
“Nak, jika saja kau datang kesini, selamatkan ayahmu ini, karena jika tidak. Ayahmu bisa mati,” saat di seret, Xiu Lou terdengar memohon dalam hati jika putranya datang menyelamatkannya.
Tap tap..!!
Tepat setelah Xiu Lou bergumam dalam hati, ia, Xiu Mu Lian, dan semua anggota klan Asura langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah barat.
“I..Ini,, hahaha keburuntunganku sungguh luar biasa,” teriak Xiu Lou dalam hati saat ia merasakan aura putranya bersama seorang manusia.
Terlihat kini wajah Xiu Lou bersinar cerah, kebahagiaan yang ia perlihatkan, terlihat tak bisa di bendung. Bukan hanya Xiu Lou saja, melainkan semua anggota klan Asura saat ini sangat bahagia saat merasakan kehadiran Xiu Bai.
“Kenapa kau tersenyum? Kau mengira aku tidak akan menghukum mu karena Bai'er datang, jangan mimpi,” dengus Xiu Mu Lian dengan nada dingin.
Glekk..!!
Wajah Xiu Lou yang awalnya terlihat bahagia kini kembali menyusut.
“Ayolah bibi, setidaknya jangan rendahkan aku di depan putraku sendiri,” keluh Xiu Lou.
“Heng,, kali ini saja, awas saja jika kau berani mengejek ku dari belakang lagi,” dengus Xiu Mu Lian.
Wuss..!!
Tak lama Xiu Mu Lian pun langsung melesat ke arah cucunya sambil memasang wajah bahagia.
***
Sementara Xiu Bai dan Xiu Tian yang kini memasuki kawasan klan Asura melangkah dengan santai.
Tap tap..!!
Bruk..!!
“Bai'er,” teriak Xiu Mu Lian langsung memeluk cucunya dengan sangat erat.
Urgh..!!
“Nenek, Bai'er tidak bisa bernafas,” ucap Xiu Bai terdengar mengeluh sambil memasang wajah cemberut.
Xiu Mu Lian yang mendengar itu, bukannya melepaskan pelukannya, ia malah semakin erat memeluk cucu satu-satu dan kesayangannya.
“Hoho,, cucu nenek semakin berani mengeluh rupanya,” ucap Xiu Mu Lian.
“Bagaimana? Apa kau baik-baik saja? Apakah ada yang berani melukaimu?” Tak lama setelah melepaskan pelukannya, Xiu Mu Lian kini mengecek tubuh cucunya dari atas ke bawah.
Hal tersebut membuat Xiu Bai hanya bisa terdiam pasrah.
Tap tap..!!
“Bai'er putra tersayang ku, haha kau akhirnya kembali juga,” ucap Xiu Lou yang terlihat baru muncul dan melangkahkan kakinya ke arah Xiu Bai.
__ADS_1
Tapi langkah Xiu Lou terhenti saat ia tak sengaja melirik Xiu Tian.
“Eeh,, dari mana kau memungut manusia ini Bai'er?” Tanya Xiu Lou tanpa rasa malu.
Wajah Xiu Tian seketika berubah menjadi jelek saat mendengar ucapan ayahnya Xiu Bai.
“Aku bukan di pungut pak tua sialan, tapi aku di temukan lalu di bawa kesini,” dengus Xiu Tian.
“Bukankah itu sama saja,” kekeh Xiu Lou yang membuat semua anggota klan Asura yang baru muncul seketika tertawa saat mendengar ejekan Xiu Lou.
Bahkan Xiu Bai pun ikut tertawa kecil.
Sementara Xiu Tian yang mendengar itu kini merenungkan diri sesaat. “Kau ada benarnya juga ya ayah,” ucap Xiu Tian cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
Tak lama terdengar tawa semua orang yang ada di sana, dan yang tertawa paling besar adalah Xiu Tian.
Huahahaha..!!
Huahahaha..!!
Xiu Tian yang saat ini terus tertawa tidak sadar jika yang di tertawakan oleh para anggota klan Asura adalah saat mendengar Xiu Tian memanggil Xiu Lou sebutan ayah.
Sementara Xiu Lou saat ini terlihat memasang wajah jelek.
“Tentu saja aku, kakak Bai'er dan juga tadi kau mengakuiku putramu karena menganggapku anak pungut. Huahahahaha.” Xiu Tian pun langsung membalas di sertai tawa lebar.
“Dasar sialan, berani sekali kau memanggil putraku satu-satunya adik. Rupanya kau perlu di berikan sedikit hadiah,” dengus Xiu Lou.
