
“Sialan, bagaimana bisa aku bahagia melihat sesama anggota Menara Langit kedua bertarung satu sama lain. Kau sungguh Iblis Gila,” teriak Ye Mojin dan hanya bisa berteriak dalam hati, karena mulutnya di segel agar tidak mengeluarkan suara.
Saking marahnya Ye Mojin, tanpa sadar ia terus menuang arak yang melayang di depannya dan langsung meneguknya tanpa henti.
Xiu Bai yang melihat kelakuan Ye Mojin, seketika tersenyum tipis.
“Hoho,, ia sudah mulai terbawa suasana,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Pandangan Xiu Bai pun teralih ke ujung Menara Langit, dimana ia merasakan adanya sosok yang memandang ke arahnya.
Seutas senyum licik seketika Xiu Bai tampilkan, tanpa menutup-nutupinya.
***
Sementara di puncak Menara Langit kedua, Ye Mo Xuan yang kini berdiri, hanya bisa memandang dari kejauhan sembari memasang wajah jengkel.
“Iblis sialan itu, tidak-tidak, manusia sialan itu. Mau ia menjadi Iblis di masa lalu, ataupun manusia, ia masih saja tetap sama. Sama-sama menjengkelkan dan membawa bencana,” umpat Ye Mo Xuan.
Ingin rasanya Ye Mo Xuan turun ke bawah dan langsung melayangkan tinjunya ke arah wajah Xiu Bai, namun ia sadar jika saat ini semua mata Penjaga Gerbang sedang tertuju ke arahnya dan mereka sedang menunggu kesalahan yang ia buat, agar para penjaga gerbang yang ingin menggulingkannya, dapat bergerak dengan beberapa alasan.
“Sial sial sial,, kau sungguh licik Asura,” terdengar Ye Mo Xuan kembali mengumpati Xiu Bai sembari mengcengkram erat kepalan tangannya.
“Huff,, tenang Mo Xuan, tenanglah, dengan adanya Asura di sini, maka semua musuhmu pasti bisa kau selesaikan.” Gumam Ye Mo Xuan mencoba menenangkan dirinya.
Ye Mo Xuan sadar jika sampai saat ini, tidak ada satupun para Penjaga Gerbang yang merasakan kekuatan Xiu Bai sebenarnya. Itu mungkin karena mereka tidak mengenal siapa Xiu Bai dahulunya, jadi wajar tidak ada yang mengenalnya.
Kecuali 1 orang, ia adalah Penjaga gerbang ke 10 dan tidak ada yang mengetahui kekuatan penjaga gerbang ke 10 yang sesungguhnya hingga saat ini. Bahkan Ye Mo Xuan pun tidak mengetahuinya.
__ADS_1
***
Kembali ke Xiu Bai berada, ia yang melirik Ye Mo Xuan dengan seutas senyum licik, kini melirik sekilas ke 9 Menara Langit yang berada di berbagai ujung perbatasan kota.
“Hoo,, kini aku sadar mengapa pak tua itu tidak berani muncul kesini, karena adanya perang internal dari dalam.” Gumam Xiu Bai.
Xiu Bai tentu paham betul perang internal, semuanya bisa terjadi jika ada sedikit kesalahan.
Bahkan mereka yang haus akan kekuatan maupun harta, akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan satu sama lain.
“Huuff,, dimana-mana selalu saja ada yang seperti ini, ini membuatku semakin muak saja.” Gumam Xiu Bai yang merasakan haus darah dan niat tertentu dari beberapa Menara Langit lainnya.
Saat Xiu Bai hendak membuat klon jiwa untuk menyusupkan para klon jiwanya ke semua Menara Langit, tatapan mata Xiu Bai seketika tertuju ke Menara Langit ke 10.
“Hoo,, jadi bocah itu ada di sana, aku tak menduga jika ia menyembumyikan kekuatannya juga,” ucap Xiu Bai di sertai seutas senyum tipis.
Tap tap..!!
Dengan santai Xiu Bai bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengayunkan tangannya ke arah pertarungan para pemimpin lantai Menara Langit kedua.
Wuss..!!
Bom bom bom..!!
Dalam sekejap 3 pemimpin lantai menara langit kedua mati, tanpa menyisakan abu.
“Ini adalah hadiah serta bantuanku untukmu pak tua, mereka yang mati adalah para parasit dan mata-mata, aku pergi dulu untuk sementara waktu, nanti aku akan menemuimu.”
__ADS_1
Bersamaan dengan meledaknya ketiga pemimpin lantai, Xiu Bai langsung lenyap tanpa dapat di ketahui oleh para Penjaga Gerbang.
...
Di tempat Ye Mo Xuan berdiri, ia yang mendengar suara telepati Xiu Bai, kini memasang wajah puas.
“Hoho,, kau tidak pernah membuatku kecewa Asura, tidak sia-sia aku menjadi rekanmu di masa lalu.” Ucap Ye Mo Xuan.
***
Srek..!!
Tap tap..!!
“Nah,, keluarlah bocah, apa yang ingin kau kabarkan kepadaku,” ucap Xiu Bai yang kini muncul di puncak Menara Langit ke 10.
Wuss..!! Tap tap..!!
“Haha,, aku tak menduga kau akan datang kesini Master.”
Terlihat sosok Iblis Muda setinggi 200 meter muncul mengenakan jubah hitam di baluti beberapa lambang Darah bewarna merah dan langsung menyapa Xiu Bai dengan hormat.
Xiu Bai yang melihat Shen Cangli, seketika mengerutkan keningnya.
“Auramu, aku merasakan adanya jejak aura salah satu bawahanku menempel di tubuhmu.” Ucap Xiu Bai terdengar serius dan menatap Shen Canglin serius.
Tap..!!
__ADS_1
Shen Canglin dengan santai duduk di depan Xiu Bai. “Tenanglah Master, ini juga alasanku mengundang anda kemari, karena berkaitan dengannya.” Ucap Shen Canglin tersenyum hangat sembari melirik Xiu Bai.