
“Tunggu aku bocah nakal, akan ku hajar kau saat kita bertemu,” kekeh Tu Long dengan senyum bangga.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Slash..!!
Bruk bruk bruk..!!
Terlihat siluet cahaya muncul saat Han Liu mengayunkan pedangnya.
Dan tak lama, puluhan Binatang Iblis yang berjarak 1000 meter darinya langsung berjatuhan.
“Hemm..!! Sudah waktunya ya,” gumam Han Liu kini melirik ke atas.
“Aku sudah menahan diri dalam waktu yang cukup lama di perbatasan ini, dan setelah berkumpul, akhirnya aku benar-benar bisa ke titik wilayah Emas untuk membalas perbuatan dalang yang telah mengepung ku 6 tahun lalu,” gumam Han Liu langsung mencengkram erat tangannya.
Dret..!!
Dengan cepat Han Liu melesat lalu mengambil semua mayat Binatang Iblis yang telah ia bunuh.
Tap tap..!!
“Aku yakin Tuan muda Tian akan suka dengan hadiah yang aku bawa ini,” gumam Han Liu tersenyum tipis.
Dret..!!
Setelah mengambil semua mayat Binatang Iblis, Han Liu pun pergi ke tempat yang di janjikan.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Bam bam bam..!!
Blush..!!
“Akhirnya setelah menunggu cukup lama, kini aku bisa menerobos ke tingkat yang aku inginkan,” gumam Han Liu kini melihat jika dirinya telah mencapai Kaisar Dewa Abadi ⭐ 5 Puncak.
Tap tap..!!
Setelah menguatkan pondasinya karena telah menerobos, Duan Du pun langsung bangkit di sertai senyum lebar.
“Hehe,, aku yakin si otak idiot itu pasti akan mengira diriku lemah dan pastinya akan membalas dendam, tidak segampang itu paman,” kekeh Duan Du.
“Kita lihat apakah kau bisa melawanku dengan sedikit kecerdasan yang kau dapat dari pengalaman mu selama 17 tahun lebih,” sambung Duan Du kini semakin tersenyum lebar di sertai memasang wajah penuh kelicikan.
__ADS_1
“Hemm..!! Bau darah,” gumam Duan Du langsung tersadar.
Dret..!!
Tap tap..!!
Duan Du pun langsung muncul di depan mayat Binatang Iblis yang kini mati dengan mata melotot.
“Energi ini, ini energi milik kakak,” gumam Duan Du langsung menghela nafas berat.
“Rupanya penjagaanku masih lemah, sampai-sampai tidak bisa menyadari kedatangan mereka,” gumam Duan Du tersenyum pahit.
“Beruntung kakak menjagaku, dan juga mungkin kakak sudah pergi karena ini mungkin sudah 6 tahun seperti yang di janjikan,” gumam Duan Du langsung melesat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Duar..!!
“Dasar bodoh, bagaimana kalian bisa kehilangannya hah,” teriak Serigala Sisik Naga kini terlihat memukul salah satu bawahannya hingga meledak.
Terlihat kini beberapa Binatang Iblis berbagai jenis ketakutan saat melihat wajah penuh amarah Serigala Sisik Naga.
Blush..!!
Auranya yang awalnya hanya ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 5 Puncak seketika mulai melonjak naik ke tingkat ⭐ 9 Puncak.
“Aku tak mau tahu, cari para manusia itu sampai dapat, jangan pernah berpikir untuk kembali sebelum kalian mendapatkannya,” ucap Serigala Sisik Naga dengan nada penuh penekanan.
Glek..!!
Seketika semua Binatang Iblis yang kini menundukkan kepalanya langsung menelan ludah.
“Apa yang kalian tunggu? Cepat pergi cari manusia itu,” teriak Serigala Sisik Naga semakin kesal melihat para Binatang Iblis ini yang terlihat sangat bodoh.
Dret..!!
Wuss wus..!!
Dengan cepat semua Binatang Iblis berbagai jenis menyebar ke wilayah mereka masing-masing.
Semua yang berkumpul di depan Serigala Sisik Naga adalah para Penguasa Wilayah, setiap dari mereka mempunyai banyak bawahan, dan jika mereka menyebar mencari Xiu Bai bersama anggota keluarganya. Maka tidak butuh waktu lama mereka menemukan Xiu Bai bersama anggota keluarganya.
...
“Hemm..!! Apa aku perlu turun tangan lagi Tuan seperti setahun yang lalu?” Tanya Serigala Sisik Naga melirik ke arah Naga Hitam Bersayap Phoenix.