Mendengar itu, wajah Xiu Tian seketika berubah menjadi cerah.
“Wuah,, ayah, kau baik sekali kepada putra pungutmu ini. Dimana? Dimana hadiahnya ayah?” Tanya Xiu Tian terdengar tidak tahu malu.
Xiu Lou yang mendengar itu terlihat semakin kesal dari waktu ke waktu.
Sementara Xiu Bai, Xiu Mu Lian dan semua anggota klan Asura saat ini terdengar terus menerus tertawa, bahkan ada yang sampai berguling-guling di tanah saat melihat Xiu Tian yang sangat polos dan lucu.
Tap tap..!!
“Sudah sudah, kau seperti anak kecil saja Lou'er, ayo kita kembali dulu, dan merayakan kembalinya Bai'er,” ucap Xiu Mu Lian menjadi penengah.
Terlihat Xiu Mu Lian masih tidak bisa menghilangkan senyumnya karena Xiu Tian.
Pandangan Xiu Mu Lian pun mengarah ke Xiu Tian.
“Nak, selamat datang di Klan kami dan biasakan dirimu nanti di sana,” ucap Xiu Mu Lian tersenyum hangat.
__ADS_1
“Hehe,, tentu saja nenek, Tian'er selalu bisa beradaptasi dimanapun Tian'er berada dan juga Tian'er adalah orang kedua terbaik setelah Bai'er. Jadi nenek tenang saja, Tian'er tidak akan nakal nantinya,” ucap Xiu Tian terdengar bersemangat saat ini.
Tap tap..!!
Tak lama mereka semua pun langsung kembali ke klan dengan wajah terus tersenyum lebar.
***
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kenapa kau berhenti bocah nakal? Ayo jalan, nanti kita terlambat ke klan,” dengus Meng Chen kini melirik Duan Du yang terlihat terus menerus memasang wajah cemberut.
“Heng,, awas saja kau paman, akan ku balas kau ratusan kali lipat dari ini,” dengus Duan Du kembali melangkah dengan banyak barang jarahan di punggungnya.
Meng Chen yang mendengar itu seketika tersenyum mengejek. “Hoho akan ku nantikan itu bocah nakal, tapi jangan lupa untuk membawa semua barang jarahan kita terlebih dahulu,” kekeh Meng Chen lalu melangkah meninggalkan Duan Du.
Han Liu dan para anggota Iblis Pembantai pun langsung mengikuti Meng Chen.
Duan Du yang di tinggal pun terpaksa mengikuti mereka.
“Urgh sialan, awas saja,” dengus Duan Du dalam hati.
Saat ini kekuatan Duan Du di segel oleh Meng Chen karena kalah taruhan, bukan hanya itu saja, ia di paksa membawa banyak barang jarahan yang kini terlihat menggunung layaknya bukit kecil.
Semua jarahan tersebut tidak jatuh lantaran telah di lindungi oleh energi perisai milik Meng Chen.
Dan saat Duan Du mengingat taruhannya beberapa waktu lalu, semakin membuatnya kesal.
“Bisa-bisanya aku terkena jebakan paman sialan itu, nasib-nasib,” gumam Duan Du dalam hati.
***
Jauh di depan sana kelompok Meng Chen. Saat ini Tu Long dan anak-anak dari Ras Iblis yang Tu Long bawa terus melangkah mengikuti jejak Xiu Bai yang sengaja di tinggalkan.
“Ayo anak-anak, beberapa hari lagi kita akan sampai, jadi jangan menyerah. Terlebih lagi, anggap ini sebagai bentuk latihan pertama kalian,” teriak Tu Long terdengar menyemangati ke 6 anak-anak Iblis yang ada di belakangnya.
Mo Yanse, Mo Li, Mo Nhe, Mo Ji Ling, Mo Gian dan Mo Zang pun langsung mengangguk penuh tekad.
Dret..!!
Dret..!!
Mereka ber 6 pun berlari sambil membawa beban yang cukup berat di pundak mereka, terutama Mo Yanse, Mo Zang dan Mo Nhe, mereka bertiga membawa sebuah batang pohon yang telah Tu Long ubah menjadi seberat 80 kilo.
Sementara untuk anak-anak perempuan yang tak lain Mo Li, Mo Gian dan Mo Ji Ling hanya membawa batang pohon seberat 15 kilo saja.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Berhenti anak-anak,” ucap Tu Long saat ia merasakan adanya bekas terjadinya sebuah pertarungan.