
Ze Lang yang terkejut akan kemunculan Bai Han, dengan cepat menarik bawahannya untuk ia buat sebagai perisai.
Crash..!! Duaarr..!!
Mata Ze Lang seketika melotot saat melihat ke arah mana Bai Han sebenarnya menyerang.
Terlihat kini dua bawahannya terlempar ke arah Bai Chu Ye, Bai Da Xing dan Chen Long berdiri.
Mereka bertiga yang sudah mengikuti intruksi Bai Han pun langsung mengayunkan senjata mereka masing-masing.
Kini Bai Chu Ye membuat sebuah tombak panjang yang ujungnya sangat tajam.
Aura darah merebes keluar dari tombak yang Bai Chu Ye genggam saat ini dan tanpa menunda lagi, Bai Chu Ye pun mengayunkan tombaknya ke arah salah satu bawahan Ze Lang.
Dret..!! Wuss..!!
Bukan hanya Bai Chu Ye, Bai Da Xing dan Chen Long pun ikut mengayunkan senjata mereka masing-masing yang tak lain dua pedang kayu terlihat melesat dari tangan Bai Da Xing dan pedang putih layaknya berlian melesat dari tangan Chen Long.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Melihat itu, kedua bawahan Ze Lang yang terlempar, dengan cepat mengeluarkan energi mereka untuk menahan daya lesatan mereka.
Tapi semuanya terlambat, karena ketiga senjata yang di lempar oleh Bai Chu Ye, Bai Da Xing dan Chen Long menghilang, lalu muncul di depan kedua bawahan Ze Lang.
“Sialan,” teriak kedua bawahan Ze Lang langsung mengumpati musuh mereka.
Wung..!!
Crash..!! Trank..!!
Bom bom bom..!!
Salah satu dari mereka dengan cepat menahan tombak milik Bai Chu Ye dan yang satunya langsung terkena tiga senjata dari Bai Da Xing dan Chen Long hingga menyebabkan ledakan.
Tap tap..!!
Uhuk uhuk..!!
Bawahan Ze Lang yang mampu menahan tombak Bai Chu Ye, kini terlihat berlutut dengan mata melotot tak percaya, lantaran saat ini tombak darah milik Bai Chu Ye menyatu dengan tubuhnya lalu menyerap semua energi miliknya.
Arghh..!!
Tak lama, ia pun menjerit kesakitan di saat setiap inci tubuhnya terasa di sayat-sayat oleh sesuatu dari dalam.
Melihat itu, Bai Da Xing pun langsung bergumam. “Bodoh, lebih baik kau menerima kematian cepat dari pada merasakan penderitaan,” ejek Bai Da Xing.
...
Di tempat ketiga bawahan Ze Lang, bersama Ze Lang. Mereka yang melihat kejadian tersebut dalam hitungan kurang lebih 5 detik, kini bergetar ketakutan.
“I..Ini,” gumam Ze Lang yang awalnya sangat bahagia karena merasa mampu membunuh Bai Han, Bai Chu Ye bersama anggota keluarganya. Tapi itu hanya angan-angannya saja setelah melihat kejadian super cepat tepat di depan matanya.
Tanpa terasa, Ze Lang pun melangkah mundur saking takutnya.
...
Memanfaatkan kesempatan yang telah Bai Han prediksi dari awal, ia bersama Du Jian, Meng Chen, Bai Ha, Lan Yuheng dan Bai Hu pun langsung bergerak ke arah Ze Lang dan ketiga bawahan yang tersisa.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
__ADS_1
“Jangan sia-siakan momen ini,” teriak Bai Han.
Wung..!!
Bai Han yang sudah membuat jutaan benang energi untuk mengahalangi jalan kabur musuh pun langsung memberikan anggota keluarganya melewatinya.
Wuss wuss..!!
Du Jian dan Bai Ha yang telah melewati Bai Han, kini muncul dari dua arah yang berbeda di depan Ze Lang.
“Mati,” teriak Du Jian dan Bai Ha serempak.
Terlihat saat ini Du Jian mengayunkan tinjunya yang telah ia lapisi energi bewarna merah kehitaman, energi tersebut adalah energi yang telah ia kembangkan sendiri melawan musuh-musuhnya saat dalam perjalanan.
Wungg..!!
Layaknya sebuah meteor, tinju Du Jian dengan cepat melesat ke arah tubuh Ze Lang.
Tidak mau kalah, Bai Ha yang telah mengayunkan tombaknya, kini terlihat menjulurkannya ke arah punggung Ze Lang.
Walau terlihat biasa saja, namun serangan milik Bai Ha jauh lebih berbahaya dari serangan yang Du Jian berikan saat ini.
Sementara Ze Lang yang melihat itu, seketika memasang wajah gelap.
