
“Aku juga tidak tahu paman, tiba-tiba saja aku membenci seluruh tempat ini setelah mengambil makna sisi gelap dunia ini,” jawab Xiu Bai mencoba tenang.
“Ucapanku memang terdengar naif, tapi begitulah apa yang aku rasakan saat ini,” sambung Xiu Bai.
“Hemm..!! Jadi seperti itu, apakah itu karena pengaruh dari para Leluhur yang selalu tiba-tiba muncul di pikiran anda?” Tanya Meng Chen mencoba menganalisa.
Sampai saat ini Meng Chen tentu tidak mengetahui kebenaran tentang siapa yang mempengaruhi pikiran Xiu Bai. Ia mengira jika yang mempengaruhinya adalah para leluhur terdahulu klan Asura. Namun nyata tidak.
Xiu Bai pun awalnya begitu, namun beberapa waktu lalu ia sadar jika itu bukanlah para leluhur Klan Asura, melainkan seperti ingatan dari satu orang saja.
Xiu Bai juga berpikir jika ia seorang Reinkarnasi yang terlahir kembali. Tapi nyatanya tidak. Karena neneknya pernah menggunakan beberapa metode apakah Xiu Bai seorang Reinkarnasi atau Reinkarnator dan buktinya hanya terlahir alami.
...
“Benar paman, mereka juga yang mendorongku untuk mendapat pedang Asura ini, dan aku sudah memberitahumu bukan tentang pedang itu.” Jawab Xiu Bai menjelaskan.
Meng Chen kini merenung sesaat. “Ini seperti sebuah tekateki, sama halnya seperti leluhur dulu saat mendapatkan ingatan seperti anda Tuan muda. Ia selalu di tuntun untuk melakukan sesuatu. Dan saat ia berhasil menyelesaikan tuntunan tersebut, dirinya semakin kuat di sertai tekateki siapa yang menuntunya terkuak.” Ucap Meng Chen teringat akan pemimpin sebelum ayahnya Xiu Bai.
“Lalu siapa yang menuntunya?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah Meng Chen.
Tapi tak lama, mata Xiu Bai melotot setelah tersadar.
“Jadi seperti itu, aku yakin awalnya jika Leluhur tidak mengetahui siapa orang yang selalu muncul di pikirannya bukan?” Tanya Xiu Bai. Meng Chen pun mengangguk.
“Tapi setelah di tuntun untuk melakukan banyak tugas, akhirnya semuanya terkuak jika orang yang selalu muncul adalah leluhur klan Asura.” Sambung Xiu Bai kini merenung.
“Menarik, aku pernah mendengar ini dari ibu jika ia menyuruhku melakukan seperti ini juga, kenapa aku bisa melupakannya,” gumam Xiu Bai melirik ke arah atas.
“Ibu, tunggulah sebentar lagi, aku akan menjemputmu,” gumam Xiu Bai sambil mencengkram erat tangannya saat mengingat ibunya.
Saat ingin menyusul ibunya dulu, ia di larang oleh ayah dan neneknya karena kekuatan Xiu Bai masih lemah dan tidak memiliki cukup energi untuk mencapai Alam Celestial tempat ibunya tinggal.
Dan pada saat Xiu Bai bertanya mengapa ayahnya tidak melarang ibunya pergi atau menjemputnya kesana. Ayahnya menjawab jika ibunya hanya ingin dirinya yang datang menjemputnya.
...
__ADS_1
“Huuff,, pertama-tama kita cari tahu ingatan siapa ini dengan mengikuti sedikit demi sedikit petunjuknya,” gumam Xiu Bai ingin mencari tahu keempat wajah tersebut.
“Ayo kita kembali paman,” ajak Xiu Bai langkit membalik badannya melangkah pergi menuju Penginapan Li.
***
Pasar Gelap.
Saat ini di semua Distrik kecuali Distrik Wei, sedang terjadi kekacauan lantaran banyak mayat di temukan di setiap sudut kota.
Duar..!!
“Ini pasti perbuatan Distrik Wei, karena hanya di sana saja tidak di temukan mayat satupun,” teriak pria tua pengendali serangga kini meraung penuh marah.
“Apakah kita hanya diam saja membiarkan mereka melakukan ini sesukanya?” Tanya pria tua pengendali serangga kini melirik ke arah puluhan orang yang setara dengan Li Zhang, mereka tak lain para pemimpin Distrik dan salah satunya pemimpin Distrik Mu.
“Jika kita bergerak, aku yakin Distrik Wei telah mengantisifikasinya.” Ucap pemimpin distrik ke 8 dengan nada tenang.
