
“Ke markas utama Serigala Ungu, kita harus membersihkan mereka sampai ke akar-akarnya, karena seperti yang ayah pernah katakan, jangan sisakan musuh yang telah mengincar kita. Jika itu terjadi, suatu saat ia akan datang dengan banyak bawahan maupun sekutu.” Jawab Bai Han dengan nada santai.
Mendengar itu, semua anggota keluarga Bai Han pun langsung mengangguk setuju dan ada yang mengangguk puas.
“Tapi ada satu hal yang membuatku sampai saat ini penasaran, dan mungkin ada beberapa yang sepemikiran denganku, tapi belum sempat bertanya, karena situasi yang kita hadapi ini.” Ucap Meng Chen kini melirik ke arah Bai Han.
Pandangan semua orang termasuk Bai Han pun, melirik ke arah Meng Chen.
“Apa yang ingin paman tanyakan?” Tanya Bai Han menaikkan sedikit alis kannanya lantaran penasaran dengan apa yang Meng Chen katakan tadi.
“Itu, selama dalam perjalanan, di setiap kota yang kita datangi, atau berawal dari Timur saat kita muncul dan menuju ke arah Barat, setiap musuh yang kita semua selalu semakin kuat, apakah kau tahu kenapa?” Tanya Meng Chen.
Mendengar pertanyaan Meng Chen, semua anggota keluarga Bai Han, termasuk Bai Han langsung mengerutkan keningnya.
Tap tap..!!
“Apakah kau sakit saudara Meng Chen?” Tanya Du Jian kini memegangi kening Meng Chen.
Plak..!!
“Sialan, tentu saja aku sehat, siapa juga yang sakit,” dengus Meng Chen langsung menyingkirkan tangan Du Jian.
“Hais,, mungkin kau lupa paman, padahal semua orang yang ada di sini tahu jika wilayah yang akan kita tuju adalah Garis kuning, yang artinya di sana, semua penghuninya jauh lebih kuat dari wilayah tempat kita ini, yang tak lain wilayah garis putih,” ucap Bai Han terdengar menghela nafas panjang.
Bai Han pun kembali menjelaskan mengapa di setiap perjalanan mereka, musuh yang mereka temui semakin kuat.
Hingga 30 menit berlalu, bersamaan dengan datangnya Bai Chu Ye, barulah Bai Han terdengar selesai menjelaskan pamannya.
Meng Chen yang mendengar itu, kini menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum canggung kepada Bai Han dan mengarahkan pandangan ke Du Jian dengan tatapan kesal dan geram, lantaran selalu di ejek oleh saudaranya.
...
Tap tap..!!
“Apakah kau sudah selesai Ye'er?” Tanya Bai Han melirik ke arah adiknya.
“Hemm..!! Sudah selesai kak, aku merasa ia akan berguna nantinya saat kita memasuki wilayah garis kuning.” Jawab Bai Chu Ye datar dan menunjuk ke arah Ze Lang.
Bukan Ze Lang, namun itu adalah sebuah boneka, karena jiwa yang ada di dalam tubuh Ze Lang sudah di lenyapkan oleh Bai Chu Ye dan Bai Chu Ye memanfaatkan tubuh kosong Ze Lang, untuk ia jadikan boneka. Sama halnya dengan kelima ciptaannya yang ia tinggalkan untuk menjaga ibu, nenek dan anggota keluarga wanita di alam yang lebih rendah.
Bai Han yang terlihat melangkah ke tempat boneka Ze Lang berdiri, langsung memegang tubuh dan melihat kondisi boneka buatan adiknya.
__ADS_1
“Sempurna, kini kakak yakin jika orang-orang yang mengenal Ze Lang, pasti tidak akan menyadari jika dia adalah Ze Lang palsu.” Ucap Bai Han memasang wajah bahagia.
Tap tap..!!
“Aku pun tadinya mengira ia adalah Ze Lang asli, bahkan aku sampai mengeluarkan senjata, karena takut ia akan menyerang dari belakang. Tapi aku tak mengira ini adalah boneka,” sambung Chen Long mengangguk penuh kekaguman.
“Ini pastinya ide kakak, karena hanya kakak yang memiliki pemikiran luas di sini selain kakak Ye dan kakak Yuheng yang baru-baru ini mengetahui kelebihannya.” Ucap Bai Da Xing yang menganggumi Bai Han.
“Hemm..!! Aku pun tidak sampai memikirkan ini, kau memang luar biasa Tuan muda,” ucap Du Jian dan Meng Chen mengacungkan jempolnya ke arah Bai Han.
