Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertemuan Duan Du dengan Fei Sia Ying dan Kedatangan Xiu Bai


__ADS_3

Bukan hanya itu saja, 2 dari sosok yang setara dengan Xiu Bai pun ikut mengincar Jendral Neraka Pertama dari balik layar. Namun Jendral Neraka Pertama selalu bisa lepas, walau Tuannya tidak ada karena masih melakukan Reinkarnasi.


...


Duan Du yang mendengar itu, kini mengangguk ringan, ia yang mengingat masa lalunya langsung paham mengapa kakaknya Xiu Bai tidak mengenalinya.


Selain kakaknya masih lemah saat pertama kali bertemu, dirinya ternyata telah di lindungi.


“Lalu apakah ayah sengaja memancingku untuk kesini?” Tanya Duan Du kini terlihat dengan cepat akrab.


“Hoho,, bocah licik, kau pastinya langsung paham tujuanku membawamu kesini, namun kau pura-pura bertanya,” ucap ayah Duan Du tersenyum lebar.


“Ayo ikuti ayah, ada satu hal yang belum ayah selesaikan dulu saat kau lahir, itu karena kau saat itu masih lemah. Tapi kini ayah rasa sudah waktunya,” ajak ayah Duan Du.


Duan Du pun langsung mengangguk, dan tak lama, tubuh ayah dan anak pun langsung berubah menjadi bayangan.


Dret..!!


Tap tap..!!


Dalam sekejap ayah dan anak kini muncul di depan sebuah pohon yang warnanya gelap.


Duan Du yang melihat ke arah pohon tersebut, seketika tubuhnya bergetar hebat.


Deg deg deg..!!


Jantung Duan Du langsung terdengar keras saat berdetak.


Pandangan Duan Du pun dengan cepat mengarah ke ayahnya.


“A..Apakah-”


“Benar, ibumu telah mengorbankan dirinya saat melahirkanmu dan ia juga mengorbankan dirinya agar kau ikut bereinkarnasi mengikuti Tuan atau sekarang kau sebut kakak.” Ucap Ayah Duan Du dengan seutas senyum hangat.


Mendengar itu, Duan Du pun langsung melangkah ke pohon gelap.


Tap tap..!!


Setelah sampai ke pohon setinggi 3 meter dengan besar 1 meter. Tepat di tengah-tengah pohon gelap, ada sebuah wajah yang sangat cantik ikut menyatu dengan pohon tersebut.


Wajah tersebut sedang memejamkan matanya. Walau begitu, pancarannya tidak menutupi kecantikannya.


“I..Ibu,” ucap Duan Du langsung meneteskan air matanya. Tangan Duan Du terlihat bergetar hebat saat menyentuh kedua wajah ibunya.

__ADS_1


“Ma..Maafkan-”


“Tidak apa-apa nak, ibu melakukan ini karena keinginan ibu, jadi kau jangan menyalahkan dirimu maupun ayahmu.” Seketika ucapan Duan Du berhenti saat mendengar sebuah suara lembut tepat di depannya.


Duan Du yang sedang memandang ke bawah pun dengan cepat mengarahkan pandangannya ke atas.


“I..Ibu.. Ka..Kau-”


“Ssstt,, ibu tentu masih hidup, namun hidup dalam keadaan seperti ini. Tapi mungkin tidak lama lagi ibu akan kembali menjalani hidup seperti biasanya. Jadi kau jangan menganggap ibu mati lagi,” ucap Ibu Duan Du dengan seutas senyum lembut.


“Eeeh,, bagaimana bisa bu? Jika memang ada caranya ibu bisa kembali hidup normal seperti Du'er, maka beritahu Du'er, apapun rintangannya, akan Du'er lakukan agar ibu bisa kembali seperti sediakala.” Ucap Duan Du kini terlihat sangat bahagia saat mendengar ucapan ibunya tadi.


Saking bahagianya, Duan Du sampai lupa memahami ucapan ibunya yang mengatakan sebentar lagi akan kembali seperti biasanya.


Tap tap..!!


“Tenanglah bocah nakal, kau ini tidak mencerna ucapan ibumu.” Ucap Ayah Duan Du langsung mendekati Duan Du sambil menepuk pundaknya.


“Sebentar lagi kau akan tahu cara bagaimana ibumu kembali hidup normal lagi, karena saat ini dia dalam perjalanan kemari.” Sambung Ayah Duan Du.


