Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Kekecewaan Berlinda


__ADS_3

AUTHOR


Kedua rekan Berlinda Grace tampak saling berbisik-bisik, kemudian terlihat salah satunya membisikkan sesuatu pada wanita itu.


" Maaf bolehkah saya melakukan panggilan telefon sebentar ? " Tanyanya wanita itu kemudian.


" Bukankah ini adalah bisnis yang akan berada dibawah kendali langsung dari Nona Grace, yang berarti keputusan sepenuhnya ada di tangan anda ? "


Cibiran datar Hega membuat ekspresi wanita itu berubah seketika, seolah dia sedang ketahuan jika dirinya tidak memiliki wewenang apapun dalam kerjasama ini dan hanya menumpang nama saja.


" Iya, tapi .... " Tampak jelas Berlinda sedang memikirkan kalimat untuk menjawab pertanyaan lelaki di depannya itu, menimbang-nimbang kalimat apa yang tepat untuk diucapkannya agar image nya tidak jatuh dimata pria yang disukainya.


" Maksud Nona kami adalah beliau harus tetap meminta pertimbangan dari ayah beliau selaku investor utama untuk proyek ini. Bukankah begitu Nona ? " Salah seorang rekannya langsung membantu majikannya tersebut saat mendapati jika sang nona tengah kesulitan memberikan alasan.


" Baiklah, silahkan. " Ucap Hega kemudian dengan nada santai kemudian bersandar di kursinya, menyilangkan kakinya dan menyatukan kedua tangannya di atas pahanya.


Baiklah, silahkan nikmati waktumu. Akan kuberikan waktu sebanyak mungkin untukmu merengek pada ayahmu yang merasa hebat itu. Toh hasilnya akan tetap sama.


Batin Hega diiringi senyum seringainya.




🍒🍒🍒


Di salah satu sudut ruangan tempat Berlinda Grace melakukan panggilan telepon, tampak wanita itu sedang berbicara sambil berjalan mondar mandir. Terlihat raut mukanya yang berubah-ubah, sekejap masam, sekejap memelas manja, dan sekejap lagi tersenyum puas.


Bara yang mulai tak sabar menunggu menjadi sedikit kesal, kemudian menatap ke arah sahabatnya. Menggerakkan pelan kepalanya keatas dan menunjuk ke jam tangan nya, memberi isyarat pada pemuda diampingnya.


Udah hampir lima belas menit boss. Batin Bara yang paham betul batas toleransi boss nya itu.


Hega hanya tersenyum penuh arti menanggapi isyarat temannya itu.


Sabar bro, mari kita beri waktu sedikit lagi untuk menikmati kemenangan kita. Batin Hega.


Anita yanng tahu pasti perihal kebiasaan atasannya jika rapat dengan klien mereka, yang tidak akan menunggu lebih dari lima belas menit itu mulai ikut merasa gelisah.


Tumbenan ini si boss masih anteng-anteng saja. Sudah hampir batas waktu nih boss. ~Anita~


Setelah perbincangan panjang sekitar hampir 15 menit, tampak Berlinda Grace berjalan mendekati meja. Kembali duduk dengan tenang, dari raut wajahnya sudah dipastikan jika wanita itu mendapatkan hasil perdebatan telepon sesuai denga keinginannya.


Yang artinya adalah hasil pertemuan bisnis ini sesuai dengan apa yang sudah direncanakan oleh Hega sebelumnya.

__ADS_1


" Bagaimana Nona Grace ? " Bara yang tak sabar lagi langsung melemparkan pertanyaan pada wanita tersebut.


" Pihak kami setuju dengan proposal dari pihak anda. " Ucapnya dengan nada yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Seperti seorang anak perempuan yang berhasil mendapatkan keinginannya setelah mati-matian merengek pada ayahnya. Membuat Bara tampak setengah mati menahan tawanya karena kelucuan yang dia saksikan. Sedangkan Hega masih tetap tenang dan datar.


" Baiklah. Karena kita sudah mendapatkan kesepakatan kerjasama. Kami undur diri terlebih dahulu. " Ucap Hega kemudian sambil beranjak bangkit dari kursinya.


" Tunggu, bukankah sebaiknya kita makan siang bersama dulu untuk merayakan kesepakatan kita ? " Berlinda yang gak mau kehilangan kesempatan begitu saja tak mau tinggal diam.


Sudah susah payah untuk bertemu, setidaknya aku harus makan bersama dan mengobrol dulu denganmu. ~Berlinda~


" Maaf Nona Grace, saya ada janji dengan beberapa klien lain. Untuk perayaan kerjasama akan diatur jadwalnya oleh sekretaris saya, tentu saja setelah penanda tanganan kontrak kerjasama kedua belah pihak. " Jawab Hega.


