Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kelicikan Vs Otak Otot


__ADS_3

Tepat setelah ia selesai bicara, wajah Leluhur Agung Li Yun langsung jelek saat merasakan aura yang sangat kuat menuju ke arahnya, bukan hanya satu, melainkan ada 10.


“Sialan, apa mereka telah merencanakan ini dalam jangka waktu yang panjang?”


“Tidak-tidak, itu tidak mungkin karena mereka semua sangat penakut, jadi apakah Li Zhang benar-benar datang dengan bantuan dari yang pernah ia katakan dulu sehingga saat ia datang, ia langsung memulainya?” Ucap Leluhur Agung Li Yun dengan wajah penuh amarah.


“Kumpulkan semua pasukan Bayangan, dan jangan keluar sebelum aku perintahkan,” ucap Leluhur Agung Li Yun melirik ke arah atas.


Tak lama, sosok bayangan yang bercampur dengan gelapnya malam terlihat muncul, walau buram, sosok Bayangan tersebut terlihat pergi entah kemana setelah mendapat perintah dari Leluhur Agung Li Yun.


Dret..!!


Tap tap..!!


Patriak Li, Leluhur Li Zhang dan 8 Leluhur dan Tetua langsung muncul di depan Leluhur Agung Li Yun.


Dengan jarak sekitar 200 meter, terlihat Patriak Li melangkah ke depan bersama Leluhur Li Zhang.


Tap tap..!!


“Apa maksudnya ini Patriak?” Tanya Leluhur Agung Li Yun dengan wajah bingung.


“Tidak usah berpura-pura lagi Jendral Kekaisaran Qian Long,” ucap Leluhur Agung Li Zhang dengan nada dingin.


“Rupanya aku telah ketahuan ya,” kekeh Leluhur Agung Li Yun langsung menunjukkan wajah aslinya.


“Aku merasa sebaiknya kalian lebih baim tetap diam walau telah mengetahui identitasku, karena dengan begitu kalian tidak akan mati,” ucap Leluhur Agung Li Yun dengan nada santai.


“Apakah itu sebuah ancaman,” ejek Patriak Li lalu kembali menambahkan. “Hentikan omong kosong palsumu, karena tidak mungkin kau membiarkan kami semua hidup dengan banyaknya pasukan yang kau susupkan ke Klan kami.” Sambung Patriak Li memasang wajah dingin sambil mengangkat tangannya.


Dret..!!


Li Zhang dan yang lainnya dengan cepat bergerak mengepung jalan kabur Leluhur Agung Li Yun.


“Hehe,, apa kalian pikir bisa melawanku dengan jumlah segini,” ejek Leluhur Agung Li Yun.


“Sampai detik ini aku cukup penasaran, dari mana datangnya keberanian kalian ini? Apakah karena adanya bantuan seperti yang dulu di maksud oleh Li Zhang?” Tanya Leluhur Agung Li Yun sambil melirik Leluhur Li Zhang dengan senyum penuh hinaan.


“Jika itu benar, kenapa dia tidak keluar secara langsung? Apakah dia sangat lemah sehingga ia berencana mengorbankan kalian, setelah itu ia berpikir aku melemah lalu mencoba menusukku dari belakang,” sambung Leluhur Agung Li Yun.


Mendengar itu 8 gabungan dari Leluhur dan Tetua klan Li seketika saling melirik satu sama lain. Tentu mereka tidak tahu apa yang telah Patriak Li dan Leluhur Li Zhang bicarakan, karena tepat kedatangan Leluhur Li Zhang ke kediaman Patriak Li, mereka langsung di kumpulkan dan hanya di beritahu sudah waktunya melawan.


“Jangan termakan ucapannya, ia hanya ingin membuat kalian bingung dan mencoba untuk memprovokasi kita,” teriak Leluhur Li Zhang langsung menatap tajam Leluhur Agung Li Yun.


“Hoho,, apakah itu benar? Jika begitu, kenapa kau tidak menyuruh orang yang kau maksud untuk keluar.”


Wuss..!!


Wuss..!!

__ADS_1


Tepat setelah Leluhur Agung Li Yun selesai bicara, Leluhur Li Zhang dan Patriak Li langsung melesat ke arah Leluhur Agung Li Yun.


Dret..!!


Leluhur Li Zhang langsung mengayunkan pedang besarnya ke arah dada Leluhur Agung Li Yun saat masih di udara.


“Mati,” teriak Leluhur Li Zhang.


Bersamaan dengan itu, Patriak Li langsung mengayunkan tombaknya tepat saat kaki kanannya menyentuh tanah.


Wuss..!!


Salsh..!!


Slash..!!


Trank..!!


