
Xiu Bai yang melihat alat yang di maksud, langsung tersenyum kecut sambil bergumam. “Apakah tidak bisa aku mendapat bawahan yang sedikit normal. Kenapa semua bawahanku tidak ada yang normal,” umpat Xiu Bai dalam hati.
...
“Huuf,, ayo kita berangkat dan juga, hilangkan ekspresi mengerikanmu itu, jika orang lain melihatnya, maka orang akan mengira kau itu seorang pembunuh yang haus akan darah,” ucap Xiu Bai membalik badan dan langsung melesat.
Ji Zian yang mendengar itu langsung mengangguk patuh dan langsung memasukkan alat-alat untuk mengintrogasi.
Tepat setelah alat tersebut masuk ke dalam cincin penyimpanan Ji Zian, ekspresi Ji Zian seketika berubah menjadi orang normal.
Wuss wuss..!!
***
Kota Liwen.
Sementara di sebuah bangunan khusus tempat para prajurit tinggal, terlihat beberapa manusia dan Iblis berkumpul di satu ruangan. Lebih tepatnta di lantai 8 yang artinya mereka dari kelompok penjaga gerbang ke 8.
Setiap lantai yang ada di sana sudah memiliki tugas mereka masing-masing, seperti lantai 1 di tugaskan di Gerbang perbatasan pertama, lantai dua di tugaskan di gerbang kedua dan begitupun seterusnya hingga lantai 10.
Bentuk bangunan tersebut membentuk persegi kotak dengan ada lubang di tengahnya. Artinya bangunan tersebut saling terhubung dan hanya tengahnya yang kosong yang di buat sebagai lapangan pelatihan.
...
__ADS_1
Lantai 8 kamar no 1.
“Bagaimana? Apa kau yakin jika mereka tidak bisa mengetahui laporan yang kau berikan itu palsu?” Tanya sosok Iblis berkulit Hijau.
“Aku takut mereka akan menyadarinya dan langsung menangkap kita.” Sambung Iblis berkulit hijau.
“Heh,, kau tenang saja,” ucap sosok pria berusia 40 tahun dengan senyuman mengejek.
“Apakah kau pernah melihat kita ketahuan selama 1 tahun terahir ini, tidak bukan. Jadi tenang lah, walau Penguasa Tertinggi mereka kembali sekalipun, aku yakin ia tidak akan menyadarinya.” Sambung pria paruh baya tersebut dengan nada angkuh.
“Benar, jangan terlalu khawatir, karena selama ini kita selalu berhasil, berarti laporan kali ini pasti akan berhasil, walau Penguasa mereka bersama para putranya telah kembali.” Ucap Iblis bertanduk 2 yang mencoba menenangkan rekannya.
“Hem hem..!! Walau kita ketahuan sekalipun, kita juga bisa kabur dari tempat ini tanpa ketahuan. Jadi akan lebih baik kita kembali ke kamar masing-masing dan menjalankan hari-hari kita seperti biasa, untuk menghilangkan kecurigaan mereka.” Ucap sosok pemuda bertumbuh tinggi yang terlihat seperti berusia 25 tahunan.
“Lalu pada saat kita di kumpulkan dan di introgasi, pada hari berikutnya lah kesempatan kita untuk melarikan diri dari sini.” Sambung pemuda tersebut dengan nada santai.
Mendengar itu, ketiga rekannya pun mengangguk setuju.
“Kau ada benarnya juga, artinya saat ini kita hanya bisa bekerja layaknya seorang penjaga saja. Dan setelah kecurigaan mereka menghilang, di sanalah kita kembali mengerjakan tugas kita yang sebenarnya,” ucap Iblis bertanduk.
Kedua Iblis dan kedua Manusia itu pun langsung bangkit dari tempat duduk mereka.
Saat 3 dari mereka melangkah menuju pintu kamar, sebuah guncangan terjadi.
__ADS_1
Brumm..!!
“I..Ini, apakah ada gempa bumi?” Tanya pria paruh baya tersebut terkejut dan langsung menyeimbangkan tubuhnya.
“Aku rasa ada pertarungan di tempat yang cukup jauh dari sini, hingga dampaknya sampai di rasakan ke Kota Liwen.” Sambung pemuda yang terlihat berusia 25 tahun.
Namun apa yang mereka pikirkan salah besar.
Karena saat ini kamar atau ruangan tempat mereka berada sedang di bawa terbang oleh seseorang.
Dan tidak jauh di sudut kamar tersebut, terlihat sosok Xiu Bai terbaring dengan santai di udara sambil menyeringai tipis.
“Hoho,, aku rasa pekerjaan ini memang sangat cocok untuk Ji Zian,” gumam Xiu Bai melirik ke arah 2 manusia dan 2 Iblis yang ada di depannya.
“Aku yakin jika mereka ini ada kaitannya dengan para Penguasa Daerah yang hilang di Benua Timur, dan bisa jadi, salah satu dari mereka mengenal sosok kuat yang aku rasakan waktu di Benua Timur.” Gumam Xiu Bai dengan tatapan mata sedikit mengerikan.
“Turunkan mereka di sini Ji Zian, saatnya kau berikan hasil kerja terbaikmu untuk mengintrogasi mereka.” Ucap Xiu Bai melalui telepati.
Ji Zian yang terbang membawa kamar no 1 di lantai 8 tersebut, seketika menghentikan langkahnya saat mendengar suara Tuannya.
“Khehe,, aku tidak akan mengecewakan anda Tuanku,” kekeh Ji Zian yang langsung menjatuhkan bangunan yang ia selimuti dengan energinya ke bawah.
Bamm..!!
__ADS_1