanita itu membungkuk, " Baik Presdir. " Menjawab dengan hormat dan menutup pintu perlahan.


" Kenapa papa tidak tinggal lebih lama ? Dan Bisakah Papa membantuku ?! " Tanya Hega penuh arti.


Tumben anak ini minta aku berlama-lama disini ?! Biasanya selalu saja ada alasan halus mengusirku dengan alasan banyak pekerjaan sehingga tidak ada waktu menemani Papahnya ini, jangankan sekedar ngobrol menawarkan kopi saja tidak. Ini tiba-tiba diminta tinggal, dan dipesankan kopi pula. Pasti ada apa-apa ini ! πŸ˜’πŸ˜’πŸ€”πŸ€”


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Ea.. Pasti Bang Hega ada maunya ini sama Papahnya.... 😏...


...Dasar anak gak da akhlak... Baik2 sama Papa kalau ada butuhnya doang .πŸ˜‚...


...Kira2 Bang Hega mau minta bantuan apa sama sang Papa ?!...


...⚘ LIKE ⚘ KOMENTAR ⚘ VOTE ⚘...


...YA TEMAN - TEMAN πŸ€—...

__ADS_1


__ADS_2