
Xiu Tian yang mendengar itu, tentu sedikit kecewa, tapi ia langsung mengangguk dan dalam hati bertekad untuk melindungi kakaknya secara diam-diam. Terlihat dari tangan Xiu Tian yang kini terkepal erat penuh tekad.
“Baiklah kak, jangan memaksakan dirimu, kau itu seorang wanita, jadi kau harus berkelakuan seperti wanita pada umumnya, dan jika ada kesempatan, aku pasti akan datang mengunjungimu,” ucap Xiu Tian langsung memeluk erat kakaknya.
Zhen Ji yang mendengar itu, hanya bisa tersenyum hangat, terlebih lagi saat adiknya memeluknya dengan sangat erat, seolah-olah tidak ingin berpisah.
Tapi apa boleh buat, Zhen Ji tentu sadar jika adiknya ini pasti sangat membenci ayahnya, dan berpura-pura terlihat tegas, hangat dan baik di depan dirinya.
Dalam hatinya, Zhen Ji berjanji untuk membuat adik dan ayahnya akur.
“Hem...!! Jika ada kesempatan, aku juga akan mengunjungimu Tian'er,” ucap Zhen Ji terdengar dengan suara lembut.
...
10 menit berlalu, setelah berpelukan untuk melepas rindu, Xiu Tian kini terlihat melambaikan tangannya.
Tap tap..!!
“Kakak Ji,” ucap Xiu Tian kini ikut memeluk kakaknya.
“Hihi,, bayi keci kakak kini telah dewasa rupanya, tapi kenapa wajahmu sedikit berbeda dari yang kakak bayangkan?” Ucap Zhen Ji dan tersadar akan wajah Xiu Bai.
“Wajah bisa berubah kak, tapi aku ini tetap adikmu, dan terimakasih telah merawatku di masa lalu,” ucap Xiu Bai melepaskan pelukannya sambil tersenyum hangat.
Zhen Ji hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut lagi, karena ia sadar jika tidak baik membahas pribadi seseorang.
“Ini kak, jika ingin mencari kami, kau bisa menghubungi kami menggunakan ini,” ucap Xiu Bai memberikan token jiwa yang di buatkan oleh neneknya.
Neneknya memberikan ini kepada Xiu Bai sebelum mereka keluar dari Klan Asura. Token jiwa ini hanya bisa di gunakan oleh seseorang yang memiliki ikatan jiwa atau ikatan keluarga dan bisa di gunakan tanpa pembatas jarak.
Neneknya Xiu Bai sengaja memberikan ini agar jika Xiu Bai dalam bahaya, neneknya bisa datang membantu walau berbeda Alam Celestial sekalipun. Itulah bentuk kasih sayang Xiu Mu Lian terhadap Xiu Bai.
“Hemm..!! Token apa ini?” Tanya Zhen Ji terlihat tidak merasakan apapun dan ini baru pertama kalinya ia melihat token berbentuk Hati.
Xiu Bai hanya bisa tersenyum canggung saat melihat kakaknya membolak balik token berbentuk Hati tersebut. Tak lama, ia pun menjelaskan kegunaannya.
...
10 menit lagi berlalu, kini Xiu Tian, Xiu Bai, dan yang lainnya langsung berpamitan dengan Zhen Ji.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat kelompok keluarga Xiu Bai menghilang dari hadapan Zhen Ji.
***
__ADS_1
Tap tap..!!
Setelah 1 hari, kini Xiu Bai berkumpul di tempat yang telah di janjikan.
Terlihat Xiu Bai baru selesai menjelaskan rencananya sambil menatap ke 3 pemimpin klan dan yang lainnya.
“Hemm..!! Izin bertanya Tuan muda, lalu bagaimana dengan kota-kota yang tidak terjaga nantinya?” Tanya pemimpin klan kuno Xian Ding, dia di bawa oleh Pang Hei dan Fang Liu.
“Pertanyaan yang bagus,” ucap Xiu Bai.
“Untuk kota yang ada di luar jangkauan, biarkan kami yang menangani, dan juga aku memiliki 5 Assasint tersembunyi, jika terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa kalian, maka mereka akan muncul untuk membantu.” Jawab Xiu Bai dan memberikan beberapa penjelasan.
“Apakah ada pertanyaan lain?” Tanya Xiu Bai kini kembali melirik semuanya.
Terlihat semuanya kini menggelengkan kepalanya.
“Baiklah jika begitu, persiapkan diri kalian sebelum berangkat ke titik dimana yang telah aku jelaskan tadi,” ucap Xiu Bai.
Tap tap..!!
Semua pemimpin klan kuno pun langsung bangkit untuk memberitahu anggota klan mereka yang ikut bertarung.
