Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertemuan Ibu dan Anak


__ADS_3

“Tapi di satu sisi itu adalah bentuk kasih sayangnya terhadap kami semua, hanya saja ia tak ingin memperlihatkannya secara nyata.” Gumam Xiu Tian terlihat memasang wajah tersenyum bahagia.


Srek..!!


“Ibu, sabarlah, Bai'er pasti akan data-”


Xiu Tian seketika menghentikan ucapannya saat ia merasakan hawa mencekam yang sama dengan yang di rasakan oleh Duan Du dan Tu Long.


Pandangan Xiu Tian pun mengarah ke atas, walau pandangannya di tutupi oleh bangunan, tentu Xiu Tian mampu menembusnya dengan kesadarannya.


“Berapa banyak orang yang ada di sini Bu?” Tanya Xiu Tian terdengar serius.


Mendengar nada suara Xiu Tian yang berubah drastis, Ling Mei pun langsung menjawab. “Sekitar 800 lebih.”


“Hemm..!! Paman Jian, apa kau bisa membawa semua orang ke dalam Hutan tanpa ada yang terluka?” Tanya Xiu Tian.


Maksud dari pertanyaan Xiu Tian adalah saat di bawa, ia takut akan Binatang Buas yang tinggal di Hutan tanpa batas akan melukai anggota keluarganya. Jadi ia ingin memastikan apakah Du Jian mampu melindungi mereka semua.


Sementara Du Jian yang mendengar itu, terlihat hanya menggaruk kepalanya karena tidak mengerti akan ucapan Xiu Tian.


Xiu Tian yang paham pun langsung menjelaskan jika bahaya akan datang ke Benua ini tidak lama lagi, Xiu Tian yakin tidak lama lagi Benua ini akan hancur, jadi Xiu Tian berencana membawa semua anggota keluarganya keluar dari Benua ini menuju Benua tempat dimana Hutan Tanpa batas berada atau tak lain tempat Klan Asura tinggal.


Mendengar itu, bukan hanya Du Jian saja yang terkejut, tapi semua orang yang ada di sana.


“Apa kau yakin Benua ini akan hancur? Siapa orang yang ingin menghancurkannya?” Tanya Ling Mei terdengar dingin.


Xiu Tian seketika membeku sesaat. Setelah mendapat jawaban yang pasti, ia pun langsung berkata.


“Aku merasa orang-orang Menara yang asli akan datang kesini, kedatangan mereka mungkin karena mereka merasakan anggota menara yang asli telah mati di bunuh oleh Bai'er dan yang lainnya.” Jawab Xiu Tian.


“Jadi, Tian'er mohon bekerjasamalah, ini demi keselamatan ibu dan yang lainnya.” Sambung Xiu Tian.


Tapi harapan Xiu Tian langsung sirna saat mendengar ucapan Ling Mei dan para wanita yang lainnya.


“Mana mungkin aku akan meninggalkan putraku lagi, tidak, aku tidak akan setuju. Kali ini aku akan ikut,” ucap Ling Mei.


“Hemm..!! Aku juga akan ikut,” sambung Ling Jia Li, istri Duan Du.


“Hem hem..!! Li'er juga akan ikut,” ucap Duan Li tak mau kalah.


Satu persatu para wanita mengeluarkan suara mereka dan mencoba menekan Xiu Tian agar Xiu Tian membiarkan mereka ikut berjuang.


“Yang seperti ini yang aku tidak inginkan, sialan, cepatlah datang Bai'er, selesaikan masalah merepotkan ini,” gumam Xiu Tian dalam hati.


...


Di belakang Xiu Tian, Jing We, Jing Chen dan Jing Lujie yang mendengar Benua tempat mereka tinggal akan hancur, kini terlihat memasang wajah gelap.


Tangan mereka seketika terkepal erat hingga terdengar bunyi renyah dari jari-jari mereka.

__ADS_1


Sementara Du Jian yang mendengar orang-orang Menara yang asli akan datang kini menyeringai lebar.


Terlihat jelas saat ini Du Jian sudah menanti-nantikan hari ini.


“Akhirnya, aku bisa bertarung dengan serius tak lama lagi, apalagi melawan musuh abadi klan kami,” gumam Du Jian dalam hati.


***


Tap tap..!!


Sementara di luar kota Ling, saat ini Xiu Bai, kedua istrinya, putrinya dan anggota keluarganya menapakkan kaki mereka.


“Aku merasakan aura Nenek meledak-ledak saat ini, paman Tian pasti kerepotan menangani nenek.” Ucap Ling Bai Xie sambil melirik ayahnya.


“Hemm..!! Ayo masuk,” ajak Xiu Bai membenarkan ucapan putrinya.


