Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertaruhan Duan Du Melawan Tu Long


__ADS_3

Tu Long pun langsung mendengus kesal. “Sial, tidak si bocah licik itu, tidak si maling serakah ini, sama-sama membuatku tidak pernah merasa tenang sebelum apa yang mereka inginkan tercapai,” gumam Tu Long langsung langsung mengutuk Xiu Tian dan Duan Du.


...


Sementara Han Liu yang melihat Tu Long dan Xiu Tian berdebat pun kini melangkah ke tempat Xiu Bai yang kini terbaring di atas pohon.


Tap tap..!!


“Apa Duan'er belum datang? Aku sama sekali tidak melihat dia di sekitar sini?” Tanya Han Liu dengan nada santai ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai yang menikmati alam sekitar sambil memejamkan matanya pun langsung menjawab. “Sebentar lagi dia akan datang, mungkin saat ini dia sedang merencanakan sesuatu terlebih dahulu sebelum muncul, karena ia sadar jika Tu Long akan langsung menantangnya berduel saat dia datang.”


Mendengar itu, Han Liu pun langsung mengangguk sambil tersenyum tipis. “Ooh menarik, rupanya akan ada tontonan menarik sebelum kita berangkat,” ucap Han Liu langsung bersandar di pohon tempat Xiu Bai tertidur.


Bruk..!!


Setelah bersandar, Han Liu pun mendongak ke arah atas tempat Xiu Bai terbaring, tepatnya di dahan pohon yang cukup besar.


“Apakah dia membuat sesuatu jebakan Tuan muda?” Tanya Han Liu.


Xiu Bai hanya mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu, karena sebelum kesini, aku hanya melihatnya terburu-buru meningkatkan basis kultivasinya.” Jawab Xiu Bai.


“Ia terlambat meningkatkan basis kultivasinya kerena di kejar oleh beberapa Binatang Buas yang cukup kuat baginya.” Sambung Xiu Bai menjelaskan.


Tap tap..!!


Tepat setelah Xiu Bai selesai bicara. Terlihat Duan Du muncul sambil tersenyum lebar.


Tu Long, Xiu Tian, kelima anggota Iblis Pembantai dan Han Liu yang merasakan kedatangan Duan Du, langsung melirik ke arah Duan Du.


“Woe bocah, sesuai janji, apa kau berani bertarung denganku,” tanpa basa basi Tu Long langsung menantang Duan Du.


“Eeh,, tapi aku rasa kau tidak akan berani, karena saat ini kau sangatlah lemah,” ejek Tu Long mencoba memanas-manasi Duan Du.


Duan Du yang mendengar tantangan Tu Long serta mencoba memprovokasinya pun melirik ke arah Tu Long.


Melihat tingkat kultivasi Tu Long berada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 6 Menengah. Duan Du tentu sedikit terkejut akan kecepatan peningkatan pamannya itu. Tapi dengan cepat ia mengalihkan pandangan agar tidak di sadari oleh Tu Long.

__ADS_1


Melihat Xiu Tian ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 4 Ahir dan para anggota Iblis Pembantai ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 2 Puncak. Duan Du pun sedikit iri melihat kecepatan peningkatan mereka.


Lalu pandangan Duan Du pun mengarah ke Xiu Bai dan Han Liu, ia pun mau tak mau membelalakkan matanya lantaran tidak bisa melihat tingkat kultivasi mereka berdua.


Buk..!!


“Woe bocak kurang ajar, apa kau mendengar ucapanku dari tadi hah,” ucap Tu Long dengan nada menyeramkan.


Glek..!!


Duan Du pun langsung menelan ludah saat merasakan tekanan dari tangan Tu Long yang menekan pundaknya.


“Urgh sial, sangat berat,” gumam Duan Du dalam hati, tapi di luar ia terlihat berpura-pura kuat.


“Heeh,, tentu saja, tapi apakah kau tidak malu menindas orang yang jauh lebih lemah dan muda darimu,” dengus Duan Du langsung mengelak.


“Heh, apa perlu aku menekan tingkat kekuatanku jauh lebih rendah darimu,” ejek Tu Long.


“Jika begitu, aku akan menekan kekuatanku hingga setara Kaisar Dewa Abadi ⭐ 2 Ahir,” sambung Tu Long sambil tersenyum lebar.


