Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Siapa Pemenangnya ?


__ADS_3

AUTHOR


Bara meletakkan map yang baru saja dia terima dari sekretarisnya di meja dihadapan sofa yang tadi diduduki oleh sahabatnya itu.


" Coba lo lihat ini dulu ! " Ucap Bara.


" Apapun itu gak akan membuat keputusan gue berubah Bar. Lo yang paling tahu gue. " Tegasnya masih memunggungi sahabatnya.


Iyalah, siapa yang paling tahu keras kepala lo selain gue, tapi gue yakin kalau yang satu ini akan buat lo merubah keputusan lo. And bye bye Afrika..... Hehehe.


Batin Bara bahagia.


" Lihat dulu apa ruginya si bro ? " Bujuk Bara.


Dengan malas Hega kembali ke sofa, mendaratkan tubuhnya dengan enggan.


Sejenak melirik ke arah sahabatnya yang masih tersenyum penuh arti. Bara kembali mengangkat tangannya, meraih map diatas meja agar segera dibuka oleh si boss nya yang masih terlihat kesal padanya.


Masih dengan malas meraih map dari tangan Bara, dibukanya halaman pertama, dan dialihkan kembali tatapannya pada pria dihadapannya.


Tampak Bara mengangguk pelan masih dengan senyumnya yang penuh arti.


Pandangannya kembali pada map ditangannya, dibuka lembar demi lembar berisi tentang kontrak store tenant.


Nama seorang gadis yang ada di daftar tersebut membuatnya kembali menatap kearah sang sahabat dan kembali dibalas anggukan oleh pria itu.


" Berhari-hari lo mikirin cara buat ketemu dia kan ? Nah gue dapetin cara buat lo bisa ketemu dia, dan itupun sesering yang lo mau. Gimana ? " Ucap Bara dengan nada bangga.


Hega masih membalik halaman hingga pada halaman terakhir. Menutupnya perlahan, diam-diam tersenyum penuh arti.


Namun masih kesal dengan kelakuan pria dihadapannya.


Lo pikir bisa lolos dari gue Bar.... ~Hega~


" Okey, berapa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan kontrak ini ? " Tanya Hega santai sambil meletakkan map di atas meja.


Yes....Gue tahu akan begini. ~Bara~


" Mungkin seminggu cukup. " Jawab Bara mantap.


" Baiklah. " Ucap sang Presdir sambil beranjak berdiri mendekati meja kerjanya.


Ditekannya tombol di telepon menyambungkannya dengan sekretaris pribadinya.


" Ada yang bisa saya bantu Presdir ? " Suara Anita terdengar di telepon.

__ADS_1


" Tunda keberangkatan Pak Bara ke Afrika minggu depan, dan siapkan semua berkas yang akan dibawanya kesana. " Ucapnya pada sekretarisnya dengan tersenyum menyeringai sekilas.


" Baik Presdir. "


Ceklik


Bara mematung mendengar perintah Hega pada sekretarisnya. Syok, terkejut, rasanya ingin langsung memaki dan mengumpat pada sahabatnya itu.


Namun sekali lagi pria itu kembali berusaha berfikir jernih, jika kali ini dia melawan boss nya yang sedang membalas dendam padanya dengan kekanakan itu dengan makian, dia tak tahu apa lagi yang bisa dilakukan pria itu padanya.


Bisa jadi sesuatu yang lebih mengerikan daripada tugas ke Afrika. Membayangkannya saja Bara sudah bergidik.


Sial, benar-benar sulit dikalahkan. Nyesel gue bikin nih bocah kesel. Awas lo Ga !!!! ~Bara~


Bara keluar dari ruangan Presdir dengan wajah kusut, berjapan gontai menuju ruangannya. Staff sekretaris Presdir yang melihat ekspresi di wajah pria itu merasa iba. Mereka tentu saja tahu perihal penugasan yang diberikan sang Presdir kepada pria yang disebut-sebut sebagai urutan kedua pria tertampan dan paling diinginkan di kantor.


Siapa yang pertama ? Jangan ditanya, tentu saja Sang Presdir yang Jutek namun tetap mempesona dimata kaum hawa.


Bara duduk di meja kerja di ruangannya, menyadari jika memang tidak mungkin mengalahkan sahabatnya itu dalam urusan membalas dendam.


