Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Hanya Bisa Melotot Tak Percaya dan Keterkejutan Duo Pengacau


__ADS_3

Sementara Duan Du dan Tu Long yang melihat orang yang mereka kira penjaga, kini menyeringai lebar saat melihat sasaran empuk yang lebih kuat datang.


“Hehehe,, siapa yang memukulnya lebih dulu yang akan menang,” kekeh Duan Du tanpa rasa takut terhadap Qian Liyun.


Walau menyadari Qian Liyun ada di tingkat Dewa Immortal Suci ⭐ 8 Awal. Namun Duan Du dan Tu Long melihat Qian Liyun layaknya mainan baru.


“Heh,, siapa takut,” dengus Tu Long langsung menerima tantangan keponakannya.


Qian Liyun yang mendengar itu mengerutkan keningnya, karena ia tidak mengerti apa yang kedua pemuda ini bicarakan. Dan saat pandangannya tak sengaja mengarah ke para budak, ia melihat para budak terlihat mengasihani dirinya.


Tak lama, Qian Liyun pun merasa tidak nyaman, instingnya menyuruhnya untuk lari dari tempat ini.


“Mulai,” bertepatan dengan suara lantang Duan Du.


Duan Du lebih dulu muncul tepat di bayangan milik Qian Liyun.


“I..Ini, Apa ini Hukum Bayangan?” “Tidak, ia menggunakan Spirit Bayangan,” gumam Qian Liyun langsung membelalakkan matanya.


Dengan cepat Qian Liyun melapisi tubuhnya dengan energi saat melihat tangan Duan Du akan menyentuhnya.


Wuss..!!


Duar..!!


Bom bom bom..!!


Namun sebelum tangan Duan Du sampai, Tu Long muncul dan menerjang Duan Du hingga Duan Du terhempas dan menabrak beberapa area tambang.


“Hahaha,, trik licik mu itu tak akan mempan bocah,” teriak Tu Long tertawa terbahak-bahak.


Memanfaatkan kesempatan Duan Du yang tidak ada, Tu Long pun langsung mengayunkan tinjunya yang terlihat tanpa di aliri oleh energi. Tapi Qian Liyun yang merasakan tekanan dari tinju tersebut sadar jika ia terkena, maka ia akan langsung terluka. Jadi satu-satunya pilihan adalah menghindar.


Wung..!!


Terdengar bunyi dengungan keras di telinga Qian Liyun saat tinju Tu Long akan mengenai wajahnya yang berjarak beberapa cm saja.


Dret..!!


Tepat saat akan mengenai wajah Qian Liyun, Duan Du muncul tepat di bayangan Qian Liyun yang ada di tengah-tengah Qian Liyun dan Tu Long.


Terlihat kaki Duan Du kini naik ke arah wajah Tu Long.

__ADS_1


Tu Long yang memiliki insting luar biasa kuat, langsung mengubah serangannya menjadi pertahanan dan kini menyilang kedua tangannya untuk menahan kaki Duan Du.


Bom..!!


Kaki kanan Duan Du yang di tahan oleh Tu Long menyebabkan suara ledakan saat berbenturan.


Duan Du yang kedua tangannya berpijak di tanah pun memutar tubuhnya agar bisa menggunakan kaki kirinya untuk menedang Qian Liyun.


“Hehe,, akulah yang akan menang otak idiot,” ejek Duan Du langsung menyeringai licik.


“Heh,, siapa yang memberimu izin menyerangnya,” dengus Tu Long langsung mengayunkan kakinya ke wajah Duan Du.


Wuss..!!


Duan Du langsung berubah menjadi bayangan yang membuat Tu Long hanya menendang udara saja.


Wung..!!


Duan Du pun mun, kini ia muncul dari atas sambil mengayunkan pedangnya.


Melihat itu Tu Long juga ikut mengeluarkan pedangnya lalu mengayunkannya menggunakan tangan kirinya.


Trank..!!


Bom bom..!!


“I..Ini, apa mereka berdua gila?” Gumam Qian Liyun sedikit merinding.


Yang membuat Qian Liyun merinding saat melihat mereka bertarung dengan senyum lebar layaknya seorang psikopat. Terlebih Qian Liyun saat ini tidak bisa berkata-kata saat melihat dampak serangan keduanya yang luar biasa kuat.


Padahal tingkat kultivasi mereka sangat jauh di bawahnya, namun kekuatan serangan mereka jauh di atasnya.


