
“Dasar manusia rendahan, kau sudah bosan hidup rupanya,” teriak Iblis Naga Api yang kini terlihat mengayunkan pedangnya ke leher Bai Han.
Slash..!!
Jlep..!! Urghh..!!
Dalam sekejap mata, tangan kanan Iblis Naga Api langsung terpotong rapi oleh serangan anak panah.
Seketika keheningan terjadi di tempat Bai Han berada.
3 Iblis Naga kini melebarkan matanya tak percaya, sementara ketua mereka Iblis Naga Langit langsung waspada dan dengan cepat membalik badan untuk melihat siapa yang menyerang rekannya.
Tapi apa yang ia lihat di belakangnya tidak ada orang maupun jejak aura kehidupan sejauh 1000km.
Untuk Bai Han yang melihat anak panah memotong tangan musuhnya yang ingin menebasnya, seketika tersenyum hangat, karena mengenal siapa yang menembak anak panah tersebut.
“Huuf,, pada akhirnya aku selalu di tolong oleh adik ku sendiri,” gumam Bai Han dengan mata berkaca-kaca.
***
Sementara di jarak 10.000km, Bai Chu Ye yang baru saja melepaskan anak panahnya, kini terlihat menurunkan busur panahnya.
“Sisakan Monster yang ingin menebas leher Han Gege kepadaku, untuk yang lain, lakukan sesuka hati kalian,” ucap Bai Chu Ye terdengar datar.
Tapi entah kenapa seluruh tubuh Zang bersaudara, Xiao Leng, Feng Liu, Ji Zian dan Leo Nardo langsung merinding saat mendengar suara Bai Chu Ye saat ini.
Mereka semua pun langsung mengangguk dan kembali melesat sambil memasang wajah mengerikan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Melihat anggota keluarganya telah pergi, pandangan Bai Chu Ye mengarah ke ayahnya.
“Apa Ye'er boleh menangani yang satu itu ayah?” Tanya Bai Chu Ye datar. “Entah kenapa tubuh Ye'er kini mendidih saat melihat wajah Han Gege tadi,” sambung Bai Chu Ye dengan wajah penuh harap.
Xiu Bai pun mengangguk dengan seutas senyum hangat. “Lakukanlah sesukamu Ye'er, ayah tidak pernah melarangmu melakukan keinginanmu,” ucap Xiu Bai mengusap rambut putranya.
“Tapi lakukanlah dengan cepat, karena kau harus pulang menemui ibumu untuk memperkenalkan Istri ketigamu, dan jangan berpikir untuk lari dari tanggung jawab.” Sambung Xiu Bai.
Bai Chu Ye pun mengangguk dan langsung lenyap dari tempatnya melayang.
Dret..!!
__ADS_1
Melihat putranya telah pergi, Xiu Bai yang menyembunyikan tangan kanannya, kini terlihat mengeluarkan jejak darah, karena ia juga terlihat menahan amarah saat melihat ekspresi ketidak berdayaan putranya tadi sebelum di serang oleh musuh.
“Huuff,, apakah aku lalai dalam menjalankan tugas sebagai seorang ayah?” Gumam Xiu Bai bertanya dalam hatinya.
“Walau aku sedikit keras kepada semua putraku agar mereka semua bisa menjadi kuat. Aku merasa bersalah jika terus mendorong mereka untuk mengejar kekuatan. Karena ada kalanya mereka menikmati hidup layaknya manusia biasa seperti yang ada di Dunia Fana,” sambung Xiu Bai.
Yinyin yang melihat ekspresi wajah mertuanya, hanya bisa terdiam.
Terlihat jelas dari pandangan Yinyin jika Xiu Bai adalah ayah yang baik dan sangat mementingkan anggota keluarganya dari pada hal lain.
Hingga tanpa sadar Yinyin berbicara dengan sendirinya tanpa ia niatkan.
“Apa yang ayah lakukan selama ini tidak lah salah, karena jika ayah terlalu memanjakan semua putra dan putri ayah, mereka semua pasti akan manja, yang mengakibatkan mereka selalu bergantung dan mengharapkan bantuan. Itu adalah kesalahan patal menurut Yinyin,” ucap Yinyin dengan senyuman polos.
Tapi dengan cepat Yinyin menutup mulutnya di sertai mata melotot.
Xiu Bai yang mendengar itu pun melirik menantunya dan langsung mengusap rambutnya.
“Terimakasih telah menyadarkan ayah,” ucap Xiu Bai tersenyum hangat.
Yinyin pun seketika merasakan kehangatan akan sosok orang tua yang telah lama ia lupakan. Tanpa sadar Yinyin meneteskan air matanya.
***
Bruk..!!
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tap tap...!!
Bersamaan dengan itu, Feng Liu muncul lebih dulu tepat di hadapan Bai Han.
Melihat keadaan Bai Han yang baik-baik saja dan merasakan jika Bai Han sedikit terkena mental lantaran tidak bisa melakukan apa-apa. Feng Liu pun menghela nafas lega.
Dengan cepat ia menyelimuti tubuh Bai Han dengan energinya tanpa membangunkannya, karena Feng Liu merasa Bai Han butuh istirahat.
Setelah itu pandangan Feng Liu mengarah ke Zhu Fei, merasakan Zhu Fei keracunan dan mencoba bertahan hidup. Feng Liu pun merasa puas akan tekad Zhu Fei untuk bertahan hidup dan langsung menyembuhkannya.
...
Melihat sosok pemuda muncul di depan mereka tanpa bicara, membuat keempat Iblis Naga tersulut emosi.
__ADS_1
“Sialan, siapa kau? Berani sekali kau muncul di depanku tanpa permisi-”
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Hanya dengan mencengkram kepalan tangannya, ketiga Iblis Naga langsung meledak. Hanya menyisakan Iblis Naga Api yang tangannnya buntung.
Iblis Naga Langit yang melihat itu langsung menjatuhkan tombaknya dengan tubuh bergetar hebat.
Instingnya mengatakan ia harus kabur dari sana, karena ia merasakan kekuatan sosok pemuda di depannya jauh lebih kuat dari Tuannya.
Dret..!!
Bom..!!
Tepat di saat Iblis Naga membalik badannya, tubuhnya langsung hancur oleh tendangan Zeng Zen.
Tap tap..!!
“Haha,, aku dapat satu,” ucap Zang Zen merasa bahagia.
Dengan cepat ia kembali melesat mengejar Zeng Jin, Xiao Leng, Ji Zian dan Leo Nardo yang terus melesat ke arah musuh yang tercipta dari Alam Semesta, karena kekuatan mereka semua sudah setara dengan mereka.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Wung..!!
Bom bom..!!
Zeng Jin dan Ji Zian yang kini muncul di depan Duan Du, Tu Long dan Cen Tian, langsung membunuh ketiga Iblis Naga Kegelapan tanpa bisa melakukan perlawanan.
Tap tap..!!
“Apa kalian tidak apa-apa?” Tanya Zeng Jin menyapa Duan Du, Tu Long dan Cen Tian.
“Huh,, apa matamu buta hah, tidak lihat lenganku hilang satu, kesini cepat bantu aku,” dengus Duan Du dengan nada cemberut.
Zeng Jin hanya bisa tersenyum canggung saat itu.
__ADS_1
“Maafkan aku Tuan muda Du, akan ada yang menyembuhkan lukamu nanti, karena aku akan kembali bergerak menuju tempat yang ku rasakan ada musuh yang setara denganku,” ucap Zeng Jin langsung meninggalkan Duan Du dengan langkah tergesa-gesa, seolah ia ingin menghindari Duan Du.
Wuss wuss..!!