
Zhu Fei yang melihat ratusan titik, seketika sedikit merinding. Ia tak pernah membayangkan jika Bai Han ingin meratakan kota ini di saat rencana pertama mereka gagal.
“Tuan muda, kapan anda memikirkan hal seperti ini?” Tanya Zhu Fei dengan wajah bingung dan kagum.
Karena setahunya, ia tidak pernah melihat Bai Han menandai titik-titik kota di sebuah peta, ia juga tidak pernah melihat Bai Han mengelilingi kota ini semenjak mereka tiba beberapa minggu yang lalu.
Terlebih lagi, saat itu Bai Han sibuk merencanakan penyerangan kedua rumah judi, jadi ia tahu jika Bai Han tidak sempat memikirkan hal lain.
...
Bai Han yang di tanya pun tersenyum kecil. “Aku sudah merencanakan ini tepat di saat pertama kali mengecek semua Bukit yang di pimpin oleh 5 Makhluk yang setara dengan paman Wuhan.” Jawab Bai Han.
“Jadi, bukan hanya kota yang ada di bukit Hianjin saja, melainkan semua kota telah aku tandai,” sambung Bai Han sembari memberikan Zhu Fei peta yang telah ia tandai serta semua Batu merah yang tak lain peledak buatan Bai Chu Ye.
Zhu Fei pun mengangguk, setelah ia menerimanya, Zhu Fei langsung membuka portal yang telah ia tandai juga di beberapa titik atas permintaan Bai Han.
Semua portal yang telah di tandai Zhu Fei ini adalah jalan mereka untuk melarikan diri, dan juga bisa untuk mengelabui musuh.
Blush..!! Tap tap..!!
Melihat Zhu Fei telah menjalani rencananya, Bai Han juga tidak tinggal diam, ia langsung melesat memasang banyak benang energi di setiap langkahnya.
***
Sementara di Rumah Judi Kematian.
Wung..!!
Bam..!!
Bom bom..!! Duar..!!
Di lantai 4, terlihat tubuh Tu Long terlempar setelah terkena hantaman palu dari sosok Iblis setinggi 2 meter.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Jadi kau dalang dari hancurnya bisnis Tuan kami,” ucap sosok Iblis tersebut.
Sret..!!
Tu Long yang kini tertimbun bangunan, langsung bangkit.
Tatapan Tu Long langsung waspada, ia menatap Iblis tersebut dan sosok yang ada di sampingnya dengan dingin.
__ADS_1
“Mereka berdua sangat kuat, jauh lebih kuat dari semua lawan yang pernah aku hadapi,” gumam Tu Long dalam hati.
Tu Long tentu ingat semua musuh yang ia hadapi, semua lawannya tidak terlalu kuat dan jika ada yang kuat, rata-rata mereka meremehkan Tu Long sehingga ia dengan mudah membunuhnya, buktinya adalah saat ia melawan bawahan Penguasa Bukit Gu Siujin.
Dret..!!
Tepat di saat Tu Long selesai bergumam, Iblis yang memegangi Palu dan Iblis yang memegangi dua dagger langsung melesat ke arah Tu Long.
Wuss wuss..!!
Iblis yang memegangi Palu terlihat langsung menerjang ke depan Tu Long dan langsung mengayunkan palunya.
Sementara Iblis yang memegangi dua Dagger atau Assasint, muncul di belakang Tu Long dan bersiap menyerang Tu Long jika Tu Long menghindar.
Insting Tu Long yang merasakan bahaya saat ini, langsung tersenyum lebar.
Dengan cepat Tu Long menekan kaki kanannya ke lantai.
Bam..!! Krak krak..!!
Bomm..!!
Bersamaan dengan hancurnya tempat Tu Long berpijak dan membuat Tu Long jatuh ke lantai 3. Palu yang hendak menghantam tubuh Tu Long hanya mengenai lantai.
Wung..!!
Duar..!!
Dengan ganas ia menghancurkan lantai tempatnya berpijak dan jatuh ke lantai 3.
Rekannya yang menjadi Assasint juga langsung ikut mengejar Tu Long.
...
Tu Long yang terjatuh, kini dengan cepat memasang kuda-kudanya, tatapannya mengarah ke atas, seolah ia sudah bisa menebak jika musuhnya akan mengejarnya dirinya melalui cara yang sama dengan caranya kabur.
Bomm..!!
Melihat lantai atas hancur dan muncul Iblis yang memegai Palu.
Tu Long yang sudah bersiap langsung melesat ke atas.
“Kena kau,” ucap Tu Long menyeringai lebar dan langsung mengayunkan tangan kirinya ke pundak musuhnya.
__ADS_1
Slash..!!
Iblis tersebut yang merasakan bahaya di saat ia turun, dengan cepat mengayunkan Palunya ke arah belakang.
Trank..!!
Melihat musuh menahan serangannya, Tu Long tentu sedikit terkejut. Tapi ia tidak habis akal, ia langsung mengayunkan kakinya ke arah kepala musuhnya.
Wung..!!
Bam..!!
Bomm..!!
Tubuh musuh Tu Long langsung terhempas menabrak dinding.
Namun itu tidak membuat Tu Long senang, karena ia langsung melakukan manuver dan menyilang tangan kirinya saat masih di udara.
Wuss wuss..!! Trank..!!
Sesuai insting Tu Long, dua belati melesat ke arah dirinya. Beruntung ia mampu menghindari kedua belati tersebut.
Iblis Assasint yang menyerang Tu Long diam-diam, sedikit terkejut akan kecepatan Tu Long dalam menghindar.
“Dia berbahaya, aku harus cepat-cepat membunuhnya, jika ia berhasil kabur, maka ia bisa menjadi semakin kuat dan itu akan menghancurkan semua rencana Tuan,” gumam Iblis Assasint yang langsung mengerahkan semua kemampuannya.
Dret..!!
Dalam sekejap Iblis Assasint muncul di depan Tu Long dan langsung mengayunkan kedua Daggernya.
Slash Slash..!!
Crash..!!
Mata Tu Long seketika melotot tak percaya di saat ia melihat musuh muncul dan bersamaan dengan itu, tubuhnya langsung menyemprotkan darah.
“I..Ini,” gumam Tu Long melihat tubuhnya terluka menyilang di dadanya di sertai rasa sakit yang cukup perih.
Wajah Tu Long pun langsung memerah di penuhi amarah.
“Sialan, akan ku hancurkan kau,” teriak Tu Long langsung berubah ke mode Berseker.
Blush..!! Bom bom..!!
__ADS_1