
“Saatnya bersenang-senang,” teriak keempat langsung melesat dengan kecepatan penuh mereka masing-masing.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
Dret..!!
Bom bom..!!
Di tempat Ling Bai Xie, ia saat ini di pukul mundur oleh 4 topeng ungu sekaligus.
“I..Ini, kekuatan mereka jauh melampaui imajinasi,” gumam Ling Bai Xie sedikit melebarkan matanya.
Kekuatan Ling Xiu Bai saat ini ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 5 Awal, dan ke 4 topeng ungu menurut Ling Bai Xie ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 8 Puncak.
Walau Ling Bai Xie tidak bisa melihat tingkat kultivasi musuh, tapi tebakannya sangat akurat.
”Tangkap dia dengan cepat, aku merasakan adanya sosok kuat akan datang,” ucap salah satu dari ke 4 topeng ungu.
Ketiga rekannya langsung mengangguk setuju.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Sret..!!
Seketika dua topeng ungu langsung muncul dari depan dan belakang Ling Bai Xie.
Tentu Ling Bai Xie melebarkan matanya karena tidak bisa bereaksi cepat saat melihat pergerakan musuhnya.
“Sial,” gumam Ling Bai Xie dengan cepat berusaha untuk menghindari dekapan kedua musuhnya.
Tap..!!
Tapi sekuat apapun Ling Bai Xie berusaha menghindar, karena musuhnya memiliki tingkat kultivasi yang jauh di atasnya, ia tetap saja kalah.
Sret..!!
Krak krak..!!
Urgh..!!
Ling Bai Xie seketika merintih saat tangannya di cengkram erat hingga terdengar suara lengan Ling Bai Xie yang retak.
Wung..!!
Bom..!!
Duar duar duar..!!
Di saat yang bersamaan, Xiu Bai yang muncul dan mendengar suara tangan putrinya yang retak. Kini tidak bisa menahan diri lagi, hingga ia mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Ke 4 topeng ungu yang merasakan tekanan mengerikan Kaisar Dewa Abadi ⭐ 9 Puncak langsung memuntahkan seteguk darah.
“I..Itu, Iblis Asura,” teriak ke 4 topeng ungu langsung melebarkan mata mereka di balik topeng mereka.
Bam bam..!!
Dengan wajah dingin Xiu Bai melangkah, dan di setiap langkahnya terdengar suara ledakan di sertai hempasan yang mengguncang area sekitar tempat Xiu Bai berada.
Sret..!!
Tanpa banyak bicara, tangan Xiu Bai terulur dan langsung mencekik leher topeng putih yang mematahkan lengan putrinya.
Krak..!!
__ADS_1
Krak..!!
Arghh..!!
Suara raung kesakitan dari topeng ungu terdengar mengerikan saat kedua tangannya di remukkan oleh Xiu Bai.
“Berani sekali kau menyentuh putriku satu-satunya, kematian terlalu ringan bagimu.” Ucap Xiu Bai dengan nada dingin.
“Akan ku siksa seluruh tubuhmu dan jiwamu,” sambung Xiu Bai.
Mendengar ucapan Xiu Bai, tubuh topeng ungu seketika bergetar hebat, ia pun mencoba meminta bantuan ke arah ke tiga rekannya.
Tapi saat ini ke 3 rekannya sudah tidak mampu menggerakkan tubuh mereka karena Xiu Bai telah mengikatnya dengan benang-benang energi.
Wung..!!
Bom..!!
“A..Ampuni ak-”
Slash..!!
Bruk..!!
Tidak ingin memberikan orang yang telah menyakiti putrinya untuk bicara, setelah meldakkan tangan kiri musuhnya, Xiu Bai kembali memotong telapak tangan kanan musuhnya.
“Apakah sakit?” Tanya Xiu Bai dengan nada datar.
Hem hem..!!
Dengan cepat musuh Xiu Bai mengangguk, ia saat ini baru kali ini mengalami siksaan seperti ini, jika di suruh memilih, maka ia pastinya akan memilih mati dengan cepat.
“Kau tahu, rasa sakitmu tidak terasa apa-apa di banding rasa sakit ku saat melihat putriku kesakitan.” Ucap Xiu Bai dengan nada dingin.
Wung..!!
Bom..!!
Kaki kanan musuh Xiu Bai seketika meledak setelah Xiu Bai menembakkan bola energinya.
“Bahkan dengan menghancurkan seluruh tubuhmu pun tidak akan mampu menyamai rasa sakit yang aku rasakan,” ucap Xiu Bai kembali menembakkan jarinya.
Wuss..!!
Bom..!!
“A..Aku mohon bunuh-”
“Heh,, kau kira aku akan membiarkanmu mati begitu saja,” ucap Xiu Bai dengan nada datar.
Dret..!!
Dalam sekejap Xiu Bai menumbuhkan anggota tubuh musuhnya yang hancur.
