
Mata Duan Du dan Tu Long pun melotot mendengar itu di sertai menjadi panik.
“Tunggu, biarkan aku membuktikan jika kau adalah kakak ku,” teriak Duan Du.
“Benar Tuan muda, kami akan membuktikannya,” sambung Tu Long.
Langkah Xiu Bai pun terhenti, ia langsung tersenyum tipis di balik jubahnya. Jika Duan Du melihat senyum tersebut, ia pasti akan langsung mengetahui senyum tersebut adalah senyum licik dan menyadari jika dari awal Xiu Bai ingin memanfaatkannya.
“Baiklah, apa yang ingin kalian buktikan jika kita saling mengenal?” Tanya Xiu Bai dengan nada santai.
“Bawa kami ikut dalam perjalanmu kak, waktulah yang akan membuktikannya jika kita terus bersama,” ucap Duan Du terdengar memasang wajah serius.
“Benar, aku yakin jika kita terus bersama, maka lambat laun ingatan Tuan muda pasti akan kembali,” sambung Tu Long dengan nada sedikit panik karena takut di tinggalkan oleh Xiu Bai.
Xiu Bai yang mendengar itu seketika tertawa kecil.
“Hehe,, apa kalian pikir aku ini anak kecil yang polos,” ejek Xiu Bai.
“Mungkin saja ini akal-akalan kalian yang memasuki pikiranku menggunakan teknik tertentu, lalu mencoba untuk mempengaruhiku dengan alasan ini itu.” Ucap Xiu Bai.
“Setelah rencana kalian sukses, dengan datangnya aku ke tempat kalian lalu berpura-pura mengikutiku, siapa tahu kalian nanti akan menusuk ku dari belakang.” Sambung Xiu Bai mengangkat bahunya.
“Dan perlu kalian tahu, aku ini mempunyai banyak sekali musuh, mungkin saja kalian salah satunya. Jadi itu tidak meyakinkan diriku,” ucap Xiu Bai langsung melangkahkan kakinya bersama Qian Liyun.
Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long pun saling melirik.
“Lalu apa yang kau inginkan agar kau percaya akan ucapan kami?” Tanya Duan Du dan Tu Long serempak.
Xiu Bai pun langsung berhenti dan membalik badannya.
“Hemm..!! Jika kalian setuju aku pasangkan segel di tubuh kalian, maka kalian boleh mengikutiku dan siapa tahu apa yang kalian katakan tadi terbukti jika kalian adalah adik dan bawahanku,” ucap Xiu Bai tersenyum kecil.
“Baiklah kami setuju,” ucap Duan Du dan Tu Long serempak.
Entah siapa yang di untungkan saat ini, karena terlihat ketiganya sama-sama memasang wajah bahagia dengan pikiran masing-masing di kepala mereka.
Xiu Bai tentu bahagia, ia melihat Duan Du dan Tu Long sangatlah kuat, walau tingkat kultivasinya rendah, namun ia bisa melihat jika satu dari mereka setara dengan, bahkan lebih kuat dari Qian Liyun.
__ADS_1
Tentu saja selain memanfaatkan itu, Xiu Bai juga memang dari awal ingin membawa mereka berdua, karena dari awal memang itu tujuannya datang ke Kota Xin. Terlebih lagi, apa yang Duan Du katakan tadi memang benar, jika mereka berdua bersamanya setiap saat, mungkin saja ingatan tentang keduanya akan muncul suatu saat nanti.
Terlebih lagi jika ada keuntungan, mengapa tidak di ambil di saat yang bersamaan, itulah yang Xiu Bai pikirkan saat ini, yaitu mengambil keuntungan dari Duan Du dan Tu Long.
...
Sementara Duan Du dan Tu Long yang mendengar kata segel, tentu langsung setuju tanpa ragu, karena dengan segel tersebut juga mereka bisa terhubung satu sama lain di saat terpisah nantinya.
Dan mereka juga merasa di untungkan dengan segel tersebut, karena jika mereka mengikuti Xiu Bai keluar nantinya, maka mereka meminta di pasangkan segel penghubung. Segel penghubung memiki banyak manfaat bagi Duan Du dan Tu Long.
Tapi kebanyakan orang lain menyebutnya segel budak.
***
Tap tap..!!
20 menit kemudian.
Kini Tu Long dan Duan Du melangkahkan kaki mereka sambil melihat matahari yang sebenarnya dengan senyum cerah.
“Hehehe,, kemana tujuan kita kak?” Tanya Duan Du tanpa malu menyebut Xiu Bai sebutan kakak.
