Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Ren Saxin Vs Lima Sosok Bertudung Hitam dan Tepat Waktu


__ADS_3

Tepat di saat semua bawahan monster kepala Serigala Hitam akan bergerak, salah satu dari mereka yang berdiri di balik dinding langsung membeku di tempat.


Pandangannya pun berubah menjadi gelap.


Bruk..!!


Kepala monster tersebut langsung menggelinding.


Tap tap..!!


“Satu,” gumam Ren Saxin muncul setelah menebas kepala salah satu bawahan monster kepala Serigala Hitam.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tak lama setelah membunuh satu penyusup, Ren Saxin pun kembali melesat.


Wuss..!!


Slash..!!


Crash..!!


“Dua,” gumam Ren Saxin kembali muncul dan kembali melesat.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Slash..!! Crash..!!


“Tiga.”


“Empat.”


“Lima.”


...


Di kamar Xiu Bai, ia yang melihat cara Ren Saxin membunuh musuhnya, terlihat mengangguk ringan.


“Mulai dari yang terlemah, itu cukup bagus, tapi kita lihat bagaimana caramu melawan yang terkuat nantinya,” gumam Xiu Bai.


Xiu Bai yakin setelah 5 yang tersisa, maka Ren Saxin akan mulai sedikit kelelahan lantaran kehabisan energi, jadi, ia ingin melihat bagaimana cara Ren Saxin melawan mereka nantinya.


“Nyam nyam,, eemm,, paman, apa nenek tidak apa-apa melawan mereka semua seorang diri?” Tanya Ren Jiang terlihat sangat santai menikmati makanan ringannya.


Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Ren Jiang yang duduk tepat di sampingnya.


“Hais, Ren'er pelan-pelan saja makannya, nanti kau tersendak,” ucap Xiu Bai menggelengkan kepalanya.


“Em em,, tenang saja paman, Ren'er sudah terbiasa seperti i-”


Uhuk uhuk..!!


“Nah kan, paman bilang apa tadi,” ucap Xiu Bai langsung mengulurkan tangannya yang memegang segelas air.


“Hem..!! Ini salah paman, coba saja paman tidak berkata seperti itu, Ren'er pasti tidak akan tersendak,” ucap Ren Jiang langsung cemberut.


Hais..!!


Terlihat Xiu Bai langsung menggelengkan kepalanya.


***


Wuss..!!


Trank..!!


Tepat seperti tebakan Xiu Bai, di saat yang tersisa hanya 5 bawahan monster Serigala Kepala Hitam, terlihat salah satu bawahannya yang mengenakan tudung hitam menahan bilah pedang angin milik Ren Sixan.


Tap tap..!!


Ren Sixan yang di dorong mundur, kini menatap tajam musuhnya.


“Hehe,, kini aku sadar mengapa semua rekan ku tidak memberikan sinyal, ternyata kau yang telah membunuhnya,” ucap sosok bertudung hitam.


Wuss..!! Wuss..!!


Bertepatan dengan selesainya sosok bertudung hitam bicara, muncul keempat rekannya.


“Hoho,, ternyata pancingan kita sukses juga,” ucap sosok bertudung hitam yang paling besar, serta auranya yang paling kuat, yaitu Raja Energi ⭐ 9 Puncak.

__ADS_1


Melihat semua bawahan monster Serigala Hitam yang tersisa berkumpul, wajah Ren Saxin semakin dingin.


Walau dirinya ada di tingkat Kaisar Energi ⭐ 1 Puncak, ia sadar jika tidak akan mampu membunuh mereka semua, lantaran kini energinya yang tersisa hanya setengah saja.


“Menyerahlah, setidaknya dengan menyerah, maka kau bisa mati dengan tubuh utuh,” ucap sosok bertudung hitam terkuat.


“Cuih, aku tidak sama lagi seperti di masa lalu,” dengus Ren Saxin langsung meludah.


“Kematianlah yang akan jadi menyerahku,” sambung Ren Saxin.


Dret..!!


Dengan cepat Ren Saxin melesat ke arah yang terlemah, yaitu Raja Energi ⭐ 8 Puncak.


“Mati,” teriak Ren Saxing mengayunkan tangan kanannya.


Slash..!!


Bilah pedang angin pun langsung melesat ke arah yang terlemah.


Dret..!!


Trang..!!


Namun sebelum bilah pedang angin Ren Saxin sampai, salah satu sosok bertudung hitam yang paling pendek lebih dulu muncul, lalu menghancurkan bilah pedang angin milik Ren Saxin.


“Hehe,, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi kali ini,” ejek sosok bertudung hitam yang paling kecil dan memiliki kekuatan Raja Energi ⭐ 9 Puncak.


Mendengar itu, Ren Saxin pun berencana mundur, tapi tiga dari sosok bertudung lebih dulu mengepungnya.


Wuss..!! Tap tap..!!


