Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertarungan Anggota Bai Han ( Menyiksa Ze Lang )


__ADS_3

Dan bersamaan dengan itu, tubuh musuh Lan Yuheng langsung meledak karena tidak kuat menahan serangan susulan anak panah petir milik Lan Yuheng.


Tap tap..!!


“Huh huh,, sepertinya aku akan pingsan lagi-,” tepat setelah Lan Yuheng selesai bergumam, tubuhnya terlihat jatuh.


Bruk..!!


Namun sosok klon Bai Han lebih dulu menangkap tubuh Lan Yuheng, lalu membawanya pergi dari sana.


***


Wung..!!


“Mati kau sialan,” teriak musuh Bai Hu terlihat mengayunkan tinjunya.


Tidak mau kalah, Bai Hu juga langsung mengayunkan tinjunya.


Bamm..!! Bamm..!!


Tap tap..!!


Setelah bentrok beberapa kali, Bai Hu dan musuhnya pun langsung mundur.


Musuh Bai Hu kini memasang wajah gelap di saat darah menetes dari pipi kirinya.


Sementara Bai Hu memasang wajah seringai tipis, tepat di sela-sela sarung tinju Bai Hu, ada beberapa bilah belati yang sangat tajam.


Terlihat juga ada jejak darah dari salah satu belati di sarung tangan Bai Hu.


“Hoho, jangan memasang wajah galak seperti itu, salahkan dirimu yang bodoh sehingga tidak menyadari senjata tersembunyiku,” ejek Bai Hu.


“Dasar bajingan, mati kau,” teriak musuh Bai Hu yang kini termakan provokasi Bai Hu, sehingga ia sudah tidak peduli lagi dengan area sekitarnya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Setelah musuh Bai Hu sampai di depan Bai Hu, dengan ganas musuh Bai Hu mengayunkan tinjunya yang telah ia aliri seluruh energinya yang tersisa.


Wung...!!


Crash..!!


“A..Apaaa,” ucap musuh Bai Hu langsung berteriak saat melihat orang yang ia tinju hanyalah sebuah air saja.


“Kena kau,” kekeh Bai Hu yang terlihat langsung muncur dari belakang musuhnya.


Dan tanpa basa basi, Bai Hu langsung mengayunkan tinjunya mengarah ke dantian.


Wuss..!!


Bamm..!!


Crasshhh..!!


Urgghh..!!


Musuh Bai Hu pun langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya di saat merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Pandangannya yang mulai gelap pun melirik ke arah perutnya.


Kini ia melihat tangan Bai Hu yang menembus dari punggungnya.


“Ka..Kau akan menyesali-”

__ADS_1


Duaaarr..!!


Sebelum musuh Bai Hu sempat menyelesaikan ucapannya. Dengan wajah dingin Bai Ha mengeluarkan energinya, hingga membuat musuhnya meledak jadi daging cincang.


Bahkan darah dan beberapa potongan daging musuh Bai Hu, terlihat menempel di jubah yang Bai Hu kenakan.


“Aku paling benci pengecut lemah yang akan mati, memberikan ancaman tidak jelas, cuih,” dengus Bai Hu langsung meludahi kepala musuhnya yang satu-satunya tersisa utuh.


Tap tap..!!


Setelah menyelesaikan bagiannya, Bai Hu pun langsung melangkah pergi ke tempat anggota keluarganya.


***


Wuss wuss wuss..!!


Sementara untuk Meng Chen, terlihat ia kini mengejar musuhnya yang berusaha melarikan diri.


Walau sadar jika Bai Han telah membuat perisai, Meng Chen sengaja ikut mengejar, agar musuhnya tidak menyadari itu.


Tap tap..!!


Setelah mencapai batas dimana perisai yang Bai Han buat, Meng Chen pun berhenti.


“Tak lama lagi kau akan kembali ke sini,” ejek Meng Chen.


Mendengar ejekan Meng Chen, musuhnya tidak menanggapi, malah ia terlihat mengeluarkan senyum penuh kemenangan, lantaran merasa bisa lepas dari sini.


Wuss wuss..!!


Duaarr..!!


Seketika musuh Meng Chen yang sedang tersenyum langsung menabrak dinding transparant yang tak lain jutaan benang energi.


Dan kini musuh Meng Chen juga terlempar tepat ke arah Meng Chen, seperti yang Meng Chen katakan sebelumnya.


Wuss..!!


Crash..!!


Tepat di saat tubuh musuhnya sudah berada di depannya. Meng Chen langsung mengayunkan tombak yang ia genggam dari tadi.


Bruk..!!


“Selesai,” ucap Meng Chen sambil melirik ke arah Bai Han, Bai Chu Ye, Bai Da Xing, Bai Hu dan Lan Yuheng yang tengah pingsan.


Wuss..!!


Meng Chen pun langsung terbang menghampiri mereka.


