
Beng Yizong sedikit menggaruk kepalanya melihat reaksi Tuannya yang begitu berlebihan. Tapi dengan cepat ia menjawab.
“Orang itu sangat aneh, ia langsung pergi setelah tujuannya tersampaikan, tadi ia juga sempat membuat keributan di gerbang saat anda pergi, tapi saat tahu tujuannya hanya ingin memberikan surat, saya pun menghentikan para penjaga yang mengpungnya.”
“Beruntung juga ia mau berhenti, jika tidak, saya yakin jika semua penjaga pasti akan mengalami patah tulang,” ucap Beng Yizong.
Qian Liyun sedikit menghela nafas setelah mengetahui jika orang yang datang hanya datang mengantar surat saja.
“Bagaimana penampilannya?” Tanya Qian Liyun.
Beng Yizong langsung memberitahu ciri-cirinya secara rinci, jika orang tersebut sebenarnya mirip seorang Assasint.
“Baiklah, kau bisa kembali dan satu lagi, mulai hari ini kau disiplinkan para penjaga agar mereka tidak mengulangi hal yang sama,” ucap Qian Liyun langsung melangkah pergi.
Tap tap..!!
Setelah mencapai ruangannya, Qian Liyun pun membuka segel surat menggunakan tetesan darahnya lalu membaca isinya jika Xiu Bai telah memasuki wilayah Kekaisaran Qian Long. Xiu Bai juga memberitahu jika Qian Liyun ingin membalas suratnya, ia hanya perlu melalui telepati, karena merasa jaraknya cukup dekat untuk bertelepati.
“Jika begitu, ini akan jauh lebih mudah,” gumam Qian Liyun langsung mencoba menghubungi Tuannya.
***
Tap tap..!!
“Dari sini kita akan melihat perbedaan wilayah Kekuasaan Kekaisaran dengan Klan akan berbeda Tuan muda, jadi mulailah membiasakan diri,” ucap Han Liu sambil melirik Xiu Bai.
Xiu Bai hanya mengangguk ringan sambil terus melangkah, terlihat jika Xiu Bai saat ini sedang melewati pasar.
Di setiap langkahnya, banyak yang sudah ia lihat, mau budak yang di perdagangkan secara terbuka, item-item yang mengandung racun mematikan bagi kultivator tertentu, dan lain sebagainya.
Hemm..!!
Hingga langkah Xiu Bai terhenti saat melihat budak yang berasal dari Ras Iblis. “Baru kali ini aku melihat Ras Iblis selama di perjalananku, jadi dari mana mereka berasal? Terlebih di ingatan semua orang yang telah aku ambil, tidak ada ingatan mereka pernah bertemu Ras Iblis sekalipun?” Tanya Xiu Bai.
“Oh itu, Ras Iblis dan Ras Elf berasal dari Kekaisaran Daun Langit, tepat berada di sebelah utara Kekaisaran Qian Long. Kebanyakan orang yang tinggal di Kekaisaran Daun Langit adalah orang-orang dari berbagai macam Ras.” Jawab Meng Chen.
“Benar, tapi entah mengapa orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Daun Langit tidak di perbolehkan datang kesini, selain yang telah menjadi budak, itulah yang membuatmu tidak tahu,” sambung Han Liu.
“Jadi seperti itu,” gumam Xiu Bai ingin melanjutkan perjalanannya tapi terhenti kembali saat mendapat pesan telepati dari Qian Liyun.
“Oh aku tak menduga jika rencananya berjalan sangat mulus,” gumam Xiu Bai dalam hati.
__ADS_1
“Paman kita ubah rencana, kita tidak perlu ke Ibukota Kekaisaran Qian Long, kita akan langsung menuju Kota Xin terlebih dahulu, disana kita akan bertemu Qian Liyun dalam 3 hari kedepan,” ajak Xiu Bai.
Du Jian, Meng Chen dan Han Liu langsung mengangguk lalu mengikuti Xiu Bai.
***
Keesokan harinya, Jendral Qian Liyun kini melangkah keluar dari Istana bersama salah satu petinggi Kekaisaran.
“Tujuan kita adalah Kota Xin, di sana ada Tambang tertutup, di dalam tambang ada pasukan Khusus yang akan anda latih Jendral Liyun,” ucap petinggi tersebut langsung menjelaskan secara rinci tentang tempat yang akan mereka datangi.
Tidak sembarang orang yang di perbolehkan masuk kesana. Tambang tersebut juga hanya luarnya saja di ketahui banyak orang jika itu tambang tempat budak maupun tawanan di pekerjakan. Namun di balik itu ada sesuatu di sembunyikan, misalnya pasukan yang akan di latih untuk perang.