“Dasar manusia sialan, akan ku hancurkan kau,” teriak Ze Lang langsung mengubah tangannya menjadi tangan Serigala yang di penuhi oleh bulu merah.
Blush..!!
Wung..!!
Tangan kanan Ze Lang pun langsung terayun ke arah tinju Du Jian dan tangan kirinya mengarah ke tombak Bai Ha.
Trank..!!
Bom bom bom..!!
Terdengar keras suara ledakan di saat kedua serangan yang Bai Ha dan Du Jian bentrok dengan cakar milik Ze Lang.
Tap tap..!!
“Dia kuat,” gumam Du Jian dan Bai Ha yang terlihat terdorong mundur.
Pandangan mata mereka pun mengarah ke Ze Lang yang saat ini mulai berubah ke wujud aslinya.
“Jangan biarkan ia berubah,” ucap Bai Ha yang merasakan bahaya.
Du Jian pun setuju akan apa yang Bai Ha katakan, karena instingnya merasakan bahaya jika Ze Lang berubah.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Wung..!!
Trank..!! Trank..!!
Melihat tombaknya di tahan lagi oleh cakar Ze Lang, Bai Ha tidak menyerah begitu saja, ia kembali mengayunkan terus-menerus tombaknya.
Bukan hanya Bai Ha saja, kini Du Jian yang ikut terus menerus mengayunkan tinjunya juga di tahan oleh cakar Ze Lang.
Suara dentingan pun kini terdengar setiap detik tanpa henti.
__ADS_1
...
Di kejauhan, tidak kalah menegangkan, Lan Yuheng, Meng Chen dan Bai Hu terlihat bertarung satu lawan satu.
Dret..!!
Jderr..!! Jder..!!
Suara petir terus terdengar layaknya guntur.
Lan Yuheng yang dalam wujud petir, kini terus menyerang musuhnya yang memiliki kelebihan dalam pertahanan.
“Sialan, dia sama sekali tidak memiliki celah,” umpat Lan Yuheng dalam hati.
Beruntung saat ini ia telah pulih dan energinya telah kembali penuh, jika tidak, mungkin ia akan meminta bantuan dari anggota keluarganya yang tengah menontonnya di belakang.
”Aku tidak boleh terlihat lemah, aku harus bisa membunuhnya. Terlebih ini juga akan menambah pengalamanku seperti sebelum-sebelumnya,” sambung Lan Yuheng dalam hati.
Dret..!!
Lan Yuheng pun langsung melesat ke atas, dan tak lama sebuah awan besar yang di penuhi petir pun muncul.
Melihat itu, musuh Lan Yuheng memasang wajah jelek, lantaran dari awal ia selalu bertahan tanpa bisa melakukan perlawanan.
”Sialan, aku merasa di rendahkan,” ucap musuh Lan Yuheng dengan nada penuh amarah. Karena ia sadar jauh lebih kuat dari Lan Yuheng.
Blush..!!
Karena sadar akan mati lambat laun, ia pun mengeluarkan Spiritnya yang membentuk Banteng.
Goaaarr..!!
Musuh Lan Yuheng pun langsung meraung sambil mendongakkan kepalanya.
Blush..!! Bam bam..!!
Dua bola energi langsung musuh Lan Yuheng tembakkan ke arah awan yang di penuhi petir.
Lan Yuheng yang mengira musuhnya akan datang menyerangnya, seketika memasang memasang senyuman lebar dalam bentuk awan, tanda Lan Yuheng sangat senang karena makanan datang sendiri ke arahnya.
Jlep..!!
Dengan lahap Lan Yuheng menelan kedua bola energi tersebut dan di jadikan energi petirnya.
Merasa energi petirnya bertambah. Lan Yuheng menembakkan ratusan anak panah petir.
Wuss Wuss..!!
”I..Ini,” umpat musuh Lan Yuheng mengumpat dalam hati dan sadar telah melakukan kesalahan. Karena mengira hanya Bai Han saja yang mampu menyerap energi.
“Tak akan semudah itu sialan,” teriak musuh Lan Yuheng kini menggabungkan dirinya dengan Spiritnya.
Blush..!!
Goaaarr..!!
Musuh Lan Yuheng pun langsung meraung dan hendak melesat ke arah Lan Yuheng. Tapi ia tidak sadar jika saat ini, kakinya telah terjerat oleh benang energi.
Jlep jlep..!! Jder..!! Aarrrhh..!!
Bom bom bom..!!
__ADS_1
Terlihat puluhan anak panah petir langsung menancap ke tubuh Banteng tersebut, yang membuat musuh Lan Yuheng berteriak kesakitan.
Dan bersamaan dengan itu, tubuh musuh Lan Yuheng langsung meledak karena tidak kuat menahan serangan susulan anak panah petir milik Lan Yuheng.