
“Eeh,, memang aku pernah bicara? Kau mungkin terlalu banyak bermimpi makanya berhalusinasi,” ejek Tu Long.
Wung..!!
Bom bom..!!
“Aduh, sakit sialan,” teriak Tu Long kini menundung sambil menutupi kepalanya menggunakan kedua tangannya.
Bukannya berhenti, Du Jian malah semakin agresif mengayunkan tinjunya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Bom bom..!!
...
15 menit kemudian.
Kini wajah Tu Long semakin mengenaskan, ia saat ini terus memasang wajah jelek sambil melirik Du Jian yang tersenyum puas.
“Awas saja kau, akan ku jahit-jahit wajahmu itu,” gumam Tu Long dalam hati.
Tepat setelah Tu Long bergumam, ia pun tanpa sengaja melihat sebuah surat yang menempel di dinding.
Karena penasaran, Tu Long pun melangkah menuju dinding tersebut.
Tap tap..!!
Melihat Tu Long melangkah pergi, Du Jian pun langsung bertanya. “Hei kau mau kemana mulut ember?”
Tap..!!
Tu Long terlihat tidak menanggapi, karena ia kini baru saja sampai ke tembok yang dekat dengan pintu masuk.
Tu Long pun langsung mengulurkan tangannya. “Hemm..!! Ternyata Tuan muda bersama si Jendral Liyun itu pergi ke Lembah Naga, dan Tuan muda menyuruh kami menunggu di sini. Siapa juga yang mau melakukan hal yang membosankan,” gumam Tu Long.
“Hei,, apa yang kau baca? Apakah itu surat dari Tuan muda?” Tanya Du Jian kini menepuk pundak Tu Long.
“Urrgh,, sakit sialan, apa kau ingin membunuhku hah,” dengus Tu Long saat merasakan rasa nyeri.
“Heeh,, apa benar sakit?” Kekeh Du Jian semakin menambah berat tekanan tangannya.
Argh..!!
“Dasar kerdil sialan, akan ku adukan kau kepada Tuan muda jika kau telah menyiksa seorang Junior,” teriak Tu Long.
Dengan segera Du Jian menyingkirkan tangannya dari pundak Tu Long lalu mengubah ekpresinya dengan senyum semanis mungkin.
“Ehem ehem,, jangan lakukan itu mulut ember, bisa-bisanya kau mengadu kepada Tuan muda, apa kau benar-benar laki-laki sejati?” Ucap Du Jian dengan nada sopan sambil menaikkan kedua alisnya secara bergantian.
__ADS_1
“Heng,, kau itu yang bukan laki-laki sejati, beraninya terhadap yang lebih lemah huh,” dengus Tu Long sambil memasang wajah penuh kekesalan.
Tapi tak lama, Tu Long seketika menemukan ide dan kini sedang tersenyum-senyum sendiri.
“Apa yang kau senyumkan mulut ember?” Tanya Du Jian kini terlihat penasaran.
“Tuan muda menulis surat dan ia menyuruh kita melakukan apapun sesuka kita, namun terhadap musuh saja atau Kekaisaran Qian Long.” Ucap Tu Long menyeringai lebar.
Wajah Du Jian pun tak kalah menyeramkan dari apa yang wajah Tu Long perlihatkan saat ini.
Hehehehe..!!
Hehehehe..!!
Tak lama mereka berdua seketika tertawa gila saat membayangkan mereka bisa melakukan sesuka mereka tanpa adanya Xiu Bai yang menghalangi kesengan mereka.
“Ayo kita mulai dari Tambang dulu Paman Kerdil, aku yakin di sana masih ada sisa-sisa penjaga Kekaisaran Qian Long.” Ajak Tu Long.
Dan entah mengapa Du Jian mengangguk patuh lalu mengikuti Tu Long.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Huaciiih..!!
Tap tap..!!
“Entahlah, aku merasakan sedikit ketidak nyaman saja saat ini,” jawab Xiu Bai langsung memikirkan Tu Long dan Du Jian.
“Sial, jangan bilang mereka tidak mendengar apa yang aku peringatkan di dalam surat yang aku tulis,” gumam Xiu Bai kini langsung memijitkan keningnya.
Kini Xiu Bai menjadi dilema, apakah harus kembali atautl tetap melanjutkan perjalanan. Karena saat ini ia sudah lebih dari setengah perjalanan dan tinggal melewati satu kota lagi, maka mereka akan sampai menuju Lembah Naga.
