Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menuju Kota Harimau Langit dan Kadatangan Leluhur Li Cheon Dang dan Cucunya


__ADS_3

“Aku yakin kau tidak akan mampu melawan mereka semua hanya dengan 3 orang saja, terlebih aku cukup mengenal Tetua Mu Hen, dia sosok yang sedikit lebih kuat darimu.” Sambung tetua pertama dengan seutas senyum tipis.


Melihat senyuman tetua pertama, Wei Fusen menelan ludah karena sadar jika senyum tersebut adalah tanda jika ia dalam bahaya jika salah menjawab.


Sementara Xiu Bai yang diam-diam mengawasi dan mendengar langsung menyeringai. Karena pertanyaan inilah yang ia nanti-nantikan.


“Tentu saja aku tak akan mampu melawan mereka tetua pertama,” ucap Xiu Bai yang kini mengendalikan Wei Fusen.


“Lalu bagaimana caramu membunuh mereka dan menundukkan beberapa dari mereka?” Tanya penetua kedua dengan nada sedikit tekanan karena rasa penasarannya.


“Apakah anda tahu Kelompok Jubah Hitam?” Tanya Xiu Bai tersenyum tipis sambil melirik semua tetua utama satu persatu.


“Tentu saja aku tahu, mereka adalah kelompok pembunuh bayaran yang cukup tenar namanya saat ini, karena 80% mereka selalu berhasil menyelesaikan target mereka,” ucap tetua pertama mengangguk.


“Jangan bilang,” mata tetua pertama sedikit menyipit saat tersadar jika Wei Fusen mungkin bekerjasama dengan mereka. Tapi dengan cepat ia menepisnya, karena Kelompok Jubah Hitam hanya kelompok kecil menurutnya.


“Hehe,, aku berhasil mengajak mereka bekerjasama dan mengorbankan mereka,” kekeh Xiu Bai.


“Mungkin anda belum tahu keseluruhan kelompok tersebut, kelompok tersebut tidak sesederhana yang terlihat, anda mungkin hanya tahu luarnya saja kecil. Tapi sebenarnya kelompok tersebut sangat besar, bahkan jumlah mereka melebihi 1000 orang.” Ucap Xiu Bai menjelaskan.


Saat melihat reaksi mereka yang terkejut, Xiu Bai pun kembali melanjutkan.


“Tentunya anda sadar dulunya setiap kelompok itu melakukan misi, setiap target mereka selali hilang bersama keluarga mereka bukan? Bahkan kadang klien mereka juga ikut hilang.”


“Sebenarnya mereka tidak sepenuhnya menghilang, melainkan di perbudak lalu di jadikan sebuah senjata yang pastinya anda paham maksudku.”


“Setelah berhasil menyuruh pemimpin mereka berpura-pura mati karena di serang oleh pihak tertentu hingga menghancurkan markas mereka. Lalu saya menyebar rumor di semua distrik.”


“Setelah rumor beredar, saya bersama pemimpin Kelompok Jubah Hitam pun melancarkan rencana dengan menyerang kelompok kecil di setiap distrik untuk memancing mereka menyerang kami.”


“Singkatnya, setelah menyerang kami, kami pun menggunakan seluruh kelompok jubah hitam untuk melawan mereka, dan menunggu mereka kehabisan energi. Baru setelah itu saya membunuh mereka, walau begitu, bayarannya adalah dua tetua yang selalu bersama saya dan pemimpin kelompok jubah hitam.”


Prok prok..!!


Tak lama Wei Fusen pun bertepuk tangan, tak lama 20 kelompok Iblis Penghancur muncul.


“Hanya merekalah yang tersisa dari kelompok jubah hitam.” Ucap Xiu Bai sambil melirik kelima tetua utama klan Wei.

__ADS_1


Kelima tetua utama kini terdiam, dan tak lama mereka langsung tertawa.


“Sangat bagus, kau sungguh jenius tetua Fusen, dan karena kejeniusanmu ini, aku akan memberitahu Patriak untuk merekomendasikanmu peringkatmu lebih tinggu lagi. Yakinlah akan hal tersebut,” ucap tetua pertama kini memeluk Wei Fusen.


Wei Fusen pun menghela nafas lega, mungkin jika itu dirinya yang berbicara, ia tak akan selancar Xiu Bai.


Beruntung Xiu Bai dengan cepat mengendalikan dirinya lalu menggantikan dirinya bicara.


...


Setelah berpelukan, kelima tetua utama klan Wei pun langsung izin kembali ke Klan Utama secepatnya.


Tap tap..!!