Memang seharusnya dari awal dia tidak main-main dengan sahabatnya itu. Karena Bara lah yang paling tahu kelakuan menyebalkan sahabatnya itu jika kesal pada sesuatu atau seseorang.


Pria yang selalu menunjukkan ketenangan dan bersikap dingin, seolah tak pernah kesal pada sesuatu. Nyatanya jika sekali saja ada yang mengganggu egonya, maka pria itu akan menjadi sosok yang menyebalkan bahkan bisa cenderung mengarah ke mengerikan.


Menyesal memang selalu di akhir dan menyesalpun tak akan merubah apapun, mungkin ini kalimat yang tepat menggambarkan kejadian yang dialami Bara.


Sekarang yang dipikirkannya adalah dalam waktu seminggu, bagaimana caranya membuat Presdir yang tak pernah merubah keputisannya itu menarik kembali perintah penugasan untuk dirinya ke Afrika.




🍒🍒🍒


Disisi lain seorang pemuda masih tidak bisa mennyingkirkan senyum yang sedari tadi terukir di bibirnya.


Hega Airsyana Saint, sang Presdir yang nampaknya memang benar-benar sedang jatih cinta.


Dipandanginya map yang tergeletak diatas meja kerjanya, diketuk-ketukkan jarinya pada meja. Sekilas memikirkan gadis yang beberapa hari ini membuatnya merasakan kerinduan yang untuk pertama kalinya dirasakannya pada seseorang selain mendiang ibunya.


Ditatapnya jam di tangannya, hampir pukul 4 sore, terpikirkan sesuatu di kepalanya kemudian segera beranjak dari kursinya. Memakai jasnya dan meraih ponselnya di atas meja dan keluar dari ruangannya.


" Anita, saya akan pulang. Minta Pak Bakti menyiapkan mobil saya. " Perintah Hega pada Anita.


Pak Bakti adalah supir pribadi Presdir yang hanya bertugas jika sang boss sedang rapat penting atau menghadiri acara tertentu. Karena keseharian Hega lebih nyaman mengendarai mobil pribadinya.

__ADS_1


Selebihnya tugas pria paruh baya berusia sekitar 40 tahun itu adalah memastikan kondisi kendaraan Presdir dalam keadaan bersih dan nyaman, serta menyiapkan kendaraan siap sedia di depan pintu lobi kantor setiap kali sang Presdir muda itu akan pergi.


Keluar dari lift dan berjalan keluar gedung, mobil Porsche putih sudah siap di depan pintu lobi.


" Pak Bakti bisa pulang, seperti biasa bawa mobil kantor, siapa tahu saya butuh bapak sewaktu-waktu. " Ucap Hega dengan nada tegas namun tetap terdengar sopan pada pria tersebut.


" Baik Presdir. Hati-hati berkendara. " Kata pria tersebut sambil membuka pintu mobil majikannya.


Pria yang sudah hampir 15 tahun bekerja pada keluarga Saint itu, sangat kagum pada anak dari majikannya itu. Meskipun adalah pewaris kekayaan yang berlimpah, tetap menunjukkan sopan santun pada orang yang lebih tua, walaupun orang tersebut hanyalah seorang supir.


Pak Bakti sebelumnya adalah supir pribadi dari ibu Hega sekaligus mengantar jemput Hega saat pemuda itu masih di duduk di bangku Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.




Sampai di apartement, Hega memutuskan istirahat sebentar. Kemudian diraihnya ponsel diatas nakas, membuka aplikasi chat dan mengetik sesuatu.


Hega : Jam 7 ketemu di kafe Dimas.


Triiing....


Tak lama terdengar notifikasi balasan.


Bara : Mau apa lagi boss ? Gue udah muak liat lo di kantor. Masa malam minggu gini gue masih harus liat muka jutek lo sih ?


Bara jengkel dengan perlakuan sahabatnya itu siang tadi yang dengan kejamnya memberi perintah untuk tugas ke Afrika.


" Ini udah diluar jam kerja, bebas gue mau ngelawan lo. " Umpat Bara.


Tak ada balasan cukup lama membuat Bara tiba-tiba kembali bergidik, curiga jika sahabatnya itu sedang merencanakan sesuatu. Segera diraih kembali ponsel yang tadi dilemparnya ke ranjang dan mengetik sesuatu.


➡️ Apa ya isi chat Bang Bara ? 🤔🤔🤔. Lanjut Next Part....


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕

__ADS_1


__ADS_2