
Bersamaan dengan itu, yang lain pun langsung mengikuti menuju ke kediaman Bangsawan Ling.
Tap tap..!!
***
Beberapa jam telah berlalu, setelah mengadakan jamuan makan yang sederhana, kini Xiu Bai dan anggota keluarga Intinya tengah berkumpul di salah satu ruangan yang biasa di tempati oleh Ling Mei.
“Nak, dimana saja kau tinggal selama ini?” Tanya Ling Mei sambil melirik putranya yang sedang mengelus rambut putrinya tengah tertidur pulas di pangkuannya.
“Aku selama ini berada di Klan Asura Bu, aku juga lahir terlahir kembali di sana,” jawab Xiu Bai.
“Aku juga berniat akan membawa ibu kesana nanti dan memperkenalkan ibu dengan Nenek, Ayah dan anggota keluargaku yang ada di klan,” sambung Xiu Bai.
Mendengar itu, Ling Mei pun memasang senyum cerah.
Tidak ada jejak kekecewaan, iri, maupun yang berunsur Negatif dari raut wajah Ling Mei saat mendengar putranya menyebut klan Asura. Sebaliknya, ia bahagia karena Klan Asura telah melahirkan putranya kembali, walau bukan dari rahimnya.
“Kapan? Kapan kita akan kesana nak?” Tanya Ling Mei.
“Besok, apa Ibu mau?” Jawab Xiu Bai dan kembali bertanya.
“Tentu, apakah Ibumu yang melahirkanmu juga ada di sana?” Tanya Ling Mei terlihat tidak sabar ingin menemui Ibu kandung Xiu Bai.
Mendengar pertanyaan Ibunya, Xiu Bai langsung terdiam, setelah beberapa detik berlalu, Xiu Bai pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Ibu pergi menuju klan,nya di Alam Celestial yang sangat jauh dari sini,” ucap Xiu Bai terdengar sedih.
Mendengar jawaban putranya. Wajah Ling Mei seketika ikut bersedih.
Bukan hanya Ling Mei, Ling Mu Xia, Ling Chu Jia, Ling Jia Li, Duan Li, Duan Du, Tu Long, Xiu Tian, Meng Chen, Du Jian langsung ikut memasang wajah sedih. Mereka juga merasakan rasa sakit yang saat ini Xiu Bai rasakan.
Bahkan Ling Bai Xie yang tertidur pulas, terlihat tanpa sadar meneteskan air matanya.
“Nak, tanpa perlu Ibumu beritahu, kau pasti tahu apa yang Ibumu inginkan bukan,” ucap Ling Mei kini memasang wajah serius.
“Itulah yang sebenarnya ingin Bai'er katakan, tapi Bai'er takut akan menjadi anak durhaka lagi lantaran mengingkari janji karena meninggalkan ibu.” Ucap Xiu Bai memasang wajah sedih.
Bruk..!!
Kedua tangan Ling Mei langsung memegang pundak Xiu Bai.
“Pergilah cari ibu kandung yang melahirkanmu di kehidupan ini, Ibu akan selalu menunggu kedatanganmu yang membawa Ibu kandung kembali.” Ucap Ling Mei.
__ADS_1
Mendengar itu, wajah Xiu Bai terlihat sedih. “Maafkan Bai'er bu, hanya dengan cara ini aku bisa menjaga keamananmu dengan jauh lebih baik.” Gumam Xiu Bai.
“Hem..!! Xia'er dan Jia'er juga pasti setuju dan akan menunggu kedatanganmu Gege,” sambung Ling Mu Xia ikut mengangguk bersama Ling Chu Jia.
“Jika begitu, biarkan paman Jian dan paman Chen membawa ibu ke klan, di sana kalian akan jauh lebih aman,” ucap Xiu Bai.
Ling Mei, kedua istrinya dan yang lainnya pun langsung mengangguk setuju.
...
Kini pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Du Jian dan Meng Chen.
Mereka berdua pun langsung mengangguk setuju, bahkan terlihat raut wajah keduanya sangat bahagia karena bisa membawa keluarga Tuan muda mereka.
Mereka berpikir jika Ling Mei dan yang lainnya adalah leluhur mereka, karena mereka masih menduga jika ingatan muncul di kepala Xiu Bai adalah ingatan milik Leluhur mereka.
“Ayo nyonya, akan kami bawa anda menuju Klan Asura, di sana jauh lebih tentram dari pada dunia luar ini,” ucap Meng Chen.
Ling Mei, Ling Mu Xia, Ling Chu Jia bersama yang lainnya langsung mengangguk.
Tak lama, mereka semua pun langsung memeluk Xiu Bai cukup lama.
