Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mengajak Han Liu Bertaruh dan Rencana Membuat Kekacauan


__ADS_3

“Heng,, siapa juga yang mencuri, aku melakukan ini karena aku akan memberikan gadis ini semua harta ini sebagai kompensasi tahu,” dengus Duan Du langsung berkilah.


“Ternyata benar juga, mulutmu itu sangat licin,” ejek Han Liu langsung mendengus.


“Heh,, tentu saja mulutku licin, karena jika kering, maka aku akan tersedak-sedak dong bicaranya,” balas Duan Du langsung tertawa kecil.


“Dasar bocah sialan, tidak ada gunanya terus melawanmu bicara,” dengus Han Liu langsung sadar jika di teruskan, maka Duan Du pasti akan terus berkilah sambil mengejeknya tanpa henti.


Duan Du seketika tersenyum lebar.


Tap tap..!!


Tak lama, mereka semua pun langsung berhenti dalam jarak yang lumayan jauh dari markas musuh.


Kini Duan Du, Han Liu dan yang lainnya yang melirik ke arah markas terlihat bersiap-siap.


“3...2...1... Sudah saatnya,” ucap Duan Du.


Bom bom bom..!!


Bom bom bom...!!


Tak lama suara ledakan seketika menggema di setiap sudut dalam jarak 100 meter di markas pasukan Sekte Harimau Besi.


Terdengar juga suara teriakan dari berbagai tempat.


Duan Du, Han Liu dan yang lainnya terlihat sangat menikmati suara ledakan di sertai teriakan para musuhnya yang kesakitan.


5 menit berlalu, barulah suara ledakan kini benar-benar lenyap. Namun api dan asap masih terlihat melambung tinggi di berbagai tempat.


“Hemm..!! Apakah masih belum bocah licik?” Tanya Han Liu terdengar masih kesal karena kalah adu mulut.


“Masih belum paman,” ucap Duan Du terlihat masih memasang serius ke arah markas.


5 menit kembali berlalu.


Setelah Bai Han melihat api sudah mulai menghilang dan asap masih mengepul. Duan Du seketika langsung berteriak.


“Sekarang lakukan dengan cepat dan sisakan beberapa dari mereka yang nantinya akan menyebar rumor,” ucap Duan Du langsung melesat dengan kecepatan penuh di sertai tersenyum lebar.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dret..!!


Tap tap..!!


Duan Du yang muncul di depan salah satu murid Sekte Harimau Besi, kini dengan cepat cepat mengayunkan kakinya.


Wuss..!!

__ADS_1


Bom..!!


Kepala musuhnya langsung hancur, bersamaan dengan itu kaki Duan Du langsung di penuhi oleh bercak darah dan daging cincang yang menempel.


Wuss..!!


Duan Du dengan cepat mengayunkan kakinya kembali, dan bekas daging cincang yang menempel di kakinya pun langsung hilang.


“Penyusup,” teriak salah satu murid saat melihat Duan Du membunuh rekannya.


“Hais,, inilah yang aku benci,” ucap Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.


Wuss..!!


Jlep..!!


Duan Du yang muncul di bayangan murid tersebut pun dengan cepat menikamnya tanpa memberikan perlawanan pasti.


“Hemm..!! Membosankan jika tidak ada paman Tu di sini,” gumam Duan Du merasa kurang bersemangat saat membunuh musuhnya.


Saat Duan Du akan bergerak menuju ke tenda tempat penetua sekte yang ia temui sebelumnya. Tanpa sengaja pandangannya mengarah ke Han Liu yang membantai musuhnya dengan senyum lebar.


Duan Du yang melihat itu seketika tersenyum lebar. “Hehe..!! Tidak ada paman Tu, paman Liu pun jadi,” kekeh Duan Du langsung melesat ke arah Han Liu.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Han Liu yang sedang membantai musuhnya dengan pedang energi yang ia ciptakan pun langsung berhenti mengayunkan pedangnya dengan bar-bar.


“Hehe,, melihat paman begitu bersemangat membunuh musuh, bagaimana jika kita taruhan siapa yang lebih banyak membunuh musuh yang ada di markas ini?” Tantang Duan Du.


“Heh,, kau berani menantangku, sungguh tidak tahu betapa dalamnya lautan juga kau bocah.” Ejek Han Liu.


“Hoho,, apa kau takut paman?” Tanya Duan Du memana-manasi.


“Siapa yang takut hah, ayo kita buat taruhan siapa yang lebih banyak membunuh maka akan mendapat sesuatu dari yang kalah.” Tantang Han Liu langsung terprovokasi.


