
“Jika begitu, lebih baik kau ikuti aku, dan akan ku buat sedikit keributan di tempatnya nanti, agar ia keluar menemuiku,” sambung Xiu Bai melirik ke arah Menara Langit.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
“Urghh,, sialan, kecepatannya sangat mengerikan, dan dia dengan sengaja menyeretku tanpa melindungiku dengan energinya,” umpat pemuda berambut putih yang kini kakinya di pegang oleh Xiu Bai.
Tap tap..!!
“Hoho,, jadi ini Sarangmu sekarang pak tua, aku jadi penasaran bagaimana wujudmu saat ini,” ucap Xiu Bai yang langsung berhenti di udara sembari melirik ke arah Menara Langit tempat Penjaga Gerbang kedua berada.
Wuss wuss..!!
“Siapa kau? Berani sekali kau terbang di area Menara Langit.”
“Apa kau sudah bosan hidup hah.”
Bersamaan dengan sampainya Xiu Bai dan dengan sengaja menyebarkan sedikit auranya. Dalam sekejap para penghuni Menara Langit Kedua bermunculan dan meriaki Xiu Bai.
Xiu Bai yang mendengar itu, sama sekali tidak menanggapi, ia saat ini sibuk meneliti seluruh area Menara Langit Kedua.
Melihat Xiu Bai tidak tidak merespon mereka. Para penghuni Menara Langit kedua seketika menjadi geram.
“Sialan, cepat bunuh dia, jangan biarkan tubuhnya utuh,” teriak para penghuni Menara Langit kedua.
Mereka sama sekali tidak menyadari siapa yang bersama Xiu Bai saat ini.
Dret..!! Blush..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat para penghuni Menara Langit kedua menyerang Xiu Bai dengan kekuatan penuh mereka dan menembakkan bilah energi ke arahnya.
Xiu Bai yang baru selesai mengidentifikasi, langsung melirik sekilas ke arah puluhan bilah energi.
“Hemm..!! Kenapa sangat membosankan sih, selalu yang keluar terlebih dahulu hanya yang lemah-lemah saja. Setelah di hancurkan, barulah yang kuat keluar.” Gumam Xiu Bai sedikit kesal.
Dret..!!
__ADS_1
Kepalan tangan Xiu Bai seketika di selimuti energi yang cukup kuat, dengan cepat Xiu Bai mengayunkan tinjunya ke arah puluhan bilah energi.
Blush..!! Duarr..!!
Dalam sekejap puluhan bilah energi bersama para penghuni yang menyerang Xiu Bai, langsung hancur. Bukan hanya itu saja, guncangan hebat juga terjadi akibat bilah tinju Xiu Bai mengenai lantai satu hingga lantai 10.
Blush blush..!!
“Sialan, siapa yang begitu berani menyerang markas Penjaga Gerbang kedua hah, keluar sekarang juga.” Teriak sosok Iblis tua dengan kulit merah.
Pandangannya pun mengarah ke Xiu Bai, wajah Iblis tua tersebut seketika mengganas.
Tapi tak lama, ia menjadi tegang di saat melihat Tuan mudanya di sandra.
“I..Itu..!! Si..siapa kau? Cepat lepaskan Tuan muda kami, maka akan ku ampuni nyawa-”
Wung..!!
Bomm..!!
Dengan cepat Iblis tua menyilang kedua tangannya di saat melihat kepalan tinju energi muncul tepat di depan matanya.
“Uhuk uhuk,, sangat kuat, siapa sebenarnya dia?” Gumam Iblis tua yang menjadi pemimpin lantai ke 70.
Tap tap..!!
Merasakan guncangan yang jauh lebih kuat terasa lagi, kini terlihat para pemimpin Lantai Menara Langit bermunculan.
Xiu Bai yang melihat itu, langsung tersenyum tipis.
“Ini yang aku inginkan, jika begitu, saatnya sedikit bermain-main,” ucap Xiu Bai menyeringai tipis.
Pandangan Xiu Bai pun melirik putra teman lamanya. “Kau tunggu di sini bocah, jangan berani-berani lari dariku.” Ucap Xiu Bai mengancam Ye Mojin.
Glek..!!
Ye Mojin pun seketika menelan ludah, karena ia merasa ucapan Xiu Bai kali ini berbeda dari ancaman yang Xiu Bai ucapkan sebelumnya.
__ADS_1
...
Tepat setelah mengancam Ye Mojin, Xiu Bai langsung melesat ke arah sekumpulan pemimpin lantai Menara Langit di sertai seutas senyum bahagia.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Sementara di Daerah Kekuasaan Dewa Iblis Neraka.
Tap tap..!!
Terlihat sosok pemuda kepala botak dengan wajah sedikit gemuk berlari ke arah sekumpulan pemuda berjubah hitam.
Huh huh huh..!!
“I..Ini dia Ayam Iblis Rusanya Tu..Tuan,” ucap pemuda botak berwajah gemuk memperlihatkan Buruan bertubuh ayam, kaki dan kepala Rusa.
“Hoho,, kau gesit juga Keledai Botak,” ucap Cen Tian melirik ke arah pemuda botak berwajah gemuk.
“Cepat kesini, akan ku berikan kau bumbunya, setelah itu, kau bisa membakarnya.” Sambung Cen Tian.
“Heh,, dia bukan Keledai Tuan Tian, dia itu Babi Botak, lihatlah wajahnya yang gemuk itu mirip babi dan kepalanya yang menyilaukan itu mirip seluncur air,” teriak Tu Long secara terang-terangan.
“Bukankah begitu Babi Botak,” sambung Tu Long melirik ke arah Zhu Fei.
Hem hem..!!
Dengan cepat Zhu Fei mengangguk ke arah Tu Long, tanpa berani mengelak, karena ia sampai saat ini merasa ngeri saat di hajar oleh Tu Long.
“Nah kan benar, dia ini Babi Botak,” celetuk Tu Long dengan nada bangga.
“Heh..!! Dia mengangguk karena takut kepadamu idiot, dia ini lebih tepatnya Monyet Botak, lihatlah wajahnya yang imut itu,” dengus Duan Du sembari melirik ke arah Tu Long.
“Apa kau buta bocah, lihatlah dengan jelas, Monyet jauh lebih baik dari dia.” Dengus Tu Long dan mulai berdiri tanda akan di mulainya keributan.
Padahal baru 1 hari Cen Tian bertemu dengan kelompok Bai Han semenjak melarikan diri dari Gunung. Namun keduanya selalu membuat keributan, yang membuat lokasi mereka selalu di ketahui. Hal tersebut membuat mereka selalu berpindah tempat.
__ADS_1
“Cukup paman, kalian ini selalu saja ingin membuat lokasi kita di ketahui, dan juga, aku bingung mengapa kau membawa dia, dia itu selalu menjadi beban di saat melarikan diri.” Dengus Bai Han dengan nada kesal dan langsung bangkit sembari melirik ke arah Duan Du.