
“Hehe,, waktunya kembali bersenang-senang,” kekeh Tu Long dan langsung melesat ke arah sisi timur Gunung Tambang.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Bersamaan dengan Tu Long ke sisi Timur, Bai Han, Duan Du langsung melesat ke sisi berlawanan, dan Bo Wuhan menuju ke tengah.
***
Wuss wuss..!!
“Han'er, apa kau yakin jika tempat yang kita tuju adalah tempat budak paling banyak berada?” Tanya Duan Du terlihat melesat sembari melirik Bai Han.
“Aku yakin paman, karena tidak mungkin budak yang kita selamatkan itu berbohong,” jawab Bai Han.
Duan Du pun mengangguk, wajahnya seketika tersenyum tipis. “Jika begitu, pasti di tempat tersebut banyak penjaga budak, yang tak lain bawahan Dewa Iblis Neraka.” Gumam Duan Du.
“Mungkin saja, kita akan tahu setelah sampai di sana,” sambung Bai Han.
Tap tap..!!
Tidak sampai 10 menit, Bai Han dan Duan Du langsung menghentikan langkah mereka.
“I..Ini,” ucap Bai Han dan Duan Du terlihat melebarkan mata mereka saat melihat puluhan bukit emas. Beberapa dari bukit-bukit tersebut sedang di tambang.
Pandangan Bai Han dan Duan Du pun mengarah ke Selatan, mata mereka kembali di kejutkan oleh berbagai tambang kristal.
“Sialan, aku tak menyangka akan menemukan harta karun seperti ini,” umpat Duan Du.
“Hemm..!! Jika saja paman Tian ada di sini, maka ini akan membantu pekerjaan kita cepat selesai, tapi sayangnya ia berada di Dimensi yang berbeda dengan kita saat ini,” sambung Bai Han yang terlihat sangat ingin mengambil seluruh harta yang ia lihat saat ini.
“Kau benar Han'er, tapi sebelum itu, kita habisi puluhan penjaga yang mendekati kita,” ucap Duan Du melirik ke arah kanan. Terlihat sekitaran 20 penjaga menuju ke arah Duan Du dan Bai Han.
Bukan hanya itu saja, dari arah bersebrangan, Bai Han juga melihat puluhan penjaga ke arahnya.
“Jangan sampai menimbulkan suara terlalu besar paman, akan merepotkan jika mereka ada yang melarikan diri dan langsung melapor ke Dewa Iblis Neraka.” Ucap Bai Han.
__ADS_1
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Bai Han melesat ke arah penjaga arah kiri.
Sementara Duan Du yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis.
“Justru dengan menimbulkan ledakan, akan membuat kita untung, lantaran mereka pasti penasaran dan langsung menuju kesini semuanya Han'er,” teriak Duan Du dan melesat ke arah sisi kanan.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tepat saat di udara dan akan menerjang ke arah musuh, ratusan bayangan langsung muncul di sekitar Duan Du.
Para bayangan Duan Du yang muncul dan memegang berbagai senjata, langsung mengayunkannya ke para penjaga.
Para penjaga yang awalnya meremehkan, lantaran melihat begitu bodohnya Duan Du menerjang ke arah mereka, seolah menginginkan kematian. Seketika melototkan mata mereka.
“Menghindar,” teriak salah satu penjaga terkuat.
Namun dalam sekejap mereka semua di habisi dalam sekali serang, dan menimbulkan suara ledakan yang cukup besar di Wilayah Barat.
...
Di tempat Bai Han, Bai Han yang menerjang, dengan santai menggerakkan tangannnya untuk membuat benang energi.
Drett..!!
Slash slash..!! Argghh..!!
Tepat saat para penjaga yang mengepung Bai Han hendak menyerang, dalam hitungan detik tubuh mereka semua terpotong-potong.
Melihat rekan mereka mati, 6 penjaga yang tidak ikut menyerang, melototkan mata mereka.
Dengan cepat mereka mundur, lantara mengira Bai Han menguasai Hukum Angin.
__ADS_1
Slash Slash..!!
Tepat saat mereka semua mundur, tubuh mereka langsung terpotong menjadi dua.
Bai Han yang baru saja membunuh semua penjaga, bukannya senang, ia malah berdecak kesal.
“Sialan, memang susah memperingati orang tua,” umpat Bai Han dengan nada kesal.
“Mau tak mau aku harus bergerak cepat,” sambung Bai Han.
Blush..!!
Bai Han pun langsung memejamkan matanya dan menyerap energi di sekitarnya.
Setelah merasa cukup, Bai Han pun menciptakan puluhan klon transparan.
Blush Blush Blush..!!
“Salam Tuan,” sapa para klon Bai Han.
“Hemm..!! Langsung saja, 5 di antara kalian, ambil semua tambang-tambang ini tanpa menyisakan sedikitpun. Dan sisanya amankan area perbatasan sisi Barat Gunung ini, jika ada yang melarikan diri, bunuh semuanya.” Ucap Bai Han langsung memberikan klonnya perintah.
Puluhan klon Bai Han, langsung melesat menjalankan perintah setelah memberikan hormat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Bai Han juga langsung melesat ke arah pamannya.
Tap tap..!!
“Paman, buat Bayangan yang memiliki kecerdasan, lalu perintahkan mereka untuk menyebar ke seluruh area Barat ini. Aku yakin karena keributan yang kau buat, maka tak lama lagi Dewa Iblis Neraka bersama bawahan terkuatnya akan muncul.” Ucap Bai Han mendengus kecil.
Duan Du yang mendengar itu seketika terkekeh kecil. “Hehe,, tenang saja Han'er, berhentilah terlalu tegang,” ucap Duan Du santai.
Brum brum..!!
__ADS_1
Tepat setelah Duan Du selesai bicara, suara gemuruh dan guncangan hebat seketika terdengar keras, yang membuat wajah Bai Han memerah semakin kesal, lantaran pusatnya ada di sisi tengah dan Timur tempat Bo Wuhan dan Tu Long berada.