Tap tap..!!
Setelah sampai gerbang teleportasi, Qian Liyun dan Petinggi tersebut langsung berhenti.
“Antar kami ke Kota Xin,” ucap Petinggi Kekaisaran melirik penjaga gerbang.
Penjaga tersebut langsung mengangguk lalu mengaktifkan gerbang teleportasi.
***
Sementara di Kota Xin.
“Terus gali dasar sampah sialan,” teriak seorang pria berotot mengayunkan cambuknya ke arah pria muda kurus yang tak sengaja menjatuhkan cangkulnya.
Ctar..!!
Urgh..!!
Pria kurus tersebut seketika merintih sambil meringkuk kesakitan.
Tap tap..!!
“Woe,, apa kau mau ku hancurkan hah, berani sekali kau menyiksa sembarangan di daerah kekuasaanku,” ucap pria muda dengan tinggi 200 meter lebih.
Penjaga yang baru di tugaskan di tambang bagian Barat tersebut pun melirik ke arah sosok pria tinggi berwajah tampan namun terlihat sangat ganas.
“Apa hah,, berani sekali budak sampah sepertimu melawan-”
Wung..!!
__ADS_1
Duar..!!
Argh..!!
Lengan kanan penjaga tersebut seketika hancur saat pemuda tersebut muncul lalu meninju lengan kanannya.
“Ini peringatan, pergilah sebelum ku hancurkan kepala idiotmu itu,” dengus pemuda tersebut melototi penjaga tambang.
“Ka..Kau, awas kau, akan ku hancurkan-” Tangan pemuda tersebut dengan cepat mencekik leher penjaga tersebut.
“Aku paling benci di ancam oleh sampah sepertimu,” ucap pemuda tersebut mengeratkan cengkramannya yang membuat penjaga tersebut kesulitan bernafas.
“Kau tahu sudah berapa penjaga yang di ganti di sini lantaran mati tertimpa reruntuhan gua,” sambung pemuda tersebut tersenyum menyeramkan.
Tap tap..!!
“Hei idiot, hentikan. Jika kau membunuhnya, maka kita tidak akan bisa memanipulasi mereka lagi, aku yakin mereka akan sadar jika para penjaga di sini mati karena di bunuh,” terdengar seorang pemuda jauh lebih tampan yang sedikit lebih pendek datang dan langsung memarahi pemuda di depannya.
“Heh heh,, kenapa aku harus dengan mereka,” dengus pemuda tinggi dan berotot tersebut.
Wung..!!
Bom..!!
“Dasar idiot, kau tahu jika kita terkurung di tempat ini, itu akan memudahkan mereka mengepung kita dari berbagai tempat jika kita ketahuan lagi membunuh mereka.” Dengus pemuda tampan tersebut menurunkan kakinya yang tadi telah menendang punggung rekannya.
“Dasar bocah licik, apa kau ingin pamanmu ini hajar hah, ayo sini kau bocah sialan,” teriak pemuda berotot yang tak lain pamannya, ia langsung menunjukkan otot-ototnya yang besar.
“Siapa takut, ayo maju kau dasar idiot, akan ku bungkam mulutmu yang tidak bisa diam itu,” teriak pemuda tampan tersebut.
Para budak, tahanan, dan yang di culik lalu di jadikan pekerja tambang kini melirik ke arah Paman dan keponakan tersebut.
“Dua pembuat onar ini mulai lagi, semenjak mereka tiba-tiba muncul melalui lubang itu 10 tahun yang lalu, kita terasa aman karena mereka selalu melindungi kita dari para penjaga. Tapi kenapa rasanya aku berharap mereka lebih baik tidak ada di sini ya,” ucap seorang pria tua melirik bekas lubang yang telah menutup sambil menghelaan nafas panjang.
“Kau benar, lebih baik kita menjauh saja, karena tambang ini sebenar lagi akan hancur, ayo kalian semua juga menjauh.” Teriak pria terlihat berumur 50 tahun.
Tentu saja para budak tambang berharap seperti itu, karena setiap harinya, Paman dan Keponakannya selalu saja berdebat yang berujung pertarungan.
Setelah menghancurkan satu area tambang, barulah mereka berhenti. Itu terjadi 2 kali dalam sehari yang membuat budak lainnya sampai stres.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
“Dasar idiot, dia mati lagi kan, kini aku harus memikirkan bagaimana cara membuat mereka percaya akan ucapanku,” ucap pemuda tampan memijit keningnya.
“Heh heh,, itu resikomu sendiri,” ejek sang paman dan langsung pergi setelah setelah mengejek keponakannya.