
“A..Apakah yang kau ceritakan ini benar anak muda?” Tanya Pemimpin We Qifen mencoba untuk memastikan.
“Hemm..!! Lihat saja sendiri,” ucap Jing Chen kini melempar batu giok bewarna biru berisi rekaman yang telah di sediakan untuk meyakinkan para klan kuno yang terjatuh.
Tap..!!
Pemimpin We Qifan pun langsung menangkapnya lalu mengalirkan energinya
Blush..!!
Tak lama, gambar Du Jian dan Meng Chen dalam wujud Iblis Asura bersama Xiu Bai, Xiu Tian, Duan Du, Tu Long, Jing We, Jing Lujie, Jing Chen dan Han Liu terlihat di dalam gambar sedang berkumpul.
Melihat itu, pandangan Pemimpin We Qifan pun langsung mengarah ke Tu Long yang kini terlihat tersenyum-senyum sendiri dalam dunianya sendiri.
Bukan hanya pemimpin We Qifan, semua anggotanya juga ikut melirik ke arah Tu Long dan saat ini sedang berpikir, bagaimana cara pemuda berusia 20 tahun mampu membuat Tu Long tunduk dan mengikuti ucapannya.
Pasalnya, melihat Tu Long saat ini sedang berdiri di depan mereka, Tu Long terlihat mengerikan dan mereka bahkan berpikir Tu Long sedikit gila serta memiliki kepribadian ganda.
“Jangan ganggu dia, biarkan saja dia seperti itu, dan juga jangan heran dengan sifat maupun kelakuannya,” ucap Jing Chen langsung memperingati Pemimpin We Qifan dan yang lainnya.
“Lebih baik bahas masalah yang lebih penting dulu, bagaimana? Apakah kalian setuju atau tidak?” Tanya Jing Chen.
“Baiklah, kami setuju, dan sesuai perjanjian, Dinasty Kuno akan menampung semua keluarga kami jika perang telag pecah,” ucap Pemimpin We Qifan langsung mengangguk setuju.
“Sepakat,” ucap Jing Chen langsung menjabat tangan Pemimpin We Qifan yang sudah lebih dulu mengulurkan tangannya.
Setelah itu, Jing Chen dan yang lainnya pun kembali mengobrol sembari menunggu Tu Long tersadar dari dunianya sendiri.
...
Tu Long yang kini sedang membayangkan Du Jian, Duan Du dan Meng Chen sedang bersujud di hadapannya tak pernah lepas dari senyum lebar khayalannya.
“Hehe,, tunggu saja kalian, saat bertemu, akan ku tantang kalian bertiga satu persatu bertarung, terumata kau bocah nakal dan paman Jian,” kekeh Tu Long dan kembali membayangkan Duan Du serta Du Jian meminta ampun setelah melakukan bentrokan sekali.
“Ah,, aku tak sabar untuk kembali,” ucap Tu Long kini tersadar dan langsung melirik ke arah Jing Chen dan yang lainnya.
“Kalian semua kenapa hah? Apa kalian tidak pernah melihat pria tampan dan berotot seperti diriku ya?” Tanya Tu Long. “Jika begitu, ayo tatap saja aku sepuas kalian, karena besok, kalian akan jarang melihat pria tampan dan kuat ini,” sambung Tu Long terdengar dengan nada bangga.
Jing Chen, pemimpin We Qifan dan yang lainnya langsung saling melirik.
“Jika begitu, aku akan kembali dulu untuk menjemput anggota klan ku, permisi,” ucap pemimpin We Qifan kini dengan cepat pergi bersama para penatua.
__ADS_1
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Melihat para anggota klan We pergi begitu saja, Tu Long pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Mereka kenapa? Apa mereka tidak mampu melihat pria tampan dan kuat seperti diriku ya?” Tanya Tu Long, kini melirik Jing Chen.
“Oh,, mereka kembali karena janji telah di sepakati, jika begitu ayo kita kembali,” ajak Jing Chen kini ingin cepat-cepat kembali dan tidak tahan bersama Tu Long.
Bisa-bisa ia menjadi gila dan ikut merasa bodoh nantinya. Itulah yang kini ada di dalam benak Jing Chen.
“Hehe,, ayo, aku sudah tidak sabar bertemu mereka semua,” kekeh Tu Long kembali membayangkan Duan Du, Du Jian dan Meng Chen.
Dret..!!
Dengan segera Tu Long meraih Jing Chen lalu melesat dengan kecepatan penuhnya.
Wuss wuss..!!
“Urgh sialan, aku bukan benda mati, setidaknya perlakukan aku dengan sedikit lebi baik,” umpat Jing Chen dalam hati.
