Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Selamat Datang di Alam King Immortal dan 6 Dewa Kematian


__ADS_3

Tepat setelah portal muncul. Bai Han, Bai Chu Ye, Duan Du, Tu Long dan yang lainnya pun melesat masuk ke dalam portal.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tak mau ketinggalan, Xiu Bai pun ikut masuk dan sebelum masuk, Xiu Bai sempat mengucapkan salam perpisahan, khususnya kepada ayahnya.


...


Xiu Lou yang mendengar ucapan putranya dalam bentuk provokasi terhadap para wanita, seketika berkeringat dingin.


“Dasar anak durhaka, apa kau tidak senang melihat ayahmu sedikit merasakan bahagia,” raung Xiu Lou yang hanya berani bergumam dalam hati.


Sementara para wanita, kini terlihat memasang wajah garang sambil menatap tajam Xiu Lou.


Saat Xiu Mu Lian, Ling Mei, Hua Qian dan Ling Bai Xie akan menangkap Xiu Lou.


Dengan cepat Xiu Lou melarikan diri.


Hal tersebut membuat para wanita semakin marah.


“Darah sialan, akan ku kebiri alat kelamin mu itu jika berani menikahi banyak wanita,” teriak Hua Qian yang paling emosi saat ini.


“Jangan biarkan anak sialan itu kabur, cepat kepung dia,” teriak Xiu Mu Lian yang tak kalah emosi dengan Hua Qian.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat para wanita menyebar untuk mencari keberadaan Xiu Lou dan berniat memblokir jalan kabur Xiu Lou dengan cara muncul di setiap sudut Alam Celestial.


***


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah 1 Bulan berlalu, kini Xiu Bai dan anggota keluarganya pun muncul tidak jauh dari penghalang Alam Celestial.


Penghalang ini membedakan Alam Celestial dengan Alam lain. Karena di setiap Alamnya memiliki tingkatan yang berbeda-beda.


Jika tidak ada penghalang, maka seluruh Alam akan hancur karena kekacauan.


“Apakah di balik tempat ini, para monster yang telah kita temui itu tinggal ayah?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar sambil melirik ayahnya.


“Hemm..!! Benar, dan di sana kalian harus hati-hati. Karena di sana tidak ada yang namanya kawan, walaupun mereka terlihat beteman, bersaudara, mereka semua saling memakan jika ada kesempatan.” Ucap Xiu Bai mengangguk ringan dan memperingati anggota keluarganya.


“Hoo,, jika begitu akan jauh lebih menarik, karena jika mereka bertarung secara individu, maka kitalah yang ada di posisi menguntungkan,” ucap Duan Du tersenyum lebar.


“Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Karena aku telah lama meninggalkan tempat tersebut.” Ucap Xiu Bai dan kembali melanjutkan.


“Ayo,” ajak Xiu Bai.


Dret..!!


Dengan cepat ia mengalirkan sedikit energinya untuk menyelimuti tubuh anggota keluarganya.


Wuss..!!


Setelah itu, Xiu Bai dan anggota keluarganya pun langsung melesat melewati penghalang tanpa gangguan.


***


Tap tap..!!


Wilayah kekuasaan Dewa Naga Air.


Terlihat 6 sosok berjubah Ungu kini muncul di depan gerbang kota bawah air.


Saat salah satu penjaga gerbang akan mendatangi ke 6 sosok di luar gerbang untuk meminta identitas mereka.


Dret..!!

__ADS_1


Sebilah pedang energi muncul tepat di depan leher penjaga gerbang tersebut.


Crash..!!


Bruk..!!


Melihat penjaga gerbang di bunuh, beberapa rekannya langsung berhamburan mengepung ke 6 sosok berjubah ungu.


Tong Tong Tong..!!


Tidak hanya itu saja, suara tong terdengar menggema ke seluruh kota bawah air.


...


“Siapa kalian?” Teriak salah satu yang paling kuat kini menunjuk ke 6 sosok di depannya dengan sikap waspada.


“Khehe,, kami adalah 6 Dewa Kematian,” kekeh salah satu sosok berjubah ungu dengan mata bersinar, dan di dalam bola matanya, terlihat ada bentuk pedang.


Wuss..!!


Tepat setelah sosok yang memiliki bola mata pedang selesai bicara. Mata sosok tersebut bersinar dan ratusan bilah pedang muncul di depan semua penjaga.


“Hati-hati, dia adalah Dewa Pedang Kematian,” teriak sosok penjaga yang terkuat kini terlihat berkeringat dingin.


Crash crash crash..!!


Argh..!!


Tepat setelah penjaga terkuat selesai bicara, seketika terdengar jeritan dari para penjaga yang kini mati dengan tubuh tersayat-sayat.


Trank trank trank..!!


Terlihat hanya penjaga terkuat saja yang mampu menahan bilah pedang yang muncul di sekelilingnya.