“Huuf,, apa mereka benar adik dan bawahanku?” Gumam Xiu Bai dalam hati.
“Jika itu benar, maka bertambah lagi dua orang yang lebih merepotkan dari ketiga pamanku,” gumam Xiu Bai hanya bisa menghela nafas berat.
Entah mengapa Xiu Bai memiliki firasat buruk jika Duan Du dan Tu Long jauh lebih merepotkan dari Du Jian, Meng Chen dan Han Liu.
Jika Du Jian, Meng Chen dan Han Liu membuat keributan, hanya dengan tatapan mata Xiu Bai saja, sudah membuat mereka bertiga patuh.
Tapi malah sebaliknya untuk Duan Du dan Tu Long, jika ia menatap tajam keduanya seperti sebelum keluar dari tambang, malah Duan Du dan Tu Long berpura-pura saling berpelukan sambil mengalihkan pandangan, dan tak lama lagi, mereka akan mulai ribut kembali.
...
“Hais, memikirkan ini bisa-bisa membuatku kepalaku hancur,” gumam Xiu Bai langsung mengacak-acak rambutnya sambil terus melangkah.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Eeh,, kau kenapa kak? Apa kau sakit?” Tanya Duan Du mendekati Xiu Bai. “Jika kau sakit, aku akan mencarikan obat untukmu, bagaimana?” Tanya Duan Du tersenyum hangat, namun di balik senyum hangatnya ia tengah merencanakan sesuatu untuk menghilangkan rasa bosannya selama berada di tambang.
“Benar-benar, percayakan saja pada kami obatnya Tuan muda, sebutkan apa saja yang kau rasakan, aku akan menulisnya lalu mencari seorang tabib dan menyuruhnya membuat resep nantinya.” Sambung Tu Long sambil memeluk leher Qian Liyun menggunakan tangan kanannya.
“Urgh,, woe Badak, lepaskan pelukanmu sialan, aku tidak bisa bernafas,” dengus Qian Liyun mencoba mendorong lengan kanan Tu Long.
Bugg..!!
Bugg..!!
Urggh..!!
“Sialan, aku ini Naga sejati dan seorang Raja, berani sekali kau memanggilku badak,” dengus Tu Long menepuk-nepuk kepala Qian Liyun yang langsung membuat Qian Liyun merintih kesakitan. Padahal saat ini Tu Long murni hanya menggunakan kekuatan fisik saja.
“Hentikan itu, kau bisa membuatnya mati tidak bisa bernafas,” ucap Xiu Bai melirik ke arah Tu Long dan Qian Liyun.
“Dan jangan cari alasan untuk pergi dariku, jika kalian cari alasan untuk pergi hanya untuk membuat keributan, maka lebih aku akan mengembalikan kalian ke Tambang.” Ancam Xiu Bai.
“Hehe,, aku hanya bahagia saja Tuan muda, saking bahagianya aku jadi bersemangat memeluknya, benar kan,” ucap Tu Long langsung menggoyangkan kepala Qian Liyun ke atas bawas.
“Uurggh..!! Sialan, kenapa penderitaan yang aku alami jauh lebih mengerikan saat bersama mereka berdua, dari pada ketiga monster tua itu. Nasib-nasib,” gumam Qian Liyun saat ini ingin rasanya ia menangis.
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa menit, kini Xiu Bai, Duan Du dan Tu Long sudah sampai ke tempat dimana Xiu Bai menginap.
Sementara Qian Liyun telah kembali karena di jemput oleh Petinggi Kekaisaran saat di tengah perjalanan.
Ketiganya pun langsung melangkah masuk lalu menuju tempat dimana Du Jian, Meng Chen, dan Han Liu duduk sambil menikmati arak mereka.
Dret..!!
Seketika tatapan Du Jian, Meng Chen dan Han Liu langsung mengarah ke Duan Du dan Tu Long dengan intens saat merasakan Xiu Bai datang bersama keduanya.
Bukan hanya ketiganya saja, Duan Du dan Tu Long pun membalas tatapan mereka dengan senyum menyeringai layaknya memprovokasi mereka.
“Dari mana kau memungut bocah-bocah ini Tuan muda?” Tanya Du Jian sambil mendengus ke arah Duan Du dan Tu Long.
__ADS_1
“Bocah,, bocah,, otak mu itu yang bocah, dasar kerdil,” dengus Tu Long langsung menampilkan tubuh dan ototnya dengan bangga.