Pasalnya, saat ini Jing Chen hanya di pegang dengan satu tangan oleh Tu Long lalu di bawa melesat layaknya Jing Chen sebuah tongkat kayu.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Hem,, apa kau yakin tempatnya di sini?” Tanya Xiu Tian melirik ke arah Jing We untuk memastikan.
“Benar tempatnya di sini,” jawab Jing We mengangguk dengan polosnya.
Wajah Xiu Tian seketika tersenyum lebar saat mendengar jawaban Jing We.
Karena saat ini, di depan Xiu Tian adalah sebuah kota yang penuh akan tambang emas serta di anggap Kota perdagangan antar Benua, yang artinya banyak barang berharga di kota yang ada di depannya.
“Hehe,, kau menempatkan kakak mu ini di tempat yang sangat sempurna Bai'er,” kekeh Xiu Tian dengan mata bersinar cerah.
Mendengar ucapan serta kekehan Xiu Tian. Jing We pun melirik ke arahnya lalu bertanya. “Kau kenapa Tuan Tian?”
“Ah tidak ada apa-apa, ayo cepat kita masuk,” ajak Xiu Tian langsung menghilangkan wajah keserakahannya.
__ADS_1
Jing We pun langsung mengangguk patuh dan langsung memimpin jalan. Ia tidak sadar jika tak lama lagi akan ada terjadi keributan terbesar dalam sejarah di kota tersebut.
Tap tap..!!
Dengan santai Jing We dan Xiu Tian melangkah.
“Berhenti, tunjukkan identitas kalian?” Tanya seorang pria terlihat berumur 40 tahunan dengan nada dingin dan arogan ke arah Jing We dan Xiu Tian.
Mendengar nada arogan tersebut, Jing We yang awalnya ingin langsung menghancurkan mulut penjaga kurang ajar tersebut menghentikan langkahnya saat melihat Xiu Tian maju lebih dulu.
“Apa kau ingin jatuh miskin seumur hidup hah, tidak bisakah kau lihat kami ini seorang Bangsawan hah,” teriak Xiu Tian menunjukkan ke arah jubah dan tubuh yang di penuhi emas dan barang bernilai jutaan koin emas.
Mata penjaga tersebut melebar saat melihat Xiu Tian, ia merasa tadi Xiu Tian mengenakan pakaian gembel, jadi ia pun sedikit arogan.
Pandangan penjaga tersebut pun mengarah ke Jing We, ia pun semakin terkejut saat ini. Karena baru saja ia meyakini Jing We memakai pakaian pengemis, tapi kini pakaian yang Jing We kenakan di penuhi kemewahan.
Bukan hanya penjaga tersebut yang terkejut, melainkan Jing We sendiri ikut terkejut saat ini. Tapi dengan cepat ia mengubah ekpresinya.
Tepat saat penjaga ingin mengatakan sesuatu untuk meminta maaf, terdengar suara kegaduhan di Restaurant yang dekat dengan gerbang pintu masuk kota.
Pandangan penjaga tersebut pun teralihkan ke arah Restaurant yang bisa ia lihat dari tempat berdiri.
“Sialan, siapa yang berani membuat keributan di kota ini,” dengus penjaga tersebut langsung melirik ke arah Xiu Tian dan Jing Chen.
“Tuan yang terhormat, maaf tidak bisa melayani kalian, kalian boleh masuk,” ucap penjaga tersebut, setelah itu dengan cepat ia melesat ke arah Restaurant yang kini semakin gaduh.
Wuss wuss..!!
...
Tap tap..!!
“Apa ini ulah anda Tuan Tian?” Tanya Jing We merasa ini ada kaitannya dengan Xiu Tian.
“Maksudmu apa?” Tanya Xiu Tian pura-pura tidak mengerti.
“Sudah lupakan saja, ayo kita masuk, tapi sebelum itu, masukkan semua emas yang ada di seluruh tubuhmu ke dalam cincin penyimpanan dan kenakan baju yang sedikit mewah layaknya Bangsawan kelas menengah saja,” ajak Xiu Tian sembari memperingati Jing We.
Tap tap..!!
Setelah melakukan apa yang Xiu Tian perintahkan, kini mereka berdua pun melangkah dengan santai menuju keributan yang terjadi di dalam Restaurant.
__ADS_1
Tepat saat Xiu Tian dan Jing We sampai, mereka berdua kini mendengar suara teriakan lantang dari berbagai pria dan wanita yang ada di dalam Restaurant.
“Dasar sialan, aku yakin kaulah yang telah mencuri emas yang menempel di seluruh tubuhku, cepat keluarkan, jika tidak akan ku hancurkan kau dan seluruh keluarga Bangsawan Rendahanmu,” teriak seorang wanita berumur 50 tahun, namun terlihat seperti berusia 30 tahunan, karena di tutupi oleh bedak riasan yang sangat tebal di wajahnya.