“Nikmatilah rasa sakit yang aku rasakan juga,” ucap Xiu Bai kini kembali menyiksa musuhnya tanpa jeda, dan teriakan terus menerus terdengar menggema.
Saking kerasnya teriakan musuh yang Xiu Bai siksa saat ini, suara teriakannya terdengar sampai ke seluruh kota yang langsung membuat semua orang merinding.
Sementara ke tiga topeng ungu yang di ikat saat ini, mereka hanya bisa membeku di tempat.
Walau tidak ikut di siksa, tapi mental mereka saat ini ikut tersiksa saat melihat keganasan dan kesadisan yang Xiu Bai lakukan terhadap rekan mereka.
...
Di tempat Ling Bai Xie, ia saat ini sedang memeluk kedua ibunya dengan isak tangis. Ia menangis bukan karena merasakan rasa sakit yang ia alami, melainkan menangis bahagia saat ayahnya akhirnya datang melindunginya, hingga menyiksa orang yang telah melukainya.
Tap tap..!!
“A..Ayah,” ucap Ling Bai Xie langsung melesat ke arah ayahnya lalu memeluk ayahnya dari belakang.
__ADS_1
Xiu Bai yang sedang menyiksa musuhnya pun langsung menghentikan aksinya.
Dengan hangat Xiu Bai mengalirkan energinya ke seluruh tubuh putrinya lalu membalik badan.
Seutas senyum hangat pun Xiu Bai tampilkan di depan putrinya, sangat jauh berbeda saat ia menyiksa musuhnya tadi.
“Apa ada yang sakit Xie'er?” Tanya Xiu Bai tanpa sadar meneteskan air matanya.
Xiu Bai membendung rasa bahagia serta rasa rindunya terhadap putrinya saat ini, karena saat dalam perjalanan kesini, kedua istrinya sempat bercerita jika orang yang paling bekerja keras selama Xiu Bai tidak ada, adalah putrinya.
Hati Xiu Bai merasakan sakit saat membayangkan bagaimana putrinya menjadi sosok pengganti dirinya terhadap semua keluarganya.
Xiu Bai sadar jika di balik senyum putrinya saat ini, ada jejak kehidupan yang menyakitkan serta pahitnya yang ia alami.
“Dia, dia ingin melecehkan Xie'er,” tunjuk Xie'er mengarah ke salah satu musuh yang tadi menghadangnya dari depan.
Blush..!!
Wajah Xiu Bai seketika berubah menjadi mengerikan saat ia memandang ke arah sosok topeng ungu berjubah merah.
Glek..!!
Sementara sosok topeng Ungu berjubah merah langsung menelan ludah. Tapi tak lama ia pun seketika tertawa.
Hahaha..!!
Hahaha..!!
Karena tak kuat menahan rasa takut serta tekanan mental yang ia alami, sosok topeng ungu jubah merah langsung menjadi gila.
Wungg..!!
Bam..!!
“Siapa yang menyuruhmu menjadi gila,” ucap Xiu Bai dengan nada dingin dan langsung menyadarkan topeng ungu jubah merah.
“Tidak akan ku ijinkan kau menjadi gila tanpa seizinku,” sambung Xiu Bai dan langsung menyiksanya dengan lebih mengerikan dari apa yang ia lakukan saat menyiksa pertama kali.
Kini kembali terdengar suara raungan yang jauh lebih keras dari sebelumnya.
...
Orang-orang kota yang mendengar suara raungan tersebut hanya bisa menahan nafas, beberapa dari mereka pun langsung pingsan lantaran tidak berani menghembuskan nafas mereka.
***
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Cukup jauh di sisi berlawan dari tempat Xiu Bai berada.
Duan Du, Tu Long, Meng Chen dan Pang Hei kini melawan ratusan sosok topeng putih, dan salah satunya ada Jendral Dong Lu.
“Haha,, ayo larilah terbirit-birit manusia,” teriak Pang Hei kini tertawa bahagia saat menembakkan api hitamnya ke arah musuhnya yang kini berlari kesana kemari menghindari api yang Pang Hei tembakkan.
“A..Ampuni aku, aku hanya mengikuti perintah,” teriak Jendral Perang Dong Lu yang saat ini terlihat kelelahan menghindari api hitam milik Pang Hei.
Wung..!!
Duar..!!
“Siapa yang menyuruhmu berhenti sialan, cepat lari kau,” teriak Tu Long sambil memasang wajah ganas ke arah Dong Lu.
Glek..!!
Dengan cepat Dong Lu melesat melarikan diri mengikuti perintah Tu Long yang bertugas sebagai pengawas dalam bekerja sama dengan Pang Hei.
Dengan bangga Tu Long mengangkat kepalanya sambil mengawasi orang-orang yang berniat melarikan diri melewati garis pembatas.
__ADS_1