
“Khiaaa,” teriak Duan Du dan langsung memasang ekspresi layaknya seorang wanita yang akan di telanjangi.
Wajah ke 5 bawahan Xiu Bai seketika menjadi gelap, dan pada saat itu juga, mereka berlima langsung menerjang ke arah Duan Diyu.
“Dasar sialan, siapa juga yang ingin menelanjangi pria sepertimu,” dengus Jendral Kematian ketiga.
Dret..!!
Wuss..!! Wuss..!!
“Jangan biarkan si sialan ini lari, dia mengira aku itu suka sesama jenis apa,” dengus pemuda yang terlihat pedang besar di punggungnya.
“Akan ku blokir jalan kaburnya,” sambung Jendral Manusia Angin keempat yang terlihat sudah melesat membentuk pusaran angin dalam area yang cukup besar.
Melihat itu, bukannya takut, Duan Diyu malah tersenyum mengejek. “Kalian semua tidak akan pernah bisa menyentuhku, kecuali Tuan ikut campur, maka aku sadar tidak akan bisa melawan,” ucap Duan Diyu.
Tangan Duan Diyu pun langsung terangkat ke atas.
Blush..!!
Pusaran bayangan seketika muncul dan siap menghisap apa saja yang ada di bawahnya.
Melihat itu, Jendral Kematian Ketiga dan Jendral Manusia Angin keempat yang sudah menebak jika Duan Diyu pasti menggunakan teknik ini. Langsung saling melirik satu sama lain dan mengangguk serempak.
“Kami tidak akan pernah tertipu lagi oleh tipu muslihatmu,” dengus Jendral Kematian Ketiga.
“Sekarang,” teriak teriak Jendral Kematian Ketiga.
Blush..!!
Bersamaan dengan teriakan Jendral Kematian Ketiga, muncul pedang yang telah di baluti oleh serpihan batu dan melesat ke arah pusaran.
Tidak sampai di sana saja. Angin yang sangat besar ikut muncul dan mendorong pedang besar.
Wung..!!
Duaarr..!! Bom bom bom..!!
Melihat pusaran Bayangan di atas sudah mulai menghilang secara perlahan. Terlihat Jendral Kematian muncul di depan Duan Diyu yang terlihat sangat santai. Saking santainya, ia hanya duduk di udara sambil mengorek telinganya.
Dret..!!
“Mati kau bajingan tengik,” teriak Jendral Kematian dengan aura kematian yang sangat mengerikan keluar dari tubuhnya.
Saking mengerikannya, terlihat aura kematian yang menyentuh benda di sekelilingnya langsung melepuh.
Wuss..!!
Tangan Jendral Kematian yang memegang pedang energi, langsung mengarah ke jantung Duan Diyu.
Duan Diyu yang melirik itu, langsung menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Wung..!!
Pusaran bayangan kembali muncul tepat di depan pedang Jendral Kematian.
Duar..!!
Dret..!!
Terlihat Jendral Kematian di dorong mundur oleh serangan sederhana Duan Diyu.
Jendral Kematian juga terlihat sedikit memicingkan matanya.
“Kapan kekuatanmu meningkat lagi sialan?” Tanya Jendral Kematian dan hendak bersiap menyerang Duan Diyu kembali.
“Nama ku bukan sialan, tapi Jendral Neraka Bayangan,” ucap Duan Diyu dengan seutas senyum tipis.
“Hehehe,, bukan hanya kalian saja yang melakukan kultivasi tertutup semenjak Tuan melakukan Reinkarnasi, tapi aku pun melakukan hal yang sama.” Ucap Duan Diyu.
“Apa kalian ingin melihat teknik baruku?” Tanya Duan Diyu terlihat sangat bersemangat.
Mendengar itu, Jendral Manusia Angin yang telah berada di belakang Duan Diyu, langsung menghentikan serangan dadakannya.
Bukan hanya dia saja, pria tua yang menyamar jadi serpihan yang ada di sekeliling Duan Diyu, ikut kembali berubah menjadi pria tua dan mundur.
Pemuda yang memegang pedang besar dan hendak mengayunkan pedangnya dari atas, langsung kembali menarik pedangnya.
Dan terahir, sosok manusia batu yang sengaja menyatu dengan area yang Duan Diyu pijakkan langsung ikut muncul.
“Hemm..!! Aku merasa kau sangat menikmatinya, jadi aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan. Jadi aku mundur saja,” sambung Jendral Manusia Angin.
Terdengar bukan hanya mereka berdua saja yang bicara, melainkan ketiga sisa bawahan Xiu Bai.
...
Sementara Xiu Bai yang duduk santai menikmati pertarungan bawahannya, mulai bangkit, karena merasa mereka semua tidak akan bertarung lagi.
Tap tap..!!
“Hanya menggunakan 1% kekuatan kalian, semua yang ada di sini langsung hancur. Itu artinya kalian semua telah meningkat drastis semenjak kepergianku.” Ucap Xiu Bai.