“Hehe,, sangat mudah juga membodohi orang dongol sepertinya,” kekeh Duan Du yang kini merasa umpannya dengan cepat di makan.


“Baiklah, tapi kita hitung mulai saat ini ya, dan yang tadi kita bunuh tidak di hitung. Bagaimana?” Tanya Duan Du langsung tersenyum lebar.


Han Liu yang mendengar itu langsung berteriak. “Siapa takut, ayo kita mulai dari sekarang.”


Tanpa menunggu waktu lama, dengan cepat Han Liu melesat ke arah musuh-musuhnya lalu mengayunkan pedangnya dengan acak kesana kemari.


Duan Du yang melihat itu langsung menghubungi ke 10 anggota Iblis Pembantai.


Wuss..!!


Wuss..!!

__ADS_1


Tak lama ke 10 anggota Iblis pembantai pun membawa musuh yang ia giring dari berbagai arah.


Duan Du yang melihat musuh berdatangan pun seketika menyeringai licik. “Kekeke,, akan ku suruh kau pulang dengan berjongkok paman,” kekeh Duan Du dalam hati.


Wus..!!


Ratusan bayangan pun langsung muncul di setiap bayangan musuh Duan Du. Dan dengan cepat semua bayangan Duan Du membantai mereka tanpa pandang bulu.


***


Kota Xin, area Tambang.


Wuss..!!


Wuss..!!


Bom bom..!!


“Hahaha,, datanglah para tikus-tikus sialan, akan ayah berikan kalian pukulan kasih sayang,” teriak Tu Long tertawa terbahak-bahak.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Dasar idiot, apa kau tidak lihat sekitarmu, jika saat ini mereka tidak akan pernah datang,” dengus Du Jian terlihat sangat ingin menjitak kepala Tu Long.


Mendengar itu, Tu Long pun melihat area sekitarnya, kini semuanya telag hancur sepenuhnya tanpa menyisakan apapun.


Karena saking semangat dalam bertarung, Tu Long sampai tidak sadar jika saat ini ia telah menghancurkan semuanya tanpa sisa.


Beruntung para budak tidak ada yang mati, itu karena Du Jian langsung membuat pelindung agar mereka semua tidak terkena dampak dari pertarungan mereka.


“Hehe..!! Jika begitu ayo ke lokasi selanjutnya paman kerdil, saat ini tubuhku belum merasakan panas,” kekeh Tu Long sambil menaikkan kedua alisnya secara bergantian.


“Hemm..!! Tunggu dulu, kita apakan mereka semua yang ada di sana?” Tanya Du Jian menunjuka ke arah para budak yang ia bantu.


Tu Long yang kebetulan mengenal beberapa dari mereka pun langsung berteriak. “Woe para bajingan, apa kalian ingin ikut bersenang-senang melawan musuh kalian yaitu Kekaisaran Qian Long apa tidak. Jika tidak, maka membusuklah di sini.”


Mendengar itu, tentu saja mereka semua ingin ikut. Karena mereka semua sangat membenci semua yang berhubungan dengan Kekaisaran Qian Long.


“Tentu saja kami mau dasar maniak sialan, bagaimana mungkin kami akan ketinggalan jika hal yang seperti ini.” Teriak pria tua yang dulu selalu bergumam ini itu saat Duan Du dan Tu Long mulai bertarung.


“Haha,, inilah kesempatan seumur hidup, bahkan jika aku matipun aku rela, asal mampu membunuh setidaknya satu dari prajurit Kekaisaran Qian Long.” Teriak salah satu budak.


Bukan dari satu atau dua suara teriakan saja bahkan hampir semuanya ikut berteriak menyuarakan kebencian dan kesenangan mereka.


Tu Long yang mendengar itu langsung menyeringai lebar. “Hehe,, jika begitu pilih dan ambil senjata kalian dari mayat-mayat ini, karena saat kita keluar, kita akan langsung menuju Ibukota Kekaisaran menggunakan Portal yang ada di pusat kota.” Teriak Tu Long langsung mengangkat tangannya.


Para budak seketika melesat memilih senjata mereka masing-masing dengan wajah menyeringai lebar dan tatapan haus darah karena tak sabar membantai musuh mereka.


Tap tap..!!

__ADS_1


Setelah berkumpul di depan Tu Long dan Du Jian. Terlihat Tu Long langsung membimbing mereka keluar.


“Ayo,” ajak Tu Long dengan nada penuh semangat karena kini ia sudah tidak sabar membuat kekacuan di Ibukota.


__ADS_2