“Jadi, sebelum orang yang akan menyembuhkan ibumu sampai, kau petiklah daun yang ada di pohon yang menyatu dengan ibumu, lalu seraplah hingga habis.” Ucap Ayah Duan Du yang terlihat tidak memberikan putranya kesempatan untuk bicara.


Saat Duan Du terlihat akan mengatakan sesuatu lagi. Terdengar lagi sebuah suara.


“Ta..Tapi aku takut ibu-”


“Tidak akan terjadi apa-apa, malah akan semakin berbahaya bagi ibumu jika Daun ini semakin banyak. Dan perlu kau ketahui, daun ini tidak akan pernah bisa gugur ataupun di petik oleh semua orang termasuk ayah, kecuali dirimu, karena saat kau lahir, kau termasuk sudah bagian dari pohon ini.” Ucap Ayah Duan Du langsung memotong ucapan Duan Du.


“Dan ada satu orang lagi yang bisa memetiknya, ia adalah orang yang akan kami tunggu kedatangannya. Jadi kau cepatlah petik daun ini, itu bisa meringankan beban ibumu.” Sambung Ayah Duan Du yang bernama Duan Diyu, yang artinya Neraka Bayangan.


Wuss..!!


Tanpa banyak kata lagi, Duan Du pun langsung melesat ke atas untuk memetik daun pohon gelap.


Dret..!!


Duaarr..!!


Tepat saat Duan Du akan memetik daun pohon gelap. Sebuah ranting bayangan muncul memukul Duan Du hingga kembali ke tempatnya.


“I..Ini,” ucap Duan Du sambil melirik ke arah Ayah dan Ibunya.


“Hatimu harus benar-benar bersih nak, jika hatimu bersih, maka pohon ini tidak akan menyerangmu,” ucap Duan Diyu menjelaskan.

__ADS_1


“Jangan seperti ayahmu nak, dia hatinya sangatlah di penuhi hal-hal licik. Makanya ayahmu tidak bisa menyentuh ibumu hingga saat ini,” sambung Fei Sia Ying.


Duan Diyu seketika tersenyum pahit saat mendengar ejekan istrinya.


Sementara Duan Du langsung terdiam dan mengingat saat dirinya tadi menyentuh wajah ibunya. Saat itu ia tidak memikirkan apapun, dapat di katakan pikirannya kosong, lantaran bertemu sosok Ibu kandungnya.


Dengan cepat Duan Du memejamkan matanya dan mencoba mengosongkan pikirannya, ia yakin jika pikirannya kosong, maka hatinya pasti akan ikut kosong. Dan jika hatinya kosong, itu artinya dapat di anggap ia seperti bayi.


Dret..!!


Saat Duan Du telah menyatu dengan kekosongan pikiran dan hatinya, secara tiba-tiba tubuh Duan Du melayang dengan sendirinya menuju daun pohon hitam.


Fei Sia Ying dan Duan Diyu yang melihat itu, langsung tersenyum bahagia.


“Akhirnya, selain Tuan, putra kita bisa mendekati Pohon Bayangan,” ucap Duan Diyu dengan seutas senyum lebar.


“Hemm..!! Kau benar Gege, kini Ying'er yakin jika Du'er pasti akan melebihi kekuatanmu maupun kecerdasanmu.” Sambung Fei Sia Ying ikut memasang wajah bahagia.


Duan Diyu seketika tersenyum kecut saat mendengar ucapan istrinya. Itu karena ada jejak ejekan halus untuk dirinya.


“Huh,, suamimu ini salah apa sehingga kau selalu mengejeknya?” Dengus Duan Diyu.


“Huh,, salah apa? Kau jangan berpura-pura jadi idiot Gege,” dengus Fei Sia Ying terlihat memasang wajah dingin.


Glek..!!


Duan Diyu seketika menelan ludahnya saat melihat wajah dingin istrinya, ia juga terlihat tidak bisa mengelak lagi saat ini.


“Urgh,, sialan, kenapa aku selalu tidak bisa menang jika melawannya bicara,” umpat Duan Diyu dalam hati.


...


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tepat di saat Duan Diyu telah kehabisan kata-kata, muncul sebuah lubang hitam tidak jauh dari tempat Duan Diyu bersama pohon gelap.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Bagaimana bisa kau membiarkan Ying'er menyatu dengan Pohon Bayangan Diyu?” Tanya Xiu Bai yang terlihat sedikit mengerutkan keningnya saat melihat Fei Sia Ying menyatu dengan pohon Bayangan.


Glek..!!

__ADS_1


__ADS_2