Leluhur Agung Li Yun langsung menyeringai kecil saat menahan kedua serangan Leluhur Li Zhang dan Patriak Li menggunakan kedua tangannya.


Terlihat kedua tangan Leluhur Agung Li Yun berubah menjadi bewarna Emas kehitaman.


Melihat itu, Leluhur Li Zhang dan Patriak Li langsung tahu jika itu adalah Teknik Cakar Naga.


Saat keduanya berencana untuk mundur, Leluhur Agung Li Yun sudah lebih dahulu melakukan pergerakan dengan mencengkram erat kedua senjata yang ada di tangannya. Ia pun langsung memutarnya ke arah yang berlawanan.


Wuss..!!


Tak lama Leluhur Agung Li Yun pun langsung memiringkan sedikit badannya lalu mengayunkan tinjunya ke wajah Patriak Li.


Patriak Li yang terkejut saat di tarik kini terlihat tidak siap menahan tinju tersebut menggunakan tombaknya.


Wuss..!!


Bom..!!


Tubuh Patriak Li langsung terhempas, tidak hanya itu saja, Leluhur Agung Li Yun pun dengan cepat mengubah posisi kuda-kudanya kembali lalu mengayunkan tinjunya ke arah sisi seberang dimana Li Zhang berada.


Dret..!!


Terlihat kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya, energi yang menyelimuti kepalan tangan Leluhur Agung Li Yun sangatlah besar dan Leluhur Agung Li Yun terlihat mencoba membunuh Leluhur Agung Li Zhang.


“Sialan,” teriak Li Zhang langsung menyilang pedang besarnya dan mengalirkan seluruh energinya ke pedang tersebut.


Leluhur Li Zhang sadar jika kekuatan mereka berdua terlalu jauh, dan hanya berdoa ia bisa bertahan hidup.


Wuss..!!


Bom..!!

__ADS_1


Krak krak..!!


Pedang Leluhur Li Zhang langsung retak dan tak lama itu hancur, tinju Leluhur Agung Li Yun pun terus melesat ke arah dada Leluhur Li Zhang.


Duar..!!


Bom..!!


Mata semua Leluhur dan Tetua seketika terbelalak dengan mulut terbuka lebar saat melihat itu.


Itu karena bukan Leluhur Li Zhang yang terlempar, melainkan Leluhur Agung Li Yun yang langsung terlempar jauh ke kediamannya hingga membuat kediamannya setengah hancur.


“Te..Terimakasih Tuan,” ucap Leluhur Li Zhang sedikit berkeringat dingin saat melihat siapa yang telah menolongnya.


“Itu tidak perlu, karena dia sendiri yang menginginkan aku muncul, maka akan ku kabulkan permintaannya,” ucap Du Jian dengan santai di sertai senyum mengerikan.


Glek..!!


Ke 8 gabungan Leluhur dan Tetua seketika berkeringat dingin saat melihat senyum mengerikan yang Du Jian perlihatkan di arahkan ke mereka semua.


Tidak sampai seperkian detik, Du Jian langsung melesat ke arah Leluhur Agung Li Yun.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Jangan berpura-pura mati, aku tahu kau masih hidup, karena aku meninjumu sama sekali tidak menggunakan energi,” dengus Du Jian.


Leluhur Agung Li Yun yang berpura-pura mati langsung bangkit, terlihat darah menetes dari mulutnya.


“Urrgh,, sialan, walau hanya murni fisik saat ia menyerangku, aku sama sekali bukan tandingannya,” gumam Leluhur Agung Li Yun sadar jika ia saat ini telah mengundang kematiannya sendiri dan mencoba berpikir bagaimana caranya ia bisa selamat dan melarikan diri dari tempat ini.


“Ehem..!! Tadi itu hanya-”


Bom..!!


Arghh..!!


Seketika terdengar suara jeritan Leluhur Agung Li Yun saat Du Jian langsung meninju bibirnya, tanpa memberikan kesempatan untuknya bicara.


Wuss..!!


Du Jian kembali muncul di depan Leluhur Agung Li Yun yang terkapar dengan gigi sudah hilang seutuhnya.


“Sial sial sial,, bukan ini jalan yang aku inginkan, dan juga kemana semua para bangsat itu, kenapa mereka tidak muncul saat aku panggil,” gumam Leluhur Agung Li Yun kini mulai bangkit.


“Hoho,, kau masih bisa berdiri ya, kalau begitu ayo hibur aku bocah.” Kekeh Du Jian yang dari awal terlihat bosan karena tidak adanya perlawanan, kini berubah menjadi semangat.


“Tu..Tunggu, mari kita bicarakan-”

__ADS_1


__ADS_2