Mendengar pujian Xiu Bai yang sangat jarang keluar dari mulutnya di masa lalu. Wajah Duan Diyu dan yang lainnya seketika menjadi bahagia.
Bahkan mereka tidak mementingkan usia mereka lagi, saking bahagianya.
“Aku belum selesai,” ucap Xiu Bai sambil memandang bawahannya.
“Dengan kekuatan kalian ini, kalian harus bisa menahan diri di luar nanti. Kecuali mereka sudah muncul, maka hancurkan semuanya. Tapi setelah orang yang tidak bersalah telah di ungsikan.” Sambung Xiu Bai.
Mendengar Xiu Bai yang telah berubah dan memikirkan orang-orang yang tidak bersalah, wajah semua bawahan Xiu Bai pun tersenyum.
“Baik Tuan, tapi ada 2 orang yang belum berkumpul di sini.” Ucap Duan Diyu.
__ADS_1
Karena jumlah mereka ada 8 dan bawahan Xiu Bai yang ada di sini 6 orang. Duan Diyu tentu mempertanyakan dimana mereka.
“Untuk Long Qiu, dia saat ini berkeliaran entah kemana,” jawab Xiu Bai terdengar nada suaranya sedikit pahit.
“Lalu untuk Iblis Serakah, ia saat ini belum sepenuhnya kembali ke jadi dirinya dan ia sedang bersama keluargaku.” Sambung Xiu Bai.
Orang yang Xiu Bai maksud adalah kakaknya Cen Tian.
Dan Xiu Bai tahu jika Iblis Serakah adalah Cen Tian, adalah saat kekuatannya telah kembali. Saat dirinya tahu, ia tentu sedikit terkejut jika Iblis Serakah mengikuti dirinya Bereinkarnasi.
“Hoho,, aku tak tahu tujuan dari Iblis Serakah mengikutimu Tuan, tapi aku yakin kau pasti kerepotan olehnya,” ucap Duan Diyu dengan tawa lucu.
“Tidak juga, dengan adanya dia, malah menguntungkan semua anggota keluargaku, karena semua jarahan yang ia dapat, selalu di bagikan.” Jawab Xiu Bai langsung melindungi kakaknya.
“Malah yang membuatku kerepotan adalah putramu dan putra Long Qiu,” sambung Xiu Bai dengan dengusan kecil.
Glek..!!
“Hehe,, padahal saat aku mengirimnya ke tempatmu, aku berharap ia tidak akan mengikuti jejak ayahnya. Tapi aku tak menduga ia sama seperti diriku,” ucap Duan Diyu tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Heh,, di dalam hatimu, kau pasti bangga jika putramu mengikuti sifatmu, dan aku yakin memang itu tujuanmu mengirim putramu, yaitu tidak ingin membuat Tuan terlalu santai,” dengus Jendral Kematian.
“Siapa bilang hah, tujuanku itu murni-”
Duaaar...!!
Sebelum Duan Diyu menyelesaikan ucapannya.
Ledakan yang sangat besar di sertai guncangan seketika di rasakan oleh Xiu Bai dan bawahannya.
“I..Ini,” gumam Xiu Bai memasang wajah jelek.
“Rupanya aku perlu merantai leher sialan itu lagi, agar ia tidak dapat membuat kekacauan sesuka hatinya,” ucap Xiu Bai dengan nada dingin.
Dan orang yang Xiu Bai maksud adalah Long Qiu.
“Hehe,, apa perlu aku turun tangan menangkapnya Tuan?” Tanya Duan Diyu dengan nada bahagia.
“Heng,, jika kau turun tangan, masalah bukannya selesai, malah masalah akan bertambah,” dengus Jendral Kematian.
“Jangan dia Tuan, biarkan aku saja yang turun tangan,” sambung Jendral Kematian terlihat sangat ingin ke tempat Long Qiu.
“Eeh eeh eh,, malah semua orang yang ada di sana akan mati jika kau turun tangan, biarkan aku saja,” ucap Jendral Manusia Angin tak ingin kalah.
“Heh,, malah semuanya kau sapu bersih nanti, bukannya datang membantu, tapi menghancurkan ia. Jadi biarkan aku saja Tuan,” tidak ingin kalah, Pemuda dengan pedang besar kini ikut menyuarakan keinginannya.
Xiu Bai yang paham maksud mereka, yaitu ingin mencoba kekuatan mereka. Langsung memijit kening.
“Kalian semua ikuti aku, biarkan aku saja yang turun tangan. Dan jangan sekali-kali kalian turun tangan nanti di saat kita sampai,” ucap Xiu Bai dengan nada peringatan.
Semua bawahan Xiu Bai pun mengangguk patuh, tapi Xiu Bai tahu jika mereka luarnya saja yang mengangguk, tapi dalam benak mereka, mereka akan berusaha mencari kesempatan untuk menyerang Long Qiu.
__ADS_1