
Shen Canglin dengan santai duduk di depan Xiu Bai. “Tenanglah Master, ini juga alasanku mengundang anda kemari, karena berkaitan dengannya.” Ucap Shen Canglin tersenyum hangat sembari melirik Xiu Bai.
Melihat reaksi Shen Canglin yang begitu tenang, membuat Xiu Bai menyadari jika Shen Canglin mempunyai tujuan tertentu yang berkaitan dengan bawahannya ini.
“Aku tidak bercanda bocah, dimana mereka sekarang,” ucap Xiu Bai yang kini terlihat mulai tenang dengan sengaja memejamkan matanya.
Shen Canglin yang awalnya tenang dan santai, kini mulai memasang wajah serius, karena sadar betul saat ini Xiu Bai benar-benar tidak sedang dalam keadaan mau bernegosiasi dengannya.
Bahkan Shen Canglin merasakan jika Xiu Bai tidak akan mau mendengar apa yang akan di ucapkannya.
Salah sedikit, maka pertarungan akan terjadi yang akan mengakibatkan dirinya bisa terluka parah, bahkan mati, walau ia menang jumlah saat ini.
“Ehem,, aku tidak tahu apa maksud master dengan mereka, karena saat sedang kembali ke kesini, aku hanya menemukan satu orang yang sedang terluka di salah satu serpihan batu.” Ucap Shen Canling dengan nada hati-hati.
“Pada saat itu aku tidak peduli dan hendak meninggalkannya, tapi karena aku merasakan jejak aura Master di tubuhnya, akupun membawanya kesini dan sedang di rawat di lantai 99.” Sambung Shen Canling sembari menatap Xiu Bai dengan kehati-hatian.
Xiu Bai yang masih memejamkan matanya, kini mulai membukanya secara perlahan-lahan.
“Kau memang setengah jujur bocah, aku merasakan ia tepat di bawahku saat ini. Tapi kau berbohong jika menemukannya terluka, karena aku merasakan lukanya saat ini masih baru dan itupun luka karena di siksa.” Ucap Xiu Bai dengan nada dingin.
Bahkan Shen Canglin sampai tidak menyadari jika Xiu Bai kini sudah ada tepat di belakangnya dan menodongkan Pedang Asura tepat di leher Shen Canling.
“Katakan siapa yang menyiksanya, maka akan ku berikan kau hadiah kematian tanpa rasa sakit,” ucap Xiu Bai langsung mengancam Shen Canling.
Glek..!!
“Tu..Tunggu dulu master, ini ada kesalah pahama-”
Urghh..!!
__ADS_1
Sebelum Shen Canling sempat menyelesaikan ucapannya, Shen Canling seketika merasakan tekanan yang sangat mengerikan. Bahkan saking mengerikannya, ia sampai tidak bisa menggerakkan satu inci jarinya.
Bukan hanya itu saja, Seluruh Kota Batu juga kini berguncang hebat, sampai-sampai Dimensi Batu kini terlihat bersinar dari kejauhan, akibat aura Xiu Bai yang meledak keluar, tanpa di sembunyikan lagi.
Hoekk..!!
“Ma..Master, aku mohon dengar dulu penjelasanku dan kau bisa membuat bawahanmu menjadi saksinya.” Ucap Shen Canling terlihat mengerahkan seluruh energinya hanya untuk menggerakkan bibirnya, walau bibirnya mengeluarkan banyak darah.
“Ku..Ku mohon Master,” ucap Shen Canling kembali memaksakan diri, hingga mata, hidung, dan telinganya mengeluarkan darah.
Tapi Xiu Bai yang kini terbawa amarah sama sekali tidak peduli, bahkan Xiu Bai kini terlihat akan membunuhnya.
Wuss..!! Tap..!!
Namun sebelum pedang Xiu Bai benar-benar memotong leher Shen Canling, sebuah suara telepati terdengar yang langsung membuat Xiu Bai menarik kembali energinya dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Tak lama, Xiu Bai muncul tepat di depan putranya.
“Bagaimana bisa kau begitu cepat sampai kesini Ye'er?” Tanya Xiu Bai sedikit heran di sertai membantu putranya bangkit.
Blush..!!
“Maafkan ayah juga jika energi yang ayah keluarkan tadi melukaimu.” Sambung Xiu Bai sembari menyelimuti tangannya dengan energi lalu memegang pundak putranya untuk menyembuhkannya.
“Urgh,, ayah, Ye'er tidak pernah menyangka jika ayah akan sekuat ini, bahkan Ye'er yakin jika ayah sebenarnya pasti mampu menghancurkan Dimensi Batu ini dengan dua kali serangan.”
Bukannya marah terhadap ayahnya yang tiba-tiba menekan seluruh Kota, Bai Chu Ye malah kagum akan kekuatan ayahnya yang sesunggyhnya saat ini.
Mata Bai Chu Ye bahkan memancarkan tekad agar bisa semakin kuat lagi.
__ADS_1
Melihat ekspresi putranya, Xiu Bai hanya bisa menghela nafas sekaligus kagum.
Kagum akan kecepatan putranya dalam mencari bawahannya Pedang Angin dan dua Zang bersaudara. Ia juga kagum karena tidak bisa mendeteksi energi atau jejak putranya tadi.
Karena saat ini Bai Chu Ye sedang menyusup ke Menara Langit Ke 10 dan berada di lantai 20.
“Hais,, beruntung kau mengabari ayah kau di sini, jika tidak, ayah tidak akan bisa memaafkan diri ayah jika kau terluka bahkan sampai meregang nyawa gara-gara ayah. Bahkan ayah pasti akan malu bertemu ibumu bersama yang lainnya gara-gara kejadian ini. Jadi-”
“Apa yang ayah katakan, Ye'er ini cukup kuat untuk bertahan hidup. Walau Ye'er tidak sekuat ayah. Ye'er tentu tidak akan mudah mati, dan berhentilah menyalahkan diri lagi, Ye'er bukan anak kecil yang harus selalu di jaga maupun di perhatikan lagi.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada tegas memotong ucapan ayahnya.
Bai Chu Ye sadar jika ia tidak memotong ucapan ayahnya saat ini, maka ia pasti akan selalu di perlakukan sebagai anak kecil selamanya. Bahkan ia bisa saja di pulangkan karena kejadian tidak di sengaja ini.
“Oh ya, lupakan dulu masalah ini ayah, karena Ye'er menemukan sesuatu menarik dalam penyelidikan Ye'er menuju ke tempat ini.
Tanpa memperhatikan ekspresi ayahnya karena ia memotong ucapannya tadi, Bai Chu Ye pun langsung menjelaskan penyelidikan yang ia ketahui saat ini.
***
10 menit berlalu.
Bai Chu Ye yang baru selesai mencerikan semua yang ia ketahui, kini melirik ayahnya dengan tatapan datar seperti biasa.
Sementara Xiu Bai yang mendengar itu, kini memegangi dagunya.
“Hemm..!! Jadi apa yang bocah itu katakan memang benar jika ada kesalah pahaman ya, aku jadi sedikit bersalah kepadanya.” Ucap Xiu Bai santai.
“Tapi tak apa, itu sebagai sedikit pelajaran untuknya karena berani ingin bernegosiasi denganku,” sambung Xiu Bai mengeluarkan seutas senyum lucu, saat membayangkan ekspresi wajah Shen Canling yang memohon beberapa waktu lalu, padahal ia benar-benar tidak bersalah.
***
__ADS_1