“Mau pergi kemana kau, ja***ng sialan,” ejek sosok bertudung hitam yang paling tinggi.


Wung..!!


Bersamaan dengan itu, terlihat ia mengayunkan pedangnya ke arah Ren Saxin. Bukan hanya dia saja, dua rekannya ikut mengayunkan senjata mereka dari dua arah berbeda.


Wuss wuss..!!


Duaarr..!!


Ledakan besar seketika terdengar, beruntung jika wilayah area tersebut telah di pasangi perisai oleh bawahan Monster Serigala Hitam dari awal mereka datang.


Jika tidak membuat penghalang seperti ini, maka para penduduk pasti akan gaduh dan berdatangan, itulah yang tidak Monster Serigala Hitam inginkan. Karena itu bisa membuat namanya akan tercoreng.


...


Dan di tengah-tengah api, Ren Saxin berdiri dengan santai, tubuhnya juga di lindungi oleh angin yang terus berputar-putar.


Blush..!!


Melihat api mulai menyebar, ketiga sosok bertudung hitam langsung mundur.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tepat di saat ketiganya berpencar, salah satu bilah pedang angin ikut muncul dari balik api dan mengarah ke yang terlemah.


Jlep..!!


Uhuk..!!


Sosok bertudung hitam yang terlemah, seketika memuntahkan seteguk darah, ia juga langsung berlutut.


Wuss..!!


Crash..!!


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Ren Saxin pun muncul dengan tangan terayun.


Bruk..!!


Kepala sosok bertudung hitam itu pun langsung menggelinding.


...


“Sialan.”


Pandangan Ren Saxin pun mengarah ke asal suara teriakan.


Wuss..!!

__ADS_1


“Mati,” teriak sosok yang terkuat terlihat di penuhi oleh aura membunuh yang sangat pekat.


Trank..!!


Sret..!!


Setelah menahan pedang musuhnya, Ren Saxin dengan cepat menggerakkan tangan kirinya, lalu mengayunkan bilah pedang angin ke arah leher musuhnya.


Duarr..!!


Namun serangan Ren Saxing dengan cepat di tahan oleh sosok bertudung hitam yang baru datang.


Wuss wuss..!!


“Mati,” teriak dua sosok ikut muncul dari belakang Ren Saxin.


Merasakan bahaya dan tidak bisa bergerak, karena telah di kepung, Ren Saxin dengan cepat mengumpulkan energinya.


Wung..!!


Duaarr..!!!


Ledakan besar seketika tercipta di saat kedua serangan sosok bertudung hitam bertemu dengan ledakan energi Ren Saxin.


...


Setelah ledakan mereda, terlihat keempat sosok bawahan Monster kepala Serigala Hitam muncul dengan tubuh terluka.


Tap tap..!!


“Hehe,, kini kau telah kehilangan seluruh energimu,” kekeh sosok bertudung Hitam yang paling besar.


Walau tangannya saat ini hilang satu, ia tetap bahagia, karena melihat Ren Saxin terbaring di tanah.


“Jangan lama, ayo selesaikan lalu kembali,” ajak salah satu sosok bertudung hitam paling pendek terhadap rekannya.


“Benar, aku takut perisai akan hancur duluan sebelum kita membunuhnya,” sambung rekannya.


Mendengar itu, Ren Saxin pun langsung tersenyum lebar.


Pft..!!


Hahaha..!!


Hahaha..!!


Tak lama, terdengar suara tawa lantang Ren Saxin.


“Apa kalian pikir aku seorang diri,” ejek Ren Saxin.


“Nikmatilah nafas terahir kalian,” sambung Ren Saxin langsung terjatuh pingsan.


...


Mendengar ejekan Ren Saxin, wajah keempat sosok bertudung hitam seketika menjadi gelap.


Dret..!!


“Mau mati, kau masih banyak bicara rupanya,” dengus sosok bertudung hitam yang paling besar langsung mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Trank..!!


Duaarr..!!


“Siapa?” Teriak sosok bertudung hitam paling besar kini melirik ke arah pedang mirip cakar.


Pandangannya juga mengarah ke asal pedang energi tersebut berasal.


Wung..!!


Bam..!!


“Hahaha,, rupanya aku masih kebagian,” teriak Tu Long di sertai tawa lebar.


Pandangannya pun mengarah ke keempat sosok bertudung di depannya. Melihat kekuatan mereka tidak jauh dari dirinya, wajah Tu Long pun menyeringai lebar.


“Dasar idiot sialan, kenapa kau malah tersenyum,” teriak salah satu sosok bertudung hitam yang paling dekat dengan Tu Long.


Sosok tersebut tidak takut, karena ia dapat merasakan kekuatan Tu Long ada di tingkat Raja Energi ⭐ 7.


Tu Long yang sedang tersenyum bahagia pun melirik ke arah yang meneriakinya.

__ADS_1


“Kau yang pertama,” ucap Tu Long menaikkan sedikit alisnya.


Wung..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2