
“Dengan senang hati Tuan muda,” teriak Du Jian langsung melempar kartu dan Batu Kristal Hitam yang menggantung di telinganya.
Wajah Han Liu seketika berubah jelek saat melihat Du Jian yang baru saja terkena gantungan, bahkan itu tidak sampai 5 menit setelah Du Jian di gantung.
Karena sebelum Du Jian, dirinyalah yang tersiksa selama beberapa jam.
Brak..!!
“Senior sialan, apa-apaan ini, aku tidak terima,” teriak Han Liu langsung menggbrak meja yang ada di hadapannya.
Tap tap..!!
Langkah Du Jian terhenti, ia pun menengokkan kepalanya dan tersenyum ke arah Han Liu.
Wajah Han Liu semakin jelek saat melihat ejekan seniornya.
“Hemm..!! Sialan, awas saja kau, aku akan membuatmu menderita gantungan semalaman,” dengus Han Liu kini ingin melanjutkan permainan kartunya dengan Meng Chen.
Glek..!!
Tapi tak lama ia langsung menelan ludah saat melihat wajah Meng Chen yang kini memerah.
“Se..Senior, aku ti..tidak sengaja,” ucap Han Liu sedikit berkeringat dingin.
Tentu Meng Chen sangat marah karena minuman yang ada di meja kini terjatuh ke kepalanya saat Han Liu menggebrak meja.
“Ikuti aku juga kau ingin selamat,” tanpa menghiraukan rengekan Han Liu, Meng Chen langsung menyeretnya keluar dari Mansion milik Klan Li yang hanya di tinggali oleh Xiu Bai dan ketiga pamannya.
...
Xiu Bai yang melihat keakraban mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia merasa karena dengan melakukan setiap karakter mereka masing-masing tanpa di tekan membuat mereka semakin saling mengenal satu sama lain dan terikat.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke pamannya Du Jian, terlihat Du Jian mengalirkan energinya dalam jumlah yang sangat fantastis ke kaki Qian Liyun yang buntung.
Urgh..!!
Tak lama setelah merasakan rasa panas di kakinya saat menerima energi berlebihan, Qian Liyun langsung mengatupkan giginya untuk menahan rasa sakit.
“Tahan ini dan jangan sampai berteriak, jika kau berteriak akan ku sumpal mulutmu,” ucap Du Jian menakut-nakuti Qian Liyun.
Glek..!!
__ADS_1
Qian Liyun pun langsung mengangguk patuh tanpa berani menolak.
“Urgh,, apa aku datang ke sarang Naga?” Gumam Qian Liyun berkeringat dingin saat melihat Du Jian, Meng Chen dan Han Liu.
Tentu ia dapat merasakan dari aura mereka bertiga, walau ketiganya menyembunyikannya dengan baik. Qian Liyun memiliki kelebihan di indranya, indranya bisa merasakan energi seseorang dan terahir mata, matanya bisa melihat tingkat kultivasi seseorang tanpa batas, namun jika di aktipkan, dan tentunya juga memiliki efek samping jika ia mengaktifkan matanya untuk melihat tingkat kultivasi seseorang.
“Ke..Keuatan mereka semua sangatlah mengerikan. Ba..Bahkan satu orang saja setara dengan Kaisar Qian Long sendiri,” gumam Qian Liyun tidak pernah membayangkan orang-orang sekuat Kaisar berkumpul di satu tempat.
Urgh..!!
Urgh..!!
...
Beberapa jam kemudian.
Qian Liyun kini melihat kedua kakinya yang telah tumbuh kembali, saat ia merasakan kedua kakinya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Du Jian yang melihat itu langsung menjelaskan.
“Kau beruntung aku yang menumbuhkan kakimu menggunakan energiku, kini kaki mu sangatlah kuat, mungkin sekuat Baja Hitam bahkan lebih, jadi hati-hati saat kau menggunakannya untuk melawan musuh, bisa-bisa kau langsung menghancurkan kepala mereka nantinya,” ucap Du Jian.
“Ooh ya satu lagi, kecepatanmu akan jauh lebih meningkat, karena syarap-syarat otot di kakimu kini berjalan lebih cepat dari biasanya. Jadi belajar lebih dulu dalam bergerak, bisa-bisa kau tidak bisa berhenti lalu menabrak bangunan.” Sambung Du Jian dengan acuh lalu pergi.
“Terimakasih Tuan,” ucap Qian Liyun langsung membungkukkan badannya dengan nada tulus.