“A..Apakah ini bisa di percaya?” Gumam Qian Liyun langsung menggelengkan kepalanya. “Jika aku tidak percaya, tentu saja aku akan gila, karena semua orang yang di dekat Tuan sangatlah kuat, jadi sudah wajar mereka berdua juga kuat,” sambung Qian Liyun dalam hati.


Tapi tetap saja Qian Liyun saat ini masih tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat di depannya saat ini, bahkan ia seolah tidak mempercayai matanya sendiri saat ini, karena dengan tingkat kultivasi yang jauh di bawahnya, namun tingkat kekuatan serangan jauh di atasnya. “Ah sial, aku yakin jika menceritakan ini kepada orang lain yang tidak langsung melihatnya menggunakan mata kepala mereka sendiri, mereka pasti akan mengira aku gila atau bermimpi.” Teriak Qian Liyun kini menjambak rambutnya sendiri.


Tepat setelah Qian Liyun selesai berteriak, ia sadar jika tidak ada suara pertarungan lagi. Saat pandangan Qian Liyun terangkat akibat ia menunduk, ia kini melihat wajah Duan Du dan Tu Long tepat berjarak kurang setengah meter dengan seutas senyum mengerikan.


Glek..!!


“Aku rasa ia menikmati pertarungan kita tadi,” ucap Tu Long.

__ADS_1


“Tentu saja ia menikmatinya dan aku rasa ia juga senang, jadi kita harus membalasnya dengan sedikit lembut karena ia harus memberikan kita kompensasi,” sambung Duan Du kini melemaskan jari-jarinya dan Tu Long menggoyangkan kedua lengan ototnya.


“Eeeh..!! Tu..Tunggu-”


Wung..!!


Bom..!!


Urgh..!!


Terdengar suara rintihan Qian Liyun saat terkena tinju Tu Long yang tepat mengarah ke wajahnya dan tendangan Duan Du yang mengarah ke perut.


Wuss..!!


Bom bom..!!


Qian Liyun pun langsung terlempar jauh di sertai terpontang panting layaknya sebuah bola.


Prok..!!


Tu Long dan Duan Du pun langsung melakukan tos, karena sudah pukulan mereka tepat mengenai sasaran.


“Hehe,, bagaimana jika kita taruhan lagi paman,” tantang Duan Du melirik Tu Long.


“Heh,, apa lagi yang kau rencanakan saat ini?” Tanya Tu Long. “Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan,” tunjuk Tu Long ke arah tangan Duan Du yang menggenggam token untuk membuka pintu Perisai.


Tidak ada yang menyadari jika sebenarnya Duan Du dan Tu Long melakukan pertarungan tadi sebenarnya hanya untuk pengalihan agar ia dapat mengambil token milik Qian Liyun tanpa bisa di sadari.


Tentunya Duan Du tidak ingin gegabah dengan sengaja merebutnya, karena dulu ia pernah melakukan hal yang serupa dan penjaga tersebut langsung menghancurkan token tersebut.


Bukan sekali atau dua kali saja Duan Du mencoba merebut token, melainkan sudah sering, walau saat ini ia sudah mendapat beberapa Token, tapi Duan Du merasa token yang ia rebut ada yang kurang. Tapi kali ini berbeda, karena saat melihat warnanya yang bewarna emas, Duan Du merasa token tersebut bisa membuka gerbang perisai di semua tempat.


“Hehe,, Bukan, taruhannya kali ini, siapa yang membunuh lebih banyak penjaga di luar sana, jika kalah, ia harus melakukan apapun yang pemenang inginkan selama satu minggu. Bagaimana?” Kekeh Duan Du menaikkan kedua alisnya secara bergantian.


“Heeh,, siapa takut, tentu saja pamanmu yang terkuat inilah pemenangnya, apapun trikmu, itu sudah basi di depanku,” dengus Tu Long sambil mengangkat kepalanya dengan sedikit bangga.


Tap tap..!!


Eeh..!!


Duan Du dan Tu Long sedikit terkejut saat melihat Qian Liyun muncul tanpa luka sedikitpun. Padahal mereka berdua tadi melihat Qian Liyun memuntahkan seteguk darah.

__ADS_1


“Hai Tuan-tuan, sudahi main-mainnya, aku ini tidak datang kesini untuk menjemput kalian, Tuan ku yang memintanya,” ucap Qian Liyun langsung menunjukkan poto gambar Tu Long dan Duan Du.


Wajah Duan Du dan Tu Long seketika membeku, di sertai air mata langsung menetes saat melihat wajah mereka yang mengenakan jubah hitam di selembaran kertas.


__ADS_2