“Kini aku yakin jika klan Utama akan menarikmu kembali ke klan Utama lagi, pada saat itulah tugasmu yang sesungguhnya akan di mulai,” ucap Xiu Bai muncul di dekat Wei Fusen.


Wei Fusen pun langsung mengangguk patuh.


“Bagus, buatlah mereka semua hancur, jangan sisakan satupun dari mereka yang memiliki niat jahat kepada klan Li,” ucap Xiu Bai menepuk pundak Wei Fusen.


Di klan Wei Utama, ada yang tidak setuju untuk berperang melawan klan Li dan ada yang setuju, singkatnya, kebanyakan dari mereka yang setuju ingin menghancurkan klan Li.


“Bagus, jika begitu, masalah klan Wei kini sudah selesai, artinya aku akan melanjutkan perjalanan menuju klan Utama Li,” gumam Xiu Bai dalam hati.


Tatapan Xiu Bai pun mengarah ke 20 bawahannya.


“Ingat tugas kalian, berlatihlah menggunakan metode yang aku ajarkan beberapa waktu lalu, kini aku akan pergi dan suatu saat akan mendatangi kalian, dan pada saat itu kalian harus sudah menguasainya,” ucap Xiu Bai melalui telepati.


“Satu lagi, tingkat kultivasi kalian juga setidaknya yang terlemah ada di tingkat Dewa Sejati ⭐ 9 saat kita bertemu lagi,” sambung Xiu Bai.


Tanpa melihat reaksi semua orang, ia pun langsung pergi.


Wuss..!!


Tidak sampai 10 menit, kini Xiu Bai muncul di depan pintu Penginapan Li.


“Kakak, kenapa kau lama sekali perginya?” Tanya Li Hin'er sedikit mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Xiu Bai pun hanya bisa tersenyum lucu sambil mengacak-acak rambut adiknya.


“Maaf, tadi ada seorang kakek-kakek yang gerobaknya rusak, jadi kakak membantu sebentar memperbaikinya.” Ucap Xiu Bai.


“Apakah benar begitu? Kakak memang yang terbaik,” ucap Li Hin'er langsung melompat ke punggung Xiu Bai.


Xiu Bai terlihat tidak mempermasalahkannya. Ia kini melirik Meng Chen dan Li Zhang. “Hemm kemana perginya paman Jian?” Tanya Xiu Bai.


“Ah, katanya dia akan menyusul kita nanti,” jawab Meng Chen.


“Jika begitu, ayo berangkat. Tujuan kita adalah Kota Harimau Langit,” ajak Xiu Bai tersenyum kecil yang langsung di angguki oleh semua orang.


Karena jalurnya sama menuju Klan Utama Li, tidak ada yang menyadari tujuan Xiu Bai mengapa ke Kota Besar tersebut, padahal jika teliti, maka jalur Timur Laut akan lebih cepat daripada Timur.


***


Dua Minggu setelah keberangkatan Xiu Bai dan kelompoknya.


Terlihat ada beberapa anggota Utama klan Li mendatangi kota Jiandan, salah satunya adalah seorang Leluhur.


Aula klan cabang Li.


“Apa kau yakin tidak ada berita ataupun jejak keluarnya Li Zhang dan Li Hin keluar dari Hutan Tanpa Batas?” Tanya Li Cheon Dang menatap tajam Patriak klan cabang.


“Tidak ada Leluhur, ini sudah beberapa tahun semenjak kepergian mereka, mungkin saja mereka sudah mati. Saya tidak yakin jika mereka masih hidup,” ucap Patriak klan cabang dengan hormat.


“Hemm..!! Akan lebih baik jika mereka benar-benar mati, tapi karena beberapa hari terahir ini aku memiliki firasat buruk jika ia masih hidup, aku jadinya tidak bisa tenang sehingga memilih kesini terlebih dahulu,” gumam Leluhur Li Cheon Dang dalam hati.


Tap tap..!!


“Kakek, mau berapa lama kita berada di tempat sampah ini, lebih baik kita kembali saja, tubuhku sudah mulai gatal terlalu lama di sini,” ucap Li Cheon Rong dengan nada kesal.


Wajah Leluhur Li Cheon Dang sedikit tidak enak di lihat. “Bocah ini, kenapa dia belum bisa berpikir dewasa, padahal umurnya sudah 20 tahun,” gumam Leluhur Li Cheon Dang sedikit kesal.


“Baiklah, ayo pulang,” ucap Li Cheon Dang langsung pergi tanpa basa basi.


Saat keduanya pergi, Patriak klan cabang Li pun menghela nafas lega. “Dia sangat sombong dan arogan, beruntung Leluhur Zhang telah menghapus semua jejaknya.”

__ADS_1


__ADS_2