Hingga 3 jam telah berlalu, barulah Ling Mei dan kedua istrinya rela meninggalkan Xiu Bai menuju Klan Asura.
“Ibu tenang saja, Bai'er janji akan langsung kembali setelah menemukan Ibu,” ucap Xiu Bai mengangguk meyakinkan.
Tak lupa juga Xiu Bai memberitahu nama Ibu yang melahirkannya di kehidupan ini adalah Hua Qia.
Tap tap..!!
Bruk..!!
Tak mau ketinggalan, Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia kembali memeluk Xiu Bai dan mengucapkan beberapa kata yang mengandung ancaman.
“Ingat, kembali hanya bersama Ibu, jangan kembali bersama wanita lain selain ibu, ingat itu,” ucap Ling Mu Xia.
“Iya ya, ini sudah ke 15 kalinya kau mengatakan ini selama 3 jam ini, Gege ingat kok,” ucap Xiu Bai langsung menyubit pipi istrinya.
“Duh duh, sakit Gege,” teriak Ling Mu Xia memasang wajah cemberut.
Xiu Bai hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangan ke Ling Chu Jia. “Jangan ikuti caranya Jia'er, lebih bagus kau tetap seperti biasanya,” ucap Xiu Bai langsung mengelus rambut istrinya.
Ling Chu Jia seketika merasakan nyaman, dengan polos ia pun mengangguk.
__ADS_1
Ling Mu Xia yang melihat Ling Chu Jia terpengaruh langsung menepis tangan Xiu Bai.
“Huh,, jangan coba-coba merayu kami agar kau bisa membawa wanita lain ya, itu tidak akan terpengaruh,” dengus Ling Mu Xia langsung membawa Ling Chu Jia melangkah pergi mengejar Ling Mei yang menunggu di luar.
Xiu Bai hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kedua istrinya yang memiliki karakter berbeda. “Yang satu layaknya api dan yang satu layaknya Es,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Tap..!!
Tak lama, pandangan Xiu Bai pun mengarah ke adiknya, terlihat saat ini Duan Du sedang mengucapkan salam perpisahan juga terhadap istri dan putranya. Sementara untuk kedua putrinya. Duan Du sengaja tidak ingin mengganggu latihan mereka, walau ia sangat merindukan kedua putrinya.
“Ingat untuk selalu berhati-hati Gege, jangan terlalu membuat kakak Ipar kerepotan akibat kelakuanmu,” ucap Ling Jia Li terdengar serius sambil menatap tajam suaminya.
“Iya ya, siapa juga yang nakal, aku kini berbeda dengan yang dulu sayang,” ucap Duan Du.
“Ya, kini kau jauh lebih nakal bukan,” dengus Ling Jia Li.
“Huh,, aku lebih kalem, tidak seperti dulu yang selalu membuat kekacauan.” Ucap Duan Du terdengar mengeluh.
“Oh ya, semoga saja apa yang kau ucapkan ini benar Gege,” ucap Ling Jia Li langsung mengecup kening suaminya lalu melangkah pergi sambil menyeret Duan Li yang terdengar selalu merengek ingin mengikuti ayahnya.
Melihat kepergian istri dan putranya, Duan Du seketika menghela nafas lega.
“Huh,, ini jauh lebih menenangkan dari pada bertemu musuh kuat dalam jumlah ribuan,” gumam Duan Du.
Tap tap..!!
Setelah bergumam, Duan Du pun melangkah ke arah Xiu Bai sambil bertanya. “Apa tidak apa-apa membohongi mereka kak?”
“Demi keselamatan mereka, maka itu akan jauh lebih baik,” jawab Xiu Bai.
“Dan juga, saat masalah di sini selesai, kita juga akan pergi dari Alam Celestial ini ke Alam Celestial lain, di sana selain meningkatkan kekuatan, kita juga bisa mencari keberadaan Ibu,” sambung Xiu Bai.
“Hemm..!! Kau ada benarnya juga, jadi artinya kita saat ini tidak berbohong namanya,” ucap Duan Du mengangguk setuju.
“Lalu,, apa langkah selanjutnya yang akan kita ambil untuk menghadapi musuh yang tak lama lagi akan datang Bai'er?” Tanya Xiu Tian yang kini sudah berani membuka suara setelah kepergian para wanita.
Xiu Bai terlihat terdiam, karena saat ini pandangannya mengarah ke atas. Ia kini merasakan aura dari putrinya yang sedang bersembunyi di balik pilar.
“Huuf,, keluarlah Xie'er, ayah tahu kau ada di sana,” ucap Xiu Bai dengan nada suara hangat.
Wuss..!!
Tap tap..!!
__ADS_1