
“Hehe,, aku tidak sabar apa tugasku kali ini, apakah aku bisa masuk arenanya dan langsung mengamuk di sana.” Ucap Tu Long dengan cepat ikut duduk sambil menggosok telapak tangannya di sertai memasang wajah bodoh.
***
Malam hari.
Wuss wuss..!!
Terlihat 4 sosok berjubah hitam melesat melewati hutan bebatuan dengan kecepatan penuh.
Saat melewati hutan bebatuan, beberapa kali mereka bertemu Monster dan Binatang buas yang tidak memiliki kecerdasan. Tapi keempat sosok tersebut hanya melewati dan tidak meladeni mereka.
Tap tap..!!
Hingga 20 menit berlalu, keempat sosok tersebut langsung menghentikan langkah mereka, tepat di atas batu besar dan di sampingnya ada pohon setinggi 10 meter.
“Hemm..!! Ada 2 kota di depan kita, jadi arah mana Kota Huansen?” Tanya salah satu dari keempat sosok berjubah hitam, yang tak lain Bo Wuhan.
“Aku rasa yang di sebelah kanan,” balas Duan Du sembari melirik Bai Han yang saat ini membuka peta.
“Han'er juga tidak tahu, karena di peta, hanya ada satu titik lambang kota. Artinya satu kota yang ada di depan kita, baru-baru ini di bangun.” Ucap Bai Han yang juga terlihat bingung.
“Coba berikan paman petanya,” ucap Duan Du mengulurkan tangannya.
Bai Han pun langsung memberikan peta tersebut.
__ADS_1
Setelah mengambil dan menganalisa. Duan Du pun mengerutkan keningnya.
“Hemm..!! Aku rasa keduanya bukanlah kota Huansen, dan kedua kota yang terlihat di depan kita hanyalah sebagai tipuan untuk menuputi atau membingungkan orang-orang yang ingin mencari atau memasuki kota Huansen yang sesungguhnya.” Ucap Duan Du yang baru selesai menganalisa beberapa titik peta di tangannya.
Mendengar itu, Bai Han, Bo Wuhan dan Tu Long pun bingung dengan apa yang Duan Du katakan.
“Jadi maksud paman kota Huansen sengaja di sembunyikan?” Tanya Bai Han.
“Hemm..!! Itu dugaan paman,” jawab Duan Du dengan nada santai.
“Apa kalian tidak ingat dengan informasi yang aku bagikan tentang Kota Huansen?” Tanya Duan Du.
“Di kota itu, seluruh penduduknya adalah penyembah dan bawahan Dewa Iblis Neraka, artinya mereka yang menyembah, pasti akan menculik beberapa orang untuk di jadikan tumbal dan para bawahannya hanya membantu menjaga kota tersebut.”
“Itu juga yang membuat kota tersebut di penuhi oleh budak, dan menurutku, para budak inilah tumbalnya.” Ucap Duan Du terlihat memasang wajah mengerikan.
“Hemm..!! Karna itu juga kota Huansen di sembunyikan. Jika begitu, kota tersebut, pasti ada di sekitaran sini, dan pastinya di sembunyikan menggunakan ilusi atau di bawah tanah.” Ucap Bai Han langsung melihat area sekitar, untuk melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan, atau adakah suatu petunjuk.
Sama halnya dengan Duan Du dan Tu Long, keduanya juga langsung mencoba mencari apakah ada suatu petunjuk di sekitaran mereka.
Tapi setelah mencoba mencari, mereka pun tidak dapat menemukan petunjuk apapun.
“Hemm..!! Tunggu dulu, aku belum bisa mencerna setiap ucapan kalian, jadi jangan pergi,” ucap Bo Wuhan yang langsung menghentikan Duan Du dan Bai Han yang ingin pergi ke arah dua kota yang ada di depan mereka.
Bai Han dan Duan Du pun langsung mengurungkan niat.
__ADS_1
“Ada apa? Kita tidak punya waktu, karena 2 jam lagi, pembantaian para budak akan terjadi.” Tanya Duan Du.
Bo Wuhan hanya mengulurkan tangannya untuk menyuruh Duan Du tetap diam sementara.
“Dari ucapan kalian, kota Huansen sengaja di sembunyikan bukan. Artinya Pasar gelap itu sebenarnya adalah Kota Huansen itu sendiri.”
“Menurut tebakan kita semua, pasar gelap biasanya ada di mana?” Tanya Bo Wuhan melirik Duan Du, Bai Han dan Tu Long.
“Tentunya di tempat yang sulit di jangkau,” jawab Tu Long dengan santai.
“Tepat sekali, jadi kota Huansen tidak mungkin ada di sekitaran dua kota yang ada di depan kita, dan percuma kita kesana. Karena jika memang kota Huansen di sembunyikan menggunakan ilusi, aku pasti bisa merasakannya sejauh 1000 km.” Ucap Bo Wuhan yang entah kenapa ia bisa tiba-tiba menjadi sedikit cerdas.
Bahkan Bai Han dan Duan Du hanya bisa melongo saat mendengar analisa Bo Wuhan saat ini, yang terbilang tepat.
“Jika di bawah tanah pun itu mustahil, artinya hanya satu yang belum kita periksa, yaitu di atas,” sambung Bo Wuhan melirik ke atas bersama yang lain.
Saat pandangan mereka semua mendongak ke atas, mereka pun melihat gumpalan awan gelap.
“Hoho,, aku tak menyangka akan bisa di tipu seperti ini,” ucap Duan Du yang langsung yakin jika di balik gumpalan awan gelap tersebut adalah kota yang mereka cari.
“Hemm..!! Dan menurutku, peta ini memang menunjukkan titik yang tepat, karena titiknya sama persis dengan tempat gumpalan awan berada.” Sambung Bai Han menganggukkan kepalanya.
Keempatnya pun saling melirik satu sama lain dengan seutas senyum mengerikan.
“Perubahan rencana, karena tempatnya di atas, maka tidak ada yang bisa merasakan pertarungan kita. Jadi mari bersenang-senang,” ucap Duan Du, Tu Long dan Bo Wuhan serempak di sertai seringai bahagia.
__ADS_1
Dengan cepat Bo Wuhan melesat dengan tangan terselimuti energi, di susul oleh Duan Du, Tu Long dan Bai Han yang bergerak ke 4 titik berbeda, membentuk persegi.
Dret Wuss wuss..!!