
“Ayo cepat masuk sebelum ia muncul,” ucap Duan Du langsung tersadar, ia pun langsung melesat masuk sambil menyeret Tu Long serta Han Liu yang terlihat ingin melawan musuh kuat.
Jlep..!!
Tap tap..!!
Bersamaan dengan menghilangnya Duan Du dan kelompoknya, dua sosok yang beberapa waktu lalu membunuh Klon Peng He muncul terlebih dahulu.
Tatapan mata mereka terlihat sangat dingin mengarah ke segala arah.
Blush..!!
“Sialan, kita terlambat selangkah,” teriak salah satu sosok berjubah merah dengan tubuh kekar.
“Mereka sangat cerdas, di saat terburu-buru, mereka bisa menghapus jejak mereka,” sambung rekannya yang bertubuh kurus.
Dret..!!
Tap tap..!!
Tak lama kemudian, muncul beberapa sosok berjubah merah dan topeng merah.
“Apa kalian tidak menemukannya?” Tanya salah satu sosok yang paling tinggi, tingginya terlihat mencapai 8 meter.
Nomer di punggung tertulis angka 1, yang artinya dia adalah yang terkuat.
“Mereka lolos, tapi jangan khawatir, aku yakin mereka akan muncul di hadapan kita tidak lama lagi.” Jawab sosok bertubuh kekar dengan nomer 07 di punggung jubahnya.
“Hemm,, sangat di sayangkan, semua boneka yang aku kendalikan jadi mati sia-sia, tapi apa boleh buat, aku hanya perlu mencari pengganti mereka,” ucap sosok bernomer punggung 01.
Dan kini terbongkar, apa yang Cen Tian maksud salah informasi, ternyata semua yang mereka hadapi tadi hanyalah sebuah manusia yang di jadikan boneka oleh sosok asli bawahan Xiu Mo Lang bernomer punggung 01.
Anehnya, kekuatan semua manusia yang Nomer 01 kendalikan dengan Rohnya, memiliki kekuatan yang setara, yaitu Kaisar Dewa Roh ⭐ 1 Puncak. Walau tidak sekuat kekuatan asli Kaisar Dewa Roh ⭐ 1 Puncak, setidaknya mereka mampu membunuh satu tahap di bawah mereka dengan begitu mudahnya.
...
“Ayo bergerak, ini sudah saatnya kita melakukan tugas yang di perintahkan oleh Tuan,” ucap No 01 langsung melirik ke arah semua rekannya.
Mereka semua pun langsung mengangguk dan membagi diri.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Setelah membagi diri dalam bentuk 5 orang perkelompok, mereka semua pun langsung melesat ke berbagai arah.
***
Huacih..!!
__ADS_1
Xiu Bai yang asik mengobrol dengan kedua putra dan putrinya, seketika bersin.
“Uh,, siapa yang sedang mengutuk ku ya?” Gumam Xiu Bai langsung menggosok hidungnya yang geli.
“Hehe,, palingan itu paman Du dan yang lainnya ayah, ayahkan tidak memberikan informasi lengkap tentang kekuatan musuh di setiap individunya,” ucap Ling Bai Xie tertawa kecil sambil tidur di pundak ayahnya.
“Hemm..!! Aku yakin saat ini paman Du dan yang lainnya sedang marah-marah, tapi di satu sisi aku setuju dengan ayah yang tidak memberikan informasi lengkap. Karena ini bisa membuat mereka semakin kuat serta memiliki wawasan baru,” sambung Bai Han.
“Lalu apa rencana ayah sekarang? Apa ayah membiarkan paman Du dan anggota keluargaku yang menghadapi mereka?” Tanya Bai Chu Ye kini melirik ke arah ayahnya.
Pandangan Xiu Bai pun melirik ke arah putra keduanya.
“Tentu saja tidak, biarkan Han'er dan Wuhan yang akan ikut membantu, karena kalian sadar jika paman kalian tidak akan mampu melawan tangan kanan Pemimpin Tertinggi Menara jika ia turun tangan.” Jawab Xiu Bai melirik ke arah Bai Han.
Bai Han pun mengangguk dengan wajah bahagia, ia kini sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Itu karena ayahnya membantunya menerobos lagi.
Bukan cuman Bai Han saja.
Bai Chu Ye, Ling Bai Xie dan semua anggota keluarga Inti Xiu Bai di masa lalu ikut di bantu oleh Xiu Bai hingga mencapai tingkat batas tertentu.
“Jika begitu, aku akan pergi sekarang ayah, kebetulan paman Wuhan tidak lama lagi selesai meningkatkan tingkat kultivasinya,” ucap Bai Han langsung bangkit.
Tap tap..!!
“Jangan pergi dulu Han'er, kau harus makan sebelum pergi, jika tidak, ibu tidak akan mengizinkanmu kemana-mana.”