“Huuf,, ayo kita lanjut,” ajak Xiu Bai, lalu melesat kembali bersama Qian Liyun.
“Awas saja kalian berdua, akan ku buat kalian jera nanti,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
Pagi harinya.
Kini Xiu Bai dan Qian Liyun pun melangkah memasuki sebuah Kota yang cukup ramai, dan terlihat juga di atas kota ada sebuah Gunung yang sangat besar dan tinggi.
“Apakah kita akan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan Tuan muda?” Tanya Qian Liyun melirik Xiu Bai.
__ADS_1
“Hemm..!! Ayo, sudah jadi kebiasaanku untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Jika aku tidak melakukan itu, maka akan terasa hambar.” Ucap Xiu Bai mengangguk sambil terus melangkah.
Tap tap..!!
Tak lama mereka pun berhenti tepat di depan Rumah Makan terbaik yang Qian Liyun pernah kunjungi di Kota yang berada kaki gunung ini.
“Ayo masuk Tuan muda, tempat ini memiliki sangat banyak menu dan rempah-rempahnya, aku yakin kau akan suka,” ajak Qian Liyun sambil melirik Xiu Bai.
Eeh,, terlihat Qian Liyun sedikit terkejut saat melihat Xiu Bai sudah melangkah ke samping pintu masuk Rumah Makan.
Xiu Bai yang melangkah kini terhenti tepat di depan anak dari Ras Iblis yang terbaring lemas. “Apa kau ingin ikut makan bersama kami kawan kecil?” Tanya Xiu Bai terlihat sedikit kasihan melihat tubuh kurus Anak tersebut.
Anak tersebut pun menggelengkan kepalanya. “Bawakan saja saya makanannya keluar jika Tuan muda tidak keberatan,” ucap anak tersebut.
“Hemm..!! Apa ada yang melarangmu masuk ke dalam rumah makan ini?” Tanya Xiu Bai langsung dapat menebak jika anak tersebut takut memasuki rumah makan.
Dengan segera anak tersebut menggelengkan kepalanya sambil menahan rasa takut dengan tubuh sedikit bergetar.
Tap tap..!!
Qian Liyun yang baru tiba, dapat mendengar sekilas pembicaraan Xiu Bai dengan anak yang masih terbaring dan tidak ingin di bantu untuk bangkit.
“Siapa? Siapa yang melarangmu masuk kedalam rumah makan ini, cepat tunjuk orangnya, akan ku hancurkan tubuhnya,” teriak Qian Liyun langsung merasa geram dan iba saat melihat tubuh kurus anak yang kekurangan makanan tersebut.
Tap tap..!!
Mendengar suara gaduh, beberapa penjaga dan pelayan langsung keluar dari pintu masuk Rumah makan.
“Ada apa ini, kenapa kau berteriak tidak je-” Sebelum salah satu penjaga selesai berteriak, sebuah tekanan mengerikan ia rasakan yang langsung membuatnya terjatuh.
Bruk..!!
“Berani sekali kau berteriak di depanku, apa kau bosan hidup,” ucap Qian Liyun menatap tajam penjaga yang meneriakinya.
“Dan bisa-bisanya ada penjaga di rumah makan kecil seperti ini, rupanya ada yang tidak beres di tempat ini,” sambung Qian Liyun ingin melangkah masuk untuk mengecek apakah ada yang ganjil.
Tap..!!
Tapi Xiu Bai lebih dulu menepuk pundaknya. “Kendalikan emosimu, jika kau tidak bisa. Maka aku tak segan-segan mendisiplinkan mu,” ucap Xiu Bai dengan nada tenang.
“Aah,, maafkan aku Tuan muda, karena terbawa emosi,” ucap Qian Liyun langsung membungkukkan badannya.
“Hemm..!! Ayo kita masuk, dan bantu kawal kecil kita ini berjalan,” ajak Xiu Bai.
“Sementara untuk kalian, panggil pemilik Rumah makan ini, beritahu kepadanya jika Jendral Qian Liyun datang,” ucap Xiu Bai melirik para penjaga sambil memberikan Qian Liyun isyarat untuk mengeluarkan jubah miliknya.
Blush..!!
Dengan cepat Qian Liyun mengeluarkan jubah Kekaisaran Qian Long yang di khususkan untuk Jendral, lambang jabatan yang menempel di dada kanan dan token perintah khusus dari Sang Kaisar sendiri.
Mata para penjaga seketika membelalak di sertai tubuh bergetar hebat.
__ADS_1
Bruk bruk bruk..!!