“Sialan, cepat beritahu pasukan kota, bahaya tingkat tinggi akan mengancam kota,” teriak penjaga yang tersisa dengan lantang.


Tap tap..!!


Tanpa penjaga tersebut sadari, kini sosok Ze Lang muncul tepat di depan penjaga tersebut.


Argh..!!


Tidak sampai beberapa detik, kini Ze Lang melepaskan cengkramannya saat tubuh penjaga sudah menjadi abu.


“Aku rasa ia tidak ada di sini juga. Jadi, selesaikan dengan cepat lalu kembali menuju kota selanjutnya,” ucap Ze Lang ke arah kelima bawahannya.


Kelimanya pun seketika memasang wajah seringai lebar.


Dret..!!


Mereka berlima pun langsung bergerak ke arah kota.


Wuss wuss..!!


Bom bom..!!


Duar..!!


Seketika terdengar suara ledakan dari seluruh sudut kota.


Tidak sampai 10 menit, suara ledakan langsung lenyap dan di ganti suara dentingan pedang.


Dret..!!


Trank trank..!!


Crash..!!


Argh..!!


Sosok pemimpin kota yang kini di kepung oleh kelima Ze Lang, seketika meraung di saat tangan kanan dan kakinya terpotong.


“Sialan, kalian semua akan mendapatkan akibatnya dari Yang Mulia Dewa Naga-”

__ADS_1


Crash..!!


Bruk..!!


“Khehe,, banyak omong kosong kau,” kekeh Dewa Pedang kematian langsung memotong leher pemimpin kota.


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Sudah beres, tidak ada yang setara dengan kami selain pemimpin kota, jadi ini tidak menyenangkan. Karena tidak mendebarkan sama sekali.” Ucap sosok yang di kenal Dewa Pedang Darah terlihat bosan.


“Hemm..!! Kali ini kota yang akan kita tuju jauh lebih besar, dan juga di sana ada sebuah Organisasi yang tak lain Paviliun Langit. Selebihnya kalian paham apa yang aku maksud. Jadi ayo kita pergi.” Ucap Ze Lang dan langsung melesat.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Di saat Ze Lang dan kelima bawahannya sedang mencari orang yang membunuh adiknya, yang tak lain Monster Penghancur atau biasa di kenal Shu Zhen.


Terlihat sosok yang di cari kini sedang santai makan dengan lahap.


Jubah yang Shu Zhen kenakan layaknya seorang pengemis, terlebih lagi jubahnya sangatlah bau, sehingga membuat orang-orang di sekitar menjauhi Shu Zhen.


Tapi Shu Zhen hanya acuh saja.


Shu Zhen dalam kondisi seperti ini karena saat kembali, ia menemui beberapa kendala.


Tap tap..!!


“Di sana Tuan, dia orangnya,” tunjuk salah satu pemuda dengan tubuh manusia dan kepala manusia setengah Hiu.


Saat sosok yang jauh lebih besar dan kuat melirik kemana arah pemuda tersebut menunjuk. Tubuh sosok tersebut seketika bergetar hebat.


“Kakak, apakah ini kau?” Tanya sosok manusia berkepala manusia setengah Buaya.


Pandangan Shu Zhen pun melirik ke arah Shu Han.


“Ooh,, kau masih hidup rupanya,” ucap Shu Zhen dengan nada acuh.


Tap tap..!!


“Kakak, maafkan aku waktu itu aku memang benar-benar tidak bisa memilih.” Ucap Shu Han langsung mendekati kakaknya.


Sementara orang-orang yang berlalu lalang seketika terhenti saat mendengar pemimpin kota Shu Han memanggil sosok yang mirip pengemis kakak.


“Lupakan, aku mampir kesini hanya untuk makan, jadi pergilah kau,” ucap Shu Zhen dengan acuh.


Dan lokasi dimana Shu Zhen makan saat ini adalah pinggir jalan dimana orang-orang berlalu lalang. Jadi wajar saja jika kini semua orang berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.


Melihat semua orang melirik ke arahnya. Shu Zhen pun langsung menghilang.


Dret..!!


Bom..!!


Bersamaan dengan hilangnya Shu Zhen. Kepala sosok pemuda berkepala setengah manusia dan setengah Hiu langsung meledak.


“I..Ini,” ucap semua orang melirik ke arah pemuda yang kepalanya meledak dan tepat berada di samping Shu Han.


Shu Han tentu santai saja melihat kematian keponakannya.


“Kalian semua kembali, lupakan kejadian hari ini. Jika tidak, kalian semua tidak akan bisa melihat hari esok.” Ucap Shu Han dengan nada dingin dan langsung pergi.


Dret..!!


Wuss..!! Wuss..!!


***


Blush..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


“Urgh,, jadi ini yang namanya Alam Dewa Sesungguhnya atau biasa di kenal Alam King Immortal.” Ucap Bai Da Xing yang sedikit tertekan oleh energi alam sekitar.


__ADS_2