
Mereka saat ini merasakan jika Xiu Lou hanyalah manusia biasa pada umumnya, yaitu manusia tanpa bakat.
“Kenapa kalian diam saja, cepat beri salam,” ucap Penguasa Dinasty Kuno melirik kedua putranya dengan tatapan tajam.
“Kami memberi salam kepada pemimpin Klan Asura,” ucap Jing Chen dan Jing Lujie serempak.
“Salam senior, maaf jika kami datang tanpa memberitahu anda sebelumnya,” ucap Penguasa Dinasty Kuno atau biasa di panggil Jing We.
“Hemm..!! Apa karena prihal 2 bulan yang lalu? Itu sama sekali bukan urusanku, tapi urusan putraku. Jadi kalian kembalilah,” ucap pemimpin Xiu Lou dengan nada datar.
Glek..!!
“I..Itu, apakah masalah ini tidak bisa di selesaikan secara baik-baik?” Tanya Jing We dengan tubuh sedikit bergetar.
“Bukan urusanku, jika kau ingin menyelesaikannya, maka bicaralah dengan putraku, tapi saat ini ia melakukan pelatihan tertutup dan akan keluar 18 tahun lagi. Jadi selama 18 tahun kau akan aman,” ucap pemimpin Xiu Lou dengan nada acuh.
“Datanglah 18 tahun yang akan datang, dan berdoa lah putraku tidak ingin memperpanjang masalah ini, karena jika tidak, aku tidak akan tahu dengan masa depan Dinasty yang ku pimpin kedepannya,” sambung pemimpin Xiu Lou.
Jlep..!!
Dalam sekejap pemimpin Xiu Lou menghilang dari pandangan Jing We dan kedua putranya. Setelah pemimpin Xiu Lou menghilang, sebuah suara langsung terdengar.
“Saat ini aku sangat sibuk, jadi kalian kembalilah secepatnya, jika tidak, aku tidak akan bertanggung jawab kalian akan baik-baik saja. Karena semua anggota klan ku cukup membenci kalian semua lantaran telah menyerang calon pemimpin muda mereka.”
Glek..!!
Tangan Jing We seketika terkepal dan di arahkan ke Jing Lujie, tapi saat akan menghantam kepala putra keduanya atau Penguasa Dinasty Kuno Istana kedua, ia langsung terhenti.
“Huuf,, beruntung kau tidak terlihap Jie'er, jika tidak, aku tidak akan segan-segan menghukum mu,” ucap Penguasa Jing We langsung bangkit.
Tap tap..!!
Saat bangkit, Jing We terlihat menaruh hadiah yang ia bawa di meja tempat Pemimpin Xiu Lou duduk tadi.
“Ayo kembali,” ajak Jing We kini melangkah keluar.
__ADS_1
Tap tap...!!
Saat Jing We dan kedua putranya keluar, tubuh Jing Chen dan Jing Lujie seketika membeku di tempat. Bersamaan dengan keringat dingin terlihat di raut wajah mereka saat melihat sekumpulan anggota Klan Asura yang kini menunjukkan wujud asli mereka.
“Aku tak menyangka jika bocah kecil yang dulu pernah kesini datang bersama ayah dan kakeknya sangat berani memprovokasi kami,” ucap seorang Iblis Asura Wanita.
“Te..Tetua Yishi. Sa..Saya sama sekali tidak pernah berani memprovokasi Klan Asura, karena mendiang kakek dan ayah dari dulu selalu mempringati saya untuk jangan pernah mengusik kalian. Pada saat itu, saya pun langsung berjanji tidak akan pernah mengusik Klan Asura seumur hidup saya.” Ucap Penguasa Jing We dengan nada terbata-bata.
Penguasa Jing We tentu mengenal Tetua Yishi, karena dia adalah teman kakeknya di masa lalu.
Dan karena kakek dan ayahnya dulu berteman dengan Klan Asura, hal itulah yang membuat Penguasa Jing We memberanikan diri kesini untuk meminta maaf dan mencoba menyelesaikan masalah yang terjadi 2 bulan yang lalu.
“Kembalilah, beruntung kakek mu adalah teman seperjalananku di masa lalu, jika tidak, aku sudah dari awal menghancurkanmu,” dengus tetua Yishi sambil melambaikan tangannya.
Penguasa Jing We pun mengangguk pasrah, mereka bertiga pun melangkah.
Dan pada saat melangkah keluar dari klan Asura, beberapa dari anggota klan mencoba menakut-nakuti Jing Chen dan Jing Lujie.
Tentunya itu berhasil, kini pandangan mata Jing Chen dan Jing Lujie langsung kosong.
