Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menghilangkan Kebosanan Dengan Membunuh Musuh


__ADS_3

“Kau benar Han'er, akan lebih baik kita langsung ke tempat Dewa Iblis Neraka.” Ucap ketiganya serempak, yang mana, membuat Bai Han tidak bisa berkata-kata.


“Ah sialan, aku tidak akan bisa menang berbicara melawan mereka semua,” umpat Bai Han dalam hati.


“Hanya ayah saja yang mampu membuat mereka terdiam dan menurut?” Sambung Bai Han seketika terdiam, karena memikirkan sesuatu yang menarik, agar mereka bertiga bisa patuh.


***


1 jam berlalu, terlihat saat ini Bai Han, Duan Du, Tu Long dan Bo Wuhan sedang menikmati hidangan yang ada di depan mereka dengan lahap.


“Emm..!! Ini cukup enak untuk daging Binatang Buas,” ucap Tu Long dengan lahap memakan semua daging yang ada di tangannya.


“Jadi, kapan kita akan ke kota yang lebih besar dan menjalankan rencana kita?” Sementara Tu Long yang asik makan, terdengar Bai Han bertanya dengan serius ke arah Duan Du dan Bo Wuhan.


“Hemm..!! Tergantung dari bayanganku, jika ia kembali lebih cepat dengan informasi yang akurat, kurasa, secepatnya kita akan langsung pergi dari sini, setelah merencanakan kemana tujuan kita lebih dulu.” Jawab Duan Du dengan santai.


“Hem hem..!! Itu benar,, aku serahkan saja tugas seperti ini kepada kalian berdua, untuk tugas menghancurkan, serahkan saja kepada ahlinya.” Sambung Bo Wuhan yang dengan rakus berebutan makanan dengan Tu Long.


“Begitu ya, semoga saja kita bisa cepat keluar dari tempat ini, karena aku merasa kita sedang di awasi oleh beberapa prajurit perbatasan, karena keributan yang keduanya lakukan. Aku juga merasakan tidak nyaman berlama-lama di sini, karena firasatku mengatakan akan datang kekacauan tidak lama lagi.” Ucap Bai Han melirik ke arah Tu Long dan Bo Wuhan.


Bai Han dan yang lainnya sudah 5 hari di kota kecil perbatasan ini, 4 hari di dalam kantong dimensi, 1 hari di penginapan.


Tap tap tap..!!


“Itu mereka Ayah, mereka yang telah memukul ku semalam,” teriak salah satu sosok Iblis menunjuk ke arah Tu Long dan Bo Wuhan.


Sosok Iblis muda yang berteriak, terlihat memiliki tinggi 2 meter, dengan bola mata bewarna merah darah.

__ADS_1


Sementara di belakangnya, ada sosok Iblis Tingkat tinggi, yang memiliki tinggi hampir 3 meter. Dia adalah orang tua dari Iblis muda yang Tu Long pukul semalam di penginapan ini.


Tap tap..!!


“Sialan, berani sekali kau memukul putraku satu-satunya, rupanya kau sudah bosan hidup.” Ucap sosok Iblis tingkat tinggi menggerakkan tangannya.


Dengan cepat bawahan Iblis Tingkat tinggi langsung mengepung tempat kelompok Bai Han duduk.


...


“Sialan, baru saja aku selasai mengatakannya, apa yang aku rasakan langsung muncul.” Umpat Bai Han langsung bangkit dan ingin menyelesaikan masalah ini dengan niat baik.


Wuss..!!


Bom..!!


“Woahaha,, kepalanya meledak, aku menang Wuhan,” teriak Tu Long dengan tawa lantang saat meledakkan kepala Iblis muda yang berdiri di samping ayahnya.


Saking cepatnya Bo Wuhan mengayunkan kapaknya, semua orang yang ada di sana, sampai tidak bisa merasakan ataupun melihatnya.


Bahkan Bai Han sendiri terkejut sekaligus semakin kesal dengan tingkah Tu Long dan Bo Wuhan.


“Sialan, jika begini, kita pasti akan pulang lebih cepat karena ketahuan,” umpat Bai Han dalam hati.


Sret..!!


Dengan cepat Bai Han menggerakkan benang energi yang sudah ia pasang semalam di tempat ini.

__ADS_1


Bruk bruk bruk..!!


Dalam sekejap semua kepala Iblis yang mengepung mereka langsung berjatuhan.


“Ayo pergi dari sini, di sini sudah tidak aman paman.”


“Aku yakin tak lama lagi, poster kita pasti akan di pajang,” ucap Bai Han dengan wajah masih kesal.


“Hoho,, tenanglah Han'er, selesaikan urusan ini kepada paman mu. Kau jangan terlalu membebani diri dengan tugas kita ini, santailah sedikit.” Ucap Duan Du dengan senyuman kecil.


“Ehem..!! Benar, Tuan Du telah memberitahuku semalam cara terbaik adalah menghapus ingatan mereka semua yang melihat kejadian ini, jadi kita pasti akan tetap aman.” Sambung Bo Wuhan tersenyum lebar dan langsung bangkit dari tempat duduknya.


Dret..!! Blush..!!


Dengan cepat Bo Wuhan mengangkat tangan kanannya, lalu mengeluarkan energi spesial yang bewarna putih.


Dalam sekejap energi tersebut menyelimuti seluruh Bangunan tempat mereka berada.


Bersamaan dengan itu, Tu Long terlihat memasukkan semua mayat yang ada di lantai ke dalam cincin penyimpanannya.


Bukan hanya Tu Long, Duan Du juga ikut membersihkan darah yang berceceran di lantai.


Dan dalam hitungan kurang dari 1 menit, semua yang ada di lantai pertama, langsung kembali normal.


Bai Han yang menyaksikan itu, hanya bisa terdiam dengan mata sedikit melotot.


“Kapan kau merencanakan ini semua paman?” Tanya Bai Han melirik ke arah Duan Du.

__ADS_1


“Hehe,, itu sudah kami rencanakan jauh sebelum kita berangkat kesini. Karena akan membosankan rasanya tidak melakukan apapun setelah sampai di sini.” Kekeh Duan Du.


“Kau juga tenang saja, karena kami membunuh yang layak di bunuh saja, bukan membunuh sembarang orang.” Sambung Duan Du dengan nada santai dan dengan elegan ia menyeripuput teh yang ada di depannya.


__ADS_2