Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Membunuh Para Penjaga Tambang dan Seringai Bahagia


__ADS_3

Tepat setelah Duan Du selesai bicara, suara gemuruh dan guncangan hebat seketika terdengar keras, yang membuat wajah Bai Han memerah semakin kesal, lantaran pusatnya ada di sisi tengah dan Timur tempat Bo Wuhan dan Tu Long berada.


***


“Haha,, mati kalian semua, para monster menjijikkan,” teriak Bo Wuhan terlihat seperti kerasukan, ia melesat kesana kemari sembari mengayunkan kedua kapaknya tanpa henti.


Hal tersebut langsung menyebabkan ledakan dimana setiap kapak Bo Wuhan menyentuh target, lantaran daya kejutnya yang luar biasa.


Bukan hanya tubuh musuh saja yang musnah, tanah juga langsung menciptakan sebuah kawah.


Wuss..!! Tap tap..!!


Setelah kurang lebih 5 menit mengamuk, Bo Wuhan langsung menghentikan aksinya, setelah sadar jika semua kehidupan musuh di areanya sudah tidak ia rasakan lagi, kecuali aura kehidupan para budak.


“Hemm..!! Aku sampai lupa diri lantaran amarahku,” gumam Bo Wuhan terlihat menggaruk kepalanya.


“Aku yakin Tuan muda Han pasti tidak akan berhenti menceramahiku nanti,” sambung Bo Wuhan tersenyum kecut.


Tap tap..!!


“Tu..Tuan..!! A...Apa anda datang kesini untuk menyelamatkan kami?”


Tepat setelah Bo Wuhan selesai mengamuk dan bergumam, terlihat salah satu budak yang kedua kakinya di rantai, mendekati Bo Wuhan dan memberanikan diri untuk bertanya.


“Tentu saja, dan aku marah karena melihat keadaan kalian sangat mengenaskan, beruntung aku dapat mengendalikan diri untuk tidak melukai kalian.” Jawab Bo Wuhan santai dan tangan Bo Wuhan hendak menhancurkan rantai di kaki budak tersebut. Tapi ia seketika teringat sesuatu, yang membuatnya mengurungkan niatnya melepaskannya, sebelum memastikan hal tersebut.


“Tunggu dulu, dari mana kau berasal?” Tanya Bo Wuhan melirik ke arah budak yang berusia 50 tahun dengan kepala manusia, namun ada sisik ular di tangan dan kakinya.


“Sa..Saya berasal dari Kota Jianxen Tuan penyelamat,” jawab budak tersebut.

__ADS_1


“Dimana itu? Apakah masih daerah kekuasaan Si Neraka serakah itu?” Tanya Bo Wuhan.


“Eeh..?? Apa maksud anda Yang Mulia Dewa Iblis Neraka, jika benar, maka iya, saya berasal dari Daerah ini. Kota Jianxen juga tidak jauh dari sini.” Jawab budak dengan wajah sedikit kebingungan.


Mendengar itu, dengan cepat Bo Wuhan menembakkan lesatan energi ke rantai.


Krak krak..!!


“Baiklah, satu pertanyaan lagi, setelah itu kau bisa pulang dengan bebas, atau pergi kemanapun kau mau.” Ucap Bo Wuhan.


“Apakah kau tahu mana para budak yang ada di Daerah kekuasaan si Neraka Sialan itu dengan para budak milik Dewa Iblis Angin Darah?” Tanya Bo Wuhan melirik ke arah budak dengan wajah serius.


Budak tersebut pun mengangguk dengan polos.


“Jika begitu pisahkan mana budak yang berasal dari daerahmu dan mana yang bukan, setelah itu kau bisa membebaskan mereka yang berasal satu daerah denganmu.”


“Sedangkan untuk para budak yang bukan dari Daerah ini, serahkan kepadaku, aku bisa membawa mereka pulang.” Ucap Bo Wuhan.


Tangan Bo Wuhan pun mengalirkan energi ke tubuh budak tersebut.


“Kau bisa pergi sekarang,” perintah Bo Wuhan.


Budak tersebut pun langsung berterimakasih, lalu pergi membebaskan rekan-rekannya.


***


Di sisi Timur.


Wung wung..!!

__ADS_1


Bom bom..!!


“Haha,, dimana wajah sombong dan angkuhmu tadi idiot sialan,” teriak Tu Long dengan tawa bahagia sembari melihat ke arah para penjaga budak yang kini babak belur di sekujur tubuh mereka.


Srek..!!


“Sialan, ka..kau akan menyesal karena telah menyera-”


Wung..!!


Boomm..!!


“Basi,” dengus Tu Long yang langsung meledakkan kepala salah satu penjaga budak.


“Ba..Bagaimana bisa? Ti..Tidak mungkin, Be..Berani sekali kau, Ka..Kau akan menyesal, Tu..Tunggu saja akan ku laporkan kau. Cuiih,, itu semua sudah basi di saat kalian terdesak atau kalah,” dengus Tu Long melototi para penjaga budak.


Terlihat para penjaga budak yang sengaja di kumpulkan Tu Long beberapa waktu lalu dengan sedikit provokasi, kini hanya bisa menelan ludah.


“Hemm..!! Jika sudah tidak ada yang kalian katakan, maka mati saja. Hama seperti kalian sudah tidak dapat di biarkan hidup dan di bantu sekalipun itu mustahil,” ucap Tu Long dengan nada dingin.


Dret..!!


Wuss..!!


Bomm..!!


Tepat saat Tu Long hendak mengayunkan tangan kirinya ke arah para penjaga budak, atau prajurit milik Dewa Iblis Neraka. Sebuah anak panah dan bilah pedang muncul dari segala arah menuju Tu Long.


Tu Long tentu di menghindarinya, ia malah menerima semua serangan tersebut, karena merasakan tidak ada yang membahayakan nyawanya.

__ADS_1


“Heh,, siapa ini, bukankah kalian para penjaga budak dari Daerah sebelah,” ucap Tu Long menyeringai lebar.


“Khehe,, aku memang tidak di perbolehkan membunuh kalian, tapi membuat kalian sedikit cacat, itu pastinya di perbolehkan.” Kekeh Tu Long di sertai senyuman yang terlihat layaknya orang gila di pandangan mata orang lain.


__ADS_2