" Tapi.... "


" Senang berbisnis dengan anda, semoga kerjasama kita berjalan dengan baik. " Ucapnya sambil tersenyum memikat dan mengulurkan tangannya, disambut wanita itu dengan menjabat tangan pria yang memang ingin sekali disentuhnya.


Kemudian Hega berbalik badan, memberi isyarat pada Bara dan Anita untuk menyelesaikan sisanya, lalu melangkah meninggalkan ruangan.


" Nona Berlinda ini adalah kartu nama saya, jika ada yang anda ingin diskusikan jangan ragu menghubungi saya. " Bara tersenyum menggoda dan mengulurkan tangannya memberikan sebuah kartu yang diterima oleh rekan disamping wanita itu.


Aku gak butuh nomer kamu, !!! ~Berlinda~


" Baiklah. " Jawab Berlinda akhirnya.


" Sampai bertemu lagi. " Bara dan Anita pamit, meninggalkan wanita tersebut masih dengan ekspresi kecewa karena tidak bisa berlama-lama memandang pria pujaannya.


Ish..... Susah sekali bertemu denganmu. Tapi dengan kerjasama ini aku yakin banyak kesempatan untuk kita bisa bertemu lagi nantinya.


Gumam Berlina penuh percaya diri.




🍒🍒🍒


Hega keluar dari pintu restoran dengan senyum puas membuat beberapa karyawan serta pengunjung restoran terjerat pada penampilannya yang menawan, namun tak ada satupun yang dihiraukannya. Berjalan dengan santai menuju area parkir, memasuki mobil putihnya lalu mengeluarkan ponsel dari saku dalam jas nya. Membuka aplikasi chat.


Hega : " Gue tunggu di restoran M sekarang. "


Bara : " Siap Boss. "

__ADS_1


Hega segera mengemudikan mobilnya keluar dari tempat parkir restoran itu. Menelusuri jalanan yang sudah mulai longgar karena jam makan siang sudah lewat dan pastinya banyak orang yang sudah kembali pada pekerjaan mereka di kantor masing-masing.


Sementara di sisi lain, Bara tampak tersenyum puas dengan hasil pertemuan hari ini. Diikuti Anita menuju tempat parkir, memasuki mobilnya.


" Anita, kita makan siang dulu. " Ucap Bara setelah memasang seat belt nya, dan menjalankan kendaraannya menuju tujuannya.


" Saya bisa makan di kantor Pak. " Jawab Anita sopan.


" Boleh saja, tapi jika kau siap diomeli boss mu yang galak itu. " Lanjutnya dengan nada menggoda.


" ". Anita tak paham


" Ini perintah boss, kita makan siang dulu, anggaplah perayaan kemenangan kita hari ini. " Ucapnya puas.


Anita mengangguk pasrah, hanya membutuhkan waktu 15 menit menuju restoran yang dimaksud oleh boss mereka itu. Hega sudah duduk di salah satu meja paling ujung, dimana kemungkinan dirinya menjadi pusat perhatian tidak terlalu besar.


Pelayan baru saja meninggalkan mejanya saat Bara dan Anita datang.


" Gue udah pesen, kalian mau makan apa ? " Tanyanya dengan santai.


" Samain aja sama lo boss, gue yakin yang lo makan itu makanan paling mahal disini. Hahaha.... " Jawab Bara sekenanya, kemudian menoleh ke arah Anita.


" Saya juga seperti Pak Bara. " Jawab wanita itu ragu-ragu, kemudian Bara memanggil pelayan restoran dan memesan menu yang sama dengan pesanan sebelumnya hanya saja ditambah satu jus jeruk untuk Anita, karena si boss ternyata memesan kopi dan air mineral.


" Kamu santai saja, jangan tegang seperti itu. Nanti orang melihat saya seperti menyiksa kamu. " Ucap Hega datar melihat sekretarisnya seolah tak nyaman.


Gimana mau tenang, pertama kalinya makan satu meja sama si boss. Saya lebih memilih banyak tugas daripada duduk semeja makan seperti ini. Mana bisa makanan saya tertelan boss. Pak Bara tolong saya.... ~Anita~


" Maaf Presdir. "


" Lo aja nyuruh santai tapi gaya ngomong lo udah macam diktator. " Cibir Bara melihat tatapan wanita di sampingnya yang terlihat memohon pertolongan, namun tak dipedulikan oleh Hega.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕

__ADS_1


__ADS_2