Tap tap..!!
“Oh kau lebih sehat dari sebelum kita bertemu,” ucap Xiu Bai masuk dan tersenyum tipis.
“Baiklah ayo keluar, waktunya kita makan malam,” ajak Xiu Bai.
“Eeh,, ini sudah malam?” Gumam Qian Liyun sedikit terkejut, padahal ia merasa tadi saat di sembuhkan hanya satu atau dua jam saja. Tapi ia tidak menduga butuh waktu lama.
Tap tap..!!
Dengan cepat Qian Liyun menyusul Xiu Bai.
Saat Qian Liyun masuk ke ruang makan, wajahnya sedikit terpana karena banyak sekali orang yang berkumpul di masing-masing meja layaknya sebuah Restaurant yang ramai.
“I..Ini,” gumam Qian Liyun terkejut.
Seketika ke 20 Pasukan Iblis Penghancur langsung melirik ke arah Qian Liyun, tatapan mereka membuat Qian Liyun sedikit berkeringat dingin.
__ADS_1
Ia sadar walau dirinya sedikit lebih kuat dari ke 20 orang berjubah hitam ini, tidak sampai beberapa detik ia bisa mati melawan lima dari mereka jika di keroyok.
“Hei, mengapa kau diam saja, apa kau ingin aku hantam. Hah, membuat orang menunggu saja, jadi cepat aku sudah lapar,” teriak Han Liu sambil menunjukkan kepalan tangannya yang besar ke arah Qian Liyun.
Dengan segera Qian Liyun layaknya anak kecil ketakutan berlari mencari meja kosong. Tapi semua meja telah penuh, hanya meja Xiu Bai saja yang saat ini tersisa satu kursi.
“Ayo kesini,” ajak Xiu Bai tersenyum hangat, ia saat ini hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat semua anggota keluarganya menggertak Qian Liyun.
“Mungkin ini sambutan bagi keluarga baru, jadi maklumilah,” ucap Xiu Bai melirik Qian Liyun yang sudah duduk tepat di sampingnya.
Setelah itu Xiu Bai langsung bangkit.
Dret..!!
Tak lama semua anggota keluarga Xiu Bai ikut bangkit walau Qian Liyun sedikit terlambat.
“Baiklah, mungkin ini baru pertama kalinya kita makan malam bersama, tanpa basa basi, waktunya makan malam di mulai,” ucap Xiu Bai.
Semua anggota keluarga Xiu Bai pun langsung duduk dan menikmati acara makan malam dengan lahap.
Setelah makan, terlihat kini mereka semua mengobrol santai sambil menikmati arak, ada juga yang menikmati teh maupun minuman lainnya.
Sementara di kursi Xiu Bai, terlihat ada 8 kursi di sana dan di isi oleh Xiu Bai sendiri, Qian Liyun, Du Jian, Meng Chen, Han Liu, Li Zhang, Yen Feng, dan Wei Fusen yang entah sejak kapan ia sudah ada di sana.
“Bagaimana keadaan di sana?” Tanya Xiu Bai melirik Wei Fusen.
“Seperti yang telah anda sarankan Tuan muda, semuanya berjalan lancar, walau ada beberapa kendala saat mencoba memindahkan beberapa orang yang tidak terlibat, tapi kini semuanya baik-baik saja.” Jawab Wei Fusen dengan jujur tanpa adanya jejak kebohongan.
“Bagus, lalu apakah kau sudah mengganti mereka dengan apa yang aku sarankan?” Tanya Xiu Bai.
“Sa..Saat ini saya terkendala dengan keuangan Tuan muda. Ja..Jadi belum sepenuhnya terlaksana,” ucap Wei Fusen berkeringat dingin.
Klang..!!
Han Liu yang tidak sengaja menjatuhkan gelasnya langsung membuat Wei Fusen ketakutan setengah mati, ia merasakan nyawanya hampir saja akan terpisah.
Huh huh..!!
Melihat Wei Fusen berkeringat dingin dan mengambil nafas secara tergesa-gesa, Xiu Bai mengerutkan keningnya.
“Mengapa kau begitu takut, tenang saja, aku tidak akan memakanmu lantaran tugasmu belum selesai sepenuhnya. Karena aku juga ingin kau secara perlahan-lahan melakukan tugasmu.” Ucap Xiu Bai kini mengeluarkan cincin penyimpanan dari Cincin Dimensi yang ia gunakan.
__ADS_1