“Tidak perlu, jika kau keluar dari wilayah ini lagi, aku yakin Anggota Klan Asura akan langsung turun tangan lalu mengejarmu kemanapun kau pergi. Itu akan merusak rencana kita untuk keluar dari tempat ini.” Ucap Naga Hitam Bersayap Phoenix dengan nada tenang.
Tapi Serigala Sisik Naga sadar jika jauh di dalam benak Tuannya, ia saat ini berusaha untuk terus bersabar demi balas dendamnya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan dia? Apakah dia masih belum sadar?” Tanya Serigala Sisik Naga dengan nada hati-hati.
“Tinggal beberapa bulan lagi ia akan sadar, setelah ia sadar, baru kita akan pergi dari tempat terkutuk ini,” ucap Naga Hitam Bersayap Phoenix.
Orang yang di tanya Serigala Sisik Naga adalah Phoenix Hitam, ia adalah tangan kanan Naga Hitam Bersayap Phoenix, sama seperti Serigala Sisik Naga.
Tapi bedanya, Phoenix Hitam jauh lebih kuat dari Serigala Sisik Naga, kekuatannya hampir setara dengan Naga Hitam Bersayap Phoenix.
Mereka berdua terluka akibat bertarung dengan pemimpin klan Asura Xiu Lou.
Serigala Sisik Naga tidak ikut bertarung karena waktu itu ia sedang meningkatkan kekuatannya. Jika ia ikut, ia yakin akan langsung mati atau mengalami hal yang sama dengan Tuannya dan rekannya.
“Kau sebaiknya awasi saja area sekitar, aku takut jika anggota klan Asura memata-matai pergerakan kita, aku akan kembali memulihkan diriku dulu,” ucap Naga Hitam Bersayap Phoenix.
Dret..!!
Tanpa menunggu balasan, Penguasa Tertinggi Binatang Buas langsung menghilang dari tempatnya.
***
Tap tap..!!
Sementara di sebuah daratan yang cukup luas, kini Xiu Bai dan anggota keluarganya telah berkumpul.
Hanya Han Liu dan Duan Du saja yang belum muncul.
“Ah si bocah sialan licik itu, aku yakin ia sengaja berlama-lama, awas saja jika kau datang, akan ku injak-injak kepalamu,” teriak Tu Long kini terlihat memasang wajah cemberut.
“Ada masalah apa sebenarnya kau dengan Duan'er, kenapa kau selalu kesal terhadapnya?” Tanya Xiu Tian kini mendekati Tu Long sambil menaik-naikkan alisnya seolah ia melihat harta berjalan.
“Huuh,, ini masalah kami berdua Tuan muda, kau tidak perlu ikut campur,” ucap Tu Long mengalihkan pandangannya.
“Heeh,, apa kau tidak butuh bantuan, aku yakin kau tidak akan pernah bisa menang melawan Duan'er dan kau pun menyadari itu bukan,” kekeh Xiu Tian tidak ingin melepaskan Tu Long begitu saja dan terus memancing emosinya.
Xiu Bai yang melihat itu hanya bisa diam saja sambil melihat ke arah langit. Ia tidak terlalu peduli apa yang anggota keluarganya lakukan selagi mereka tidak bertarung dengan niat membunuh, atau melukai secara berlebihan jika terjadi pertarungan.
Tap tap..!!
Pandangan semua orang langsung melirik ke arah Han Liu yang baru saja sampai.
“Apakah semuanya sudah berkumpul?” Tanya Han Liu sambil tersenyum lebar.
Tapi tak lama Han Liu terdiam karena Tu Long dan Xiu Tian tidak menjawab pertanyaannya.
Saat ini Xiu Tian terus mendekati Tu Long yang mencoba menghindar.
“Ayolah aku akan membantumu dan memberikan sedikit diskon nantinya,” bujuk Xiu Tian.
“Keluarga macam apa itu yang meminta bayaran, aku tidak mau,” dengus Tu Long.
“Tentu saja keluarga seperti diriku yang baik hati karena memberikanmu diskon,” ucap Xiu Tian tanpa malu ia mengangkat kepalanya dengan bangga.
Heng..!!
__ADS_1
Tu Long pun langsung mendengus kesal. “Sial, tidak si bocah licik itu, tidak si maling serakah ini, sama-sama membuatku tidak pernah merasa tenang sebelum apa yang mereka inginkan tercapai,” gumam Tu Long langsung langsung mengutuk Xiu Tian dan Duan Du.