
“Saatnya bergantian,” kekeh Bo Wuhan yang kini mengayunkan tinjunya ke arah Gu Siujin.
Wung..!!
Bam..!! Krak krak..!!
Arghh..!!
Seketika Gu Siujin berteriak kesakitan di saat tangannya langsung di patahkan karena mencoba menahan tinju Bo Wuhan, bukan hanya itu saja, kepalan Tinju Bo Wuhan terus melaju hingga mengenai wajah Gu Siujin, yang membuat Gu Siujin berteriak kesakitan.
Bomm..!!
Tepat setelah Gu Siujin terhempas ke tanah, hingga menciptakan kawah besar. Bo Wuhan terlihat sudah berada di depan Gu Siujin.
Tanpa basa basi Bo Wuhan menginjak kakinya ke wajah Gu Siujin.
Wung..!! Bam bam bam..!!
“Haha,, mati, mati, mati kau,” teriak Bo Wuhan di sertai tawa bahagia.
Sementara Gu Siujin yang awalnya melihat kaki Bo Wuhan akan menginjak wajahnya, tentu langsung menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.
Tapi sekuat apapun ia bertahan, kini terlihat jelas kedua tangan Gu Siujin hancur, bahkan banyak darah berceceran akibat hancurnya tangan Gu Siujin.
Tap..!!
Setelah puas menginjak-injak Gu Siujin, kini Bo Wuhan menatap musuhnya dengan tawa bahagia.
“Hahaha,, ayo lagi,” teriak Bo Wuhan yang membuat wajah Gu Siujin di penuhi amarah.
Walau saat ini ia sudah tidak mempunyai kedua tangan. Tentu saja Gu Siujin masih sosok yang sangat kuat.
Dengan cepat Gu Siujin mengalirkan seluruh tubuhnya dengan energinya, dan mencoba memukul mundur Bo Wuhan dengan menggunakan ledakan energi.
__ADS_1
Tapi orang yang Gu Siujin hadapi saat ini adalah orang gila yang tidak mengenal kata takut.
Bahkan saat pusaran energi muncul di sekeliling Gu Siujin. Bo Wuhan terlihat mengayunkan tinjunya ke wajah Gu Siujin.
Dret..!!
Sret sret..!!
Tepat saat tangan Bo Wuhan melewati pusaran energi, terlihat tangan Bo Wuhan tercabik-cabik. Namun itu tidak menghentikannya dan terus melaju ke wajah Gu Siujin.
Bam..!!
Argh..!!
Gigi Gu Siujin seketika rontok, dan menyebabkan pusaran energi yang tadi muncul, kini mulai meredup, akibat konsentrasi Gu Siujin di hancurkan.
Hahaha..!!
Wung..!! Bam bam bam..!!
Dengan seringai lebar Bo Wuhan terus menghantam tinjunya yang membuat wajah Gu Siujin tak terbentuk. Bahkan darahnya kini berceceran kemana-mana, termasuk ke wajah Bo Wuhan.
Hal tersebut terus berlanjut selama hampir 5 menit, namun Bo Wuhan sama sekali tidak menghentikan aksinya. Lantaran musuhnya masih hidup.
***
Tidak jauh dari tempat Bo Wuhan menggila, Duan Du dan Tu Long yang menonton aksi gila Bo Wuhan, hanya diam saja.
Mereka bahkan terlihat asik membakar daging serta menikmati arak.
Glek glek..!!
“Ah nikmatnya,” ucap Tu Long dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Pandangan Tu Long pun mengarah ke Duan Du yang layaknya seperti orang tua. Duan Du kini duduk di kursi yang ia buat dengan kaki terangkat ke paha, sembari menyeruput arak buatannya.
“Emm,, ada apa paman? Kenapa kau melihatku seperti itu, apa kau iri,” ejek Duan Du.
“Heng,, siapa juga yang iri,” dengus Tu Long. “Aku hanya berpikir, apakah kita tidak menghentikan si gila itu?” Tanya Tu Long.
“Tidak, biarkan saja ia menyalurkan kegembiraan yang telah lama ia tahan, terlebih lagi musuh yang ia lawan itu bukanlah musuh yang mudah di bunuh, walau ia mati sekalipun, ia akan hidup kembali, berapa kali pun kau membunuhnya.” Jawab Duan Du menggelengkan kepalanya.
“Walau saat ia terlahir kembali butuh waktu lama, di sana juga kesempatan kita untuk mencari di mana ia di lahirkan. Maka jika kita membunuhnya lagi, ia tidak akan bisa terlahir kembali setelah kita menghancurkan Inti Semesta tempat ia terlahir.” Sambung Duan Du.
Tu Long pun mengangguk santai sembari memenuhi mulutnya dengan daging bakar.
***
Kembali ke Bo Wuhan, ia yang saat ini masih menggila, dan melakukan serangan dengan berbagai gaya, kini Bo Wuhan terlihat menghentikan aksinya.
“Haha,, ayo bangun, kita bertarung lagi,” teriak Bo Wuhan menarik tubuh Gu Siujin yang setengah hancur. Namun kebahagiaan Bo Wuhan yang ingin menyiksa Gu Siujin harus sirna.
Tap tap..!!
“Hancurkan dia paman, kita akan langsung pergi, karena Zhu Fei memberitahu ada sosok yang setara denganmu mendekat,” ucap Bai Han yang muncul tepat di belakang Bo Wuhan sembari memegangi pundaknya.
Bo Wuhan pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Baik Tuan muda,” jawab Bo Wuhan yang terlihat masih belum puas menyalurkan hasrat bertarungnya.
Dret..!!
Telapak tangan Bo Wuhan pun langsung menyentuh dada Gu Siujin.
“Hehe,, datanglah membalas dendam setelah kau lahir kembali,” kekeh Bo Wuhan tepat sebelum tubuh Gu Siujin hancur.
Bomm..!!
__ADS_1