Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mengajari Xiu Bai Untuk Tumbuh Kuat


__ADS_3

“Berhenti anak-anak,” ucap Tu Long saat ia merasakan adanya bekas terjadinya sebuah pertarungan.


Pandangan Tu Long pun mengarah ke hamparan yang luas di depannya. Terlihat jelas semua pohon-pohon di sini hancur beberapa hari yang lalu.


“Apakah Tuan muda yang membantai mereka semua?” Gumam Tu Long mencium bau Serigala.


“Hehe,, jika begitu, aku yakin pasti akan ada banyak yang seperti ini nantinya di kedalaman Hutan Tanpa Batas ini,” gumam Tu Long menjadi bersemangat saat membayangkan dirinya bertarung dengan ratusan Binatang Buas nantinya.


Dengan cepat Tu Long mengayunkan tangannya.


Wuss..!!


Tak lama, energi yang Tu Long keluarkan kini menyelimuti tubuh Mo Yanse dan anak-anak lainnya.


“Pelatihan sudah selesai anak-anak, saatnya kita pergi dengan cepat,” ucap Tu Long langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Wuss..!!


Wuss..!!


...


Tap tap..!!


Tidak berselang 10 menit setelah kepergian Tu Long dan anak-anak, Meng Chen, Han Liu, Duan Du bersama yang lainnya langsung menghentikan langkah mereka.


“Paman Tu idiot itu baru saja pergi beberapa detik yang lalu, tapi kenapa aku tidak merasakan jejak paman Jian,” ucap Duan Du sambil melirik ke arah Meng Chen.


Sama hal nya dengan Meng Chen, ia pun saat ini sedang bingung juga karena tidak merasakan jejak Du Jian.


“Hemm..!! Kemana si bodoh itu pergi?” Gumam Meng Chen merenung sesaat.


“Jika jejaknya sama sekali tidak memasuki hutan, itu artinya ia ke klan Li menemui keturunannya,” gumam Meng Chen langsung berpikir positif.


“Ayo kita kejar Tu Long,” ajak Meng Chen langsung melesat.


Wuss..!!


Wuss..!!

__ADS_1


Duan Du, Han Liu dan yang lainnya pun langsung ikut melesat.


***


Klan Asura


Sore harinya.


Terlihat saat ini banyak anggota klan Asura mengeliling Xiu Tian dan memujinya dengan berbagai ucapan, karena selain lucu, Xiu Tian ternyata sangat baik.


“Hoho nak, aku tak menduga kau membagikan kami stok daging sebanyak ini, dari mana kau mendapatkan ini?” Tanya Meng She melirik Xiu Tian.


Tentu saja Meng She tahu jika semua mayat Serigala Putih yang Xiu Tian berikan ini adalah hasil dari pembantaian Xiu Bai. Tapi ia berpura-pura tidak mengetahui apapun.


“Hehe,, tentu saja ini karena adik ku, dia sangatlah kuat, bahkan dengan ganas dan cepat ia membunuh semua Serigala ini saat di perjalanan tadi. Jadi setelah Bai'er membunuh mereka, aku mengumpulkan mayat-mayat ini.” Ucap Xiu Tian dengan nada bangga menceritakan saat Xiu Bai melawan segerombolan Serigala Putih.


“Awalnya aku ingin mengumpulkannya untuk stok perjalanan kami, tapi karena melihat cukup banyak orang di sini dan akan mengadakan pesta kedatangan ku dan Bai'er, tentu saja aku juga harus ikut berkontrubusi,” sambung Xiu Tian sambil mengangkat kepalanya.


“Omong kosong, dasar bocah pungut, kau ternyata cukup pandai juga bersilat lidah,” dengus Xiu Lou sambil melangkah ke arah Xiu Tian.


Melihat ayah angkatnya yang kini wajahnya bengkak. “Huahahaha,, ada apa dengan wajahmu itu ayah, apa kau menabrak pintu rumah? Atau tak sengaja kepleset lalu terjatuh hingga wajahmu membentuh tanah. Atau juga bisa jadi wajahmu bertabrakan dengan mulut Binatang Buas di sekitar,” teriak Xiu Tian menunjuk wajah Xiu Lou dengan tawa terbahak-bahak.


Pandangan mereka pun mengarah ke Xiu Tian dan yang ada di dekatnya.


Merasakan di tatap banyak orang, wajah Xiu Lou berubah kesal.


“Apa kalian lihat-lihat hah,” dengus Xiu Lou.