Xiu Bai dan yang lainnya pun langsung melangkah memasuki kota.


Tap tap..!!


...


“I..Ini,” Xiu Tian dan Ling Mei langsung bergumam serempak.


Terlihat wajah keduanya sangat bahagia saat merasakan aura dari Xiu Bai.


Xiu Tian bahagia karena bisa terlepas dari tekanan ibunya yang memaksa ingin ikut bertarung, sementara Ling Mei bahagia karena merasakan aura putranya yang selama ini ia rindukan.


Wuss..!!


Tanpa basa basi Ling Mei langsung melesat keluar dengan kecepatan tinggi.


Sama halnya dengan Ling Jia Li, dan Duan Li, mereka berdua yang merasakan aura Duan Du pun langsung melesat keluar.


Wuss..!!


Tepat setelah kepergian ketiganya, barulah Xiu Tian dan semua yang ada di aula Bangsawan Ling ikut keluar.


...


Wung..!!


Bruk..!!


“Hiks hiks,, Bai'er,” teriak Ling Mei yang kini langsung memeluk putranya.


“I..Iya bu,” ucap Xiu Bai terlihat ikut meneteskan air matanya, walau telah mencoba untuk terlihat kuat, tetap saja Xiu Bai tak mampu membendung perasaan yang ia alami hingga meneteskan air matanya saat ini.


Melihat Ibu dan putranya saling memeluk dan menangis, semua orang pun ikut menangis.

__ADS_1


“Jangan tinggalkan Ibu lagi nak, Ibu tidak bisa tenang selama ini,” ucap Ling Mei.


Air mata Xiu Bai seketika semakin deras, karena saat ini jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya saat mendengar ucapan ibunya.


Ada perasaan rasa sakit yang Xiu Bai rasakan saat ini, seolah-olah itu adalah rasa sakit yang selama ini ibunya rasakan dan berusaha di tahan.


Srek..!!


Xiu Bai pun semakin erat memeluk ibunya sambil berkata dengan nada suara kecil.


“Bai'er janji tidak akan meninggalkan kalian lagi, tapi setelah masalah ini selesai,” ucap Xiu Bai.


“Masalahmu adalah masalah ibu juga, jadi kita akan menjalani dan menghadapinya bersama-sama.”


“Walau ibu adalah seorang wanita, jangan meremehkan Ibu, apa kau paham,” ucap Ling Mei kini memegang kedua pipi Xiu Bai.


Xiu Bai pun langsung mengangguk, tentu saja ia tidak ingin menyakiti perasaan ibunya. Jadi mengiyakan semua ucapan Ibunya adalah jalan terbaik agar ibunya bisa tenang dan bahagia.


...


Di saat yang bersamaan, saat ini Duan Du, Ling Jia Li dan Duan Li terlihat berpelukan sambil meneteskan air mata bahagia dan haru.


“Jangan tinggalkan Lin'er dan Li'er lagi, Gege harus janji,” ucap Ling Jia Li terdengar dengan nada suara serak.


“Hemm..!! Gege janji tidak akan meninggalkan kalian semua,” ucap Duan Du dengan nada hangat.


“Dimana kedua putri ku, Lin'er?” Tanya Duan Du yang kini tersadar hanya putra nakalnya yang ada di sisinya.


“Mereka sedang meningkatkan kekuatannya di Dunia Peri milik kakak Xie, ayah,” jawab Duan Li.


Huuf..!!


Duan Du seketika terdengar menghela nafas lega saat mendengar jawaban putra nakalnya, ia mengira jika kedua putrinya terjadi kenapa-kenapa yang tidak bisa Duan Du bayangkan.


...


1 jam berlalu, saat ini terlihat pertemuan antara Xiu Bai, Ibu, Istri, putri, dan semua keluarganya masih penuh keharuan.


Hingga, semuanya hening saat mendengar pertanyaan dari Xiu Bai.


“Dimana kedua putraku Bu? Apa kalian belum bertemu dengan mereka?” Tanya Xiu Bai.


“Xie'er malah mengira ayah sudah bersama Ye Gege dan Han Gege, jadi ayah belum bertemu mereka ya,” hingga 10 menit berlalu, barulah terdengar lagi suara yang berasal dari Ling Bai Xie.


“Hemm..!! Ayo kita bicara di dalam, tidak baik bicara di sini Bai'er, kita juga akan membahas tentang bagaimana cara menemui kedua cucuku di dalam.” Ajak Ling Mei yang melihat putranya ingin mengucapkan sesuatu.


Xiu Bai pun langsung mengangguk lalu melangkah mengikuti ibunya.


Bersamaan dengan itu, yang lain pun langsung mengikuti menuju ke kediaman Bangsawan Ling.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2