Tak lama setelah kepergian ke 3 pemimpin klan, kini Xiu Bai melirik kakaknya.
“Apa kau sudah menugaskan salah satu dari Anggota Iblis Pembantai untuk melindungi kakak Ji?” Tanya Xiu Bai.
Melihat kakaknya yang pulih dari kesedihan begitu cepat, Xiu Bai hanya bisa tersenyum kecut bersama yang lainnya.
“Kak, apa kau akan pergi hari ini?” Terdengar suara Duan Du bertanya.
Xiu Bai pun langsung mengangguk. “Aku harus, semoga saja mereka mau memberikan satu atau dua dari ahli mereka sebagai bantuan,” jawab Xiu Bai.
“Apa aku boleh ikut?” Tanya Tu Long dan Duan Du terlihat berharap.
“Tidak bisa, jika kalian ikut, maka tidak ada yang mengatur serta tidak ada kekuatan yang menjaga,” ucap Xiu Bai dengan nada tegas.
Wajah Duan Du dan Tu Long seketika tersenyum kecut.
“Sial, seandainya paman Jian dan paman Chen sudah di sini, aku pasti akan di izinkan ikut,” gumam Duan Du mengutuk kedua pamannya yang belum datang-datang juga.
***
Huaciihhh..!!
“Sial, siapa yang mengutuk ku ya,” gumam Du Jian kini sedang asik minum di sebuah kedai.
“Pasti kedua bocah kurang ajar itu,” sambung Meng Chen terlihat meneguk araknya.
__ADS_1
Glek glek..!!
“Ah nyamannya,” ucap Meng Chen kini melirik ke arah Du Jian yang bertanya.
“Kapan kita akan menemui Tuan muda?” Tanya Du Jian.
“Hem,, beberapa hari lagi, jika kita kesana sekarang, maka kita pasti akan sibuk, terlebih lagi, kita berdua telah menderita oleh para wanita iblis berwajah manusia itu,” jawab Meng Chen dengan tubuh merinding.
“Jangan ingat itu lagi sialan, akulah yang paling menderita,” dengus Du Jian saat membayangkan wajah Ibu dan kedua istri Xiu Bai, dan terahir, wajah Xiu Mu Lian.
Urrghh..!!
“Aku tidak ingin kembali Neraka itu lagi,” ucap Du Jian tanpa sadar.
Tap tap..!!
“Neraka yang mana kek?”
Du Jian dan Meng Chen langsung melompat saat mendengar suara lembut seorang wanita.
Glek..!!
Wajah Du Jian dan Meng Chen langsung berubah jelek saat melihat sosok wanita muda yang tentunya sangat mereka kenal.
“No..Nona muda Xie'er, kenapa kau ada di sini?” Tanya Meng Chen terdengar gugup.
“Eeh,, memang aku tidak bisa berada di sini ya? Jika begitu, kenapa juga kalian ada di sini? Bukannya berada di tempat ayah?” Tanya Ling Xia Xie tersenyum lembut.
Dengan cepat Meng Chen menggelengkan kepalanya.
“Te..Tentu saja bisa dan kami di sini untuk menghilangkan rasa haus kami saja, ini kami mau kesana, benar kan saudara Jian,” jawab Meng Chen sambil melirik Du Jian yang mengangguk-angguk patuh.
“Ooh,, Xie'er baru tahu lo, orang menghilangkan dahaga dengan arak, terlebih selama 2 hari lagi,” ucap Ling Xia Xie menaikkan alisnya secara bergantian di sertai senyum lembut.
“Ah itu-”
“Sudahlah kakek, Xie'er tahu semuanya kok, ayo kembali, kau tahu, gara-gara kakek Jian dan kakek Chen Lama, Xie'er di suruh oleh ayah mencari kalian,” ucap Ling Xia Xie terlihat cemberut.
Wajah Du Jian dan Meng Chen seketika menegang dan dengan cepat mereka berdua mendekati Xie'er, lalu merayunya agar tidak cemberut lagi.
Wajah Xie'er pun langsung ceria, dengan cepat ia membawa kedua kakeknya ke banyak toko.
2 Jam telah berlalu, wajah Meng Chen dan Du Jian terlihat kusut saat ini karena hampir setengah harta mereka habis karena setiap toko yang Xie'er datangi, hampir 99% isi toko tersebut di borong.
“Sialan, tidak anak, tidak ibu, tidak nenek, sama saja, wanita memanglah mengerikan,” gumam Du Jian mengutuk kesialannya.
Pandangannya pun mengarah ke Meng Chen dan kini menyalahkannya karena usulannya yang mengajak minum lah yang membuat mereka seperti ini.
__ADS_1