“Benar, mungkin mereka telah memikirkan rencana pembunuhan tersebut secara matang dan menunggu kita menyerangnya. Lalu saat menyerang kesana, aku takut kita masuk jebakan Distrik Wei yang membuat pihak kita masing-masing jatuh dan mengalami kerugian.” Sambung pemimpin Distrik ke 10.
“Aku lebih baik mundur terlebih dahulu dari pertemuan ini, permisi,” ucap pemimpin Distrik ke 10 terlihat tidak ingin terkena jebakan dan tidak ingin terlibat masalah ini, walau beberapa orang-orangnya yang telah ia sembunyikan dari buronan pihak luar mati dan membuatnya rugi, ia sadar jika melanjutkan akan membuatnya lebih rugi lagi.
“Sialan, aku tak menyangka jika mereka semua pengecut,” ucap pria tua pengendali serangga dengan nada kesal.
Pandangannya melirik ke arah dua pemimpin Distrik ke 5 dan ke 6. “Apa kalian akan pergi juga dan menjadi seorang pengecut?” Tanya pria tua tersebut dengan nada sedikit tidak mengenakan.
“Hoho,, tenanglah pak tua, tentunya kami akan ikut dalam rencana penyerangan ini, karena pemimpin Distrik Mu menjanjikan kami apa yang kami inginkan,” ucap pemimpin Distrik ke 5 dan ke 6 secara serempak.
“Ho,, rupanya kalian telah melakukan bisnis tanpa sepengetahuanku ya,” ejek pria tua pengendali serangga.
“Heeh,, memang kau siapa? Apakah segala sesuatu yang kami lakukan harus mengadu kepadamu, dasar idiot,” dengus pemimpin Distrik ke 5 secara terang-terangan menghina.
“Apa kau-”
“Cukup, kini aku telah mendapatkan informasi jika tidak ada yang mencurigakan di Distrik Wei.” Ucap pemimpin Distrik Mu langsung menengahi.
__ADS_1
“Kalian paham maksud ucapanku yang tadi bukan, ini adalah kesempatan kita untuk langsung bergerak menyerang. Aku akan menyuruh dua pemimpin Faksi lebih dulu menyerang kesana sebagai umpan, setelah itu kita bertiga menyusul.” Ucap Pemimpin Distrik Mu terdengar serius.
Tak lama pemimpin Distrik Mu pun langsung menjelaskan strateginya yang di terima oleh semua orang.
“Ayo kita berangkat, mereka semua akan menyesal karena tidak mau bekerjasama dengan kita setelah tahu kita mengambil alih Distrik Wei nantinya.” Ajak Pemimpin Distrik Mu.
***
Distrik Wei.
Terlihat kedua pemimpin Faksi Wei kini melirik ke arah Wei Fusen.
“Mengapa belum muncul? Apakah kau bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya kau rencanakan pemimpin Sen?” Tanya salah satu pemimpin Faksi Wei dengan nada sedikit lantang.
“Hemm..!! Tenang saja, ia akan muncul membantu kita nantinya. Bukankah kalian berdua setuju dengan rencanaku sebelumnya jika akan mengambil alih Pasar Gelap. Kenapa sekarang kalian malah takut,” ucap Wei Fusen dengan nada sedikit ejekan.
“Ka..Kau-”
“Cukup, apa yang di ucapkan oleh Pemimpin Sen benar jika kita telah setuju, dan karena di butakan oleh keserakahan, kita lupa bertanya siapa yang akan menjadi bala bantuan kita dan seberapa banyak mereka.” Potong salah satu Pemimpin Faksi Wei yang memiliki tubuh paling tinggi dan kekar.
Wei Fusen yang mendengar itu tersenyum tipis.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tak lama salah satu sosok berjubah hitam dengan pakaian Assasint muncul di belakang Wei Fusen.
“Mereka telah bergerak Tuan, apakah kami akan ikut bergerak juga?” Ucap Assasint tersebut memberitahu dan kemudian bertanya melalui telepati.
“Tunggu Tuan datang, saat ini ia belum memberikan kabar apapun. Aku takut jika kita bergerak, maka Tuan akan marah.” Ucap Wei Fusen melalui telepati.
Mendengar itu, Assasint tersebut langsung menghilang.
***
__ADS_1
Jauh dari pasar Gelap, tepatnya Kota Jiandan, penginapan Li.
“Ingat, jika kau menemukan keempat gambar ini atau mengetahui asal usulnya, langsung beritahu aku.” Ucap Xiu Bai memberikan 4 selembaran berisi gambar wajah yang muncul di pikirannya.