Di tempat yang cukup tenang, kini Xiu Lou yang tengah berdiri bersama Xiu Mu Lian pun melirik bibi sekaligus ibunya.
“Kenapa kau menakut-nakuti mereka Lou'er?” Tanya Xiu Mu Lian sambil melirik keponakan sekaligus dia anggap putranya sendiri.
“Agar mereka tidak berani melanjutkan rencana mereka untuk menguasai seluruh Alam Celestial ini Bibi,” jawab Xiu Lou.
“Kau sendiri tahu jika ambisi bocah Jing We itu cukup besar dan mulai serakah, tidak seperti ayah dan kakeknya, walau berambisi, dan sedikit serakah, ia tidak akan pernah mau mengorbankan orang yang tidak bersalah.”
“Berbeda dengannya yang terlihat ingin menghalalkan segala cara.” Ucap Xiu Lou memberikan penjelasan.
“Dan terahir, mengapa aku tidak membunuhnya, itu karena akan sedikit merepotkan jika ia mati, Bibi tahu sendiri bukan,” lirik Xiu Lou.
“Hemm..!! Bawahannya pasti akan muncul lalu membuat kekacauan dimana-mana, setelah membuat kekacauan, mereka pasti akan berpura-pura menjadi pahlawan, agar bisa menjadi Penguasa Alam Celestial ini.” Ucap Xiu Mu Lian mengangguk.
Saat mengatakan kata Bawahannya, orang yang Xiu Mu Lian maksud adalah sosok yang ia dan Xiu Lou kenal di masa lalu.
__ADS_1
Sosok yang mereka maksud adalah adik dari kakek Xiu Lou atau Ayah dari Xiu Mu Lian.
Ayah Xiu Mu Lian dulunya sangat menginginkan posisi pemimpin Klan, tapi itu tidak terwujud karena ia kalah melawan kakaknya, kakek dari Xiu Lou, saat memperebutkan kursi kepemimpinan.
Al hasil, Ayah Xiu Mu Lian pun menghilang selama lebih dari 1000 tahun, dan saat ia kembali, ia membawa bencana bagi Klan Asura, bukan hanya klan Asura, melainkan seluruh Alam Celestial.
Ayah Xiu Mu Lian datang bersama ribuan bawahan dari berbagai Ras dengan kekuatan yang sangat dahsyat.
Dari ribuan bawahan ayah Xiu Mu Lian, itu di bagi menjadi 3 Faksi yang di sebut banyak orang dengan sebutan Organisasi Menara.
Pertarungan besar pun tidak terelakkan, Ayah Xiu Mu Lian yang haus akan kekuasaan menyebar seluruh bawahannya ke seluruh Alam Celestial untuk membunuh setiap Penguasanya.
Dan pertarungan Besar tersebut di sebut zaman Kekosongan dan biasa di kenal Era Baru setelah terjadinya perang selama 10.000 tahun.
Dalam waktu 10.000 tahun Zaman Kekosongan, akhirnya pertarungan di menangkan oleh Klan Asura bersama para sekutunya di pada saat itu.
Setelah kemunduran Organisasi Menara, Klan Asura yang dulu mempunyai Alam Celestial yang mereka kuasai sebagai markas pun mengucilkan diri di Hutan Tanpa Batas.
Ada tujuan tertentu mengapa klan Asura memilih Hutan Tanpa Batas. Dan hanya Xiu Mu Lian serta Xiu Lou saja yang tahu.
Sementara Organisasi Menara yang mundur, tidak sampai 100 tahun menghilang, mereka mulai aktif dengan menyebar anjing-anjing mereka untuk membuat beberapa kekacauan.
Sementara mereka anggota Organisasi Menara yang asli hanya mengatur dari balik bayang-bayang saja tanpa berani memunculkan diri mereka.
Hingga saat ini pun itu masih terjadi.
..
Bruk..
“Tenanglah Ibu, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri,” ucap Xiu Lou langsung menenangkan Xiu Mu Lian dengan cara memeluknya.
Xiu Mu Lian seketika menjadi sedikit tenang saat ia sudah mulai emosional. Ada jejak air mata di sela-sela hidungnya hingga bibirnya saat ini mengalir.
Jejak kebencian juga terlihat jelas di mata Xiu Mu Lian, itu karena Ibunya, suaminya, putrinya telah di bunuh di depan matanya oleh ayahnya sendiri pada waktu itu.
__ADS_1
Bahkan ibu Xiu Lou pun ikut menjadi korban. Dan ayah Xiu Lou mengorbankan diri bersama para tetua dengan cara meledakkan diri agar bisa memukul mundur musuh yang terus berdatangan tanpa henti pada waktu itu.