Glek..!!


Dengan cepat anggota Klan Asura melanjutkan aktivitas mereka.


Wung..!!


Bam..!!


“Aduh duh sakit ayah,” teriak Xiu Tian kini saat kepalanya di pukul menggunakan batang kayu.


Wuss..!!

__ADS_1


“Jangan lari kau bocah sialan,” teriak Xiu Lou langsung mengejar Xiu Tian yang mencoba melarikan diri.


Tap tap..!!


Sementara di kediaman Xiu Lou. Xiu Bai dan Xiu Mu Lian yang melangkah keluar kini langsung melirik ke arah ayahnya dan kakaknya yang terlihat cepat sekali akur.


“Nenek tak menyangka jika kau dapat menemukan saudara angkat yang terlihat begitu tulus dan unik, karakternya terlihat berbeda dari manusia pada umumnya yang selama ini nenek pernah temui,” ucap Xiu Mu Lian langsung dapat menebak karakter Xiu Tian.


Ia juga tahu kelebihan maupun kekurangan Xiu Tian dalam sekali pandang.


“Hemm..!! Tapi itu cukup merepotkan juga nenek. Bahkan Bai'er tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kita berpisah suatu hari nanti dan ia sudah kuat. Mungkin satu Benua akan kehilangan harta mereka,” ucap Xiu Bai sedikit tersenyum kecut.


Xiu Mu Lian yang mendengar itu langsung mengusap kepala Xiu Bai.


“Tentu saja kau harus menemukan cara untuk mengendalikannya agar ia tidak melakukan hal yang berlebihan seperti itu, dan nenek yakin kau pasti bisa.” Ucap Xiu Mu Lian dengan nada hangat.


“Dan satu lagi yang akan nenek beritahu, ini juga demi perkembanganmu Bai'er,” sambung Xiu Mu Lian terdengar seriuas.


Wajah Xiu Bai pun dengan cepat melirik neneknya sambil memasang wajah akan menerima semua masukan yang neneknya berikan.


“Ada 4 yang utama untuk meningkatkan kekuatan kita selain menyerap energi di sekitar kita, ini juga sangat bermanfaat untuk fondasi.”


“Pertama Mata, coba kau perhatikan ayahmu sebagai titik fokus, apa yang ia pakai dan apa saja yang ia lakukan selama 10 detik,” ucap Xiu Mu Lian langsung mengarahkan Xiu Bai untuk mempraktekkannya.


Xiu Bai yang mendengar itu langsung melihat ayahnya yang kini mengenakan jubah biru dengan rambut putih dan mata putih.


Setelah melihat dan memperhatikan apa saja yang ayahnya lakukan selama 10 detik. Xiu Mu Lian pun langsung bertanya.


“Pejamkan matamu lalu ingat berapa banyak yang kakakmu dan para paman maupun bibimu menggerak tangan, kaki dan mulut mereka?”


Mata Xiu Bai seketika melotot. “Eeh,, bukankah nenek tadi menyuruh Bai'er fokus melihat ayah saja?” Tanya Xiu Bai kini terkejut.


“Itu dia yang pertama Bai'er, aku tadi hanya menyuruhmu untuk menggunakan ayahmu sebagai titik fokus. Jika ini pertempuran dan jika kita fokus terhadap satu orang saja, maka kau pasti sadar apa yang akan terjadi saat itu bukan,” ucap Xiu Mu Lian sambil tersenyum kecil.


Xiu Bai yang sadar makna dari ucapan neneknya pun seketika tercerahkan.


“Nah,, nenek tidak perlu menjelaskannya secara rinci, karena Bai'er sudah pasti dapat menemukan inti dari tahap pertama tadi yang tak lain Mata.”


“Lalu untuk kedua adalah kaki dan tangan. Selama nenek lihat, kedua tangan dan kaki Bai'er sudah cukup lumayan kuat, tapi masalahnya adalah kaki dan tangan Bai'er sampai saat ini tidak mau singkron dengan tubuh bukan, seperti di pertarungan Bai'er melawan manusia yang di sebut Jendral atau apalah itu. Beruntung paman mu dengan cepat menyelamatkanmu.” Ucap Xiu Mu Lian menghela nafas kecil.

__ADS_1


“Jadi pertanyaannya, apakah Bai'er tahu mengapa tubuh Bai'er tidak mau singkron dengan kaki dan tangan pada saat bertarung melawan musuh?” Tanya Xiu Mu Lian.


__ADS_2