Di belakang Ling Mu Xia, ada ibunya Ling Chu Jia bersama nenek, bibi dan para wanita yang kini membawa banyak makanan.
“Apa yang ibumu katakan benar Han'er, kita sudah tidak lama bertemu dan kau ingin pergi lagi tanpa pamit, itu tidak sopan,” sambung nenek Bai Han, Ling Mei.
“Iya nek, Han'er akan makan kok,” ucap Bai Han langsung menurut sambil memasang wajah polos.
Melihat itu, ibu dan nenek Bai Han pun langsung mengelus kepala Bai Han, Bai Chu Ye dan Ling Bai Xie secara bergantian.
Tap tap..!!
Tak lama setelah makanan di sajikan, Xiu Lou, Xiu Hou dan para laki-laki kini bermunculan setelah mendapat panggilan.
10 menit setelah semuanya berkumpul, kini Xiu Mu Lian pun langsung bangkit.
“Baiklah, walau semuanya tidak berkumpul, setidaknya kita akan mendoakan mereka yang ada di luar dalam keadaan sehat selalu. Ingatlah untuk jangan terlalu bahagia di saat anggota keluarga kita sedang berjuang di luar sana.” Ucap Xiu Mu Lian.
“Sebelum makan, mari kita renungkan diri selama 1 menit,” sambung Xiu Mu Lian langsung menundukkan kepalanya.
Seketika semuanya pun langsung ikut menundukkan kepala mereka dan berdoa anggota keluarga mereka yang sedang berjuang saat ini dalam keadaan sehat.
Setelah menerung, terlihat semuanya mulai menikmati makanan yang tersaji.
***
__ADS_1
1 Hari berlalu, kini Bai Han dan Bo Wuhan pun langsung berpamitan kepada ayah, ibu, nenek, dan semuanya.
“Hati-hatilah Han'er, jangan paksakan dirimu, dan mintalah bantuan nenek atau ayahmu jika kau dalam bahaya,” ucap Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia kini memeluk putra mereka.
Bai Han pun terlihat terus menerus mengangguk. Hingga setelah semuanya telah selesai mengucapkan kata yang sama. Dengan cepat Bai Han dan Bo Wuhan membuat portal lalu melesat masuk.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
Wung..!!
Di ruang hampa yang tidak jauh dari Alam Celestial tempat Xiu Bai tinggal, terlihat sebuah portal muncul.
Tap tap..!!
“Huuf,, mengerikan, lebih baik aku bertarung hingga titik darah penghabisan dari pada berurusan dengan ibu, nenek dan para wanita lainnya. Mereka selalu membuatku merinding dan tidak berdaya,” gumam Bai Han setelah muncul dari portal.
“Hemm..!! Aku juga begitu Tuan muda, setiap aku berada tidak jauh dari mereka, aku merasa akan di makan hidup-hidup oleh mereka semua. Apalagi Nyonya Xia dan Nyonya Lian,” sambung Bo Wuhan langsung merinding saat membayangkan wajah galak kedua wanita tersebut.
“Hemm..!! Walau begitu mereka adalah anggota keluarga terbaik,” balas Bai Han langsung tersenyum bangga.
“Baiklah, lupakan tentang mereka, sebaiknya kita temui anggota keluarga kita satu persatu, baik yang belum pernah kita temui atau tidak kita kenal, maupun yang telah kita kenal,” ucap Bai Han kini mengarah ke Barat.
Dret..!!
Tanpa basa basi, Bai Han pun langsung membuat Portal.
“Ayo,” ajak Bai Han sambil melesat masuk.
Wuss wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Huh,, kakak sialan, ia sepertinya ingin membuat kita menderita,” dengus Duan Du memasang wajah jelek saat ini.
“Aku rasa ini bukan salahnya, yang salah itu kita karena terlalu bersemangat hingga tidak bertanya tentang kekuatan musuh yang sebenarnya.” Ucap Han Liu langsung berpikir luas.
“Jangan berdebat, lebih baik kita cari tahu informasi tentang mereka terlebih dahulu kepada Bonekanya Ye'er, aku yakin jika mereka pasti sudah mendapat informasi terbaru,” ucap Cen Tian langsung menengahi.
Pandangan Duan Du, Tu Long, Peng He dan Han Liu pun langsung melirik Cen Tian.
“Kau enak sudah mendapat apa yang kau inginkan sehingga berkata begitu huh. Tapi saranmu ada benarnya juga,” ucap Duan Du terlihat menutupi kesalahannya dengan mengejek kakaknya.
“Hehe,, tentu saja, apa kau iri,” bukannya tersinggung, Cen Tian malah membalas ejekan Duan Du sambil menaikkan kedua alisnya.
__ADS_1