
“Tentunya ke arah target ku selanjutnya idiot,” ejek Cen Tian dan langsung mengalirkan energinya ke telapak kakinya untuk menggerakkan kakinya agar jauh lebih cepat dari biasanya.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Cen Tian melesat ke lorong bangunan yang ada di Utara.
Tap..!!
“Aku sudah menduga kau akan kesini pencuri sialan, jangan harap kau bisa melarikan diri,” teriak Jendral Bayangan terlihat muncul di tengah-tengah lorong.
Cen Tian yang sudah setengah perjalanan dan hendak masuk menuju lorong, seketika menyeringai tipis di balik tudungnya.
“Aku juga sudah menebak hal ini dari kemunculan kalian, terlebih di langit, kalian juga memasang banyak formasi jebakan.” Balas Cen Tian yang dengan cepat mengubah arahnya menuju Timur, tempat pasukan bayangan bersembunyi di balik dinding kota.
Wuss..!!
“Aku juga sadar jika kalian begitu teliti dan susah payahnya membuat banyak jebakan untuk bisa menangkapku di kota ini. Tapi sayangnya, harapan kalian akan sirna tidak lama lagi,” sambung Cen Tian dengan teriakan lantang.
Mendengar itu, Jendral Bayangan memasang wajah jelek.
“Sialan, semuanya keluar kepung dia,” teriak Jendral Bayangan, tanpa sadar termakan provokasi Cen Tian.
Wung..!!
Duarr..!!
“Sialan, aku tak menyangka kau cukup arogan juga pencuri kecil.”
__ADS_1
Bersamaan dengan melesatnya Cen Tian menuju Timur, Jendral Naga Perang yang melihat Cen Tian mampu menghindari serangannya sebanyak dua kali, seketika terdiam sesaat. Tapi tak lama, ia kembali bergerak dengan wajah penuh amarah, di karenakan ia merasa terlalu di rendahkan oleh Cen Tian.
...
Melihat Jendral Naga Perang berdiri tepat di depannya, Cen Tian tersenyum di balik tudungnya.
“Hehe,, aku tak menyangka ia juga akan begitu cepat memakan umpanku,” gumam Cen Tian.
Blush..!!
Cen Tian pun langsung memasang kuda-kuda tanpa celah, seakan ia sangat serius melawan Jendral Naga Perang.
Sebilah tongkat terlihat Cen Tian genggam di tangan kanannya.
“Maju jika kau petarung sejati,” tantang Cen Tian.
“Kalian semua jangan ada satupun yang berani menyerangnya. Jika ada dari kalian berniat menyerang diam-diam, akan ku hancurkan kalian tanpa sisa.” Teriak Jendral Naga Perang melirik ke arah bawahannya yang bersembunyi dan bawahan Jendral Bayangan.
“Jadi kalian semua mundur sampai ke benteng kota, termasuk kau Jendral Bayangan, jika kau tidak ikut campur, aku akan mengambil setengah dari yang kau janjikan.” Sambung Jendral Naga Perang menatap ke arah Jendral Bayangan yang hendak menikam Cen Tian dari belakang.
Jendral Bayangan yang mendengar itu pun terdiam, wajahnya terlihat seakan di tekan.
“Sialan, kali ini saja aku mengikuti ucapanmu, untuk lain kali, jangan berharap,” ucap Jendral Bayangan langsung lenyap dari tempatnya berdiri.
Melihat Jendral Bayangan lenyap, wajah Jendral Naga Perang pun tersenyum puas dan langsung melirik ke arah dimana Cen Tian berdiri.
Tapi apa yang Jendral Naga Perang lihat hanyalah sebuah tongkat menancap dengan tulisan di tanah bertulis Idiot.
__ADS_1
Blush..!!
Argghh...!!
Bom bom bom bom..!!
“Akan ku cari kau sampai ke ujung Semesta sialan, berani sekali kau mempermainkan Jendral Naga Perang,” teriak Jendral Naga Perang yang langsung mengeluarkan auranya hingga meledakkan area sekitar, tanpa memikirkan bawahannya maupun makhluk hidup lainnya.
...
Di tempat Jendral Bayangan, ia juga terlihat di penuhi amarah sesaat mendengar teriakan rekannya. Karena merasa di tipu dan di permainkan oleh Cen Tian. Lantaran tanpa bisa menyadari kapan Cen Tian pergi dari sana.
“Sialan, bahkan dengan bantuan Jendral Naga Perang pun masih mustahil menangkap pencuri licik itu, ia seperti ular yang di baluti pelicin, sehingga setiap orang yang akan menangkapnya dengan tangan kosong, akan langsung terlepas.” Umpat Jendral Bayangan memijit keningnya.
Namun di satu sisi, wajah Jendral Bayangan juga memasang kepuasan, lantaran bisa melihat rekannya di permainkan.
***
Jauh di area Barat dari Kota tempat Cen Tian di kepung.
Wuss wuss..!!
“Haha,, sekuat apapun kalian, kalian tentu saja tidak akan bisa menangkap Baik hati sepertiku, hanya Iblis mengerikan berkelamin wanita di keluargaku saja yang mampu menangkapku,” ucap Cen Tian tertawa terbahak-bahak.
Dan terdengar sepanjang perjalanan, Cen Tian terus melesat sembari melantunkan nyanyian bahagia, dan tidak mengetahui jika arah yang ia tuju adalah tempat kelompok Bai Han berada.
Wuss wuss..!!
__ADS_1
La La La La..!!