“Sama halnya dengan Tuan muda Ye, kau juga sangat luar biasa,” sambung Du Jian dan Meng Chen mengalihkan pandangan ke arah Bai Chu Ye, lalu mengacungkan jempolnya.
Tap tap..!!
Berbeda dengan yang lain, Lan Yuheng, Bai Ha dan Bai Hu, mereka terlihat asik melihat dan menyentuh kulit boneka Ze Lang sambil memasang wajah penuh kekaguman.
“Ini luar biasa, aku yakin jalan kita nantinya pasti akan sedikit lebih mudah, ya kan saudara Han?” Ucap Lan Yuheng merasa bahagia.
“Siapa bilang, justru jalan kita pastinya akan lebih sulit,” balas Bai Han.
“Karena aku yakin sangat banyak yang membencinya, jika orang-orang yang membencinya melihat kita berjalan bersamanya, maka tak akan mungkin jika kita tidak di serang nantinya.” Sambung Bai Han tersenyum tipis.
Awalnya mereka merasa sedikit santai nantinya saat dalam perjalanan, tapi mereka tak menduga jika perjalanan kedua mereka akan jauh lebih parah lagi.
“Jika kalian ingin kuat, maka inilah jalan satu-satunya. Jadi jangan terlalu banyak mengeluh, jika kalian mengeluh atau merasa keberatan, maka kalian bisa menunggu di kota terdekat wilayah ini, sampai semua masalah masalah selesai.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
“Heh,, siapa yang mengeluh atau keberatan, tentu saja kami setuju,” ucap Du Jian dan Bai Hu serempak.
“Hem hem,, malah aku ingin secepatnya kita berangkat,” sambung Bai Da Xing terlihat menutupi keluh kesahnya tadi.
Bai Han yang melihat reaksi mereka cepat berubah setelah adiknya bicara, langsung mengacungkan jempolnya yang hanya di lihat oleh Bai Chu Ye.
“Jika begitu, ayo kita berangkat sekarang,” ajak Bai Han.
Tanpa berani mengeluh, semuanya mengangguk patuh.
Padahal dalam hati, mereka terlihat sangat ingin beristirahat selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan.
Tap tap..!!
***
__ADS_1
Sementara di tempat Long Qiu.
Terdengar suara tawa lantang Long Qiu di sertai teriakan yang berisikan kehabagian.
“Hahaha,, ayo lari, larilah secepatnya.” Teriak Long Qiu mengejar ayah Ze Lang, yang bernama Du Lang.
Du Lang yang berlari, hanya bisa mengumpati putranya dan terlihat wajahnya yang di penuhi amarah.
Jika Ze Lang ada di depannya, mungkin Du Lang akan langsung mencincangnya hidup-hidup.
Wuss wuss..!!
“Si..Sialan, kenapa aku harus bertemu monster gila ini lagi, padahal dalam hidupku, aku sudah berjanji tidak akan bertemu dengannya walau sebagai kawan.” Umpat Du Lang dalam hati.
“Dan saat bertemu saat ini, aku malah di jadikan musuh. Huhu, sialan sekali nasibku,” sambung Du Lang mengutuk nasib yang ia terima.
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Karena bosan mengejar tanpa memberikan sedikit ketegangan. Long Qiu pun menembakkan beberapa upil yang baru ia ambil.
Walau hanya upil, daya ledaknya sangat mengerikan.
“Woah,, kau terlempar ya, padahal aku tak mengira kekuatan upilku akan sekuat ini loh,” teriak Long Qiu kini muncul di atas Du Lang yang terbaring di lubang kawah besar.
Uhuk uhuk..!!
“A..Ampuni aku Tuan, aku tak tahu apa salah yang putraku lakukan sehingga kau semarah ini.” Ucap Du Lang.
“Setidaknya jika kau marah kepadanya, maka kau seharusnya berurusan dengannya, kenapa aku kau libatkan juga,” sambung Du Lang.
Tap..!!
Du Lang yang mencoba bangkit, kini membungkukkan kepalanya tanpa berani melihat wajah Long Qiu.
Sementara Long Qiu yang asik mengupil, kini melirik ke arah Du Lang.
“Eeh,, apakah kau tadi bicara?” Tanya Long Qiu penasaran.
“Apa yang kau katakan tadi? Aku tidak dengar, karena upilku tadi sulit keluar. Jadi aku fokus mengeluarkannya lebih dulu.” Sambung Long Qiu bertanya dengan nada polos.
__ADS_1