Wajah Duan Du seketika menjadi jelek saat mendengar itu.


“Heeh,, siapa takut, apa kau ingin menantangku untuk lari? Bertarung melawan Binatang Iblis siapa yang lebih banyak jadi pemenang? Apapun trik mu, aku tidak akan terpancing,” dengus Tu Long sambil mengangkat kepalanya dengan bangga.


“Hehe,, taruhan kali ini adalah siapa yang lebih dulu menemukan Binatang Iblis Ular Hitam, siapa yang membawanya lebih dulu kesini maka ia adalah pemenangnya dan jumlah juga masuk hitungan,” kekeh Duan Du.


“Siapa yang kalah wajib mengikuti permintaan sang pemenang, bagaimana? Apakah kau berani?” Tantang Duan Du sambil tersenyum mengejek.


“Aku yakin kau tidak akan berani karena mengira aku berbuat curang lah, inilah, itulah,” sambung Duan Du dengan dengusan ringan.


“Heeh,, siapa takut Bocah sialan, ayo kita bertaruh dan bersiap-siap saja kau akan mengikuti permintaanku, karena pemenangnya sudah di pastikan diriku,” dengus Tu Long langsung menerima tantangan Duan Du.


Tap tap..!!


“Aku akan menjadi jurinya dan Tian'er akan menjadi saksinya. Bagaimana?” Ucap Han Liu kini muncul karena merasa tertarik dengan taruhan yang Duan Du buat.


“Oke setuju,” ucap Duan Du dan Tu Long serempak.

__ADS_1


Setelah setuju, pandangan mereka pun mengarah ke Xiu Tian.


“Bagaimana Tian'er, apakah kau mau jadi saksi yang akan mengawasi mereka nantinya? Jika ada yang berbuat curang seperti sudah menyiapkan bahan yang di cari, maka dia di nyatakan kalah,” tanya Han Liu.


“Hemm..!! Akan ku pikirkan dulu,” ucap Xiu Tian kini memegang dagunya.


“Hemm..!! Apa kau tidak ingin semua mayat Binatang Buas yang telah aku bunuh selama 5 tahun ini Tian'er.” Ucap Han Liu tersenyum kecil sambil menunjukkan cincin penyimpanannya.


“Hehe tentu saja aku setuju menjadi saksi sekaligus pengawas, apa sih yang tidak bisa ku lakukan demi anggota keluargaku,” ucap Xiu Tian dengan nada polos, tapi terlihat tangan Xiu Tian bergerak cepat menyambar cincin penyimpanan yang terselip di jari Han Liu.


“Dasar serakah sialan,” dengus Tu Long dalam hati.


“Heng apanya yang keluarga sialan, otak mu itu perlu di perbaiki, dan tanganmu perlu di benarkan,” gumam Duan Du mengutuk Xiu Tian dalam hati.


“Baiklah jika begitu, waktunya 20 menit, di mulai dari sekarang,” teriak Han Liu tanpa basa basi.


Dret..!!


Dengan cepat Duan Du melesat ke arah barat.


Wuss..!!


Melihat Duan Du ke arah barat, Tu Long pun langsung tersenyum lebar dan langsung mengikuti keponakannya.


“Hehe,, kali ini aku tidak akan tertipu lagi, akan ku ikuti kau kemanapun kau pergi, dan setelah menemukan Ular Hitam, maka aku akan merampasnya darimu.” Gumam Duan Du terdiam sesaat, lalu kembali melanjutkan.


“Terlebih tidak ada aturan yang mengatakan tidak boleh bertarung sesama peserta atau tidak boleh merampas yang peserta dapatkan.” Kekeh Tu Long dalam hati.


Tap tap..!!


Sementara Duan Du kini berhenti melesat, ia terlihat melirik ke arah kanan dan kiri, seolah berpikir ia akan kemana.


Padahal dalam hatinya, Duan Du saat ini tertawa terbahak-bahak karena sudah menyadari dari awal jika Tu Long pasti akan mengikutinya.


“Akan ku bawa kau berkeliling otak dongol,” gumam Duan Du kini tersenyum tipis.


Dengan cepat Duan Du kembali bergerak ke arah timur.

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


__ADS_2