
“Bagaimana Han'er, Ye'er, apakah kalian menemukan sesuatu dari apa yang mereka katakan?” Tanya Xiu Bai.
Bai Han dan Bai Chu Ye yang di tanya, langsung mengangguk serempak.
“Apa yang di katakan Dewa Iblis Neraka benar ayah, karena saat Han'er di daerahnya, Han'er pernah mendengar ia sering menekan Daerah tetangganya dan mengambil beberapa wilayahnya.” Jawab Bai Han.
“Aneh rasanya jika Dewa Iblis Angin bisa kabur tepat setelah Ayah datang dan tanpa ayah bisa menyadarinya, padahal dia selalu kalah dari Dewa Iblis Neraka.” Sambung Bai Han.
Mendengar itu, Duan Du dan Feng Liu mengangguk, membenarkan apa yang Bai Han katakan.
Sementara Bai Chu Ye yang memperhatikan wajah ke 16 tahanan, terutama Dewa Iblis Keserakahan, ikut mengatakan sesuatu.
“Dari apa yang Ye'er perhatikan, tidak ada jejak kebohongan dari mereka, tapi alangkah baiknya untuk kita berhati-hati. Mereka mungkin memang tidak tahu, tapi Ye'er merasa mereka mungkin di manfaatkan oleh beberapa Pihak ketiga, yang kita maupun mereka tidak ketahui.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
“Bisa jadi mereka mengadu kita dan memanfaatkan kesempatan untuk menyerang kedua pihak saat kita lengah, artinya dalam sekali petik, mereka ingin memetik semuanya di saat yang tepat.” Sambung Bai Chu Ye.
Mendengar analisa dan saran Bai Chu Ye, Xiu Bai dan yang lainnya pun mengangguk paham.
“Dengan begini kita harus sedikit berhati-hati, terlebih lagi kita tidak tahu siapa musuh kita saat ini, karena mereka selalu berbaur dengan para tahanan di Benua Barat ini, dan bisa jadi mereka juga berbaur di Benua Timur tempat anggota keluarga kita tinggal.” Ucap Xiu Bai yang terlihat mulai bangkit.
Dret..!!
Dengan santai Xiu Bai melambaikan tangannya dan tak lama, muncul lubang hitam.
“Untuk saat ini, aku akan menahan kalian semua, jika kalian benar-benar tidak memiliki ikatan dengan musuh yang belum di ketahui siapa mereka, maka aku tidak akan melepaskan kalian sampai tahu siapa mereka.” Ucap Xiu Bai.
__ADS_1
Ke 16 tahanan tersebut pun langsung masuk tanpa melakukan perlawanan, mereka sadar jika saat ini tidak akan bisa menang melawan Xiu Bai yang kekuatannya sangat jauh di atas mereka.
Setelah semua tahanan masuk ke Dunia Jiwa, kini Xiu Bai berencana kembali ke tempat keluarganya.
“Ayo kembali,” ajak Xiu Bai langsung membuat portal.
Tap tap..!!
Satu persatu bawahan dan anggota keluarga Xiu Bai masuk, hingga Xiu Bai merasa ada yang kurang.
“Tunggu dulu Du'er, kemana Wuhan dan Tian gege?” Tanya Xiu Bai melirik Duan Du yang hendak masuk.
“Eeh,, aku juga tidak tahu kakak, karena kami berpisah setelah datangnya bantuan,” jawab Duan Du bingung.
“Benar,.Tuan Tian sudah tidak terlihat setelah bantuan datang, aku juga tidak tahu ia pergi kemana. Lalu untuk Wuhan, aku terahir kali melihatnya bertarung melawan Dewa Iblis Naga Api.” Sambung Tu Long.
“Hais,, Tian Gege pasti sedang mengumpulkan harta, tapi aku bingung kemana Wuhan,” ucap Xiu Bai kini memijit keningnya.
Blush..!!
“Kalian semua kembali saja, biar aku yang mencari keduanya,” ucap Xiu Bai melirik ke arah yang belum masuk.
Mereka yang belum masuk ke dalam portal pun langsung mengangguk dan melangkah kakinya.
Tap tap..!!
__ADS_1
Jlep..!!
Setelah portal menghilang, Xiu Bai langsung menyebarkan energi kesadarannya.
Tak sampai beberapa detik, ia pun merasakan dimana Cen Tian berada. “Hemm..!! Apa Wuhan sudah mengubah kpribadiannya ya?” Gumam Xiu Bai merasa aneh saat merasakan Bo Wuhan mengikuti Cen Tian mengumpulkan harta.
“Dari pada penasaran, aku akan tahu jawabannya setelah tiba,” sambung Xiu Bai langsung melesat ke tempat Cen Tian dan Bo Wuhan berada.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Di sebuah kota besar, terlihat Cen Tian dan Bo Wuhan sedang mengumpulkan banyak sekali harta jarahan.
Beruntung tempat tersebut tidak berpenghuni, namun hartanya tertinggal di sana.
“Haha,, kita kaya Wuhan, ayo masukkan Mansion dan Istana itu, keduanya sangat mahal jika di jual nantinya,” teriak Cen Tian dengan mata bersinar cerah saat melihat sebuah Mansion dan Istana yang sangat indah.
Bo Wuhan dengan wajah kusut melangkah ke depan Istana dan di sampingnya ada Mansion.
Blush..!!
Dengan santai Bo Wuhan melambaikan tangannya untuk memasukkan kedua yang Cen Tian minta.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Tunggu apa lagi Wuhan, itu, itu, itu, dan itu juga masukkan, jangan lemot, karena masih banyak yang belum kita datangi,” ucap Cen Tian berteriak ke arah Bo Wuhan dengan nada bahagia.
“Sialan, jika begini, lama-lama aku bisa mati struk. Bagaimana bisa aku di tugaskan menjadi pembawa barang curian. Tragis sekali hidupku,” gumam Bo Wuhan dalam hati sambil memasang wajah lesu terus menerus.