Tap tap..!!


“Dari semua orang, kaulah yang mendapatkan musuh paling lemah serta tidak terlalu banyak bertarung. Tapi mengapa kau paling lama membunuhnya?” Tanya Bai Hu dan Bai Da Xing serempak.


“Itu agar aku tidak terlihat pamer lantaran membunuh musuh terlalu cepat,” jawab Meng Chen dengan nada santai.


Bai Da Xing dan Bai Hu pun langsung mengangguk tanpa bertanya lagi, kini tatapan mereka kembali mengarah ke pertarungan Du Jian dan Bai Ha, melawan Ze Lang.


***


Dret..!!


Crash..!! Bom..!!


Tepat setelah Bai Ha menancapkan tombaknya ke pundak Ze Lang, dengan cepat mengoyaknya hingga terdengar suara ledakan.

__ADS_1


Setelah itu, Bai Ha dengan cepat membungkukkan badannya.


Wuss..!!


Bersamaan dengan itu, muncul Du Jian yang sudah menerjang dari belakang Bai Ha.


Du Jian yang menerjang, kini tengah mengayunkan tinjunya yang telah di selimuti oleh seluruh energinya.


“Gerakan ketiga, tinju Asura Penghancur,” teriak Du Jian dengan lantang.


Ze Lang yang melihat serangan susulan, dengan cepat mengayunkan cakarnya ke arah Bai Ha, karena saat ini, Ze Lang tidak bisa bergerak, lantaran Bai Ha menahan pergerakannya.


Tapi sebelum cakar kanan Ze Lang bergerak, sebuah benang energi muncul menahan cakar kanan Ze Lang.


“Dasar licik, aku tidak akan menerima-”


Wung..!!


Bomm..!!


Duarrr..!!


Sebelum Ze Lang sempat menyelesaikan ucapannya, Du Jian sudah muncul di depan musuhnya, terlihat tinju Du Jian juga mengarah tepat ke luka yang Bai Ha berikan, agar dampak luka Ze Lang semakin besar.


Dret..!! Bam bam bam bam..!!


Ze Lang yang terlempar, kini mencoba bangkit.


Uhuk uhuk..!!


“Sialan, jika saja bukan karenanya, aku tidak akan terluka parah seperti ini,” gumam Ze Lang kini terlihat sangat membenci Bai Han hingga tak bisa di ungkapkan lagi.


Tap tap..!!


“Hehe,, tidak ada yang namanya adil di dunia ini, kau pun sadar akan hal itu dan itu juga tergantung bagaimana cara kita menggunakan kepala kita dalam bertarung, tidak semua pertarungan bisa kita gunakan dengan melakukan kecurangan ataupun strategi saja.” Ucap Bai Han yang langsung muncul di depan Ze Lang.


“Ooh,, satu lagi, bantuanmu itu tak akan pernah datang, karena paman Long Qiu mungkin sudah membuatnya tidur selamanya,” sambung Bai Han menyeringai tipis.


“A..Apaa? Ti..Tidak, itu tidak mungkin,” teriak Ze Lang langsung tidak percaya akan ucapan Bai Han. Karena dari awal ia sengaja mengulur waktu, agar ayahnya datang bersama semua bawahannya.


Tap tap..!!


Tepat di saat Bai Han membalik badan dan hendak melangkah pergi, Bai Chu Ye yang entah sejak kapan sudah berdiri tepat di samping Ze Lang, langsung mengayunkan tangan kanannya.


Dret..!!


Gumpalan darah pun langsung keluar dari tangan Bai Chu Ye, lalu melesat ke tubuh Ze Lang.


Arrghh..!!


Tak lama, jerit teriakan pun terdengar menggema.


Bai Han dan anggota keluarganya, yang mendengar jerit teriakan tersebut, tentu sedikit merinding.


Lantaran yang paling sadis di antara mereka semua, hanyalah Bai Chu Ye, terlebih dalam melakukan siksaan.


Bahkan saat menyiksa musuh, wajah Bai Chu Ye terlihat selalu datar dan dingin. Hal itulah yang membuat kesan Bai Chu Ye terlihat semakin mengerikan.


...


Di saat Bai Chu Ye asik menyiksa musuhnya, kini di tempat Bai Han dan yang lain berkumpul sedang mendiskusikan langkah mereka selanjutnya kemana.


“Kemana tujuan kita selanjutnya?” Tanya Chen Long kini melirik ke arah Bai Han.


“Ke markas utama Serigala Ungu, kita harus membersihkan mereka sampai ke akar-akarnya, karena seperti yang ayah pernah katakan, jangan sisakan musuh yang telah mengincar kita. Jika itu terjadi, suatu saat ia akan datang dengan banyak bawahan maupun sekutu.” Jawab Bai Han dengan nada santai.

__ADS_1


__ADS_2